Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Belajar Seni Hidup Bersosial dari Penyair Jahiliyah

Belajar Seni Hidup Bersosial dari Penyair Jahiliyah

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
  • visibility 1.368
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

|Oleh: M. Andhim|

Manusia merupakan makhluk sosial. Di mana komunikasi dan interaksi antar sesamanya menjadi kebutuhan yang mendasar. Menjalani sesuatu sendirian akan terasa berat. Tentu akan lebih mudah jika mau melibatkan banyak pihak. Maka tak salah ungkapan pepatah, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.” Nasehat mulia untuk saling terus bekerja sama.

Jika air di lautan saja bisa pasang juga surut. Demikian halnya hubungan di antara kita. Tidak menetap dan mudah berubah-ubah juga. Seringkali kerenggangan mewarnai hubungan di antara kita bukan? Ahh jujur saja! Wajar kan ya, kita kan manusia yang mustahil luput dari salah dan dosa. Oleh karenanya diperlukan formula untuk menstabilkan hubungan di antara manusia. Dalam hal ini penulis teringat sebuah materi pelajaran sastra arab saat dulu di Ma’had. Kala itu dijelaskan sebuah kisah penyair jahiliyah yang mengajarkan seni bersosial di tengah hidup bermasyarakat.

Dzul Isba’ al-‘Adwani adalah julukannya. Sedang nama aslinya adalah Khursan  bin Haris. Mendapat julukan Dzul Isba’ karena ada riwayat yang mengkisahkan salah satu jempol kakinya dipotong sebab dipatuk ular. Ia merupakan seorang penyair arab pra-Islam yang wafat 22 tahun sebelum tahun Hijriyah. Bapaknya Usaid ini populer dengan kefasihan bahasa dan sya’ir-sya’ir bijaknya. Hingga pada suatu ketika menjelang detik-detik wafatnya, ia mewasiatkan nasehat pada Usaid putra yang disayanginya itu.

            “Alin jaanibaka liqaumika yuhibbuuka. Wa tawadho’ lahum yarfa’uuka. Wabsuth lahum wajhaka yuti’uuka….”

Artinya, “berlemah lembutlah terhadap masyarakatmu, maka mereka akan mencintaimu. Rendahkanlah hatimu, niscaya mereka akan mengangkatmu. Senyumlah di wajahmu, niscaya mereka akan mematuhimu.”

Dari petikan mutiara di atas ada beberapa pesan yang dapat kita jadikan bahan pembelajaran. Pertama, nasehat ini menyadarkan kita bahwa untuk meraih kasih sayang manusia itu tidaklah mahal. Tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Layaknya Raja-Diraja yang memberikan hadiah emas-permata untuk orang yang disukainya. Atau juga prestasi mentereng yang dipersembahkan si jenius pada orang yang diharapkan cinta darinya. Cukup lembutkan hati, dan marilah kita gunakan hati ini untuk menyentuh saudara-saudara kita. Bukankah sesuatu yang datang dari hati ke hati memang lebih bermakna?

Dosa pertama kali sepanjang sejarah yang disebutkan adalah takabur. Takabur atau sikap sombong ini dijelaskan oleh Rasulullah bahwa ada dua kriterianya. ”Batharul haqqi wa ghamtunnasi.” Artinya, menolak kebenaran dan merendahkan manusia. Aktor pertama kalinya tak lain adalah Iblis, makhluk Allah yang bahkan pernah dipercaya menjadi imam di Surga. Kisah ini ternyata mengajarkan pada kita bahwa untuk memperoleh pengakuan, tidaklah dibutuhkan kesombongan. Kita juga tidak perlu meninggi di hadapan manusia, hanya untuk meraih ridho mereka. Justru konsepnya adalah sebaliknya! Bersikaplah rendah hati, karena kerendahan hati itu sebenarnya tidak merendahkan diri sendiri. Apalagi merendahkan harga diri di antara sesama manusia.

Selanjutnya senyum adalah bagian dari ajaran yang mulia. Ada banyak hikmah di baliknya. Sederhana perwujudannya, namun istimewa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Senyum merupakan lambang kedamaian. Siapa yang melakukannya, tidaklah berlebihan jika dikatakan telah turut menyebarkan perdamaian. Betapa banyak kebencian telah dihilangkan oleh senyum penuh ketulusan. Jika dengan hal sesederhana ini kita mampu meluluhkan hati orang. Patutkah kita  marah-marah untuk meraih apa yang kita inginkan?

“Every action has an equal reaction.” Setiap aksi selalu memiliki reaksi yang setara. Siapa yang tak kenal ungkapan ini? Sebuah teori fisika yang sangat familiar di telinga. Yah, itu adalah bunyi penggalan hukum gaya newton tiga. Di dalamnya menerangkan suatu kaedah bahwa setiap gerakan (aksi) selalu memiliki timbal baliknya tersendiri (reaksi). Bahasa gampangnya sih, gak ada sesuatu yang percuma  gitu ya. Intinya setiap pergerakan akan memicu terjadinya pergerakan baru.

Sama halnya dengan sunatullah di dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap kali kita bertindak, tentu akan memicu tindakan baru sebagai respon dari tindakan yang kita lakukan. Pepatah mengatakan, “Man yazro’ yahshud”. Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita panen esok nanti. Sepenggal kisah penyair jahiliyah di atas, setidaknya memberikan banyak ibrah bagi kita. Bahwa apa yang kita lakukan kepada sesama manusia, itulah yang akan mempengaruhi sikap mereka kepada kita.

Barangkali selama ini ada perlakuan buruk yang dialamatkan pada kita. Entah itu dari keluarga, saudara, teman, guru atau siapapun itu. Tidak ada salahnya jika kita mau bermuhasabah. Perlahan memperbaiki diri dan terus berbenah. Jangan-jangan sikap buruk mereka kepada kita, disebabkan oleh perlakuan kita sendiri yang kurang berkenan di hati mereka. Dan tidak ada salahnya jika kita mencoba resep yang telah diwasiatkan oleh Dzul Isba’ kepada putranya. Karena hakekatnya nilai-nilai yang terkandung darinya sama dengan ajaran agama kita. Anjuran untuk menjadi penyayang, rendah hati dan murah senyum. Mari bersama mencoba!

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MPM PWM Lampung bersama KPO Berkemajuan Selenggarakan Temu Raya Petani Organik

    MPM PWM Lampung bersama KPO Berkemajuan Selenggarakan Temu Raya Petani Organik

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 199
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung bersama Komunitas Petani Organik (KPO) Berkemajuan selenggarakan Temu Raya Petani Organik sebagai gerakan massal pertanian organik wujudkan revolusi mental di bidang pertanian menuju kemandirian pangan dengan tema Membumikan Organik Selamatkan Bumi pada 12 September 2024 di Desa Sriwedari, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Provinsi […]

  • Penuh Harmoni, Pengajian Pekanan PRM Sidomulyo Anggana Pererat Silaturahmi dan Gelorakan Meneladani Sifat Nabi

    Penuh Harmoni, Pengajian Pekanan PRM Sidomulyo Anggana Pererat Silaturahmi dan Gelorakan Meneladani Sifat Nabi

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 49
    • 0Komentar

        ANGGANA – Suasana khidmat, hangat, dan penuh kekhusyukan mewarnai kegiatan Pengajian Pekanan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sidomulyo, Kecamatan Anggana, pada Selasa malam (25/08/2026). Berlokasi di Masjid Mujahiddin Desa Sidomulyo, acara keagamaan ini berlangsung di antara jeda waktu usai Sholat Maghrib hingga menjelang Sholat Isya. Kegiatan ini menjadi momentum berharga yang […]

  • Bikersmu Didorong Bangun Persaudaraan Melintas dan Dakwah Sosial

    Bikersmu Didorong Bangun Persaudaraan Melintas dan Dakwah Sosial

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bantul — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menerima kunjungan silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah Ciparay–Cimenyan, Bandung, yang tergabung dalam Bikersmu Chapter Kabupaten Bandung. Pertemuan berlangsung hangat pada Sabtu (10/5/2025) di kediaman Haedar Nashir di Kasihan, Bantul. Sebagai tuan rumah, Siti Noordjannah Djohantini menyambut rombongan dengan penuh kehangatan dan mengapresiasi gerakan Muhammadiyah di […]

  • Pelajar, Pemerintah dan Rakyat

    Pelajar, Pemerintah dan Rakyat

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Oleh : Hakim Muttaqie Azka Ketua Advokasi dan Kebijakan Publik Pimpinan Daerah IPM Kota Tasikmalaya Tidak sama halnya dengan lagu “Aku, kamu dan Samudra” yang dirilis oleh band Rebellion Rose di albumnya yang berjudul Partai Anarki, dalam lagunya mereka mengangkat tema-tema seperti ketidakadilan sosial, perjuangan, kebebasan dan kisah cinta yang penuh tantangan. Sebuah narasi tentang […]

  • Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 PDM Lampung Selatan.

    Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 PDM Lampung Selatan.

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 32
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMPUNG – PDM Lampung Selatan Menggelar Tabligh Akbar Puncak Milad Ke 113 Muhammadiyah dengan Tema Memajukan Kesejahteraan Bangsa. Pada kesempatan ini juga, dilaksanakan Pengukuhan PCM dan PCA Aisyiyah Kecamatan Sragi Lampung Selatan. Acara berlangsung di Masjid An-Nur Bunut Utara, Desa Bandar Agung Sragi Lampung Selatan pada 7 Desember 2025. Acara berlangsung dengan meriah di […]

  • PRM Singasari Wakili Banyumas di Ajang CRM Unggulan Jawa Tengah

    PRM Singasari Wakili Banyumas di Ajang CRM Unggulan Jawa Tengah

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 36
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Karanglewas, Banyumas – Kabar membanggakan datang dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah Singasari. PRM Singasari resmi lolos 9 Besar Final CRM Unggulan Jateng 2026 dan akan kembali bertanding mewakili Banyumas di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Blingbingrejo, Cabang Nalimsari, Jepara, pada 8-9 Agustus 2026. Ini adalah buah dari pembinaan 72 tahun sejak 18 November 1953. Kini PRM Singasari […]

expand_less