Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Pilihanmu Adalah Rute yang Harus Kau Tempuh

Pilihanmu Adalah Rute yang Harus Kau Tempuh

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
  • visibility 264
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Alfin Nur Ridwan

Hidup adalah pilihan. Mungkin kalimat singkat itu pernah terdengar di telinga kita baik dari teman, orang lain, ataupun dari quotes-quotes yang berseliweran di media sosial. Jika dicermati lebih lanjut kalimat tersebut memanglah memiliki makna yang mendalam dan mempunyai arti penting jika diimplementasikan dalam kehidupan.

Karena dalam menjalani kehidupan ini kita sebagai manusia akan selalu dihadapkan dengan sebuah pilihan. Sebagaimana dalam kisah penciptaan Adam dan Hawa, saat itu manusia dihadapkan dengan pilihan untuk menaati apa yang Allah katakan atau tidak, dan itu merupakan sebuah pilihan yang harus dipilih.

Dalam setiap pilihan atau langkah yang akan diambil oleh manusia tersebut, manusia akan dihadapkan lagi yang namanya konsekuensi yang harus dihadapinya. Sebagai contoh, sebut saja si Fulan mempunyai tugas yang harus diselesaikan, saat malam hari tiba ia dihadapkan dengan dua pilihan. Pilihan yang pertama yakni, ia mengerjakan tugasnya malam itu juga dengan konsekuensi berupa rasa ngantuk yang harus dirasakannya ketika pagi namun, beban tugasnya sudah lepas. Akan tetapi jika ia memilih menyelesaikan tugasnya di pagi hari, maka ia dapat beristirahat dengan cukup di malam hari namun, masih memliki beban tugasnya di pagi harinya.

Itulah yang disebut dengan konsekuensi. Ia akan hadir ketika kita memilih suatu pilihan yang harus diambil. Namun, jika melihat realita saat ini, banyaknya kasus-kasus kejahatan, terjadinya degradasi moral, dan beberapa perilaku amoral lainnya yang terjadi tak lepas dari luputnya manusia akan yang namanya konsekuensi. Banyak manusia yang mengambil keputusan/pilihan dengan serta menuruti hawa nafsunya tanpa mengindahkan pikirannya juga, yang kemudian luput konsekuensi dari benak dirinya.

Hidup: Pilihan, Konsekuensi, dan Tanggungjawab
Sebagaimana telah disebutkan di awal, dalam hidup ini kita akan selalu dihadapkan dengan sebuah pilihan. Kita harus memilih, memilih, dan memilih. Dan setelah itu hadir juga yang namanya konsekuensi, sebuah hukum akibat dari hasil pilihan yang kita pilih. Pilihan apapun itu pasti akan ada yang namanya konsekuensi yang harus dihadapi selanjutnya. Setelah manusia yakin atas pilihannya dan kemudian sadar akan konsekuensi yang timbul selanjutnya, maka yang harus dilakukan lagi setelah itu ialah tanggungjawab. Sebuah tindakan yang wajib dilakukan untuk bisa mencapai apa yang telah kita pilih.

Yang pertama, perihal sebuah pilihan. Tentunya secara umum kita tidak bisa menilai langkah apa yang dipilih oleh orang lain itu sebagai sesuatu yang buruk. Karena pastinya orang lain pun yang memilih pilihan tersebut merasa kalau keputusan yang ia buat adalah baik baginya, menyenangkan dirinya, memuaskan untuknya. Namun, yang terkadang lepas ketika seseorang itu membuat suatu keputusan ialah keluputan akan ikatan yang ia telah punya sebelumnya.

Semisal saya akan ambil satu contoh. Banyak remaja di era kekinian yang tak ketinggalan untuk turut memiliki ‘pasangan’ dalam mengarungi masa remajanya ini. Akan tetapi, tak sedikit juga yang memilih untuk memiliki ‘pacar’ di fase remajanya ini namun alih-alih sebagai support system, justru malah menimbulkan hal negatif di lain sisi. Seperti waktu yang terlalu banyak terbuang hanya untuk bercumbu mesra baik secara tatap muka ataupun lewat gadget, ada juga yang karena sedang menjalin percintaan dengan lawan jenis malah lupa dengan orang tuanya sendiri, atau ada juga yang sebelumnya cukup aktif di organisasi malah kemudian cenderung tidak aktif.

Itu hanyalah satu contoh kecil saja dari seseorang yang ketika membuat pilihan kerap kali lupa akan ikatan-ikatan yang telah dibuat sebelumnya. Ikatan yang dimaksud seperti hubungan dirinya dengan keluarga, dirinya dengan agama yang dianut, dirinya dengan temannya, dirinya dengan organisasi yang diikutinya, dirinya dengan orang tertentu. Nah, seharusnya ketika hendak membuat suatu pilihan/keputusan, patutlah memperhatikan hubungan-hubungan yang telah dibuat sebelumnya. Jangan sampai pilihan yang kita buat justru memutuskan ataupun mencederai hubungan kyang telah kita buat sebelumnya.

Coba bayangkan, jika setiap manusia sadar akan hal itu. Tentunya tindakan-tindakan yang tidak bermoral, tindakan kejahatan, tindakan merusak, tidak akan terjadi jikalau manusia sadar akan hubungan-hubungan yang ia miliki.

Kemudian setelah ia sadar terlebih dahulu akan hubungan yang ia miliki lalu membuat suatu pilihan maka, kesadaran yang harus turut ia hadirkan selanjutnya ialah konsekuensi yang akan dihadapi. Coba saja lihat kenapa kasus remaja hamil di luar nikah cukup banyak terjadi?. Tentu, hal tersebut bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya sebab. Sebabnya ialah dari pergaulan bebas yang berlanjut sampai pada berhubungan badan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.

Andaikan pelaku atas kasus remaja hamil di luar nikah sadar akan hubungan yang ia miliki dengan agama dan orangtua khususnya, dan kemudian memikirkan konsekuensi apa yang harus ia tanggung setelahnya, pasti ia akan berpikir berkali-kali untuk melakukan tindakannya tersebut. Namun, yang terjadi ialah pilihan telah ia tentukan akan tetapi konsekuensinya ia abaikan. Maka, pilihan yang telah ia buat itu hanya akan jadi kesia-siaan saja dan berakhir pada sebuah penyesalan.

Lagi-lagi itu hanyalah satu studi kasus saja yang terjadi di negeri ini. Selanjutnya, yang terakhir harus manusia juga sadari dan lakukan ialah bertanggungjawab akan pilihan yang ia buat dengan menerima dan menjalani konsekuensi yang harus dihadapinya.

Bertanggungjawab bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Tak sedikit mereka yang melakukan sesuatu namun tidak bertanggungjawab akan konsekuensi yang harus dihadapinya. Para orang-orang hebat, orang-orang yang senantiasa menampilkan keceriaan di raut wajahnya, orang-orang yang tak pernah putus asa, adalah mereka yang dalam menjalani kehidupan ini senantiasa bulat dalam tekadnya, sadar akan konsekuensinya, dan bertanggungjawab akan apa yang akan terjadi kedepannya.

Menghindar dari kesalahan atau konsekuensi memang bagi beberapa orang merupakan sebuah jalan keluar. Namun, perlu diketahui bahwa hal tersebut tidaklah sama sekali menyelesaikan masalah, yang ada malah akan terus banyak hal-hal yang perlu dipertanggungjawabkan lagi. Konsekuensi akan terus menghantuinya, apa yang ia inginkan sebelumnya pun hanya akan menjadi pemuas nafsu sesaat saja jika sebuah tanggungjawab tak ia laksanakan.

Perihal tanggungjawab ini memang seharusnya sudah dilatih sedari kecil dengan mengajarkan kepada anak untuk tidak takut salah dan mengaku salah jika memang berbuat salah. Karena yang terjadi justru ketika seorang anak itu berbuat salah maka tak sedikit orang tua yang malah memarahinya atau menghukumnya. Yang mengakibatkan kebiasaan untuk menutup-nutupi sebuah masalah atau tantangan menjadi melekat hingga umur beranjak dewasa.

Itulah sedikit refleksi hidup yang agaknya perlu sama-sama ditelaah kembali. Sebuah tujuan yang ingin kita capai ataupun langkah yang kita pilih, jangan sampai luput dari konsekuensi dan tanggungjawab yang juga harus turut dijalaninya ketika memilih suatu pilihan dalam hidup.


Alfin Nur Ridwan, Sekretaris Umum PK IMM Hajjah Nuriyah Shabran 2023


Sumber: Makna Kehidupan; Refleksi dan Harapan

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Tim Pengabdian UMS Latih Kelompok Dasawisma Teratai Diversifikasi Olahan Lele

    Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga, Tim Pengabdian UMS Latih Kelompok Dasawisma Teratai Diversifikasi Olahan Lele

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi keluarga, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar pelatihan pemberdayaan bagi Kelompok Dasawisma Teratai Dusun Sukunan Banyuraden Gamping Sleman DIY, Sabtu, (15/8/2026) di Roemah Yusi Boyolali. Kegiatan ini berfokus pada keterampilan diversifikasi olahan ikan lele menjadi berbagai produk olahan […]

  • Spirit Al-Ma’un 2026: Ormawa FKM UMKT Tebar Kepedulian Sosial Melalui Rangkaian Aksi Berbagi di Samarinda

    Spirit Al-Ma’un 2026: Ormawa FKM UMKT Tebar Kepedulian Sosial Melalui Rangkaian Aksi Berbagi di Samarinda

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 93
    • 0Komentar

      Samarinda — Organisasi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (FKM UMKT) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Spirit Al-Ma’un 2026, sebuah program sosial yang dilaksanakan pada 7 hingga 12 Maret 2026 di berbagai lokasi di Kota Samarinda. Kegiatan ini merupakan wujud implementasi nilai-nilai Surah Al-Ma’un yang menekankan pentingnya kepedulian […]

  • UMS Boga Serahkan Sertifikat Halal untuk Puluhan UMKM

    UMS Boga Serahkan Sertifikat Halal untuk Puluhan UMKM

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui UMS Boga resmi menyerahkan sertifikat halal kepada puluhan mitra UMKM dalam acara yang digelar di Ruang Seminar Lantai 2 Perpustakaan UMS, Kamis (7/8). Acara dibuka oleh apt. Peni Indrayudha, M.Biotech., Ph.D., selaku Ketua Pusat Studi Halal UMS. Dalam sambutannya, Peni menegaskan komitmen UMS dalam mendukung gerakan halal […]

  • Hadirkan Suasana Lebaran 2026 yang Reflektif, Ustaz Ilham Maulana Pukau Jamaah Masjid As-Siroj Wal Arsyad

    Hadirkan Suasana Lebaran 2026 yang Reflektif, Ustaz Ilham Maulana Pukau Jamaah Masjid As-Siroj Wal Arsyad

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH,ID. – Tantangan terbesar dalam beribadah justru sering kali muncul pada fase-fase akhir pelaksanaannya, sebuah realitas spiritual yang ditegaskan oleh Ustaz Ilham Maulana pada Jumat (20/3/2026). Pesan reflektif tersebut mewarnai syahdunya khutbah Salat Idul Fitri 1447 H yang digelar warga di pelataran Masjid As-Siroj Wal Arsyad, Kampung Kalieung. Oleh karena itu, momen perayaan ini tidak […]

  • SUMU Bogor Raya Matangkan Program 2026, Perkuat Sinergi Pengusaha Muhammadiyah

    SUMU Bogor Raya Matangkan Program 2026, Perkuat Sinergi Pengusaha Muhammadiyah

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 78
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BOGOR — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Bogor Raya menggelar Kopdar Bulanan pada Ahad, 8 Februari 2026 di Ruang Serbaguna PT Mudalaya Energy Indonesia. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus inti untuk merumuskan langkah strategis organisasi. Suasana berlangsung hangat, produktif, dan penuh semangat kolaborasi. Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Bogor. Kegiatan […]

  • UMS Sabet Juara Umum 3 di Kejuaraan Nasional Tapak Suci SEMAR VI 2025

    UMS Sabet Juara Umum 3 di Kejuaraan Nasional Tapak Suci SEMAR VI 2025

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kancah olahraga nasional. Kontingen Tapak Suci UMS berhasil mengukir sejarah manis dengan meraih Juara Umum 3 dalam ajang Kejuaraan Nasional Tapak Suci Antar Perguruan Tinggi SEMAR 6 yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS). Kompetisi ini mempertemukan perguruan tinggi terbaik se-Indonesia […]

expand_less