Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMS Mantapkan Diri Menuju World Class University Lewat Akreditasi Internasional FIBAA

UMS Mantapkan Diri Menuju World Class University Lewat Akreditasi Internasional FIBAA

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus berkelas dunia. Melalui proses akreditasi internasional FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation), UMS menyiapkan lima program studi unggulan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebagai garda terdepan internasionalisasi mutu pendidikan.

“FIBAA ini bukan hanya proses penilaian, tapi cerminan dari kultur mutu yang telah kami bangun. Ini adalah gerak bersama UMS untuk menggapai visi besar sebagai world class university tahun 2029,” ujar Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., Kamis (24/7).

Proses akreditasi ini telah digarap sejak awal 2024 dengan pendekatan yang sistematis dan kolektif. UMS membentuk tim khusus untuk mengkaji instrumen FIBAA, menyusun Laporan Evaluasi Diri, dan mempersiapkan segala bentuk pendukung asesmen lapangan. “Kami tidak bekerja sendiri. Seluruh lini universitas terlibat, mulai dari rektorat, fakultas, hingga unit-unit pendukung seperti LPPM, LPIK, hingga keuangan,” terang Anam.

Lima program studi yang diajukan Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dipilih karena siap dan strategis untuk menjadi wajah internasional FKIP.

Sementara itu, Hepy Adityarini, S.Pd., M.A., Ph.D., selaku Kepala Bidang Akreditasi Internasional UMS, menambahkan bahwa proses ini menjadi pembuktian atas kekuatan koordinasi dan budaya mutu yang sudah mengakar di UMS. “Kami menyusun narasi lintas prodi dalam satu klaster, memadukan kekhasan masing-masing namun tetap satu visi. Ini bukan pekerjaan biasa, ini kerja integratif,” katanya.

Tak hanya pada tataran dokumen, UMS juga menggarap serius aspek-aspek teknis asesmen lapangan. Simulasi tur fasilitas dilakukan hingga tiga kali untuk memastikan kesiapan dan efisiensi. Bahkan tantangan seperti keterbatasan lift di gedung C dijawab dengan komitmen nyata akan inklusivitas. “Fasilitas difabel menjadi perhatian penting kami, dan itu diapresiasi oleh asesor,” ujar Hepy.

UMS juga menonjol dengan pendekatan pendidikan yang berpusat pada mahasiswa (student-based), sesuai dengan nilai yang dijunjung FIBAA. Semua aktivitas yang dipresentasikan kepada asesor, menurut Prof. Anam, adalah refleksi dari pengalaman dan partisipasi aktif mahasiswa. “Inilah UMS menghidupkan pembelajaran dari, oleh, dan untuk mahasiswa,” tegasnya.

Proses ini juga menjadi tonggak sejarah bagi UMS karena menjadi akreditasi internasional pertama yang dilakukan secara luring dengan asesor asing. “Beban dan tantangannya besar, tapi kekompakan dan semangat gotong royong civitas academica UMS membuat semuanya bisa dilalui,” kata Hepy.

Lebih dari sekadar akreditasi, langkah ini menjadi afirmasi bahwa UMS siap bersaing di level global. Bahwa pendidikan bermutu bukan sekadar target administratif, tetapi merupakan panggilan nilai yang dihidupi oleh setiap insan akademik di Kampus Biru Muhammadiyah. UMS tidak sedang berjalan sendiri UMS sedang membuka pintu dunia. (Alvian/Humas)

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Launching Program BEM Berdampak UMS: Sinergi Mitigasi Bencana dan Edukasi Stunting di Kelurahan Sewu

    Launching Program BEM Berdampak UMS: Sinergi Mitigasi Bencana dan Edukasi Stunting di Kelurahan Sewu

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) resmi meluncurkan program Mahasiswa Berdampak di Kelurahan Sewu, Jebres, Kota Surakarta. Linggar Ardi Prakoso, salah satu perwakilan mahasiswa BEM Berdampak UMS mengungkapkan program yang diberi nama “Transformasi Komunitas Tangguh melalui Edukasi Bencana dan Warisan Kuliner” ini menjadi bagian dari implementasi Program Mahasiswa Berdampak: […]

  • Masta IMM ITS PKU Muhammadiyah Solo Diikuti Mahasiswa Baru dari 28 Provinsi

    Masta IMM ITS PKU Muhammadiyah Solo Diikuti Mahasiswa Baru dari 28 Provinsi

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 199
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Masa Taaruf (Masta) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Institut Teknologi Sains dan Kesehatan atau ITS PKU Muhammadiyah Solo diikuti mahasiswa baru dari 28 provinsi di Indonesia. Masta IMM itu digelar di Kampus ITS PKU Muhammadiyah Solo pada Rabu-Kamis (4-5/9/2024). Wakil Rektor III ITS PKU Muhammadiyah Solo, Suyanto, menyampaikan Masta IMM adalah agenda […]

  • FT UMS Dorong UMKM Berkelanjutan Lewat Pelatihan Sabun Cuci & Ecoprint Berbasis Teknologi Kimia

    FT UMS Dorong UMKM Berkelanjutan Lewat Pelatihan Sabun Cuci & Ecoprint Berbasis Teknologi Kimia

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), berkolaborasi bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kebakkramat dalam melaksanakan program pelatihan pembuatan sabun cuci piring dan ecoprint. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis warga sekaligus memperkuat ekonomi kreatif ramah lingkungan. Teknik ecoprint merupakan […]

  • Lulusan Muhammadiyah, Harus Mampu Menjadi Penggerak Khaira Ummah!

    Lulusan Muhammadiyah, Harus Mampu Menjadi Penggerak Khaira Ummah!

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Oleh : Alung Prasetya, Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader di Universitas Ahmad Dahlan. Muhammadiyah didirikan 100 tahun lebih yang lalu adalah untuk menjawab tantangan tantangan umat islam, “Islam yang berkemajoean” adalah idaman idaman dan cita cita besar para founding father Muhammadiyah, dalam bidang pengelolaan pembelajaran, institusi pendidikan sampai harus mentransfer dan mengadopsi cara hingga sistem di […]

  • Menuju Jambore Nasional 2025, MDMC dan LLHPB Adakan Rapat Perdana di Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Menuju Jambore Nasional 2025, MDMC dan LLHPB Adakan Rapat Perdana di Universitas Muhammadiyah Surakarta

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 167
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – 15 Desember 2024 – Menyongsong Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah ke-3 yang akan berlangsung pada tahun 2025, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/ Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, bersama dengan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, melaksanakan Rapat Kerja 1 Panitia Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah & ‘Aisyiyah […]

  • Usai Gap Year, Farmasi UMS Jadi Pilihan untuk Wujudkan Cita-cita

    Usai Gap Year, Farmasi UMS Jadi Pilihan untuk Wujudkan Cita-cita

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Setelah sempat menjalani masa gap year, Afifah Faikar Husna asal Magelang akhirnya mantap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Pilihannya jatuh pada Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kampus yang dinilainya sesuai dengan cita-cita dan minat yang sudah lama ia bangun. Ketertarikan Afifah pada dunia farmasi ternyata bukan keputusan yang […]

expand_less