Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Fonds Dachlan: Wujudkan Generasi Emas Ala Muhammadiyah

Fonds Dachlan: Wujudkan Generasi Emas Ala Muhammadiyah

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Kens Geo Danuarta

Mewujudkan generasi emas masih menjadi sebuah cita-cita dan harapan besar Indonesia seiring umur Indonesia yang sudah hampir menyentuh satu abad. Menciptakan generasi yang terbaik merupakan sebuah visi yang begitu luhur dan teramat mulia.

Kita semua sebagai warga negara berharap cita-cita tersebut benar-benar terwujud dan terlaksana, bukan hanya menjadi slogan atau teriakan-teriakan tanpa makna. Cita-cita ini memerlukan dukungan di segala bidang, bukan hanya terfokus dalam satu bidang saja. Pemerintah diharap mengambil langkah konkret di semua bidang untuk mendukung terciptanya cita-cita ini.

Menciptakan generasi emas bukanlah hal mudah apalagi dalam waktu yang singkat perlu proses yang memakan banyak waktu dan biaya, mengingat Indonesia adalah negara dengan rakyat yang majemuk, dengan daerah yang begitu luas, menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk menggapainya. Dengan luasnya daerah Indonesia, banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan generasi emas, dengan banyak kelemahan dan kekurangan yang terdapat di dalamnya. Muhammadiyah mungkin bisa dijadikan sebagai sebuah rujukan bagaimana mewujudkan generasi emas, persyarikatan yang sudah berusia satu abad  lebih ini sudah bergelut dalam bidang pengkaderan, sudah berjuang bagaimana menciptakan generasi yang akan melanjutkan kepengurusan. Muhammadiyah berhasil berdiri tegak dengan usia sudah menyentuh satu abad lebih, ini menjadi salah satu bukti bahwa Muhammadiyah telah berhasil menciptakan generasi penerus yang baik. Jika tidak, maka jangankan usia satu abad, usia lima puluh tahun saja mungkin akan sulit digapai. Indonesia dapat merujuk kepada Muhammadiyah, tentang perencanaan juga pelaksanaan menciptakan generasi emas itu.

Muhammadiyah sebagai persyarikatan Islam, telah memulai dan memberikan sebuah contoh yang bisa dilakukan dan diadaptasi oleh Indonesia guna mendukung terwujudnya cita-cita dan visi yang mulia ini.

Satu abad yang lalu, Muhammadiyah pernah membuat gerakan bernama Fonds Dachlan, yang merupakan sebuah gerakan penggalangan dana yang akan digunakan untuk memberikan beasiswa kepada para kader muda. Gerakan ini pertama kali terbentuk pada 1923 saat kiai Ibrahim sedang menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Diinisiasi oleh Cabang Muhammadiyah Banjarnegara pada Jaarvergadering (Perkumpulan Tahunan) Muhammadiyah, berisi sebuah usulan agar Muhammadiyah memiliki sebuah program untuk mendanai para angkatan muda supaya bisa belajar Islam di negara yang menjadi pusat pembelajaran agama Islam, maka terbentuklah sebuah gerakan bernama Fonds Dachlan.

Sebulan setelah Perkumpulan Tahunan Muhammadiyah itu, kemudian maklumat dibuat yang kala itu masih di tanda tangani  oleh Kiai Ibrahim sebagai Ketua Djojosoegito sebagai sekretaris, menandakan bahwa saat itu Fonds Dachlan masih di bawah kepengurusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kemudian setelah beberaoa waktu barulah terbentuk kepengurusan gerakan ini dengan Haji Fachrodin sebagai Ketua. Antusias Masyarakat sangat luar biasa kala itu, terbukti dengan banyaknya para donatur yang menginfakkan hartanya agar digunakan untuk memberikan beasiswa melalui Fonds Dachlan. Hingga akhirnya empat pemuda Jawa kala itu bisa dikirimkan untuk melanjutkan studi ke luar negeri pada 1924.

Fonds Dachlan saat itu menjadi lembaga beasiswa pertama yang dibentuk oleh Muhammadiyah mengirimkan para angkatan muda untuk melanjutkan studi ke luar maupun dalam negeri, kemudian lembaga ini berfokus memberikan beasiswa ke luar negeri, karena saat itu masih sedikit sekali lembaga pendidikan yang berkualitas baik di negeri ini, terutama pendidikan Islam.

Ini merupakan langkah konkret yang dilakukan oleh Muhammadiyah sebagai bentuk mempersiapkan generasi emas baik bagi Muhammadiyah secara khusus maupun bagi bangsa Indonesia secara umum.

Dilihat dari beberapa hal, cara Muhammadiyah membentuk generasi emas bisa dibilang sangat luar biasa. Pertama, Muhammadiyah memahami bahwa pendukung utama dalam mewujudkan generasi emas adalah Ilmu. Pimpinan dan juga partisipan Muhammadiyah kala itu sadar bahwa mereka belum memiliki lembaga pendidikan serta belum adanya sumber daya manusia yang memiliki keilmuan yang mendukung. Maka, berdasarkan kesadaran akan hal itu langkah konkret yang dilakukan adalah belajar dari negeri yang memiliki lembaga pendidikan yang berkualitas serta pendidik dengan keilmuan yang berkelas. Tidak berhenti di belajar, tetapi bagaimana para pelajar itu juga bisa menyebarkan kembali ilmu yang didapat saat selesai melaksanakan studinya. Poin ini menjadi poin utama untuk mendukung terwujudnya generasi emas, yaitu menciptakan manusia dengan kepala berisi.

Kedua, Muhammadiyah dengan kesadaran atas kekurangannya mengetahui langkah konkret yang harus ditempuh adalah keluar dari lingkaran kecil untuk bisa maju dan berkembang juga mewujudkan generasi terbaik kedepan. Muhammadiyah sadar, untuk mewujudkan generasi terbaik perlu ilmu dari luar, karena ilmu dari dalam hanya ilmu yang diwariskan generasi ke generasi, keilmuan mereka hanya terbatas dengan ingatan para orang tua, yang mungkin banyak dari ilmu-ilmu itu terselip dari ingatan, dalam arti mereka lupa dengan ilmu tersebut. Maka perlu pembaruan, dengan cara mengirim anak-anak muda keluar dari lingkaran Muhammadiyah, untuk menyegarkan kembali ilmu dan pengetahuan di dalam lingkaran Muhammadiyah. Dua poin yang bisa dipertimbangkan dan diadaptasi untuk mewujudkan generasi emas, pertama adalah ilmu dan kedua adalah menyegarkan kembali ilmu tersebut dengan keluar dari lingkaran kecil sebuah organisasi atau negara.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mabit SMP Muhammadiyah 1 Kartasura: Strategi Sekolah Cetak Generasi Berakhlak

    Mabit SMP Muhammadiyah 1 Kartasura: Strategi Sekolah Cetak Generasi Berakhlak

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – SMP Muhammadiyah 1 Kartasura menggelar program Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) guna mencetak generasi yang memiliki pemahaman agama yang komprehensif pada 8-9 Mei 2026. Diikuti oleh 127 peserta dari kelas VII dan VIII, kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan semangat membaca Al-Qur’an dan perbaikan akhlak harian. Langkah ini merupakan respon sekolah terhadap tantangan […]

  • Tunjang Kompetensi Leadership, IMM Shabran Adakan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi.

    Tunjang Kompetensi Leadership, IMM Shabran Adakan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi.

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pimpinan Komisariat (PK) Shabran Adakan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi (LKMO) di ruang Seminar Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Muhammadiyah (UMS). Acara yang dilaksanakan mulai Jumat – Minggu (5-7/12) ini, mengangkat tema “Reformulasi Kepemimpinan Kolektif Kolegial dalam IMM Shabran.”  Pembukaan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi (LKMO) PK […]

  • Mushaf di Ujung Jari: Transformasi Pembelajaran Al-Qur’an di Era Digital 5.0

    Mushaf di Ujung Jari: Transformasi Pembelajaran Al-Qur’an di Era Digital 5.0

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Oleh: Rizky Aldiansyah Al-Qur’an, sebagai kitab suci umat Islam, memberikan sumber utama ilmu pengetahuan, moralitas, dan petunjuk hidup bagi semua orang. Sejak masa Rasulullah saw hingga saat ini, Al-Qur’an telah dipelajari, dihayati, dan diamalkan dalam berbagai aspek kehidupan. Sejak masa sahabat hingga kini, tradisi talaqqi dan tahfidz tetap menjadi dasar pembelajaran Qur’an. Seorang guru atau […]

  • Sepuluh Titik Layanan Muhammadiyah Untuk Gempa Bumi Flores

    Sepuluh Titik Layanan Muhammadiyah Untuk Gempa Bumi Flores

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Flores – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengaktifkan 10 titik pos pelayanan untuk memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Pos pelayanan tersebut disiapkan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan warga dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan. Pos pelayanan Muhammadiyah memberikan sejumlah layanan, meliputi kesehatan, dukungan […]

  • Perkuat Kemitraan Global, UMS Adakan Pertemuan Strategis dengan PCIM-PCIA Malaysia

    Perkuat Kemitraan Global, UMS Adakan Pertemuan Strategis dengan PCIM-PCIA Malaysia

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kuala Lumpur – Delegasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang terdiri dari jajaran Direktorat Kemahasiswaan, Wakil Dekan Kemahasiswaan, serta mahasiswa peserta Invention, Innovation, Technology, Competition & Exhibition (ITEX) Malaysia 2026 melakukan silaturahmi dan bincang santai bersama pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Malaysia di Warung Soto Lamongan (WASOLA), Malaysia […]

  • FHIP UMS Raih Peringkat 3 Fakultas Hukum Swasta Terbaik Nasional Versi Scimago 2026

    FHIP UMS Raih Peringkat 3 Fakultas Hukum Swasta Terbaik Nasional Versi Scimago 2026

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan publikasi pemeringkatan global Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026, FHIP UMS berhasil menempati peringkat ke-3 sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Indonesia dalam bidang hukum, sekaligus menjadi Fakultas Hukum PTS terbaik di Provinsi Jawa […]

expand_less