BeritaInspirasiJatengkabar muhammadiyah

UMS Latih Guru SD/MI Gunakan Base Ten Block untuk Perkuat Number Sense

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertema “Pelatihan Pembelajaran Matematika Berbasis Base Ten Block untuk Menguatkan Number Sense Siswa SD/MI” di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini diikuti guru dari MIM Karanganom, MIM Pantirejo, dan MIM Slogo, serta didukung pendanaan Program Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) UMS.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran matematika yang selaras dengan perkembangan kognitif siswa sekolah dasar, sekaligus memperkuat number sense sebagai fondasi kemampuan berhitung dan berpikir logis.

Kegiatan pelatihan dibagi ke dalam tiga sesi utama. Sesi pertama membahas aspek psikologi kognitif anak usia sekolah dasar yang disampaikan oleh Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Ia menjelaskan bahwa perkembangan kognitif anak berlangsung bertahap dan berimplikasi langsung pada strategi pembelajaran di kelas.

“Kognitif adalah cara anak mengolah informasi, dan setiap tahap perkembangannya berbeda. Pada usia sekolah dasar, anak telah berada pada tahap operasional konkret sehingga sudah mampu memahami hubungan sebab-akibat,” ungkapnya, Rabu (14/1).

Pada sesi kedua diisi oleh Dr. Yulia Maftuhah Hidayati, M.Pd., yang menekankan pentingnya number sense dalam pembelajaran matematika SD/MI. Menurutnya, number sense merupakan fondasi penguasaan operasi hitung dasar dan berperan dalam membentuk kemampuan berpikir kritis serta logis siswa.

Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam penguatan number sense, antara lain dengan menghargai proses berpikir siswa, mendorong siswa menjelaskan pemikirannya secara lisan, serta memberikan waktu berpikir yang cukup sebelum memberikan penilaian.

Sesi ketiga membahas pemanfaatan base ten block sebagai media pembelajaran matematika yang disampaikan oleh Nuqthy Faiziyah, S.Pd., M.Pd. Ia menjelaskan bahwa alat peraga manipulatif dapat membantu siswa memahami konsep matematika yang bersifat abstrak secara lebih konkret.

“Sifat abstrak dalam matematika sering kali menjadi penyebab utama kesulitan belajar siswa. Oleh karena itu, penggunaan alat peraga manipulatif, salah satunya adalah base ten block ini akan memudahkan siswa dalam memahami matematika. Selain itu, pembelajaran perlu difokuskan pada proses berpikir siswa, bukan semata-mata pada hasil akhir,” jelasnya.

Suasana agenda pelatihan pembelajaran berbasis base ten block untuk menguatkan number sense siswa sd/mi
Suasana agenda pelatihan pembelajaran berbasis base ten block untuk menguatkan number sense siswa sd/mi

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para guru aktif berdiskusi dan mengikuti setiap sesi. Dyan Arrayan, S.Pd., salah satu peserta, menilai pelatihan ini memberikan wawasan baru yang aplikatif bagi pembelajaran di kelas.

“Pelatihan ini sangat luar biasa dan memberikan pengalaman serta wawasan baru bagi kami. Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Kami juga semakin memahami bahwa pembelajaran matematika dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang menarik dan bermakna bagi siswa,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UMS berharap para guru SD/MI mampu mengimplementasikan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan konkret, serta berorientasi pada penguatan number sense untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. (Alvian/Humas)

Editor: Hammam Alghazy

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button