Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Nilai Bagus Tujuanku, Menyontek Jalan Ninjaku

Nilai Bagus Tujuanku, Menyontek Jalan Ninjaku

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
  • visibility 1.442
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Andi Rezti Maharani*

 

”Eh, ba’daki nah!” “Yang sudah jangan pelit, bagi-bagi dulu” “Eh, nomor 3 apa?”

Pernah gak sih? Dengar kalimat semacam itu keluar dari mulut teman sekelasmu atau bahkan kamu sendiri pernah berkata seperti itu? Well, kalau kamu yang berkata demikian. Mungkin ini pas untukmu yang suka minta contekan saat ujian. Jika merasa marah atau tertampar dengan tulisan ini. Ayo baca sampai tuntas! Dijamin kamu akan merasa lebih tertampar lagi.

Untukmu yang hobi mengatasnamakan “solidaritas” dalam perilaku seperti ini. Mempengaruhi teman-teman dengan berkata bahwa ini adalah perilaku yang baik-baik saja. Si pemberi contekan pun merasa tidak terbebani sama sekali, tatkala kamu meminta contekan pada dirinya. Dengan nada diplomatis kau katakan  bahwa dirimu akan mempelajari contekan itu setelah selesai menjiplaknya. But in reality, itu hanya omong kosong! Aku paham bahwa kamu bukan tipe manusia yang ingin segala sesuatu menjadi ribet nan ruwet. Semuanya ingin dikerjakan secara simpel dan instan. Tanpa berpikir panjang dampak ke depannya jika kamu melakukan hal semacam ini secara terus menerus.

Aku tak akan membicarakan dia si pemberi contekan yang tak masalah dengan perilakumu. Hematku dia memberi contekan Cuma-cuma kepadamu bukanlah tanda dia adalah orang yang kamu pikir baik. Kalau kamu berpikir seperti itu, kurasa kamu salah besar kawan! Sejatinya secara tak sadar dia yang biasa memberi contekan akan maju sendirian. Bahasanya seperti ini, “yang maju semakin maju, yang mundur semakin mundur”. Sedang kamu akan menjadi orang yang memiliki ketergantungan. Wah, nampaknya telah terjadi kesenjangan pendidikan karena masalah ini ya? 😀

Aku membicarakan dia si pemberi contekan yang terpaksa untukmu. Dirinya akan merasa terbully ketika kamu dan teman-temanmu menyindirnya karena dia tak mau memberi contekannya. Kamu pun terus melontarkan kata-kata yang perih di hatinya. Membuatnya merasa terbebani dengan apa yang kamu lakukan. Tahukah kamu betapa susah payahnya ia mengerjakan soal itu sampai larut malam. Tak dinyana keesokan harinya dengan berat hati dia menyerahkan contekan itu kepadamu. Betapa senangnya ia saat dirimu bertanya tentang materi yang belum kau pahami. Saat itu hati kecilnya berharap pesan yang masuk berisi: “Sobat, ajari aku mengerjakan ini ya (dengan emoticon senyum lebar-penuh harap)”. Bagai mengharap hujan di musim kemarau, it’s imposible!  Bukan hujan yang datang, eh sebaliknya. Betapa sedihnya ia  saat dirimu hadir untuk menyontek hasil jerih payahnya,  alih-alih merampas hasil kerja kerasnya. Lupakah kamu terhadap dirimu, di saat orang lain begitu mempedulikan masa depanmu.

Kenapa kamu suka meraih sesuatu dengan menginjak orang lain? Apa kamu bahagia dengan pencapaianmu itu? Apa kamu puas mendengar nilai 100 yang sejatinya berasal dari contekan? Apa kamu pikir nilai itu membawa berkah untuk masa depanmu?

Nilai hanyalah sekedar nilai. Tak lebih dari segores tinta yang ditulis di atas kertas. Masih banyak jalan yang lain untuk meraih nilai bagus nan tinggi. Namun tak dapat dipungkiri cara kotor seperti ini agaknya lumrah terjadi di lingkungan kita. Atau bahkan sudah mendarah daging di tubuh kita. Hingga mengalir deras dalam darah kita.

Baiklah, untuk tugas sekolah barangkali dapat dimaafkan (eitsss, tapi bukan berarti aku membolehkan hal itu terjadi). Untuk tugas sekolah, aku menyarankan kamu bukan hanya menyalin saja. Ajaklah dia juga untuk berdiskusi tentang apa yang belum kamu pahami. Sehingga kamu pun mendapatkan manfaat dan pengetahuan dari diskusi semacam ini.

Bagaimana ketika menyontek pada saat ujian berlangsung?

Sudah lelah rasanya melihat banyaknya usaha guru agar dirimu tak kembali mengulang kebiasan buruk itu. Mulai dari diberi wejangan sebelum ujian.  Menyalin kalimat “Saya berjanji tidak akan menyontek”.  Sampai-sampai membawa firman Allah dengan tujuan agar kamu tak berani menyontek. Lagi dan lagi, “setan apa yang merasukimu?”  hingga tak tersisa lagi rasa pedulimu. Kurasa kamu berbakat sekali menjadi seorang intel. Betapa lincahnya dirimu memanipulasi kelas agar usaha menyontekmu tak diketahui para guru. Malam sebelum ujian, teman-temanmu sibuk menyiapkan bahan materi untuk dipelajari. Sedang kamu malah menyusun rencana agar bisa menyontek dengan pas dan tanpa ketahuan. Mulai dari menyiapkan perlengkapan tempat persembunyian kertas hingga memilih tempat duduk yang strategis. Segalanya kamu siapkan dengan matang dan terorganisir. Luar biasanya lagi, ketika pandemi ini. Dengan bantuan mbah google, dirimu dan teman-temanmu yang saling terkoneksi satu sama lain. Nampak riang dan gembiranya kalian kala itu.

Kawan, kebahagiaan ini hanyalah sementara. Kalian akan menyesal ketika nilai yang kalian bangga-banggakan itu ternyata tak memberi manfaat apa-apa untukmu. Justru mungkin akan menghancurkanmu suatu saat nanti. Ingat! sesuatu yang dimulai dari kebohongan, endingnya tak akan baik. Sama halnya seperti hubungan yang dimulai dari kebohongan, takkan pernah sampai ending baik yang kita harapkan. Bisa jadi kita hanya akan mendapatkan sad ending.

Barang tentu tiada yang mengharapkan hidup berakhir menyedihkan, bukan? Maka mulailah untuk berbuat jujur dari hal sekecil ini. Kita akan terbiasa untuk melakukan kejujuran sehingga kita bisa mendapatkan happy ending dari perjalanan hidup ini. Yakinlah bahwa dengan menempuh cara yang benar. Saat tiba waktunya, kita pun akan merasakan manisnya hasil perjuangan. Tetes demi tetes keringat kita kala itu akan terbayarkan. Teruslah berjuang dan berdo’a. Libatkan Allah dalam setiap urusan kita. Sekali lagi, jika kita sudah memperjuangkannya. Serahkan semuanya kepada Allah. Apapun hasilnya itulah yang terbaik untukmu, lagi halal bagimu.

Owh iya, pas banget kan ya. InsyaaAllah, Akhir tahun ini kita akan dipertemukan sama ujian semesteran. Kuharap kalian (yang hobi contekan) tak mengulangi lagi hal yang sama.  Mari buang jauh-jauh semboyan “Nilai bagus tujuanku, menyontek jalan ninjaku”. kemari aku bisikkan sesuatu “Semangat yaaa, ada doa orangtua yang harus kita usahakan. Ada air mata dan keringat yang harus kita perjuangkan. Yakinlah Kita pasti bisa!”

*Penulis adalah santriwati pondok pesantren Mujahidin Balikpapan

Editor: MA

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pondok Pesantren Istiqamah Samarinda Luncurkan Wakaf Uang Berbasis Peternakan Domba

    Pondok Pesantren Istiqamah Samarinda Luncurkan Wakaf Uang Berbasis Peternakan Domba

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 6
    • 0Komentar

      Samarinda – Inovasi dalam pengelolaan wakaf kembali diperkenalkan di Kalimantan Timur. Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda bersama Majelis Pemberdayaan Wakaf (MPW) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur secara resmi menandatangani komitmen pelaksanaan program wakaf uang berbasis peternakan domba pada Jumat, 1 Mei 2026. Program ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi wakaf uang agar dapat […]

  • Beraksi di Tengah Pandemi, KOKAM Kutai Kartanegara Kompak Gelar Bakti Sosial

    Beraksi di Tengah Pandemi, KOKAM Kutai Kartanegara Kompak Gelar Bakti Sosial

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.449
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Sebulu -Situasi pandemi tidak menyurutkan semangat KOKAM kecamatan Sebulu untuk tetap berbagi. Ahad (11/10/2020) kemarin, sejumlah pemuda yang tergabung di dalam Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah itu sedang menggelar aksi bakti sosial. Kegiatan dalam rangka semarak milad KOKAM ke 55 ini mengangkat tema “KOKAM Tangguh dalam Kemanusiaan dan Berkemajuan untuk Alam Semesta”. Lihat Video […]

  • Chicken Road Casino un éventail impressionnant de promotions à ne pas manquer

    Chicken Road Casino un éventail impressionnant de promotions à ne pas manquer

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Le site http://chicken-roadcasino.fr se distingue par son offre promotionnelle étendue, conçue pour attirer et fidéliser les joueurs en ligne. Chicken Road Casino met à disposition un éventail varié de bonus et d’avantages adaptés à différents profils, ce qui en fait une plateforme compétitive sur le marché français. Une diversité de promotions pour tous les joueurs […]

  • COMSOCIA 2026 UMS Satukan Akademisi Lima Negara, Perkuat Jejaring Riset Internasional

    COMSOCIA 2026 UMS Satukan Akademisi Lima Negara, Perkuat Jejaring Riset Internasional

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 6
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan The International Conference on Communication, Society, and Digital Media (COMSOCIA) 2026. Konferensi internasional yang digelar secara hybrid di Hotel Mercure Surakarta, Kamis (9/7/2026), mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan […]

  • Langkah Konkret, PDPM Kabupaten Pekalongan Adakan Raker dan Dialog Politik

    Langkah Konkret, PDPM Kabupaten Pekalongan Adakan Raker dan Dialog Politik

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 6
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PEKALONGAN – Momentum dibulan kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kab. Pekalongan melaksanakan Raker Internal PDPM dan Dialog Politik dengan tema “Meneguhkan Peran, Menguatkan Barisan” di Gedung Dakwah Muhammadiyah Wiradesa, Kab Pekalongan. Agung Dwi Hanggoro, A.Md mengatakan bahwa pemuda terus berkarya dalam membangun sumber daya manusia. “yang terbaru kita melakukan gerakan KOKAM […]

  • UMS Gelar Workshop Penulisan Dekripsi Permohonan Paten Dampingi Dosen PTMA se-Indonesia

    UMS Gelar Workshop Penulisan Dekripsi Permohonan Paten Dampingi Dosen PTMA se-Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dan Asosiasi Sentral Kekayaan Intelektual Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (ASKI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), serta konsorsium LPPM PTMA menyelenggarakan kegiatan Workshop Pelatihan Deskripsi Permohonan Paten Kamis, (29/1). Kegiatan Workshop ini diikuti oleh peserta dari seluruh […]

expand_less