Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ketika Cinta Tak Lagi Cukup untuk Bertahan di Organisasi

Ketika Cinta Tak Lagi Cukup untuk Bertahan di Organisasi

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Muhammad Indra, Ketua Umum PW IPM Kalimantan Timur

Banyak dari kita bergabung ke sebuah organisasi karena rasa cinta pada orang-orang di dalamnya. Ide tentang perubahan yang bisa diciptakan bersama cinta membuat kita rela begadang demi program kerja, menunda urusan pribadi demi rapat tak berujung, dan tetap bertahan meski lelah menggerogoti dari dalam.

Tapi ada satu kenyataan yang sulit dihindari, yaitu cinta saja tidak cukup. Dalam realitas organisasi, baik itu organisasi mahasiswa, komunitas sosial, maupun tim kerja, perjuangan sering kali lebih kompleks dari sekadar rasa suka atau kepedulian. Ada intrik, ketimpangan kerja, konflik kepentingan, bahkan kepemimpinan yang tidak berpihak. Cinta yang semula jadi bahan bakar perlahan berubah jadi beban emosional yang tak terbayar.

Kekecewaan sebagai Kekuatan, Menyusun Kembali Harapan

Banyak orang akhirnya pergi bukan karena berhenti peduli, tapi karena mereka sudah terlalu sering dikecewakan. Mereka tetap mencintai organisasi, tetapi tidak menemukan ruang yang sehat untuk bertumbuh. Ketika idealisme yang dibawa harus selalu dikompromikan dengan dinamika internal yang toksik, maka cinta perlahan kehilangan daya dorongnya.

Ini bukan tentang menyerah, tapi tentang menyadari batas bertahan dalam sebuah organisasi yang tidak lagi adil, tidak transparan, atau tidak memberi ruang pada suara-suara baru yang sering kali hanya membuat kita menjauh dari nilai yang dulu kita perjuangkan. Perjuangan tanpa keseimbangan justru bisa membunuh semangat itu sendiri.

Organisasi yang sehat seharusnya tidak hanya menampung cinta, tapi juga menyediakan struktur, ruang aman, dan budaya suportif yang membuat cinta itu bisa berkembang jadi aksi nyata. Ia bukan hanya tempat untuk “berjuang bersama,” tapi juga untuk saling menjaga. Cinta yang sehat bukan tentang mengorbankan diri sendiri terus-menerus, melainkan tentang menciptakan ruang di mana semua orang bisa tumbuh.

Maka, jika kamu merasa mulai hampa meski pernah sangat mencintai organisasi itu, barangkali memang waktunya berhenti sejenak. Bukan untuk lari, tapi untuk bernapas dan mengevaluasi. Apakah hak ini masih layak diperjuangkan, atau cinta itu memang sudah cukup sampai di sini?

Namun, jika kamu masih membaca ini, mungkin sebenarnya ada bara kecil dalam dirimu yang belum benar-benar padam. Bara itu adalah keyakinan bahwa perubahan masih mungkin, bahwa perjuanganmu tidak sia-sia, dan bahwa organisasi yang kamu cintai masih bisa diperbaiki.

Melangkah Meski Gemetar

Ingatlah, sejarah tidak pernah dibentuk oleh orang-orang yang selalu merasa nyaman, tapi oleh mereka yang memilih bertahan dan berjuang bahkan ketika keadaan terasa sangat tidak adil. Kekecewaan adalah bagian dari proses. Jangan biarkan luka itu mengubur seluruh harapanmu. Sebaliknya, gunakan rasa sakit itu sebagai pengingat bahwa kamu peduli dan jadikan kepedulianmu sebagai kekuatan.

Kamu tidak sendiri. Di luar sana ada banyak orang sepertimu, yang kecewa tapi belum menyerah, yang lelah tapi masih ingin melihat organisasi ini menjadi lebih baik. Carilah mereka, satukan suara, dan bangun ulang ruang yang pernah kamu cintai. Perubahan besar tidak pernah dimulai dari mereka yang diam dan mundur, melainkan dari mereka yang memilih untuk melangkah meski gemetar.

Wallace D. Wattles pernah menulis, “Jika kamu mencoba melakukan hal-hal besar dengan cara yang besar, maka kamu akan mendapatkan seluruh kekuatan yang ada.”

Kamu punya kekuatan itu. Kekuatan untuk bangkit, mengajak, menyuarakan, dan menyalakan lagi semangat yang sempat redup. Organisasi yang kamu inginkan mungkin belum ada, tapi ia bisa dilahirkan dari tangan-tangan yang tidak menyerah—tanganmu.

Maka, jika kamu memutuskan untuk bertahan, lakukanlah bukan karena terpaksa, tapi karena kamu tahu bahwa perjuanganmu punya arti. Cinta yang digerakkan dengan visi dan keberanian selalu cukup, bahkan lebih dari cukup untuk menciptakan perubahan nyata.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammadiyah Perkuat Pemahaman Islam bagi Mualaf di Yogyakarta

    Muhammadiyah Perkuat Pemahaman Islam bagi Mualaf di Yogyakarta

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 34
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, Sleman – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Pesantren Ramadhan berupa Kajian Intensif Al-Islam (KIAM) khusus bagi para mualaf. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari LazisMu. Setelah beberapa tempat yang lalu terlaksana di Suku Baduy dan Mentawai, kesempatan kali ini pada Sabtu, 15 Maret 2025, di Sleman, D.I. Yogyakarta dengan […]

  • Halal Bi Halal BikersMu Korwil Diy Ke Tol Kahyangan Bersama PCM Sawangan Magelang Dan Mualaf

    Halal Bi Halal BikersMu Korwil Diy Ke Tol Kahyangan Bersama PCM Sawangan Magelang Dan Mualaf

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Magelang – BikersMu Korwil DIY kembali menyelenggarakan event dengan mengusung tema halal bi halal bersama keluarga besar BikersMu DIY, PRM Ketep, PRM Wonolelo, PRM Kapuhan, PRM Banyuroto dan PCM Sawangan, Ahad (27/4/2025). Kegiatan ini diikuti 115 Peserta touring, terdiri dari 70 kendaraan motor, 2 ambulan dan 2 mobil pribadi. Dengan mengambil start dari halaman […]

  • Mendunia! Dekan FK UMS Ikuti Berbagai Agenda Ilmiah di Belanda

    Mendunia! Dekan FK UMS Ikuti Berbagai Agenda Ilmiah di Belanda

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 124
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS), Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes, Sp.D.V.E., Dipl.STD-HIV/AIDS, FINSDV, FAADV, telah melaksanakan sejumlah agenda ilmiah di Belanda. Kegiatan tersebut mencakup studi banding, inisiasi kerja sama internasional, kolaborasi dalam penelitian dan publikasi, serta presentasi ilmiah. Dekan FK UMS mengungkapkan kegiatan ini dilakukan bersama tim […]

  • Jadi Pembicara di Kopdarnas SUMU, Ketum PP IPM Beberkan Fakta Saudagar Pelajar Nasional

    Jadi Pembicara di Kopdarnas SUMU, Ketum PP IPM Beberkan Fakta Saudagar Pelajar Nasional

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 167
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Riandy Prawita membeberkan beberapa fakta terkait Saudagar Pelajar Nasional yang merupakan sebutan bagi para pelajar ataupun kader IPM yang menjadi pengusaha. “Ini berbicara kader, dari sekitar 100 ribu orang pengurus IPM di seluruh Indonesia. Itu total pengusaha hanya 70 orang,” kata Riandy saat […]

  • DPD IMM Jateng Gelar Sekolah Gender, Politik, dan Demokrasi: Dorong Penguatan Peran Peran Perempuan di Ruang Publik

    DPD IMM Jateng Gelar Sekolah Gender, Politik, dan Demokrasi: Dorong Penguatan Peran Peran Perempuan di Ruang Publik

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 40
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SALATIGA – Bidang IMMawati Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah resmi menggelar Sekolah Gender, Politik, dan Demokrasi yang bertempat Hotel Laras Asri, Kota Salatiga pada Sabtu (18/7/2026). Acara yang dihadiri oleh sedikitnya 100 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah ini dirancang untuk merekonstruksi sekaligus meneguhkan peran perempuan di ruang […]

  • UMS Perkuat Kesiapan Lulusan, Luncurkan Portal Karier Hasil Kolaborasi dengan Kinobi

    UMS Perkuat Kesiapan Lulusan, Luncurkan Portal Karier Hasil Kolaborasi dengan Kinobi

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja melalui pembaruan portal karier yang dikembangkan bersama Kinobi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjawab tantangan tingginya angka pengangguran, termasuk dari kalangan sarjana. Program tersebut disampaikan dalam kegiatan resmi yang menekankan pentingnya penguatan soft skill, kewirausahaan, serta pengalaman praktik […]

expand_less