Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Perkaderan IPM Harus Terus Menyala di Era Serba Ada

Perkaderan IPM Harus Terus Menyala di Era Serba Ada

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Ahmad Fauzi Almubarok, Ketua Bidang Perkaderan PD IPM Lampung Tengah

Sejak didirikannya pada 18 Juli 1961 hingga sekarang IPM banyak mengalami dinamika organisasi. Dari ancaman hingga saat ini menjadi wadah potensi pelajar. Salah satu kunci IPM masih eksis sampai saat ini adalah karena perkaderannya.Di era modern yang ditandai dengan kemudahan akses informasi, teknologi yang serba cepat, dan dunia yang terus berubah, perkaderan menjadi aspek yang sangat krusial dalam keberlangsungan sebuah organisasi. Terutama dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), perkaderan ibarat jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh organisasi. Tanpa perkaderan yang sehat dan berkelanjutan, organisasi akan kehilangan arah, semangat, dan daya hidupnya.

Selama puluhan tahun IPM terus berkiprah, beradaptasi, dan berinovasi. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan sistem perkaderan yang senantiasa dijaga dan diperbarui. Namun, sebelum membahas lebih jauh tentang tantangan dan peluang perkaderan IPM di masa kini, penting untuk memahami tiga istilah yang sering didengar oleh para kader: kader, perkaderan, dan kaderisasi.

Kader adalah sebutan bagi pelajar atau individu yang aktif mengikuti kegiatan organisasi dan turut ambil bagian dalam kepemimpinan. Mereka adalah para pelajar yang memiliki semangat juang, dedikasi, dan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah.

Perkaderan mengacu pada sistem, cara, atau proses yang digunakan sebagai wadah untuk membina para kader. Dalam konteks IPM, perkaderan dirumuskan dalam SPI (Sistem Perkaderan IPM), yang secara berkala dievaluasi dan diperbarui agar tetap relevan dengan dinamika zaman. SPI menjadi pedoman penting dalam merancang strategi dan program pembinaan kader, mulai dari pengenalan organisasi hingga penguatan ideologis dan kepemimpinan.

Sementara itu, kaderisasi adalah proses berkelanjutan yang menjamin agar proses perkaderan terus berlangsung secara turun-temurun. Di dalamnya terdapat dua jalur utama: perkaderan formal dan perkaderan non-formal. Perkaderan formal biasanya diwujudkan dalam kegiatan seperti Latihan Kader Taruna Melati (TM) dan pelatihan-pelatihan resmi lainnya. Sedangkan perkaderan non-formal meliputi pendampingan personal, mentoring, diskusi kelompok, hingga pembiasaan nilai-nilai IPM dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu prinsip penting dalam kaderisasi adalah keberlanjutan. Kader yang lebih senior atau lebih berpengalaman harus bersedia mendampingi yang lebih muda. Proses ini bukan sekadar alih tugas, melainkan juga alih nilai dan visi. Inilah yang menjaga semangat IPM agar terus menyala lintas generasi.

Namun, bagaimana tantangan perkaderan IPM di era serba ada seperti sekarang?

Era serba ada  ini  dikonotasikan sebagai zaman yang “serba cepat” dan “serba mudah.” Akses terhadap informasi dan hiburan bisa diperoleh hanya dengan satu sentuhan jari. Namun, kemudahan ini bisa menjadi pisau bermata dua: di satu sisi membuka peluang, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan besar bagi dunia perkaderan.

Fenomena yang kita hadapi hari ini cukup kompleks. Generasi yang sedang berkembang saat ini, yaitu generasi Z dan generasi Alpha, memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka tumbuh dalam ekosistem digital, terbiasa dengan kecepatan, dan cenderung mencari hal-hal yang instan. Hal ini membuat sebagian pelajar menjadi enggan terlibat dalam organisasi yang membutuhkan komitmen waktu, tenaga, dan kedisiplinan.

Banyak pelajar yang lebih memilih bermain gadget atau aktif di media sosial daripada mengikuti kegiatan IPM yang membutuhkan keterlibatan langsung dan waktu yang panjang, seperti kegiatan menginap (mabid), pelatihan, dan rapat rutin. Ada pula yang telah ikut kegiatan, namun merasa bingung karena kurangnya pemahaman atau arahan yang jelas. Tidak sedikit juga yang memilih mundur sebelum benar-benar mencoba.

Fenomena ini menjadi alarm bagi kita semua, sepertinya ada yang tidak beres dalam proses perkaderan yang saat ini kita jalankan. Bisa jadi bukan pelajarnya yang bermasalah, melainkan pendekatan dan metode perkaderan yang perlu diperbarui. Mungkin cara penyampaian materi yang terlalu teoritis, kurangnya relevansi dengan realitas pelajar masa kini, atau minimnya pendampingan dari para senior.

Dalam konteks ini, penting bagi IPM untuk mengembangkan model perkaderan yang lebih adaptif dan inovatif. Perkaderan harus mampu menjawab kebutuhan dan karakter generasi sekarang. Materi pelatihan harus disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan interaktif, menggunakan pendekatan teknologi yang akrab dengan dunia mereka. Pendampingan pun harus lebih personal dan konsisten.

IPM juga perlu menjadikan media sosial sebagai bagian dari strategi perkaderan. Pelajar zaman sekarang banyak belajar dan terinspirasi dari konten digital. Maka, konten-konten ke-IPM-an yang edukatif, menyentuh, dan inspiratif harus diperbanyak. Kader harus mampu hadir di ruang-ruang digital untuk menyapa, membina, dan menginspirasi sesama pelajar.

Selain itu, perlu ditekankan bahwa menjadi kader IPM bukanlah tentang jabatan semata, melainkan tentang nilai, visi, dan aksi nyata. Kader IPM adalah pelajar yang siap menjadi agen perubahan, baik di sekolah, masyarakat, maupun dalam dunia digital. Untuk itu, proses pendampingan harus diarahkan tidak hanya pada aspek kepemimpinan organisasi, tetapi juga pada pembentukan karakter, kecakapan abad 21, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Jadi kesimpulannya, “Era serba ada”menjadi alarm untuk kita para aktivis IPM,perlu sekali kita merumuskan dan menyajikan perkaderan yang relevan dengan saat ini. Merubah pandangan,Era serba ada menjadi sebuah peluang.Tugas organisasi menjadi semakin mudah dan menarik. Ini hanya perlu disikapi secara kolektif.

Dengan semangat tajdid (pembaruan) dan ruh perjuangan Muhammadiyah, IPM harus terus menyalakan obor perkaderan, tidak hanya untuk menjaga eksistensi organisasi, tetapi untuk membentuk pelajar yang beriman, berilmu, dan beraksi. Di tengah arus perubahan zaman yang deras, IPM ditantang untuk menjadi pelita yang menerangi jalan para pelajar menuju masa depan yang lebih baik.

Perkaderan IPM bukan sekadar rutinitas, tetapi napas perjuangan. Maka, mari kita jaga agar napas ini tidak pernah padam. Perkaderan IPM harus terus menyala disetiap lini pimpinan, Ranting hingga Pusat! IPM Jaya!

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fun Labwork Experience Jadi Daya Tarik Pembelajaran Praktikum Biologi di UMS

    Fun Labwork Experience Jadi Daya Tarik Pembelajaran Praktikum Biologi di UMS

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat perannya dalam mendekatkan dunia perkuliahan kepada siswa SMA melalui program Fun Labwork Experience (FLE) yang kini telah memasuki seri kelima. Program FLE menjadi salah satu agenda unggulan Pendidikan Biologi UMS dalam memberikan pengalaman belajar berbasis praktikum […]

  • Kopdargab IV BikersMu Korwil Jatim Digelar di Lumajang, Bupati Indah Amperawati Turut Hadir: Tanam Pohon, Bagikan Santunan, dan Lepas Touring

    Kopdargab IV BikersMu Korwil Jatim Digelar di Lumajang, Bupati Indah Amperawati Turut Hadir: Tanam Pohon, Bagikan Santunan, dan Lepas Touring

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lumajang – Semangat ukhuwah dan kepedulian sosial kembali mewarnai kegiatan BikersMu. Kali ini, Kopdargab IV BikersMu Korwil Jawa Timur sukses digelar di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Senduro – Lumajang, Sabtu–Ahad, 26–27 Juli 2025. Acara ini dihadiri lebih dari 200 peserta dari berbagai chapter BikersMu se-Jatim, mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Malang Raya, Jember, Banyuwangi, Blitar, […]

  • PEDULI BANJIR MAHAKAM ULU, KOKAM PPU GALANG DONASI

    PEDULI BANJIR MAHAKAM ULU, KOKAM PPU GALANG DONASI

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Penajam – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar penggalangan dana. Hal itu sebagai respon bantuan bagi korban banjir yang ada di Kabupaten Kutai Barat dan Mahulu. Donasi ini merupakan kepedulian bagi warga persyarikatan yang juga termasuk penyintas bencana. Komandan Kokam PPU, Muhammad Junaidi mengatakan penggalangan dana hanya terfokus […]

  • Anwar Abbas: Dukung Penuh Gerakan Ekonomi Cabang dan Ranting

    Anwar Abbas: Dukung Penuh Gerakan Ekonomi Cabang dan Ranting

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 356
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pengajian Akbar, Halal bihalal dan Hari Bermuhammadiyah Cabang Sirampog bertempat di Lapangan sepakbola Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kaliloka, Ahad 5 Mei 2024. Hadir sebagai penceramah yaitu Buya Dr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag. sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi, UMKM dan Pemberdayaan Masyarakat. Hadir juga Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kabupaten Brebes, Anggota DPRD Kabupaten Brebes, […]

  • Gandeng MDMC PDM Jember, LKSA Nurul Husna Beri Pendidikan Mitigasi Kebencanaan untuk Anak Asuh

    Gandeng MDMC PDM Jember, LKSA Nurul Husna Beri Pendidikan Mitigasi Kebencanaan untuk Anak Asuh

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 216
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jember – Bencana alam merupakan fenomena yang sulit diprediksi kapan terjadinya dan bisa muncul secara tiba-tiba. dan saat ini berkembang di tengah-tengah masyarkat isu Megathrust yaitu gempa dasyat yang berpotensi tsunami. Menghadapi situasi ini, kesiapsiagaan menjadi hal yang esensial untuk mengurangi risiko dan korban jiwa saat bencana terjadi. Salah satu upaya untuk meminimalisasi risiko […]

  • Imbauan Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah untuk Menjaga Persatuan dan Kedamaian di Tengah Gejolak Politik Nasional

    Imbauan Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah untuk Menjaga Persatuan dan Kedamaian di Tengah Gejolak Politik Nasional

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Menyikapi memanasnya situasi politik nasional pasca-aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, MPA., mengeluarkan himbauan kepada seluruh kader Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Imbauan ini dikeluarkan untuk memastikan sikap organisasi tetap selaras dan menjadi pedoman bagi kader, sekaligus […]

expand_less