Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ujian Hidup Bukan Tanda Kebencian Tuhan, Dosen FAI UMS Kupas Tafsir Q.S. Al-Baqarah 155-157

Ujian Hidup Bukan Tanda Kebencian Tuhan, Dosen FAI UMS Kupas Tafsir Q.S. Al-Baqarah 155-157

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dalam perjalanan kehidupan manusia terdapat serpihan kecil berupa ujian atau cobaan yang seringkali dikeluhkan oleh manusia. Terkadang Allah memberikan ujian dari segi ekonomi, kesehatan, kekeluargaan, maupun jabatan. Namun, seringkali manusia beranggapan bahwa ujian merupakan bentuk ketidaksukaan Allah terhadap hambanya, padahal dibalik ujian yang diberikan Allah terdapat kasih sayang yang terselipkan.

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.I., menjelaskan konsep ujian atau musibah sebagai bentuk kasih sayang Allah melalui Q.S. Al-Baqarah ayat 155-157.

Rhain menjelaskan bahwa ayat 155 secara garis besar membahas tentang ujian yang diberikan Allah kepada hambanya. Menurutnya, pada ayat ini perlu dipahami bahwa ujian sebagai bentuk kecintaan Allah terhadap hambanya.

“Jika Allah cinta pada hambanya, maka seorang hamba akan diberikan ujian olehnya,” jelasnya, Jumat (19/6/2026).

Dosen FAI UMS, Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.I

Ujian akan selalu terjadi dalam perjalanan hidup manusia, sesuai dengan kadar keimanan manusia, seperti kalangan Nabi dengan kadar keimanan yang lebih tinggi, mendapat ujian yang cukup berat ketika menyebarkan dakwah Islam. Ia Menganalogikan dengan perbedaan tingkat ujian siswa SMP dan siswa SMA yang berbeda tingkat bobot kesusahan bentuk soal ujiannya.

“Semakin tinggi derajat seseorang, semakin banyak juga orang yang membenci. Dan kebencian merupakan bentuk dari sebuah ujian,” tambahnya.

Rha’in mengulas dari segi kaidah nahwu bahwa diksi بِشَيْءٍ (dengan sedikit) yang ditulis dalam bentuk nakirah dengan tanwin di akhir menunjukan kesan at-taqlil (sedikit), artinya bahwa ujian yang diberikan Allah kepada hambanya lebih sedikit daripada kenikmatan yang ada dalam hidup seseorang.

“Maka, tak pantas kita mengeluh bahwa kehidupan sering dipenuhi dengan ujian, padahal ujian dari Allah adalah bagian yang paling sedikit dalam dimensi kehidupan manusia,” tegasnya.

Penyebutan urutan ujian dalam ayat ini, mengandung unsur signifikansi retoris. Pertama, penyebutan kata takut merupakan bentuk ujian batin. Kedua, penyebutan kelaparan bentuk dari ujian kebutuhan biologis. Ketiga, penyebutan kalimat kekurangan harta menunjukan ujian dari segi ekonomi. Keempat, penyebutan kehilangan jiwa, bentuk dari ujian yang menyentuh kejiwaan. Dan kelima, penyebutan berkurangnya buah-buahan, merupakan bentuk ujian dari keberlanjutan hidup yang tergantung dari segi pangan.

Selanjutnya, di penghujung ayat 155, Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Menurut Rha’in terdapat tawaran penenang dari Allah atas penyebutan berbagai jenis ujian, yang dapat menggoncangkan jiwa seorang hamba.

“Artinya, Allah menyuruh hambanya untuk bersabar dan bergembira dalam menghadapi ujian. Karena dibalik adanya ujian, terdapat balasan surga sebagai tempat hidup yang abadi,” ujarnya.

Rhain juga menyinggung kesalahan paradigma masyarakat tentang konsep sabar. Sabar bukan berarti diam atau pasif dan pasrah secara total. Namun, menurut Rhain, Islam memaknai sabar yaitu dengan aktif berbuat atau berikhtiyar selalu untuk menyelesaikan masalah atau menghilangkan musibah, tanpa menunggu bantuan dari Allah dengan diam.

Kesabaran bukan sekedar menahan emosi, tapi kesabaran itu mengelola jiwa atau keimanan. Pada ayat 156, dijelaskan bahwa orang sabar akan menyadari dua hal. Pertama, segala sesuatu yang ada di muka bumi merupakan milik Allah SWT. Kedua, manusia merupakan makhluk kerdil yang tidak bisa berbuat apapun tanpa pertolongan Allah.

“Dua hal tersebut akan menghasilkan sikap mukmin yang tangguh dan tidak larut dalam kesedihan,” tutur Rhain saat mengutip ayat tersebut.

Kemudian, Kalimat إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ merupakan kalimat istirja, yang dijadikan sebagai bentuk deklarasi ketauhidan dan pengakuan eksistensi Allah dalam kehidupan seorang hamba. Menurutnya, kalimat istirja dijadikan sebagai respon utama dalam menghadapi sebuah musibah atau ujian, bukan merespon dengan keluhan.

Pada ayat 157, Rhain menjelaskan tentang balasan untuk orang-orang yang sabar, berupa kemuliaan dan rahmat dari Allah. Menurut Rhain, rahmat merupakan manifestasi kasih sayang Allah berupa perlindungan dan kenaikan dalam kehidupan.

Ia menegaskan bahwa kemuliaan sejati dalam kehidupan bukan dilihat dari indikator duniawi, seperti jabatan, harta, atau kekuasaan. Tapi, kemuliaan sejati itu diperoleh dari tingkat kesabaran seorang hamba dalam menghadapi ujian yang diberikan oleh Tuhannya.

“Ujian akan menghasilkan orang yang tangguh, jika dilewati dengan keimanan. Tapi sebaliknya, akan menghasilkan orang yang mengeluh, jika dilakukan tanpa dasar keimanan, ” pungkasnya. (Affiq/Humas)

Editor: unaise albunayya

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Retret Karakter hingga Fortasi MBS Bumiayu Brebes: Jalan Awal Menuju Santri Tarjih

    Dari Retret Karakter hingga Fortasi MBS Bumiayu Brebes: Jalan Awal Menuju Santri Tarjih

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu menyelenggarakan rangkaian program orientasi dan pembinaan intensif bagi santri baru tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung selama dua pekan, sejak 7 hingga 20 Juli 2025, dengan tujuan memperkuat pemahaman ideologi, membentuk karakter, serta mengasah keterampilan dasar santri., Senin, (21/7/2025). Kepala Bagian Tarbiyah MBS Bumiayu, […]

  • Mahasiswa KKN UMSurabaya Kelompok 3 Edukasi PHBS dan Kesehatan Gigi bagi Siswa SDN 2 Kedungsoko

    Mahasiswa KKN UMSurabaya Kelompok 3 Edukasi PHBS dan Kesehatan Gigi bagi Siswa SDN 2 Kedungsoko

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Nganjuk — Membangun kesadaran akan pentingnya kebersihan diri tidak bisa dilakukan secara instan; ia harus ditanamkan sebagai fondasi sejak usia dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya Kelompok 3 menggelar program edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kesehatan gigi dan mulut bagi siswa kelas 1 dan […]

  • Satu-satunya PTMA Tembus Semifinal, UMS Harumkan Nama Muhammadiyah di POMPROV Jateng 2025

    Satu-satunya PTMA Tembus Semifinal, UMS Harumkan Nama Muhammadiyah di POMPROV Jateng 2025

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim bola voli putri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mencetak prestasi membanggakan dengan meraih medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) Jawa Tengah 2025. Pembina tim voli putri UMS, Vera Septi Sistiasih, S.Pd., M.Or., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian anak didiknya. Ia menilai raihan ini merupakan buah dari kerja keras […]

  • Fathan Faris Saputro Terbitkan Buku “Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi”

    Fathan Faris Saputro Terbitkan Buku “Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi”

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lamongan – Penulis muda Fathan Faris Saputro, kelahiran 28 Februari 2000, kembali melahirkan karya terbaru bertajuk Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi, yang diterbitkan oleh Selfietera Indonesia. Buku ini menghadirkan kajian mendalam tentang kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam sebagai sumber inspirasi dan strategi dalam menghadapi tantangan hidup. Sebelumnya, Faris telah menerbitkan buku […]

  • Menumbuhkan Ghirah Keislaman dan Kepemimpinan: Fortasi IPM Blimbing di Imam Syuhodo

    Menumbuhkan Ghirah Keislaman dan Kepemimpinan: Fortasi IPM Blimbing di Imam Syuhodo

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Blimbing mengadakan kegiatan Fortasi di GOR Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Imam Syuhodo pada Jum’at-Sabtu, 17-18 Juli 2025 M. Peserta Fortasi adalah siswa baru dari MTs Muhammadiyah Blimbing dan SMP Imam Syuhodo yang berjumlah 121 siswa. Acara yang pertama yaitu Pembukaan Fortasi yang dibuka oleh Bapak […]

  • Pengabdian Masyarakat Hizbul Wathan UMS, Gelar Psikoedukasi dan Cek Kesehatan di Desa Alasmalang, Boyolali

    Pengabdian Masyarakat Hizbul Wathan UMS, Gelar Psikoedukasi dan Cek Kesehatan di Desa Alasmalang, Boyolali

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 171
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Boyolali – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kafilah Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah melaksanakan program penilitian dan pengabdian masyarakat (PPO) pada Minggu, 29 September 2024. PPO Sendiri merupakan program wajib tahunan yang didukung oleh pihak Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk mengabdi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan di Desa Alasmalang, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Adapun tema […]

expand_less