Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman

Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Meningkatnya kasus perundungan (bullying) di Indonesia menjadi perhatian serius para akademisi dan praktisi psikologi, termasuk dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dosen Fakultas Psikologi UMS, Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menilai fenomena ini harus disikapi secara menyeluruh, terutama karena telah menimbulkan dampak psikologis yang berat hingga berujung pada kasus bunuh diri di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Prilya menyoroti beberapa kasus yang baru-baru ini mencuat di media, seperti tragedi yang menimpa almarhum Timothy dan mahasiswa di Solo. Menurutnya, perundungan bukan satu-satunya faktor penyebab tindakan ekstrim seperti bunuh diri, namun bisa menjadi pemicu gangguan mental yang sudah ada sebelumnya.

“Kasus di Solo itu setelah saya telusuri, ternyata memang mahasiswa tersebut ada indikasi bipolar, yakni gangguan emosi dan mood. Jadi bisa jadi bukan murni perundungan, tetapi ada gangguan psikologis yang menjadi pemicu,” jelasnya, Sabtu (1/11).

Dosen Fakultas Psikologi UMS, Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Federasi Serikat Guru Indonesia menunjukkan bahwa tahun 2023 terdapat 3.800 kasus bullying, dan pada 2024 jumlahnya meningkat hampir 100 kasus. Jenis bullying yang paling dominan adalah fisik (sekitar 55–56%), disusul verbal (29,3%), dan psikologis (15,2%).

“Bullying psikologis sering kali tidak disadari. Misalnya, ketika seseorang diabaikan, dikucilkan, atau tidak dilibatkan dalam pertemanan. Itu termasuk bentuk perundungan,” ujar Prilya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa ranah pendidikan dan keluarga kini menjadi dua lingkungan utama tempat perundungan terjadi. “Padahal seharusnya dua tempat itu menjadi ruang paling aman bagi anak dan remaja,” imbuhnya.

Menurut Prilya, fenomena perundungan di perguruan tinggi sering kali merupakan akumulasi dari pengalaman negatif di jenjang pendidikan sebelumnya.

“Bisa jadi pelaku atau korban pernah mengalami bullying sejak SD, SMP, atau SMA, dan tidak terselesaikan dengan baik. Akibatnya, saat kuliah, dampaknya muncul kembali dalam bentuk gangguan mental atau perilaku yang berulang,” terangnya.

Ia juga menyoroti adanya budaya senioritas dan balas dendam, yang memicu praktik perpeloncoan saat masa orientasi mahasiswa baru. “Budaya senior-junior ini harus diubah. Sistem orientasi seharusnya menumbuhkan rasa kekeluargaan, misalnya dengan konsep kakak asuh–adik asuh. Jadi mahasiswa baru merasa diterima dan aman,” sarannya.

Prilya menjelaskan, terdapat tiga pihak yang berperan dalam siklus bullying: pelaku, korban, dan bystander (penonton). Upaya pencegahan dapat dilakukan jika semua pihak memiliki sikap empati dan asertivitas.

“Empati membuat seseorang enggan membully karena bisa merasakan posisi korban. Sementara asertivitas berarti berani menyampaikan sesuatu secara positif, seperti menegur atau melapor saat melihat tindakan bullying,” jelasnya.

Selain itu, lingkungan sekitar perlu peka terhadap tanda-tanda korban bullying, seperti menarik diri, menjadi pendiam, mudah emosional, atau enggan masuk sekolah atau kuliah.

Dalam menangani korban, Prilya menekankan pentingnya PFA (Psychological First Aid) atau pertolongan pertama psikologis. Langkah ini meliputi kepekaan terhadap perubahan perilaku, kesediaan mendengarkan tanpa menghakimi, serta membantu korban mendapatkan rujukan profesional bila diperlukan.

“Kadang seseorang tidak butuh solusi langsung, tapi hanya ingin didengarkan. Kalau kita tidak mampu menanganinya, bantu dia untuk bertemu dengan psikolog atau psikiater,” tuturnya.

Sebagai langkah preventif di perguruan tinggi, Prilya mendorong adanya satuan tugas (Satgas) anti-bullying yang aktif melakukan sosialisasi dan kampanye tentang lingkungan kampus yang aman dan positif.

“Kampus perlu memiliki sistem yang jelas untuk pelaporan, peer counseling, dan sosialisasi keberanian bersikap. Dengan begitu, UMS maupun perguruan tinggi lain bisa menjadi rumah yang benar-benar aman bagi mahasiswa,” pungkasnya.

Kontributor: Fika

Editor: Alfarabi

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMK Muhammadiyah Tanjung Redeb Perkuat Pendidikan Vokasi dan Siapkan Asrama Berkapasitas 100 Siswa

    SMK Muhammadiyah Tanjung Redeb Perkuat Pendidikan Vokasi dan Siapkan Asrama Berkapasitas 100 Siswa

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – SMK Muhammadiyah Tanjung Redeb terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang unggul dengan memadukan kompetensi kejuruan, pembinaan karakter Islami, dan penguatan kaderisasi Muhammadiyah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan program pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia industri sekaligus menjawab tingginya minat masyarakat terhadap sekolah ini. Kepala SMK Muhammadiyah Tanjung Redeb, Darul Ihsan, […]

  • Sukseskan Kampung Konservasi Toga, Tim PPK HMP Biologi Lotus UMS Adakan FGD Bersama Pemerintah Desa Ngasem

    Sukseskan Kampung Konservasi Toga, Tim PPK HMP Biologi Lotus UMS Adakan FGD Bersama Pemerintah Desa Ngasem

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 208
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Sabtu, 20 Juli 2024, menjadi hari bersejarah bagi Desa Ngasem. Balai desa yang biasanya hening, mendadak riuh dengan diskusi hangat. Para tokoh masyarakat, mulai dari Kepala Desa, Bapak Jombor Setiawan hingga ketua Karang Taruna, berkumpul dengan satu tujuan: mewujudkan Desa Ngasem sebagai surga tanaman obat keluarga (TOGA). Inisiatif ini digagas oleh Tim […]

  • Riset Herbal Berbasis Sains, Inovasi Kulit Manggis Tim UMS Raih Emas di Kompetisi AISEEF 2026

    Riset Herbal Berbasis Sains, Inovasi Kulit Manggis Tim UMS Raih Emas di Kompetisi AISEEF 2026

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 101
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan saat mengikuti kompetisi di kancah internasional. Dehan, sebuah nama tim yang terdiri dari mahasiswa UMS meraih Gold Medal dalam ajang ASEAN Innovative Science Environmental dan Entrepreneur Fair 2026, yang telah berlangsung pada 9-12 Februari 2026. Tim Dehan di bawah pendampingan dosen Suprapto, […]

  • Hari Pertama Matsama, MI Muga Bulubrangsi Gaungkan Semangat Belajar Tanpa Ejekan

    Hari Pertama Matsama, MI Muga Bulubrangsi Gaungkan Semangat Belajar Tanpa Ejekan

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lamongan — Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) MI Muhammadiyah 3 (MI Muga) Bulubrangsi resmi dimulai pada hari Senin (14/7/2025) bertempat di Aula MI Muga Bulubrangsi. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk menyambut dan mengenalkan lingkungan madrasah kepada peserta didik baru, khususnya siswa kelas 1. Matsama akan berlangsung selama empat hari, yakni mulai […]

  • PWM Kaltim Bangun Reputasi Digital Lewat Pelatihan Menulis Berita di Ponpes Istiqamah

    PWM Kaltim Bangun Reputasi Digital Lewat Pelatihan Menulis Berita di Ponpes Istiqamah

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Samarinda — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur terus meneguhkan komitmennya dalam memperkuat reputasi digital organisasi. Salah satu langkah nyatanya ialah menyelenggarakan pelatihan menulis berita dan artikel di Pondok Pesantren Istiqamah Batu Besaung, Samarinda, pada Jumat (7/11/2025). Kegiatan yang diikuti para ustadz dan guru SMA Istiqamah ini dibuka langsung oleh Kepala SMA Istiqamah, Ustadz Arif […]

  • Kajian Tafsir UMS Bahas Surat Al-Baqarah Ayat 82-86, Refleksi Umat Muslim Melalui Sejarah Bani Israil

    Kajian Tafsir UMS Bahas Surat Al-Baqarah Ayat 82-86, Refleksi Umat Muslim Melalui Sejarah Bani Israil

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 95
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan Kajian Tafsir Online yang disampaikan oleh Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.I., dengan pembahasan surat Al-Baqarah ayat 82-86. Mengawali pemaparan materi, Rhain-begitu sapaan akrabnya, menjelaskan definisi iman dan amal shalih melalui surat Al-baqarah ayat 82. Ia menerangkan bahwa iman adalah mempercayai Allah, Malaikat, Kitab-kitabnya, Rasul-rasul, hari […]

expand_less