Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Sehat yang Belum Utuh: Kesehatan Mental dalam Konsep Sehat Perspektif Muhammadiyah

Sehat yang Belum Utuh: Kesehatan Mental dalam Konsep Sehat Perspektif Muhammadiyah

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Hessy Sahana, Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan

Selama ini, kesehatan sering diukur dari kondisi fisik semata: tidak sakit, tubuh kuat, umur panjang. Pada kenyataannya, terdapat satu dimensi yang kerap luput dari perhatian padahal dampaknya tidak kalah serius bagi kualitas hidup manusia, yaitu kesehatan mental. Seseorang bisa saja tampak sehat secara fisik, namun sesungguhnya belum bisa disebut sehat secara utuh jika batinnya sedang berjuang menghadapi tekanan, kecemasan, atau keputusasaan.

Islam memandang manusia sebagai makhluk yang utuh (holistik). Sehat secara keseluruhan dalam pandangan Islam mencakup empat dimensi sekaligus, yaitu fisik, mental, sosial, dan spiritual, yang saling menopang dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain (Khafifah, Rahmadani, & Latifah, 2025). Kesehatan mental dipahami sebagai kemampuan seseorang mengelola emosi, menghadapi tekanan hidup, dan menjaga ketenangan jiwa. Ketika dimensi ini terganggu, seluruh struktur kesehatan seseorang ikut goyah walaupun kondisi fisiknya terlihat sehat (Muajizat & Sohrah, 2024).

Menjaga Jiwa sebagai Tujuan Syariat

Dalam kajian maqashid syariah, menjaga jiwa (hifzh an-nafs) menjadi salah satu dari lima tujuan pokok syariat, sejajar dengan menjaga agama, akal, keturunan, dan harta (Nugraheni & Hayati, 2025). Sebagian ulama modern memperluas makna hifzh an-nafs ini hingga mencakup kesehatan mental, tidak sekadar keselamatan fisik semata, sehingga menegaskan bahwa persoalan kejiwaan bukan perkara sampingan dalam Islam, melainkan bagian dari tujuan inti agama itu sendiri.

Perluasan makna ini sejalan dengan cara Islam yang meletakkan keputusasaan sebagai sesuatu yang harus dilawan, bukan dituruti. Allah berfirman dalam QS. Az-Zumar ayat 53: “Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.’”

Ayat ini mengingatkan bahwa seberat apa pun masalah hidup seseorang, selalu ada jalan keluar dan harapan yang terbuka, sekaligus menegaskan bahwa nyawa manusia sangat dimuliakan dalam Islam.

Preventif, Promotif, Kuratif, Rehabilitatif dalam Isu Kejiwaan

Empat prinsip kesehatan dalam Islam meliputi preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif yang dapat diterapkan sepenuhnya pada isu kesehatan mental, bukan hanya pada penyakit fisik (Latifah, Arisa, & Diaty, 2025). Secara preventif, edukasi tentang pengelolaan stres dan pengenalan gejala gangguan mental sejak dini menjadi kunci utamanya.

Secara promotif, pola hidup seimbang, penguatan hubungan sosial, serta aktivitas spiritual seperti zikir dapat menjadi sarana menjaga ketenangan jiwa sehari-hari. Secara kuratif, keberanian untuk terbuka dan mencari bantuan profesional perlu terus didorong, mengingat stigma masyarakat masih menjadi penghalang utama bagi banyak orang dalam mencari pertolongan.

Secara rehabilitatif, dukungan berkelanjutan dari keluarga dan komunitas sangat menentukan agar seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan bisa kembali menjalani kehidupan sosial secara sehat, bukan justru dikucilkan (Nursafira, Yogaastuti, & Al Maududi, 2026).

Perspektif Muhammadiyah

Muhammadiyah secara resmi memperkuat pandangan mengenai pentingnya kesehatan yang menyeluruh bagi manusia. Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menjelaskan bahwa kesehatan yang seutuhnya harus mencakup empat dimensi, yaitu jasmani, rohani, spiritual, dan sosial (Muhammadiyah.or.id, 2023). Selain itu, Muhammadiyah juga mengintegrasikan kepedulian terhadap isu lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab iman. Hal ini diatur melalui Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), yang menjadi acuan utama perilaku warga dalam kehidupan sehari-hari.

Jejaring Amal Usaha Muhammadiyah seperti rumah sakit, perguruan tinggi, hingga organisasi otonom seperti ‘Aisyiyah, memiliki potensi besar untuk menjangkau persoalan kesehatan mental sampai ke akar masalah (Majelis Pembina Kesehatan Umum PP Muhammadiyah).

Dukungan komunitas, kepedulian tetangga, keterlibatan tempat ibadah, hingga kehadiran seseorang yang mau mendengarkan tanpa menghakimi, semuanya adalah bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan mental yang oleh Islam dipandang sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Penutup

Islam menegaskan bahwa konsep sehat berarti menjaga keseimbangan fisik, mental, sosial, dan spiritual sebagai satu kesatuan utuh yang merupakan amanah dari Allah. Kesehatan mental sama pentingnya dengan aspek lain untuk mencapai kondisi sehat secara utuh. Konsep ini harus diwujudkan nyata dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, bukan sekadar ucapan atau teori belaka.

Referensi

Khafifah, D., Rahmadani, N. F., & Latifah. (2025). Konsep kesehatan dalam perspektif Islam dan implementasinya pada pelayanan kesehatan modern. JIKES: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 88–94. https://doi.org/10.71456/jik.v4i1.1515

Latifah, Arisa, A., & Diaty, R. (2025). Integrasi nilai spiritual dan medis dalam kesehatan modern: Perspektif agama Islam. JIKES: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 29-36. https://doi.org/10.71456/jik.v4i1.1466

Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Amal Usaha Kesehatan Muhammadiyah.

Muajizat, M, M. G., & Sohrah. (2024). Konsep Kesehatan Jiwa dalam Al-Qur’an (Suatu Kajian Tafsir Tematik). Jurnal Diskursus Islam, 12(2), 322–337. https://doi.org/10.24252/jdi.v12i2.52870

Muhammadiyah.or.id. (2023, 23 Oktober). Perlu Diketahui Kesehatan Tidak Sebatas Jasmani dan Rohani, Tapi juga Spiritual dan Sosial. https://muhammadiyah.or.id/2023/10/perlu-diketahui-kesehatan-tidak-sebatas-jasmani-dan-rohani-tapi-juga-spiritual-dan-sosial/

Nugraheni, F. S., & Hayati, M. (2025). Integrasi perspektif Islam tentang kesehatan jasmani dan rohani: Kajian konseptual. Jurnal Keilmuan dan Keislaman, 4(3), 451-466. https://doi.org/10.23917/jkk.v4i3.740

Nursafira, R. N., Yogaastuti, T., & Al Maududi, A. A. (2026). Keseimbangan komprehensif: Analisis kesehatan fisik, jiwa, dan lingkungan dalam perspektif Islam. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, 2(2), 1225-1231. https://doi.org/10.63822/ky2t7425

Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Q.S Az-Zumar [39]: 53.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PC IPM Rawalo Tegaskan Misi Kaderisasi melalui PKDTM I di SMP Muhammadiyah Rawalo

    PC IPM Rawalo Tegaskan Misi Kaderisasi melalui PKDTM I di SMP Muhammadiyah Rawalo

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID ~ Rawalo–Banyumas || Dalam rangka memperkuat kaderisasi pelajar serta menanamkan jiwa kepemimpinan, keberanian, dan semangat tajdid sejak dini, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Rawalo menggelar Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati I (PKDTM 1). Kegiatan yang diikuti oleh 45 siswa kelas VIII ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Rawalo (Muhamra) pada Jumat–Ahad, 30 Januari–1 […]

  • Tebar Daging Kurban kepada 895 Warga Bukti Semangat Berkurban dan Kepedulian Sosial PRM Baruamba Cabang Bumiayu

    Tebar Daging Kurban kepada 895 Warga Bukti Semangat Berkurban dan Kepedulian Sosial PRM Baruamba Cabang Bumiayu

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BREBES – Ratusan jamaah memadati halaman Masjid Taqwa, Baruamba, pada Jumat (6/6/2025) untuk melaksanakan Sholat Idul Adha 1446 H. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Baruamba berlangsung khidmat dan sarat makna spiritual. Ketua PRM Baruamba, Abdul Wahid, menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya partisipasi warga. “Alhamdulillah, antusiasme warga terus meningkat. Tahun ini kami […]

  • Semarak Hari Guru Santri Asy-Syifa’ Blimbingrejo Persembahkan Karya Terbaik

    Semarak Hari Guru Santri Asy-Syifa’ Blimbingrejo Persembahkan Karya Terbaik

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JEPARA – Hari Guru di Ponpes Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo, Nalumsari Jepara pada Selasa, 25 November 2025 / 4 Jumadil Akhir 1447 H berlangsung penuh khidmat sekaligus semarak. Sejak jauh-jauh hari, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) telah menyiapkan konsep acara dengan matang. Sejak usai salat subuh, para santri IPM tampak sibuk mengatur segala kebutuhan: dari […]

  • Serahkan Nota Kesepahaman, Muhammadiyah, NU, dan MUI bersama POLDA DIY Siap Berantas Miras

    Serahkan Nota Kesepahaman, Muhammadiyah, NU, dan MUI bersama POLDA DIY Siap Berantas Miras

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 144
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sleman – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) bersama dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersilaturahim dengan POLDA DIY, pada Jumat (27/9). Kedatangan tiga organisasi Islam ini disambut langsung oleh Kapolda DIY Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H. serta jajarannya. Dalam pertemuan di Mapolda DIY, PWM, PWNU, […]

  • Memotret Perkaderan IMM di Era Disrupsi

    Memotret Perkaderan IMM di Era Disrupsi

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Oleh: M. Rendi Nanda Saputra (Sekretaris Umum PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta) Disrupsi yang ditandai kemajuan teknologi digital, pergeseran nilai, dan perubahan struktur ekonomi politik turut mengguncang tatanan dan partisipasi generasi muda. Di tengah pusaran arus perubahan yang begitu cepat, era disrupsi telah menghadirkan beragam tantangan sekaligus peluang bagi berbagai lini kehidupan, termasuk dunia […]

  • UMS Latih Guru SD/MI Gunakan Base Ten Block untuk Perkuat Number Sense

    UMS Latih Guru SD/MI Gunakan Base Ten Block untuk Perkuat Number Sense

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertema “Pelatihan Pembelajaran Matematika Berbasis Base Ten Block untuk Menguatkan Number Sense Siswa SD/MI” di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini diikuti guru dari MIM Karanganom, MIM Pantirejo, dan MIM Slogo, serta didukung pendanaan Program Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan […]

expand_less