Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Fonds Dachlan: Wujudkan Generasi Emas Ala Muhammadiyah

Fonds Dachlan: Wujudkan Generasi Emas Ala Muhammadiyah

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Kens Geo Danuarta

Mewujudkan generasi emas masih menjadi sebuah cita-cita dan harapan besar Indonesia seiring umur Indonesia yang sudah hampir menyentuh satu abad. Menciptakan generasi yang terbaik merupakan sebuah visi yang begitu luhur dan teramat mulia.

Kita semua sebagai warga negara berharap cita-cita tersebut benar-benar terwujud dan terlaksana, bukan hanya menjadi slogan atau teriakan-teriakan tanpa makna. Cita-cita ini memerlukan dukungan di segala bidang, bukan hanya terfokus dalam satu bidang saja. Pemerintah diharap mengambil langkah konkret di semua bidang untuk mendukung terciptanya cita-cita ini.

Menciptakan generasi emas bukanlah hal mudah apalagi dalam waktu yang singkat perlu proses yang memakan banyak waktu dan biaya, mengingat Indonesia adalah negara dengan rakyat yang majemuk, dengan daerah yang begitu luas, menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk menggapainya. Dengan luasnya daerah Indonesia, banyak hal yang harus dipersiapkan untuk mewujudkan generasi emas, dengan banyak kelemahan dan kekurangan yang terdapat di dalamnya. Muhammadiyah mungkin bisa dijadikan sebagai sebuah rujukan bagaimana mewujudkan generasi emas, persyarikatan yang sudah berusia satu abad  lebih ini sudah bergelut dalam bidang pengkaderan, sudah berjuang bagaimana menciptakan generasi yang akan melanjutkan kepengurusan. Muhammadiyah berhasil berdiri tegak dengan usia sudah menyentuh satu abad lebih, ini menjadi salah satu bukti bahwa Muhammadiyah telah berhasil menciptakan generasi penerus yang baik. Jika tidak, maka jangankan usia satu abad, usia lima puluh tahun saja mungkin akan sulit digapai. Indonesia dapat merujuk kepada Muhammadiyah, tentang perencanaan juga pelaksanaan menciptakan generasi emas itu.

Muhammadiyah sebagai persyarikatan Islam, telah memulai dan memberikan sebuah contoh yang bisa dilakukan dan diadaptasi oleh Indonesia guna mendukung terwujudnya cita-cita dan visi yang mulia ini.

Satu abad yang lalu, Muhammadiyah pernah membuat gerakan bernama Fonds Dachlan, yang merupakan sebuah gerakan penggalangan dana yang akan digunakan untuk memberikan beasiswa kepada para kader muda. Gerakan ini pertama kali terbentuk pada 1923 saat kiai Ibrahim sedang menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Diinisiasi oleh Cabang Muhammadiyah Banjarnegara pada Jaarvergadering (Perkumpulan Tahunan) Muhammadiyah, berisi sebuah usulan agar Muhammadiyah memiliki sebuah program untuk mendanai para angkatan muda supaya bisa belajar Islam di negara yang menjadi pusat pembelajaran agama Islam, maka terbentuklah sebuah gerakan bernama Fonds Dachlan.

Sebulan setelah Perkumpulan Tahunan Muhammadiyah itu, kemudian maklumat dibuat yang kala itu masih di tanda tangani  oleh Kiai Ibrahim sebagai Ketua Djojosoegito sebagai sekretaris, menandakan bahwa saat itu Fonds Dachlan masih di bawah kepengurusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kemudian setelah beberaoa waktu barulah terbentuk kepengurusan gerakan ini dengan Haji Fachrodin sebagai Ketua. Antusias Masyarakat sangat luar biasa kala itu, terbukti dengan banyaknya para donatur yang menginfakkan hartanya agar digunakan untuk memberikan beasiswa melalui Fonds Dachlan. Hingga akhirnya empat pemuda Jawa kala itu bisa dikirimkan untuk melanjutkan studi ke luar negeri pada 1924.

Fonds Dachlan saat itu menjadi lembaga beasiswa pertama yang dibentuk oleh Muhammadiyah mengirimkan para angkatan muda untuk melanjutkan studi ke luar maupun dalam negeri, kemudian lembaga ini berfokus memberikan beasiswa ke luar negeri, karena saat itu masih sedikit sekali lembaga pendidikan yang berkualitas baik di negeri ini, terutama pendidikan Islam.

Ini merupakan langkah konkret yang dilakukan oleh Muhammadiyah sebagai bentuk mempersiapkan generasi emas baik bagi Muhammadiyah secara khusus maupun bagi bangsa Indonesia secara umum.

Dilihat dari beberapa hal, cara Muhammadiyah membentuk generasi emas bisa dibilang sangat luar biasa. Pertama, Muhammadiyah memahami bahwa pendukung utama dalam mewujudkan generasi emas adalah Ilmu. Pimpinan dan juga partisipan Muhammadiyah kala itu sadar bahwa mereka belum memiliki lembaga pendidikan serta belum adanya sumber daya manusia yang memiliki keilmuan yang mendukung. Maka, berdasarkan kesadaran akan hal itu langkah konkret yang dilakukan adalah belajar dari negeri yang memiliki lembaga pendidikan yang berkualitas serta pendidik dengan keilmuan yang berkelas. Tidak berhenti di belajar, tetapi bagaimana para pelajar itu juga bisa menyebarkan kembali ilmu yang didapat saat selesai melaksanakan studinya. Poin ini menjadi poin utama untuk mendukung terwujudnya generasi emas, yaitu menciptakan manusia dengan kepala berisi.

Kedua, Muhammadiyah dengan kesadaran atas kekurangannya mengetahui langkah konkret yang harus ditempuh adalah keluar dari lingkaran kecil untuk bisa maju dan berkembang juga mewujudkan generasi terbaik kedepan. Muhammadiyah sadar, untuk mewujudkan generasi terbaik perlu ilmu dari luar, karena ilmu dari dalam hanya ilmu yang diwariskan generasi ke generasi, keilmuan mereka hanya terbatas dengan ingatan para orang tua, yang mungkin banyak dari ilmu-ilmu itu terselip dari ingatan, dalam arti mereka lupa dengan ilmu tersebut. Maka perlu pembaruan, dengan cara mengirim anak-anak muda keluar dari lingkaran Muhammadiyah, untuk menyegarkan kembali ilmu dan pengetahuan di dalam lingkaran Muhammadiyah. Dua poin yang bisa dipertimbangkan dan diadaptasi untuk mewujudkan generasi emas, pertama adalah ilmu dan kedua adalah menyegarkan kembali ilmu tersebut dengan keluar dari lingkaran kecil sebuah organisasi atau negara.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zendo Serang-Cilegon Resmi Diluncurkan, Siap Jadi Tonggak Ekonomi Lokal

    Zendo Serang-Cilegon Resmi Diluncurkan, Siap Jadi Tonggak Ekonomi Lokal

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SERANG – Zendo Kota Serang-Cilegon, sebuah layanan on-demand berbasis ojek resmi diluncurkan di Kota Serang. Peresmian Zendo Serang-Cilegon dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia di Kompleks Griya Gemilang Sakti Caracas pada Sabtu (12/7/25). Dalam sambutannya, Nur Agis Aulia menyampaikan bahwa kehadiran Zendo menjadi salah satu kabar gembira untuk masyarakat Kota Serang. […]

  • Survei PSKP UAD: 5 Program Prioritas Prabowo-Gibran yang Paling Sedikit Dirasakan Manfaatnya

    Survei PSKP UAD: 5 Program Prioritas Prabowo-Gibran yang Paling Sedikit Dirasakan Manfaatnya

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle PSKP UAD
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA — Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membeberkan temuan evaluatif terkait persepsi kebermanfaatan kebijakan pemerintah dalam laporan riset nasional bertajuk “Nilai Rapor Dua Tahun Kebijakan Prabowo–Gibran di Mata Mahasiswa” (19/10/2026). Seperti apa yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif, Hilma Fanniar Rohman yang menyatakan, “Laporan ini menghimpun pandangan 828 mahasiswa dari 32 […]

  • PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS

    PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 664
    • 0Komentar

    Oleh : Syafa Rahma Teha (202110230311009) Dalam buku Pendidikan Kaum Tertindas bisa dilihat bahwa buku ini membantu menggerakkan pemikiran-pemikiran positif serta kreatif untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Bisa dilihat bahwa negara kita tidak sedikit dari warga yang susah menggapai cita-citanya, maka tidak sedikit pula jika kita mendapati permasalahan-permasalahan yang muncul di negara kita. Tidak jarang tokoh-tokoh […]

  • Izzul Muslimin Ajak Umat Jadikan Iduladha Momentum Mengasah Kepedulian Sosial

    Izzul Muslimin Ajak Umat Jadikan Iduladha Momentum Mengasah Kepedulian Sosial

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 78
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Semangat pengorbanan dan kepedulian sosial menjadi pesan utama yang mengemuka dalam pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muara Aman, Kabupaten Lebong, Bengkulu. Ratusan jamaah memadati Lapangan Perguruan Muhammadiyah Muara Aman untuk menunaikan ibadah yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Diperkirakan lebih dari 500 jamaah hadir dalam pelaksanaan […]

  • Nasyiatul Aisyiyah Punya Badan Usaha Sendiri, Ketum NA Mengaku Pernah Ditegur: Kok Ortom Punya Amal Usaha?

    Nasyiatul Aisyiyah Punya Badan Usaha Sendiri, Ketum NA Mengaku Pernah Ditegur: Kok Ortom Punya Amal Usaha?

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 298
    • 0Komentar

      KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah (NA), Ariati Dina Puspitasari mengaku pernah ditegur karena NA memiliki badan usaha sendiri yang disebut dengan Badan Usaha Milik NA (BUANA). “Dulu memang sempat kami ditegur karena kok ortom punya amal usaha, tapi kami sebut, kami bukan amal usaha, kami itu usaha amal gitu […]

  • SECUIL PENGABDIAN MAHASISWA UMM UNTUK MASYARAKAT INDUSTRI PASURUAN

    SECUIL PENGABDIAN MAHASISWA UMM UNTUK MASYARAKAT INDUSTRI PASURUAN

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 221
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Malang – Setiap kampus memiliki program agar mahasiswanya dapat berguna bagi masyarakat luas. PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) merupakan salah satu program yang dimiliki Universitas Muhammadiyah Malang, program yang menjadi wadah bagi mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang didapat selama kuliah kepada masyarakat dengan harapan dapat bermanfaat bagi masyarakat. PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) yang berada […]

expand_less