
KABARMUH.ID, Purwokerto, 13 Juni 2026 – Gedung UMP Tower, Aula Syamsyuhadi Irsyad di lantai 10, sepanjang hari Sabtu ini berubah menjadi lautan semangat intelektual. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik internal Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) maupun eksternal dari kampus-kampus lain di wilayah sekitar, memadati ruangan megah tersebut. Mereka hadir bukan sekadar untuk mengisi absensi, melainkan untuk menyatu dalam gelaran Seminar Nasional dalam serangakaian kegiiatan Islamic Education Project (IEP) yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI).
Mengusung tema besar “PAI Next Level: Digital, Religius, Progresif,” kegiatan yang diprakarsai oleh Divisi Pemberdayaan Mahasiswa (PEMAS) ini hadir sebagai jawaban atas kegelisahan akademisi terhadap derasnya arus digitalisasi yang kerap menggerus nilai-nilai moral generasi muda. Tidak sekadar menjadi acara seremonial, seminar ini dirancang untuk menjadi titik balik kesadaran akan pentingnya penguasaan teknologi tanpa kehilangan jati diri keislaman.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dibuka dengan serangkaian sambutan yang sarat makna. Ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas arahan dan dukungan penuh dari jajaran birokrasi kampus yang memungkinkan acara ini terselenggara dengan maksimal. Ia menegaskan bahwa tema “PAI Next Level” bukanlah sekadar jargon, melainkan sebuah peta jalan bagi mahasiswa untuk bertransformasi.
Selanjutnya, Ketua HMPS PAI tampil menyampaikan pidato inspiratif. Ia menekankan bahwa IEP bukanlah sekadar agenda tahunan atau rutinitas organisasi belaka. “Acara ini adalah wadah, sebuah ikhtiar kita untuk menegaskan kembali peran strategis pendidikan Islam di era modern. Kita ingin membuktikan bahwa siswa dan mahasiswa tidak hanya cakap di dalam ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi penggerak, inovator, dan syiar dakwah yang kreatif di tengah masyarakat,” ujarnya dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.
Puncak dari rangkaian sambutan adalah pembukaan resmi oleh Kepala Program Studi Pendidikan Agama Islam. Dalam pidatonya, beliau menyatakan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan zaman saat ini.
“Mengusung tema PAI Next Level: Digital, Religius, Progresif, sangat menggambarkan bahwa seorang muslim di era ini harus mampu menguasai dunia digital, namun tetap menjaga akhlaknya dan memiliki pola pikir yang berkemajuan. Inilah inti dari pendidikan Islam yang sesungguhnya,” tegas beliau.
Memasuki sesi inti, suasana ruangan semakin hangat. Seminar nasional kali ini menghadirkan pemateri pilihan, yaitu Kak Alfatahar, seorang penggiat edukasi dan motivator muda yang dikenal dengan pendekatan komunikasinya yang segar dan dekat dengan generasi Z. Dengan tema yang diusung, “From Scrolling to Schooling,” Kak Alfatahar berhasil menyulap materi berat tentang literasi digital menjadi sebuah obrolan santai namun menggugah.
Ia mengajak para peserta untuk merenung sejenak. Di tengah kesibukan mengakses media sosial berjam-jam, sudah berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia untuk konten yang tidak bermanfaat? Kak Alfatahar menekankan bahwa ponsel dan perangkat digital bukanlah musuh, melainkan senjata ampuh jika digunakan dengan benar.
“Kita harus mengubah kebiasaan scrolling tanpa arah menjadi schooling, atau belajar yang terarah. Jadikan konten-konten islami dan edukatif sebagai konsumsi utama kita, serta bangunlah relasi digital yang positif,” jelasnya.
Sesi tanya jawab yang interaktif menjadi bukti bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai batasan bermedia sosial, bagaimana memfilter informasi di era hoaks, hingga strategi membangun konten dakwah yang kreatif mengalir deras. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini sukses besar tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka cakrawala berpikir para mahasiswa tentang peran mereka di era digital.
Dengan berakhirnya sesi seminar, HMPS PAI berharap ilmu yang didapat dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Gelaran IEP tahun ini telah membuktikan bahwa pendidikan agama Islam mampu beradaptasi dan bahkan memimpin perubahan di tengah modernitas. Semangat “Digital, Religius, Progresif” pun terus bergema meninggalkan Aula Syamsyuhadi Irsyad, menyalakan api optimisme di hati setiap peserta untuk menjadi generasi emas yang berilmu dan berakhlak.
Editor: Unaise Albunayya



