Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Stadium Generale Baitul Arqam UAD: Kepribadian Kader Muhammadiyah yang ideal

Stadium Generale Baitul Arqam UAD: Kepribadian Kader Muhammadiyah yang ideal

  • account_circle Najihus Salam
  • calendar_month Minggu, 15 Des 2024
  • visibility 149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Yogyakarta – Stadium Generale menjadi materi pertama dalam kegiatan Baitul Arqam sesi 1 Mahasiswa UAD angkatan 2023 pada hari Sabtu, 14 Desember 2024 di Masjid Islamic Center UAD Kampus 4 disiarkan secara offline dan online pada kanal Youtube LPSI UAD.

Stadium Generale ini tidak hanya dibersamai dengan pemateri yang memberikan informasi materi yang ada tapi juga menjadi contoh kader Muhammadiyah yang baik. salah satu di antaranya adalah Dr. Mhd. Lailan Arqam, M.Pd.I, yang merupakan dosen S2 Magister Pendidikan Agama Islam sekaligus kepala bidang Pendidikan AIK di LPSI UAD.

Lailan Arqam menyampaikan tentang Kepribadian Kader Muhammadiyah yang ideal. Sebagai Kader, perlu dipahami tentang kepribadian. Kepribadian menjadi hal yang asasi dan menjadi sebuah identitas khas yang dimiliki oleh setiap insan.

Dalam Tanfidz Keputusan Muktamar yang ke-46, disebutkan:

“Pendidikan Muhammadiyah adalah penyiapan lingkungan yang memungkinkan seseorang tumbuh sebagai manusia yang menyadari kehadiran Allah SWT sebagai Rabb dan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS). Dengan kesadaran spiritual ma’rifat (iman/tauhid) dan penguasaan IPTEKS, seseorang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri, peduli sesama yang menderita akibat kebodohan dan kemiskinan, senantiasa menyebarluaskan kemakmuran, mencegah kemungkaran bagi pemuliaan kemanusiaan dalam kerangka kehidupan bersama yang ramah lingkungan dalam sebuah bangsa dan tata pergaulan dunia yang adil, beradab, dan sejahtera sebagai ibadah kepada Allah.”

Dalam upaya yang konkret, Amal Usaha Muhammadiyah mengupayakan hal itu semua. Mendirikan banyak amal usaha bidang termasuk pendidikan berbagai jenjang. Lailan Arqam menyampaikan bahwa tujuan pendidikan itu mengantarkan para peserta didik menjadi insan mulia dan berperan aktif untuk kemaslahatan semesta. Sehingga dengan itu, tercapai keteguhan kepribadian Muhammadiyah yang terwujud dalam sifat-sifat Mahasiswa Muhammadiyah.

Perlu diketahui juga, Kepribadian Muhammadiyah dirumuskan dalam muktamar ke-35 di Jakarta tahun 1962. Muktamar setengah abad ini ditutup oleh Presiden Soekarno yang menyampaikan pidato berjudul “Makin Lama Makin Cinta”.

Sejarah mencatat, peristiwa bermula dari makalah yang disampaikan Kiai Fakih Usman dalam kursus pimpinan Muhammadiyah di Madrasah Muallimin, pada Ramadhan 1381 H./1961 M. yang berjudul “Apakah Muhammadiyah itu?”. Hal ini juga terkait dengan situasi nasional pada sekitar tahun 1962. Sejak Dekrit 5 Juli 1959 sampai 11 Maret 1966, Indonesia memasuki masa Demokrasi Terpimpin dan Politik Nasakom.

Kepribadian Muhammadiyah menyatakan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam, dakwah amar makruf nahi munkar yang ditujukan kepada perseorangan dan masyarakat, untuk mewujudkan masyarakat utama, adil, makmur yang diridhai Allah atau masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Selain gerakan Islam dan dakwah, Muhammadiyah juga gerakan tajdid. Dan Muhammadiyah menjadi bagian dari sejarah Indonesia.

10 Kepribadian Muhammadiyah, yaitu 1). Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan. 2). Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah. 3). Lapang dada, luwes pandangan, dengan memegang teguh ajaran Islam. 4). Bersifat keagamaan dan komasyarakatan. 5). Mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah. 6. Amar ma’ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik. 7). Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan, sesuai dengan ajaran islam. 8). Kerjasama dengan golongan islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela kepentingannya. 9). Membantu pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. 10). Bersifat adil serta korektif ke dalam dan keluar dengan bijaksana.

Lalu, Lailan Arqam menjelaskan bahwa Kepribadian Mahasiswa Muhammadiyah tentu selaras dengan kepribadian Muhammadiyah. Pertama, Mahasiswa Muhammadiyah dituntut tidak hanya diharapkan menjadi insan akademis tetapi juga menjadi pribadi yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan perdamaian, kesejahteraan, pembangunan masyarakat, dan kemakmuran bagi semesta dalam mewujudkan cita-cita persyarikatan. Kedua, Memiliki posisi strategis sebagai bagian penting gerakan Muhammadiyah, peran serta aksi mahasiswa terinternalisasi dari nilai-nilai yang dijunjung oleh persyarikatan

Lailan Arqam menyebutkan, sifat-sifat yang dimiliki oleh Mahasiswa Muhammadiyah. Pertama, memiliki daya juang dalam membangun perdamaian dan kesejahteraan

“Dalam sifat pertama itu, kita akan memiliki kemampuan membangun hubungan dengan orang lain dalam keragamannya dan tidak akan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan (Menurut Stolz), kemampuan untuk mengatasi konflik melalui dialog yang konstruktif serta berkontribusi pada kesejahteraan sosial, selalu mengasah dan memiliki sifat pelopor dalam gerakan perdamaian berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.” Jelasnya.

Kedua, memperluas radius pergaulan sebagai wujud mengamalkan ukhuwah Islamiyah “Membangun jaringan persaudaraan lintas kelompok dengan mengedepankan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah (memperbanyak kawan, sahabat, dan jaringan sosial). Dengan hal itu, melatih mahasiswa Muhammadiyah untuk bersikap toleran terhadap perbedaan dengan tetap teguh pada prinsip ajaran Islam” Jelasnya.

Ketiga, memegang teguh ajaran Islam (Tauhid) dan taat aturan/hukum. Sifat ini menjunjung tinggi ajaran Islam yang murni berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Lalu, menjadi ciri identitas mahasiswa Muhammadiyah sebagai individu yang memiliki integritas tinggi. Sehingga memiliki panduan moral yang dapat mencegah diri terjerumus pada perilaku negatif atau tindakan tidak etis lainnya. Dan juga Mahasiswa Muhammadiyah sebagai pilar utama dalam menjaga keseimbangan antara kepatuhan hukum dan peran sebagai pengawal moral bangsa

Keempat, beramar ma’ruf nahi munkar serta menjadi uswah hasanah. Mahasiswa Muhammadiyah, memiliki peran strategis dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar dalam memperkuat agama dan ilmu pengetahuan (berpartisipasi aktif kajian, pengajian, diskusi kritis, dll). Lalu, berperan aktif dalam dakwah dan pemberdayaan masyarakat (dakwah yang lebih kontekstual, kreatif, dan persuasif) (digital, karya ilmiah, dll). Kemudian, mengembangkan kaderisasi dan kepemimpinan (organisasi otonom Muhammadiyah)

Kelima, bersifat adil serta korektif ke Dalam dan Keluar dengan Bijaksana. Ini merupakan salah satu karakteristik yang menjadi landasan dalam menjalankan misi gerakan tajdid persyarikatan.

Sikap korektif merupakan kemampuan diri untuk melakukan evaluasi secara internal dan eksternal dengan penuh kebijaksanaan yang dilandasi nilai-nilai Islam. Dan Keseimbangan ini menciptakan mahasiswa yang introspektif dan mampu memberi kritik konstruktif kepada pihak lain, tanpa meninggalkan etika Islam.

Kesimpulannya, Mahasiswa Muhammadiyah adalah representasi nilai-nilai luhur Muhammadiyah dalam kehidupan modern dan 5 poin kepribadian ini menjadi panduan yang membentuk karakter mahasiswa yang religius, progresif, toleran, dan bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat, dan negara. Sifat-sifat tersebut dapat mewujudkan kader yang berkualitas, tangguh, dan mandiri yang membawa kemakmuran bagi semesta. (BDR)

Editor: Dwi Kurniadi

  • Penulis: Najihus Salam

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rektor UMS Sampaikan Lima Pesan Strategis untuk Mahasiswa Kedokteran ISMKI Wilayah III

    Rektor UMS Sampaikan Lima Pesan Strategis untuk Mahasiswa Kedokteran ISMKI Wilayah III

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat mutu pendidikan kedokteran di tingkat nasional. Hal ini ditegaskan Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah Tiga (Rakorwilga) Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah III, Selasa (30/7) kemarin, di Gedung Pascasarjana, Kampus 2 UMS. Kegiatan tersebut diikuti oleh […]

  • Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 31
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, BANTUL — Khutbah Salat Jumat di Masjid Al- Musannif, 50 Tabligh Institute, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (31/7), mengangkat keresahan atas maraknya aksi main hakim sendiri, himpitan ekonomi yang menghimpit masyarakat, dan praktik korupsi yang dinilai tak kunjung surut.  Bertajuk “Antara Keadilan, Kesabaran, dan Amanah: Menyikapi Main Hakim Sendiri, Himpitan Ekonomi, dan Korupsi”, khutbah disampaikan oleh Dafa Isandi Ananto, S.Hum., Sekretaris DPD IMM DIY Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat yang juga mahasiswa Magister Antropologi Universitas Gadjah Mada menegaskan tiga persoalan tersebut yang saling berkelindan dan berakar pada dua nilai dasar Islam, yakni keadilan dan amanah. Ia mengawali dengan menyoroti bahaya tindakan main hakim sendiri atau vigilantisme yang belakangan terjadi di tengah masyarakat, seperti kasus pengeroyokan terhadap terduga pencuri hingga tindak kekerasan massa lainnya. “Perbuatan main hakim sendiri, betapapun kemarahan yang mendasarinya bisa dipahami, tentu tidak dibenarkan dalam Islam. Penegakan hukum adalah hak dan kewajiban otoritas yang berwenang, bukan hak perorangan atau kerumunan,” ujarnya mengutip QS. An-Nisa ayat 58 tentang kewajiban menetapkan hukum secara adil. Meski demikian, Dafa mengajak jamaah untuk jujur melihat akar persoalan. Menurutnya, tidak sedikit kasus pencurian kecil di masyarakat berawal dari desakan kebutuhan hidup, bukan semata niat jahat. “Ini bukan pembenaran atas perbuatan mencuri, karena mencuri tetap haram dan harus dipertanggungjawabkan. Namun memahami sebabnya, penting agar penyelesaiannya menyentuh akar permasalahan, bukan berhenti pada amarah sesaat,” katanya, mencontohkan kebijakan Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang menangguhkan hukuman potong tangan bagi pencuri saat terjadi paceklik. Ia mengingatkan kaidah fikih dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, yang artinya “mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemaslahatan.” Hal tersebut sebagai dasar pentingnya peran pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk membuka lapangan kerja layak serta menghadirkan jaring pengaman sosial, bukan sekadar menghukum gejala di permukaan. Kedua, Dafa membahas himpitan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan terbatasnya lapangan kerja. Ia mengajak jamaah untuk menguatkan ikhtiar yang halal sekaligus tawakal, mengutip QS. At-Talaq ayat 2-3 tentang jalan keluar dan rezeki tak terduga bagi siapa saja yang bertakwa. “Himpitan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk menempuh jalan haram, baik itu mencuri, menipu, berutang riba, apalagi terlibat korupsi. Justru dalam kesempitan itulah keimanan seseorang diuji,” tegasnya. Ketiga, Dafa menyoroti praktik korupsi yang menurutnya justru memperparah kesulitan ekonomi rakyat kecil karena dana yang seharusnya sampai kepada yang membutuhkan diselewengkan oleh pihak yang mengkhianati amanah. “Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga dosa besar di hadapan Allah karena merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah dan penzaliman terhadap hak-hak rakyat,” tegasnya. Ia membedakan akar dua persoalan tersebut. Jika pencurian kecil oleh rakyat kerap lahir dari desakan kebutuhan hidup, korupsi oleh sebagian pejabat atau pemegang amanah umumnya lahir dari keserakahan dan rasa tidak pernah cukup. “Memutus mata rantai kemiskinan struktural, pencurian kecil, hingga aksi main hakim sendiri harus dimulai dari akar paling atas, yakni memberantas korupsi serta menegakkan amanah,” ujarnya. Di penghujung khutbah, Dafa mengajak jamaah untuk menahan diri dari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan permasalahan hukum kepada pihak berwenang, sembari mendesak aparat keamanan meningkatkan kesiapsiagaan 24 jam. Ia juga mengajak untuk menguatkan ikhtiar halal di tengah kesulitan ekonomi, menjauhi dan melawan praktik korupsi sekecil apa pun mulai dari diri sendiri. Selain itu, selalu memperbanyak doa kepada Allah SWT agar hadirnya pemimpin yang amanah, serta memperkuat ta’awun atau saling membantu antar sesama, khususnya di masa-masa sulit seperti sekarang. Kontributor: Faisal Editor: Muhammad Farhan

  • Musyawarah Kerja KMM Grogol Menyusun Langkah Dakwah Menuju Grogol Berkemajuan

    Musyawarah Kerja KMM Grogol Menyusun Langkah Dakwah Menuju Grogol Berkemajuan

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Grogol, 12 Mei 2025 – Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Grogol menggelar Musyawarah Kerja di MTs Muhammadiyah Grogol, Sukoharjo. Musyawarah ini dihadiri oleh 25 pengurus KMM Grogol dan mengusung tema “Merencanakan Syi’ar Islam, Menuju Grogol Berkemajuan.” Dalam sambutannya, Ketua KMM Grogol, Dr. Abdullah Khair, menekankan pentingnya penguatan karakter dakwah lokal selama masa jabatan dua tahun […]

  • UMS Dorong Pemanfaatan GIS untuk Pemetaan Kesehatan Masyarakat

    UMS Dorong Pemanfaatan GIS untuk Pemetaan Kesehatan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebagai upaya mendorong mahasiswa dalam mengembangkan sistem informasi kesehatan berbasis teknologi digital, program studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah umum dan bedah buku yang mengusung tema “Penerapan GIS dalam Bidang Kesehatan Masyarakat” di Gedung Auditorium Mohammad Djazman Kampus I UMS, Rabu (26/11). Ketua Panitia Kuliah Umum, Prof. Dr. Yuli […]

  • 3 Desa Terdampak Banjir, Muhammadiyah Paser Salurkan Bantuan Sembako

    3 Desa Terdampak Banjir, Muhammadiyah Paser Salurkan Bantuan Sembako

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 915
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – Rombongan Relawan Muhammadiyah Paser menyalurkan bantuan untuk warga terdampak akibat banjir di 3 Desa di Kabupaten Paser, Kamis (9/4/20). 3 Desa yang terdampak banjir tersebut diantaranya Desa Lampesu, Tanah Periuk dan Suatang Keteban. Gerakan Muhammadiyah Paser Berbagi ini diinisiasi oleh Kader – Kader Muda Muhammadiyah yaitu Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Penggalangan dana ini […]

  • Spingranny Casino-Plattform: Premium-Spiele & Rasche Auszahlungen für den belgischen Markt

    Spingranny Casino-Plattform: Premium-Spiele & Rasche Auszahlungen für den belgischen Markt

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Spingranny Casino gilt für viele belgische Spieler zu einem festen Begriff im Online-Gaming entwickelt https://spinngranny.com/de-be/. Die Plattform bietet ein umfangreiches Spielportfolio von erstklassigen Anbietern und legt besonderen Wert auf zügige Transaktionen. Diese Verbindung aus Vielfalt und Betreuung adressiert direkt die Ansprüche des belgischen Marktes im Fokus. Ein erstklassiges Spielportfolio für jeden Geschmack Die Spieleauswahl von […]

expand_less