Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Perkaderan IPM Harus Terus Menyala di Era Serba Ada

Perkaderan IPM Harus Terus Menyala di Era Serba Ada

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Ahmad Fauzi Almubarok, Ketua Bidang Perkaderan PD IPM Lampung Tengah

Sejak didirikannya pada 18 Juli 1961 hingga sekarang IPM banyak mengalami dinamika organisasi. Dari ancaman hingga saat ini menjadi wadah potensi pelajar. Salah satu kunci IPM masih eksis sampai saat ini adalah karena perkaderannya.Di era modern yang ditandai dengan kemudahan akses informasi, teknologi yang serba cepat, dan dunia yang terus berubah, perkaderan menjadi aspek yang sangat krusial dalam keberlangsungan sebuah organisasi. Terutama dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), perkaderan ibarat jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh organisasi. Tanpa perkaderan yang sehat dan berkelanjutan, organisasi akan kehilangan arah, semangat, dan daya hidupnya.

Selama puluhan tahun IPM terus berkiprah, beradaptasi, dan berinovasi. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan sistem perkaderan yang senantiasa dijaga dan diperbarui. Namun, sebelum membahas lebih jauh tentang tantangan dan peluang perkaderan IPM di masa kini, penting untuk memahami tiga istilah yang sering didengar oleh para kader: kader, perkaderan, dan kaderisasi.

Kader adalah sebutan bagi pelajar atau individu yang aktif mengikuti kegiatan organisasi dan turut ambil bagian dalam kepemimpinan. Mereka adalah para pelajar yang memiliki semangat juang, dedikasi, dan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah.

Perkaderan mengacu pada sistem, cara, atau proses yang digunakan sebagai wadah untuk membina para kader. Dalam konteks IPM, perkaderan dirumuskan dalam SPI (Sistem Perkaderan IPM), yang secara berkala dievaluasi dan diperbarui agar tetap relevan dengan dinamika zaman. SPI menjadi pedoman penting dalam merancang strategi dan program pembinaan kader, mulai dari pengenalan organisasi hingga penguatan ideologis dan kepemimpinan.

Sementara itu, kaderisasi adalah proses berkelanjutan yang menjamin agar proses perkaderan terus berlangsung secara turun-temurun. Di dalamnya terdapat dua jalur utama: perkaderan formal dan perkaderan non-formal. Perkaderan formal biasanya diwujudkan dalam kegiatan seperti Latihan Kader Taruna Melati (TM) dan pelatihan-pelatihan resmi lainnya. Sedangkan perkaderan non-formal meliputi pendampingan personal, mentoring, diskusi kelompok, hingga pembiasaan nilai-nilai IPM dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu prinsip penting dalam kaderisasi adalah keberlanjutan. Kader yang lebih senior atau lebih berpengalaman harus bersedia mendampingi yang lebih muda. Proses ini bukan sekadar alih tugas, melainkan juga alih nilai dan visi. Inilah yang menjaga semangat IPM agar terus menyala lintas generasi.

Namun, bagaimana tantangan perkaderan IPM di era serba ada seperti sekarang?

Era serba ada  ini  dikonotasikan sebagai zaman yang “serba cepat” dan “serba mudah.” Akses terhadap informasi dan hiburan bisa diperoleh hanya dengan satu sentuhan jari. Namun, kemudahan ini bisa menjadi pisau bermata dua: di satu sisi membuka peluang, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan besar bagi dunia perkaderan.

Fenomena yang kita hadapi hari ini cukup kompleks. Generasi yang sedang berkembang saat ini, yaitu generasi Z dan generasi Alpha, memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka tumbuh dalam ekosistem digital, terbiasa dengan kecepatan, dan cenderung mencari hal-hal yang instan. Hal ini membuat sebagian pelajar menjadi enggan terlibat dalam organisasi yang membutuhkan komitmen waktu, tenaga, dan kedisiplinan.

Banyak pelajar yang lebih memilih bermain gadget atau aktif di media sosial daripada mengikuti kegiatan IPM yang membutuhkan keterlibatan langsung dan waktu yang panjang, seperti kegiatan menginap (mabid), pelatihan, dan rapat rutin. Ada pula yang telah ikut kegiatan, namun merasa bingung karena kurangnya pemahaman atau arahan yang jelas. Tidak sedikit juga yang memilih mundur sebelum benar-benar mencoba.

Fenomena ini menjadi alarm bagi kita semua, sepertinya ada yang tidak beres dalam proses perkaderan yang saat ini kita jalankan. Bisa jadi bukan pelajarnya yang bermasalah, melainkan pendekatan dan metode perkaderan yang perlu diperbarui. Mungkin cara penyampaian materi yang terlalu teoritis, kurangnya relevansi dengan realitas pelajar masa kini, atau minimnya pendampingan dari para senior.

Dalam konteks ini, penting bagi IPM untuk mengembangkan model perkaderan yang lebih adaptif dan inovatif. Perkaderan harus mampu menjawab kebutuhan dan karakter generasi sekarang. Materi pelatihan harus disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan interaktif, menggunakan pendekatan teknologi yang akrab dengan dunia mereka. Pendampingan pun harus lebih personal dan konsisten.

IPM juga perlu menjadikan media sosial sebagai bagian dari strategi perkaderan. Pelajar zaman sekarang banyak belajar dan terinspirasi dari konten digital. Maka, konten-konten ke-IPM-an yang edukatif, menyentuh, dan inspiratif harus diperbanyak. Kader harus mampu hadir di ruang-ruang digital untuk menyapa, membina, dan menginspirasi sesama pelajar.

Selain itu, perlu ditekankan bahwa menjadi kader IPM bukanlah tentang jabatan semata, melainkan tentang nilai, visi, dan aksi nyata. Kader IPM adalah pelajar yang siap menjadi agen perubahan, baik di sekolah, masyarakat, maupun dalam dunia digital. Untuk itu, proses pendampingan harus diarahkan tidak hanya pada aspek kepemimpinan organisasi, tetapi juga pada pembentukan karakter, kecakapan abad 21, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Jadi kesimpulannya, “Era serba ada”menjadi alarm untuk kita para aktivis IPM,perlu sekali kita merumuskan dan menyajikan perkaderan yang relevan dengan saat ini. Merubah pandangan,Era serba ada menjadi sebuah peluang.Tugas organisasi menjadi semakin mudah dan menarik. Ini hanya perlu disikapi secara kolektif.

Dengan semangat tajdid (pembaruan) dan ruh perjuangan Muhammadiyah, IPM harus terus menyalakan obor perkaderan, tidak hanya untuk menjaga eksistensi organisasi, tetapi untuk membentuk pelajar yang beriman, berilmu, dan beraksi. Di tengah arus perubahan zaman yang deras, IPM ditantang untuk menjadi pelita yang menerangi jalan para pelajar menuju masa depan yang lebih baik.

Perkaderan IPM bukan sekadar rutinitas, tetapi napas perjuangan. Maka, mari kita jaga agar napas ini tidak pernah padam. Perkaderan IPM harus terus menyala disetiap lini pimpinan, Ranting hingga Pusat! IPM Jaya!

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salama­nopeat kotiutukset yksinomaan Hollywin Casinolla Suomessa

    Salama­nopeat kotiutukset yksinomaan Hollywin Casinolla Suomessa

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Minulle on aina ollut oleellista, että voitot saapuvat pelaajan tilille kaikkein pian https://hollywins.org/fi-fi/. Se on luottamuksen ja arvostuksen ydin. Siksi tutkin aina tarkkaan kasinoiden kotiutuskäytäntöjä, aikaisemmin kuin suosittelen niitä kenellekään. Hollywin Casino on näyttäytynyt poikkeukselliseksi nopeudessaan ja luotettavuudessaan, etenkin suomalaisille pelaajille. Heidän panostus saumattomaan ja nopeisiin maksuihin ei ole vain markkinointipuhe, vaan todellinen toimintatapa, joka […]

  • Aisyiyah dan Muhammadiyah Bisa Jadi Penggerak Inisiatif Lingkungan

    Aisyiyah dan Muhammadiyah Bisa Jadi Penggerak Inisiatif Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Workshop Session “Islam and the Environment: Faith in Action” yang digelar Katadata Green, MOSAIC, dan GreenFaith Indonesia dalam rangkaian Katadata SAFE 2025 menyoroti peran penting umat Islam dalam merawat bumi pada Kamis (11/09). Acara ini mempertemukan para aktivis, praktisi komunikasi, serta penggerak komunitas untuk membahas bagaimana nilai-nilai Islam dapat dihidupkan dalam aksi nyata […]

  • Rektor UMS: Kenaikan Pangkat Harus Sejalan dengan Peningkatan Kinerja dan Ketakwaan

    Rektor UMS: Kenaikan Pangkat Harus Sejalan dengan Peningkatan Kinerja dan Ketakwaan

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menunjukkan komitmen dalam penguatan sumber daya manusia melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik). Kegiatan tersebut digelar pada Senin (27/10) di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS, sebagai bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan kesejahteraan dan profesionalitas sivitas […]

  • Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Layanan Fisioterapi Digital, Boyong Silver Medal di Ajang IID 2025

    Mahasiswa UMS Ciptakan Aplikasi Layanan Fisioterapi Digital, Boyong Silver Medal di Ajang IID 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kebutuhan layanan fisioterapi di Indonesia semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemulihan dan perawatan fisik. Namun, akses terhadap layanan ini masih terbatas, terutama di wilayah pedesaan. Melihat fenomena tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas inovasi aplikasi fisioterapi digital bernama Physio Connect : Sm art and Intelligent of Self […]

  • Perkuat Bonding Orang Tua dan Anak, MIM Digdaya Bolon Sukses Gelar Program “GEMAR”

    Perkuat Bonding Orang Tua dan Anak, MIM Digdaya Bolon Sukses Gelar Program “GEMAR”

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. COLOMADU – Ada pemandangan yang berbeda di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Digdaya Bolon pada Sabtu pagi (20/12/2025). Sekolah yang biasanya didominasi oleh kehadiran para ibu saat pengambilan rapor, kini dipenuhi oleh kehadiran para ayah. Hal ini merupakan bagian dari pelaksanaan program inovatif bertajuk GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor). Program GEMAR ini bertujuan untuk meningkatkan […]

  • Meilleur Casino en ligne 2026 – Classement complet

    Meilleur Casino en ligne 2026 – Classement complet

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Meilleur Casino en ligne 2026 – Classement complet ▶️ JOUER Содержимое Les meilleurs casinos en ligne pour les joueurs français Les critères de sélection Les critères de sélection pour un casino en ligne de qualité Les critères de sélection pour un casino en ligne français Si vous cherchez un casino en ligne fiable et sécurisé, […]

expand_less