Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Penerapan Teori Belajar Piaget Dalam Pembelanjaran IPA SD

Penerapan Teori Belajar Piaget Dalam Pembelanjaran IPA SD

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
  • visibility 16.882
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Belajar merupakan proses manusia dalam memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, mendapatkan informasi atau menemukan. Aliran kognitif memandang kegiatan belajar bukanlah sekadar stimulus atau respon yang bersifat mekanistik, tetapi lebih dari itu kegiatan belajar juga melibatkan kegiatan mental yang ada di dalam diri individu yang sedang belajar. Struktur mental individu tersebut berkembang sesuai dengan tingkatan perkembangan kognitif seseorang. Semakin tinggi tingkat perkembangan kognitif seseorang, semakin tinggi pula kemampuan dan keterampilan dalam memproses berbagai informasi atau pengetahuan yang diterimanya dari lingkungan.

Ada banyak teori belajar yang dikemukakan oleh para ahli pendidikan salah satunya teori belajar kognitif menurut Jean Piaget. Pada dasarnya teori perkembangan kognitif yang dikemukakan Piaget sangat mempengaruhi pendidikan sains. Secara umum perkembangan kognitif Piaget membedakan empat tahap perkembangan kognitif yaitu tahap sensori-motor (0-2 tahun), tahap pra-operasional (2-7 tahun), tahap pemikiran operasional konkrit (7-11 tahun), dan tahap pemikiran formal (11 tahun keatas).Dalam kegiatan pembelajaran, keterlibatan siswa secara aktif amat dipentingkan. Untuk menarik minat dan meningkatkan retensi belajar perlu mengaitkan pengetahuan beru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki oleh siswa. Materi pelajaran disusun dengan menggunakan pola atau logika tertentu, dari sederhana ke kompleks. Perbedaan individual pada diri siswa perlu diperhatikan, karena faktor ini sangat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa.

Teori psikologi kognitif adalah merupakan bagian terpenting dari sains kognitif yang telah memberi konstribusi yang sangat berarti dalam perkembangan psikologi pendidikan. Piaget merupakan salah satu pioner konstruktivis. Piaget berpendapat bahwa anak membangun sendiri pengetahuannya dari pengalamannya sendiri dengan lingkungan. Dalam pandangan Piaget, pengetahuan datang dari tindakan, perkembangan kognitif sebagian besar bergantung kepada seberapa jauh anak aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungannya.

Piaget beranggapan anak bukan merupakan suatu botol kosong yang siap untuk diisi, melainkan anak secara aktif akan membangun pengetahuan dunianya. Suatu hal lagi, teori Piaget mengajarkan kita pada suatu kenyataan bahwa seluruh anak mengikuti pola perkembangan yang sama tanpa mempertimbangkan kebudayaan dan kemampuan anak secara umum. Hanya umur anak di mana konservasi muncul sering berbeda. Poin yang penting ini menjelaskan kita mengapa pembelajaran IPA di SD banyak menggunakan percobaan nyata dan berhasil pada anak yang lemah dananak yang secara kebudayaan terhalangi. Penerapan selanjutnya adalah guru  harus selalu ingat bahwa anak menangkap dan menerjemahkan sesuatu secara berbeda. Sehingga walaupun anak mempunyai umur yang sama tetapi ada kemungkinan mereka mempunyai pengertian yang berbeda terhadap suatu benda atau kejadian yang sama. Jadi setiap individu anak adalah unik (khas). Implikasilainnya yang perlu diperhatikan, apabila hanya kegiatan fisik yang diterima anak, tidak cukup untuk menjamin perkembangan intelektual anak yang bersangkutan. Ide- ide anak harus selalu dipakai.

Piaget memberikan contoh sementara, beliau menerima seluruh ide anak dan juga mempersiapkan pilihan-pilihan yang dapat dipertimbangkan oleh anak. Tetapi guru harus dapat mengarahkan sesuai dengan apa yang seharusnya, jadi guru harus selalu secara tidak langsung memberikan ide nya tetapi tidak memaksakan kehendaknya. Dengan demikian anak akan menyadari bagaimana anak tersebut bisa mendapatkan idenya tersebut. untuk menilai sumber ide-idenya akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menilai proses pemecahan masalah. Hal ini juga perlu dilakukan di dalam kelas. Sebagai contoh, apabila kelas telah menyelesaikan suatu masalah, sebaiknya guru menanyakan kembali kepada siswa tentang cara mendapatkan jawaban tersebut.

Dengan demikian guru lebih membantu anak dalam proses perkembangan intelektualnya. Dari pembahasan di atas, terlihat bahwa proses pembelajaran di kelas menurut Piaget harus meletakkan anak sebagai faktor yang utama. Hal ini sering disebut sebagai pembelajaran yang berpusat pada anak (child center). Sedangkan contoh pembelajaran IPA di SD berdasarkan teori Piaget yaitu melalui eksperimen yang melibatkan siswa. Pembelanjaran harus mempertimbangkan keadaan tiap siswa (dikatakan sebagai terpusat pada siswa) dan siswa diberikan banyak kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dari penggunaan inderanya.

Ditulis oleh:
Nanda Prihatini, PGSD
Universitas Muhammadiyah Purworejo

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Berkemajuan: ‘Aisyiyah Grogol Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Pelatihan Jenang Krasikan

    Kolaborasi Berkemajuan: ‘Aisyiyah Grogol Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Pelatihan Jenang Krasikan

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Majelis Pengembangan Kader (MPK) bersama Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Grogol, Sukoharjo, bekerja sama dengan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Pondok menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan pembuatan makanan tradisional jenang krasikan. Kegiatan ini berlangsung di Home Industry Jenang Krasikan Bunga Kamboja, Tangkisan, Sukoharjo (26/7). Pelatihan diikuti oleh 40 anggota pengajian ‘Aisyiyah Ranting Pondok. […]

  • Nilai Bagus Tujuanku, Menyontek Jalan Ninjaku

    Nilai Bagus Tujuanku, Menyontek Jalan Ninjaku

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.511
    • 0Komentar

    Oleh: Andi Rezti Maharani*   ”Eh, ba’daki nah!” “Yang sudah jangan pelit, bagi-bagi dulu” “Eh, nomor 3 apa?” Pernah gak sih? Dengar kalimat semacam itu keluar dari mulut teman sekelasmu atau bahkan kamu sendiri pernah berkata seperti itu? Well, kalau kamu yang berkata demikian. Mungkin ini pas untukmu yang suka minta contekan saat ujian. Jika […]

  • Forum Kebangsaan DPP IMM Lahirkan 7 Rekomendasi Strategis untuk Demokrasi yang Bermutu

    Forum Kebangsaan DPP IMM Lahirkan 7 Rekomendasi Strategis untuk Demokrasi yang Bermutu

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 109
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyelenggarakan Forum Kebangsaan bertajuk “Mencari Jalan Keluar Krisis Kebangsaan: Perspektif Ekonomi, Pendidikan, Keamanan, Geopolitik, dan Aktivisme” di Jakarta sebagai ruang dialog strategis untuk membahas berbagai tantangan kebangsaan yang dihadapi Indonesia. Forum ini menghadirkan akademisi, praktisi, pengambil kebijakan, dan aktivis guna merumuskan rekomendasi kebijakan yang […]

  • Tim UMS Ajak Penyandang Disabilitas Praktik Vermikompos Secara Langsung

    Tim UMS Ajak Penyandang Disabilitas Praktik Vermikompos Secara Langsung

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Komitmen Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam memberdayakan masyarakat inklusif terus berlanjut. Usai memberikan pemaparan tentang vermikompos, tim HealSpace memberikan Pelatihan Vermikompos 2 dengan mengajak para teman disabilitas praktik langsung. Komunitas Disabilitas Karya Manunggal sebagai mitra program terjun langsung dalam aksi praktik lapangan guna […]

  • Dosen FAI UMS Terlibat dalam Kunjungan Lazismu ke Islamic Relief Pakistan

    Dosen FAI UMS Terlibat dalam Kunjungan Lazismu ke Islamic Relief Pakistan

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 87
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)⁠, Fauzul Hanif Noor Athief, L.c., M.Sc., turut terlibat dalam kunjungan resmi Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) ke Islamic Relief Pakistan di Islamabad, Pakistan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kemanusiaan global sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas lembaga filantropi. […]

  • FKM UMKT Gelar Pelatihan Komunikasi Publik untuk Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Hadirkan Pakar dari UGM

    FKM UMKT Gelar Pelatihan Komunikasi Publik untuk Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Hadirkan Pakar dari UGM

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Samarinda – Pelatihan Komunikasi Publik yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (FKM UMKT) sukses dilaksanakan pada Sabtu, 18 April 2026, bertempat di Aula Gedung E. Kegiatan ini secara khusus menyasar mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat sebagai upaya peningkatan kapasitas komunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional di bidang kesehatan. […]

expand_less