Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Perkaderan IPM Harus Terus Menyala di Era Serba Ada

Perkaderan IPM Harus Terus Menyala di Era Serba Ada

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Ahmad Fauzi Almubarok, Ketua Bidang Perkaderan PD IPM Lampung Tengah

Sejak didirikannya pada 18 Juli 1961 hingga sekarang IPM banyak mengalami dinamika organisasi. Dari ancaman hingga saat ini menjadi wadah potensi pelajar. Salah satu kunci IPM masih eksis sampai saat ini adalah karena perkaderannya.Di era modern yang ditandai dengan kemudahan akses informasi, teknologi yang serba cepat, dan dunia yang terus berubah, perkaderan menjadi aspek yang sangat krusial dalam keberlangsungan sebuah organisasi. Terutama dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), perkaderan ibarat jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh organisasi. Tanpa perkaderan yang sehat dan berkelanjutan, organisasi akan kehilangan arah, semangat, dan daya hidupnya.

Selama puluhan tahun IPM terus berkiprah, beradaptasi, dan berinovasi. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan sistem perkaderan yang senantiasa dijaga dan diperbarui. Namun, sebelum membahas lebih jauh tentang tantangan dan peluang perkaderan IPM di masa kini, penting untuk memahami tiga istilah yang sering didengar oleh para kader: kader, perkaderan, dan kaderisasi.

Kader adalah sebutan bagi pelajar atau individu yang aktif mengikuti kegiatan organisasi dan turut ambil bagian dalam kepemimpinan. Mereka adalah para pelajar yang memiliki semangat juang, dedikasi, dan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah.

Perkaderan mengacu pada sistem, cara, atau proses yang digunakan sebagai wadah untuk membina para kader. Dalam konteks IPM, perkaderan dirumuskan dalam SPI (Sistem Perkaderan IPM), yang secara berkala dievaluasi dan diperbarui agar tetap relevan dengan dinamika zaman. SPI menjadi pedoman penting dalam merancang strategi dan program pembinaan kader, mulai dari pengenalan organisasi hingga penguatan ideologis dan kepemimpinan.

Sementara itu, kaderisasi adalah proses berkelanjutan yang menjamin agar proses perkaderan terus berlangsung secara turun-temurun. Di dalamnya terdapat dua jalur utama: perkaderan formal dan perkaderan non-formal. Perkaderan formal biasanya diwujudkan dalam kegiatan seperti Latihan Kader Taruna Melati (TM) dan pelatihan-pelatihan resmi lainnya. Sedangkan perkaderan non-formal meliputi pendampingan personal, mentoring, diskusi kelompok, hingga pembiasaan nilai-nilai IPM dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu prinsip penting dalam kaderisasi adalah keberlanjutan. Kader yang lebih senior atau lebih berpengalaman harus bersedia mendampingi yang lebih muda. Proses ini bukan sekadar alih tugas, melainkan juga alih nilai dan visi. Inilah yang menjaga semangat IPM agar terus menyala lintas generasi.

Namun, bagaimana tantangan perkaderan IPM di era serba ada seperti sekarang?

Era serba ada  ini  dikonotasikan sebagai zaman yang “serba cepat” dan “serba mudah.” Akses terhadap informasi dan hiburan bisa diperoleh hanya dengan satu sentuhan jari. Namun, kemudahan ini bisa menjadi pisau bermata dua: di satu sisi membuka peluang, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan besar bagi dunia perkaderan.

Fenomena yang kita hadapi hari ini cukup kompleks. Generasi yang sedang berkembang saat ini, yaitu generasi Z dan generasi Alpha, memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka tumbuh dalam ekosistem digital, terbiasa dengan kecepatan, dan cenderung mencari hal-hal yang instan. Hal ini membuat sebagian pelajar menjadi enggan terlibat dalam organisasi yang membutuhkan komitmen waktu, tenaga, dan kedisiplinan.

Banyak pelajar yang lebih memilih bermain gadget atau aktif di media sosial daripada mengikuti kegiatan IPM yang membutuhkan keterlibatan langsung dan waktu yang panjang, seperti kegiatan menginap (mabid), pelatihan, dan rapat rutin. Ada pula yang telah ikut kegiatan, namun merasa bingung karena kurangnya pemahaman atau arahan yang jelas. Tidak sedikit juga yang memilih mundur sebelum benar-benar mencoba.

Fenomena ini menjadi alarm bagi kita semua, sepertinya ada yang tidak beres dalam proses perkaderan yang saat ini kita jalankan. Bisa jadi bukan pelajarnya yang bermasalah, melainkan pendekatan dan metode perkaderan yang perlu diperbarui. Mungkin cara penyampaian materi yang terlalu teoritis, kurangnya relevansi dengan realitas pelajar masa kini, atau minimnya pendampingan dari para senior.

Dalam konteks ini, penting bagi IPM untuk mengembangkan model perkaderan yang lebih adaptif dan inovatif. Perkaderan harus mampu menjawab kebutuhan dan karakter generasi sekarang. Materi pelatihan harus disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan interaktif, menggunakan pendekatan teknologi yang akrab dengan dunia mereka. Pendampingan pun harus lebih personal dan konsisten.

IPM juga perlu menjadikan media sosial sebagai bagian dari strategi perkaderan. Pelajar zaman sekarang banyak belajar dan terinspirasi dari konten digital. Maka, konten-konten ke-IPM-an yang edukatif, menyentuh, dan inspiratif harus diperbanyak. Kader harus mampu hadir di ruang-ruang digital untuk menyapa, membina, dan menginspirasi sesama pelajar.

Selain itu, perlu ditekankan bahwa menjadi kader IPM bukanlah tentang jabatan semata, melainkan tentang nilai, visi, dan aksi nyata. Kader IPM adalah pelajar yang siap menjadi agen perubahan, baik di sekolah, masyarakat, maupun dalam dunia digital. Untuk itu, proses pendampingan harus diarahkan tidak hanya pada aspek kepemimpinan organisasi, tetapi juga pada pembentukan karakter, kecakapan abad 21, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Jadi kesimpulannya, “Era serba ada”menjadi alarm untuk kita para aktivis IPM,perlu sekali kita merumuskan dan menyajikan perkaderan yang relevan dengan saat ini. Merubah pandangan,Era serba ada menjadi sebuah peluang.Tugas organisasi menjadi semakin mudah dan menarik. Ini hanya perlu disikapi secara kolektif.

Dengan semangat tajdid (pembaruan) dan ruh perjuangan Muhammadiyah, IPM harus terus menyalakan obor perkaderan, tidak hanya untuk menjaga eksistensi organisasi, tetapi untuk membentuk pelajar yang beriman, berilmu, dan beraksi. Di tengah arus perubahan zaman yang deras, IPM ditantang untuk menjadi pelita yang menerangi jalan para pelajar menuju masa depan yang lebih baik.

Perkaderan IPM bukan sekadar rutinitas, tetapi napas perjuangan. Maka, mari kita jaga agar napas ini tidak pernah padam. Perkaderan IPM harus terus menyala disetiap lini pimpinan, Ranting hingga Pusat! IPM Jaya!

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof. Sudarman Pimpin Langsung Gamelan di Milad ke-113 Tegaskan Wajah Muhammadiyah yang Berbudaya dan Bersahaja

    Prof. Sudarman Pimpin Langsung Gamelan di Milad ke-113 Tegaskan Wajah Muhammadiyah yang Berbudaya dan Bersahaja

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, METRO – Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat wilayah Lampung yang digelar di Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, pada 30 November 2025, menyuguhkan pemandangan yang tak biasa. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Prof. Dr. H. Sudarman, M.Ag., tidak hanya tampil memberikan pidato organisasi, tetapi juga turun langsung memimpin korps karawitan dan menabuh gamelan di hadapan […]

  • PWM Kaltim Bekali Delegasi Muktamar Nasyiatul Aisyiyah dan Tapak Suci, Tegaskan Jaga Marwah Persyarikatan dan Tolak Politik Transaksional

    PWM Kaltim Bekali Delegasi Muktamar Nasyiatul Aisyiyah dan Tapak Suci, Tegaskan Jaga Marwah Persyarikatan dan Tolak Politik Transaksional

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Samarinda – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur memberikan pembekalan kepada para utusan yang akan mengikuti Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Surakarta (Solo) dan Muktamar Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang, yang akan berlangsung secara bersamaan pada 6–9 Agustus 2026. Pembekalan tersebut dilaksanakan di Kantor PWM Kalimantan Timur, Samarinda, pada Senin (3/8/2026) sebagai bagian dari […]

  • Mahasiswa UMS Ungguli UNS dan UNDIP, Wakili LLDIKTI Wilayah VI ke Pilmapres Nasional Kategori Sarjana

    Mahasiswa UMS Ungguli UNS dan UNDIP, Wakili LLDIKTI Wilayah VI ke Pilmapres Nasional Kategori Sarjana

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan konsistensinya dalam mencetak mahasiswa berprestasi. Mahasiswi UMS, Samiyem, terpilih mewakili LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2025 kategori sarjana, setelah mengungguli delegasi dari sejumlah perguruan tinggi besar seperti Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Diponegoro (UNDIP). Seleksi tingkat wilayah ini […]

  • Deklarasi Lintas Iman di Terowongan Silaturahim, Seruan Kaum Muda untuk Keadilan Iklim dan Kesetaraan Gender

    Deklarasi Lintas Iman di Terowongan Silaturahim, Seruan Kaum Muda untuk Keadilan Iklim dan Kesetaraan Gender

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Terowongan Silaturahim yang menghubungkan dua rumah ibadah besar di Jakarta, yaitu Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral menjadi saksi lahirnya komitmen bersejarah kaum muda lintas iman dalam menghadapi krisis iklim dan ketidaksetaraan gender. Dalam kegiatan Walk for Peace and Climate Justice yang digelar Sabtu (5/7), para pemuda menyuarakan tekadnya melalui Deklarasi Orang Muda Lintas […]

  • UMS Latih Guru SD/MI Gunakan Base Ten Block untuk Perkuat Number Sense

    UMS Latih Guru SD/MI Gunakan Base Ten Block untuk Perkuat Number Sense

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertema “Pelatihan Pembelajaran Matematika Berbasis Base Ten Block untuk Menguatkan Number Sense Siswa SD/MI” di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini diikuti guru dari MIM Karanganom, MIM Pantirejo, dan MIM Slogo, serta didukung pendanaan Program Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan […]

  • Inovasi Mahasiswa UMS Diakui Dunia, 5 Tim Berprestasi di IPITEX Thailand 2026

    Inovasi Mahasiswa UMS Diakui Dunia, 5 Tim Berprestasi di IPITEX Thailand 2026

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kancah internasional. Sebanyak lima tim UMS berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu dalam ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) Thailand 2026 yang berlangsung pada 5–9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC). Ajang bergengsi […]

expand_less