
Oleh: Mumtaz Murtadha N.B. (Mahasiswa Ilmu Qur’an Tafsir FAI UMS)
Pengembangan Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dakwah di Indonesia. Dalam konteks ini, beberapa narasumber terkemuka membahas tentang pentingnya pengembangan lembaga dakwah dan strategi meningkatkan kualitas dakwah di era digital yang semakin berkembang.
Peran lembaga dakwah dalam pengembangan dakwah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Dai. Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memiliki peran sentral dalam pengembangan dakwah da’i Muda di Indonesia terutama Kader Pusat tingkat Nasional utusan Pondok Pengkaderan Hajjah Nurriyah Shabran UM Surakarta. Sebagai pusat pelatihan dan pengembangan bagi para dai dan aktivis dakwah, lembaga ini dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan dakwah mereka. Dengan demikian, para dai dan aktivis dakwah dapat menjadi lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugas dakwah mereka.
Ketua Panitia dan Ketua LDK Ahmad Nur Muhaimin dan Muhammad Arifin menyampaikan bahwa LDK PP Muhammadiyah telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dan telah menjangkau daerah-daerah pelosok dan terpencil. Namun, mereka juga menyadari bahwa perkembangan teknologi digital saat ini sangat cepat dan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa lembaga dakwah juga perlu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dakwah.
Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Dakwah: Meningkatkan Efektivitas dan Jangkauan Dakwah
Pemanfaatan teknologi digital dalam dakwah dapat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas dakwah. Dengan menggunakan media digital, para dai dan aktivis dakwah dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan efektivitas dakwah mereka. Selain itu, teknologi digital juga dapat membantu meningkatkan kualitas konten dakwah dan membuatnya lebih menarik dan interaktif (Az-Zuhayli, 2020, “Fiqh Al-Islam wa Adillatuhu”; Jurnal Ilmiah Komunikasi, 2020, “Pemanfaatan Media Digital dalam Dakwah”).
Bu Warek Prof. Dr. Ir. Mutmainah MM menyampaikan bahwa UMJ ingin menjadi pusat tempat pelopor untuk setiap daerah agar dapat memberdayakan para aktivis dakwah dan meningkatkan kualitas dakwah di daerah-daerah. Dengan demikian, para aktivis dakwah dapat menjadi lebih percaya diri dan efektif dalam menjalankan tugas dakwah mereka.
Pendekatan dakwah yang tepat sangat penting dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas dakwah. Doktor K.H. Sa’ad Ibrahim M.A. menyampaikan bahwa pendekatan dakwah yang tepat adalah dengan menggunakan metode amar ma’ruf nahi munkar, yaitu memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa dakwah harus dilakukan dengan cara yang bijak dan santun, serta tidak memaksa atau menakut-nakuti orang lain untuk masuk Islam.
Dengan demikian, pengembangan Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah sangat penting dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas dakwah di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi digital dan pendekatan dakwah yang tepat, lembaga dakwah dapat meningkatkan efektivitas dakwah dan memberdayakan para aktivis dakwah.
Akademi Dai Digital Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Membangun Generasi Baru Dai yang Tangguh di Era Digital
Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah meluncurkan Akademi Dai Digital, sebuah program pelatihan yang dirancang untuk membekali para dai dengan keterampilan membuat konten dakwah yang menarik dan berdampak di era digital. Program ini bertujuan untuk mencetak generasi baru dai yang cakap teknologi, kreatif, dan mampu menjadi pelita di tengah gelapnya informasi yang menyesatkan di jagat maya.
Akademi Dai Digital memiliki tujuan untuk mencetak dai-dai Muhammadiyah yang tangguh di ruang digital. Mereka akan dibekali dengan keterampilan membuat konten dakwah yang menarik dan berdampak, sebagai bentuk perlawanan terhadap derasnya arus konten negatif di dunia maya. Dengan demikian, para dai dapat menjadi lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugas dakwah mereka (Arifin, 2023, “Sambutan Ketua LDK PP Muhammadiyah”; Jurnal Ilmiah Komunikasi, 2020, “Pemanfaatan Media Digital dalam Dakwah”).
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan diikuti oleh 100 peserta dari utusan LDK Muhammadiyah regional yang meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Lampung.
“Akademi Dai Digital ini adalah langkah awal untuk mencetak dai-dai Muhammadiyah yang tangguh di ruang digital. Mereka akan dibekali dengan keterampilan membuat konten dakwah yang menarik dan berdampak, sebagai bentuk perlawanan terhadap derasnya arus konten negatif di dunia maya,” ujar Arifin (Arifin, 2023, “Sambutan Ketua LDK PP Muhammadiyah”).
Metode Pelatihan yang Inovatif: Meningkatkan Keterampilan Praktis Dai
Akademi Dai Digital dirancang dengan komposisi materi yang menekankan pada aspek praktik, yaitu 70 persen praktik langsung dan hanya 30 persen teori. Dengan demikian, para peserta dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang mereka pelajari dan menjadi lebih percaya diri dalam menjalankan tugas dakwah mereka (Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2020, “Pemberdayaan Aktivis Dakwah melalui Pelatihan dan Pengembangan”).
“Kami tidak ingin peserta hanya memahami teori dakwah digital. Mereka harus langsung praktik: membuat konten, berbicara di depan kamera, menyusun narasi dakwah, hingga mengelola media sosial. Tujuannya agar sepulang dari pelatihan ini, mereka bisa langsung terjun berdakwah secara virtual dengan penuh percaya diri,” jelas Arifin (Arifin, 2023, “Sambutan Ketua LDK PP Muhammadiyah”).
Akademi Dai Digital akan menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya, baik dari kalangan praktisi media digital, kreator konten Islami, hingga dai muda inspiratif. Dengan demikian, para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang relevan dan terkini dalam bidang dakwah digital (Jurnal Ilmiah Komunikasi, 2020, “Pemanfaatan Media Digital dalam Dakwah”).
Kebutuhan Teknologi bagi Dai: Meningkatkan Efektivitas Dakwah
Kebutuhan teknologi bagi dai kini sama pentingnya dengan kepemilikan perangkat gadget. Perkembangan teknologi tidak lagi memandang usia. Karena itu, kehadiran dai-dai digital Muhammadiyah menjadi sangat penting untuk mengisi ruang virtual dengan pesan-pesan Islam yang mencerahkan (Arifin, 2023, “Sambutan Ketua LDK PP Muhammadiyah”).
“Perkembangan teknologi tidak lagi memandang usia. Karena itu, kehadiran dai-dai digital Muhammadiyah menjadi sangat penting untuk mengisi ruang virtual dengan pesan-pesan Islam yang mencerahkan,” ungkap Arifin (Arifin, 2023, “Sambutan Ketua LDK PP Muhammadiyah”).
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, LDK PP Muhammadiyah melalui Akademi Dai Digital berkomitmen mencetak generasi baru dai yang cakap teknologi, kreatif, dan mampu menjadi pelita di tengah gelapnya informasi yang menyesatkan di jagat maya.



