Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman

Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Meningkatnya kasus perundungan (bullying) di Indonesia menjadi perhatian serius para akademisi dan praktisi psikologi, termasuk dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dosen Fakultas Psikologi UMS, Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menilai fenomena ini harus disikapi secara menyeluruh, terutama karena telah menimbulkan dampak psikologis yang berat hingga berujung pada kasus bunuh diri di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Prilya menyoroti beberapa kasus yang baru-baru ini mencuat di media, seperti tragedi yang menimpa almarhum Timothy dan mahasiswa di Solo. Menurutnya, perundungan bukan satu-satunya faktor penyebab tindakan ekstrim seperti bunuh diri, namun bisa menjadi pemicu gangguan mental yang sudah ada sebelumnya.

“Kasus di Solo itu setelah saya telusuri, ternyata memang mahasiswa tersebut ada indikasi bipolar, yakni gangguan emosi dan mood. Jadi bisa jadi bukan murni perundungan, tetapi ada gangguan psikologis yang menjadi pemicu,” jelasnya, Sabtu (1/11).

Dosen Fakultas Psikologi UMS, Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Federasi Serikat Guru Indonesia menunjukkan bahwa tahun 2023 terdapat 3.800 kasus bullying, dan pada 2024 jumlahnya meningkat hampir 100 kasus. Jenis bullying yang paling dominan adalah fisik (sekitar 55–56%), disusul verbal (29,3%), dan psikologis (15,2%).

“Bullying psikologis sering kali tidak disadari. Misalnya, ketika seseorang diabaikan, dikucilkan, atau tidak dilibatkan dalam pertemanan. Itu termasuk bentuk perundungan,” ujar Prilya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa ranah pendidikan dan keluarga kini menjadi dua lingkungan utama tempat perundungan terjadi. “Padahal seharusnya dua tempat itu menjadi ruang paling aman bagi anak dan remaja,” imbuhnya.

Menurut Prilya, fenomena perundungan di perguruan tinggi sering kali merupakan akumulasi dari pengalaman negatif di jenjang pendidikan sebelumnya.

“Bisa jadi pelaku atau korban pernah mengalami bullying sejak SD, SMP, atau SMA, dan tidak terselesaikan dengan baik. Akibatnya, saat kuliah, dampaknya muncul kembali dalam bentuk gangguan mental atau perilaku yang berulang,” terangnya.

Ia juga menyoroti adanya budaya senioritas dan balas dendam, yang memicu praktik perpeloncoan saat masa orientasi mahasiswa baru. “Budaya senior-junior ini harus diubah. Sistem orientasi seharusnya menumbuhkan rasa kekeluargaan, misalnya dengan konsep kakak asuh–adik asuh. Jadi mahasiswa baru merasa diterima dan aman,” sarannya.

Prilya menjelaskan, terdapat tiga pihak yang berperan dalam siklus bullying: pelaku, korban, dan bystander (penonton). Upaya pencegahan dapat dilakukan jika semua pihak memiliki sikap empati dan asertivitas.

“Empati membuat seseorang enggan membully karena bisa merasakan posisi korban. Sementara asertivitas berarti berani menyampaikan sesuatu secara positif, seperti menegur atau melapor saat melihat tindakan bullying,” jelasnya.

Selain itu, lingkungan sekitar perlu peka terhadap tanda-tanda korban bullying, seperti menarik diri, menjadi pendiam, mudah emosional, atau enggan masuk sekolah atau kuliah.

Dalam menangani korban, Prilya menekankan pentingnya PFA (Psychological First Aid) atau pertolongan pertama psikologis. Langkah ini meliputi kepekaan terhadap perubahan perilaku, kesediaan mendengarkan tanpa menghakimi, serta membantu korban mendapatkan rujukan profesional bila diperlukan.

“Kadang seseorang tidak butuh solusi langsung, tapi hanya ingin didengarkan. Kalau kita tidak mampu menanganinya, bantu dia untuk bertemu dengan psikolog atau psikiater,” tuturnya.

Sebagai langkah preventif di perguruan tinggi, Prilya mendorong adanya satuan tugas (Satgas) anti-bullying yang aktif melakukan sosialisasi dan kampanye tentang lingkungan kampus yang aman dan positif.

“Kampus perlu memiliki sistem yang jelas untuk pelaporan, peer counseling, dan sosialisasi keberanian bersikap. Dengan begitu, UMS maupun perguruan tinggi lain bisa menjadi rumah yang benar-benar aman bagi mahasiswa,” pungkasnya.

Kontributor: Fika

Editor: Alfarabi

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konkret Gerakan, PDNA Sukoharjo Adakan Green Ramadan & Pelatihan Mubalighat

    Konkret Gerakan, PDNA Sukoharjo Adakan Green Ramadan & Pelatihan Mubalighat

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukohrajo – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Sukoharjo mengadakan Green Ramadan dan Pelatihan Mubalighat yang bertempat di ICMA Blimbing Kabupaten Sukoharjo. Acara ini memiliki tema “Ecofeminisme Dalam Cahaya Ramadhan: Peran Nasyiatul Aisyiyah dalam Hijrah menuju Aktifisme Hijau”. Program Green Ramadan dan Pelatihan Mubalighat ini merupakan kerjasama antar bidang PDNA Sukoharjo yaitu Bidang Keslink […]

  • Semarak CRM Awards VI di UMS: Ajang Prestasi Cabang, Ranting, dan Masjid Muhammadiyah

    Semarak CRM Awards VI di UMS: Ajang Prestasi Cabang, Ranting, dan Masjid Muhammadiyah

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Cabang Ranting Muhammadiyah (CRM) Awards ke VI, seleksi untuk Region Jawa Bagian Timur. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (12/10) di Fakultas Kedokteran, UMS. Agenda seleksi CRM Awards dari Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini diikuti oleh 27 […]

  • FT UMS Dorong UMKM Berkelanjutan Lewat Pelatihan Sabun Cuci & Ecoprint Berbasis Teknologi Kimia

    FT UMS Dorong UMKM Berkelanjutan Lewat Pelatihan Sabun Cuci & Ecoprint Berbasis Teknologi Kimia

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), berkolaborasi bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kebakkramat dalam melaksanakan program pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan ecoprint. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis warga sekaligus memperkuat ekonomi kreatif ramah lingkungan. Teknik ecoprint merupakan […]

  • Peringati Milad Prodi Ke-9, HMP IQT Sukses Selenggarakan IQT Fair 2023

    Peringati Milad Prodi Ke-9, HMP IQT Sukses Selenggarakan IQT Fair 2023

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 534
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Menyemarakkan miladnya yang ke-9, Himpunan Mahasiswa Program (HMP) Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar “IQT Fair”. Acara tersebut dikemas dengan berbagai rangkaian perlombaan internal untuk seluruh Mahasiswa Prodi IQT. IQT Fair tersebut mengusung tema “The More We Learn, The More We Earn, The More We Return”. Perlombaan-perlombaan dalam […]

  • PP IPM Luncurkan My IPM V2, Kaderisasi hingga Kegiatan Terintegrasi

    PP IPM Luncurkan My IPM V2, Kaderisasi hingga Kegiatan Terintegrasi

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menghadirkan My IPM V2 untuk mengintegrasikan layanan kaderisasi, administrasi organisasi, penyelenggaraan kegiatan, dan publikasi karya dalam satu platform. Ekosistem digital tersebut dapat diakses melalui ipm.my.id oleh kader dan pimpinan IPM di berbagai tingkatan. My IPM V2 diperkenalkan kepada publik melalui kampanye bertajuk “Kuning. Keren.” Peluncuran versi […]

  • Silaturahmi dan Dakwah: Safari Ramadhan PCM Muara Aman Semarakkan PRM Embong

    Silaturahmi dan Dakwah: Safari Ramadhan PCM Muara Aman Semarakkan PRM Embong

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Setelah sukses menggelar Safari Ramadhan perdana di Mushola Al Faruq, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muara Aman melanjutkan perjalanan dakwahnya ke Masjid Al-Jihad Muhammadiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Embong pada Senin, 3 Maret 2025. Safari Ramadhan kali ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan, dipimpin oleh koordinator kegiatan, Hambali. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PCM […]

expand_less