Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Perkaderan IPM Harus Terus Menyala di Era Serba Ada

Perkaderan IPM Harus Terus Menyala di Era Serba Ada

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Ahmad Fauzi Almubarok, Ketua Bidang Perkaderan PD IPM Lampung Tengah

Sejak didirikannya pada 18 Juli 1961 hingga sekarang IPM banyak mengalami dinamika organisasi. Dari ancaman hingga saat ini menjadi wadah potensi pelajar. Salah satu kunci IPM masih eksis sampai saat ini adalah karena perkaderannya.Di era modern yang ditandai dengan kemudahan akses informasi, teknologi yang serba cepat, dan dunia yang terus berubah, perkaderan menjadi aspek yang sangat krusial dalam keberlangsungan sebuah organisasi. Terutama dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), perkaderan ibarat jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh organisasi. Tanpa perkaderan yang sehat dan berkelanjutan, organisasi akan kehilangan arah, semangat, dan daya hidupnya.

Selama puluhan tahun IPM terus berkiprah, beradaptasi, dan berinovasi. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan sistem perkaderan yang senantiasa dijaga dan diperbarui. Namun, sebelum membahas lebih jauh tentang tantangan dan peluang perkaderan IPM di masa kini, penting untuk memahami tiga istilah yang sering didengar oleh para kader: kader, perkaderan, dan kaderisasi.

Kader adalah sebutan bagi pelajar atau individu yang aktif mengikuti kegiatan organisasi dan turut ambil bagian dalam kepemimpinan. Mereka adalah para pelajar yang memiliki semangat juang, dedikasi, dan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah.

Perkaderan mengacu pada sistem, cara, atau proses yang digunakan sebagai wadah untuk membina para kader. Dalam konteks IPM, perkaderan dirumuskan dalam SPI (Sistem Perkaderan IPM), yang secara berkala dievaluasi dan diperbarui agar tetap relevan dengan dinamika zaman. SPI menjadi pedoman penting dalam merancang strategi dan program pembinaan kader, mulai dari pengenalan organisasi hingga penguatan ideologis dan kepemimpinan.

Sementara itu, kaderisasi adalah proses berkelanjutan yang menjamin agar proses perkaderan terus berlangsung secara turun-temurun. Di dalamnya terdapat dua jalur utama: perkaderan formal dan perkaderan non-formal. Perkaderan formal biasanya diwujudkan dalam kegiatan seperti Latihan Kader Taruna Melati (TM) dan pelatihan-pelatihan resmi lainnya. Sedangkan perkaderan non-formal meliputi pendampingan personal, mentoring, diskusi kelompok, hingga pembiasaan nilai-nilai IPM dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu prinsip penting dalam kaderisasi adalah keberlanjutan. Kader yang lebih senior atau lebih berpengalaman harus bersedia mendampingi yang lebih muda. Proses ini bukan sekadar alih tugas, melainkan juga alih nilai dan visi. Inilah yang menjaga semangat IPM agar terus menyala lintas generasi.

Namun, bagaimana tantangan perkaderan IPM di era serba ada seperti sekarang?

Era serba ada  ini  dikonotasikan sebagai zaman yang “serba cepat” dan “serba mudah.” Akses terhadap informasi dan hiburan bisa diperoleh hanya dengan satu sentuhan jari. Namun, kemudahan ini bisa menjadi pisau bermata dua: di satu sisi membuka peluang, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan besar bagi dunia perkaderan.

Fenomena yang kita hadapi hari ini cukup kompleks. Generasi yang sedang berkembang saat ini, yaitu generasi Z dan generasi Alpha, memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka tumbuh dalam ekosistem digital, terbiasa dengan kecepatan, dan cenderung mencari hal-hal yang instan. Hal ini membuat sebagian pelajar menjadi enggan terlibat dalam organisasi yang membutuhkan komitmen waktu, tenaga, dan kedisiplinan.

Banyak pelajar yang lebih memilih bermain gadget atau aktif di media sosial daripada mengikuti kegiatan IPM yang membutuhkan keterlibatan langsung dan waktu yang panjang, seperti kegiatan menginap (mabid), pelatihan, dan rapat rutin. Ada pula yang telah ikut kegiatan, namun merasa bingung karena kurangnya pemahaman atau arahan yang jelas. Tidak sedikit juga yang memilih mundur sebelum benar-benar mencoba.

Fenomena ini menjadi alarm bagi kita semua, sepertinya ada yang tidak beres dalam proses perkaderan yang saat ini kita jalankan. Bisa jadi bukan pelajarnya yang bermasalah, melainkan pendekatan dan metode perkaderan yang perlu diperbarui. Mungkin cara penyampaian materi yang terlalu teoritis, kurangnya relevansi dengan realitas pelajar masa kini, atau minimnya pendampingan dari para senior.

Dalam konteks ini, penting bagi IPM untuk mengembangkan model perkaderan yang lebih adaptif dan inovatif. Perkaderan harus mampu menjawab kebutuhan dan karakter generasi sekarang. Materi pelatihan harus disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan interaktif, menggunakan pendekatan teknologi yang akrab dengan dunia mereka. Pendampingan pun harus lebih personal dan konsisten.

IPM juga perlu menjadikan media sosial sebagai bagian dari strategi perkaderan. Pelajar zaman sekarang banyak belajar dan terinspirasi dari konten digital. Maka, konten-konten ke-IPM-an yang edukatif, menyentuh, dan inspiratif harus diperbanyak. Kader harus mampu hadir di ruang-ruang digital untuk menyapa, membina, dan menginspirasi sesama pelajar.

Selain itu, perlu ditekankan bahwa menjadi kader IPM bukanlah tentang jabatan semata, melainkan tentang nilai, visi, dan aksi nyata. Kader IPM adalah pelajar yang siap menjadi agen perubahan, baik di sekolah, masyarakat, maupun dalam dunia digital. Untuk itu, proses pendampingan harus diarahkan tidak hanya pada aspek kepemimpinan organisasi, tetapi juga pada pembentukan karakter, kecakapan abad 21, serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Jadi kesimpulannya, “Era serba ada”menjadi alarm untuk kita para aktivis IPM,perlu sekali kita merumuskan dan menyajikan perkaderan yang relevan dengan saat ini. Merubah pandangan,Era serba ada menjadi sebuah peluang.Tugas organisasi menjadi semakin mudah dan menarik. Ini hanya perlu disikapi secara kolektif.

Dengan semangat tajdid (pembaruan) dan ruh perjuangan Muhammadiyah, IPM harus terus menyalakan obor perkaderan, tidak hanya untuk menjaga eksistensi organisasi, tetapi untuk membentuk pelajar yang beriman, berilmu, dan beraksi. Di tengah arus perubahan zaman yang deras, IPM ditantang untuk menjadi pelita yang menerangi jalan para pelajar menuju masa depan yang lebih baik.

Perkaderan IPM bukan sekadar rutinitas, tetapi napas perjuangan. Maka, mari kita jaga agar napas ini tidak pernah padam. Perkaderan IPM harus terus menyala disetiap lini pimpinan, Ranting hingga Pusat! IPM Jaya!

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ustaz Fathurrahman Kamal: Memaknai Islam Berkemajuan (1)

    Ustaz Fathurrahman Kamal: Memaknai Islam Berkemajuan (1)

    • calendar_month Minggu, 21 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Oleh: Fathurrahman Kamal Bersama Pak Konjen RI di Jeddah, @yusron_motret (Bapak Yusron B. Ambary) kami turut menyemarakkan Musycab teman-teman PCIM Kerajaan Arab Saudi di Kota Suci Makkah, Jum’at malam, 12/1/2024. Saya menggarisbawahi tentang visi dakwah kosmopolitan Muhammadi- yah yg tertera pada “Risalah Islam Berkemajuan”, hasil Muktamar Muhammadiyah Ke-48 di Solo. Diksi “berkemajuan” pada Islam yg diarus-utamakan […]

  • Pendakian Bernilai Edukasi, HW UMS Gelar Giri Wana Education Trip di Gunung Merbabu

    Pendakian Bernilai Edukasi, HW UMS Gelar Giri Wana Education Trip di Gunung Merbabu

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Boyolali, 10 Juli 2026 – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Giri Wana Education Trip to Merbabu yang diselenggarakan pada 8–10 Juli 2026. Mengusung tema “Bukan Hanya Mendaki, Tapi Juga Mengedukasi”, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang memadukan petualangan alam dengan aksi nyata […]

  • Milad ke-46 Malimpa, Film Dokumenter “Djajo” Diputar di UMS: Angkat Sosok Humanis Pecinta Alam yang Menginspirasi

    Milad ke-46 Malimpa, Film Dokumenter “Djajo” Diputar di UMS: Angkat Sosok Humanis Pecinta Alam yang Menginspirasi

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dalam rangka Milad ke-46, Mahasiswa Muslim Pecinta Alam (Malimpa) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pemutaran film dokumenter berjudul “Djajo”. Film ini merupakan bentuk penghormatan kepada almarhum Bang Djajo, sosok ikonik dalam dunia pecinta alam yang dikenal luas karena dedikasinya terhadap kegiatan sosial, kemanusiaan, dan spiritualitas. Ketua Steering Committee Milad ke-46 Malimpa, Yuzzri […]

  • Wadah sekaligus Pemberdayaan Mualaf, LDK Muhammadiyah Luncurkan Program Mualaf Learning Center di Kota Subulussalam, Aceh

    Wadah sekaligus Pemberdayaan Mualaf, LDK Muhammadiyah Luncurkan Program Mualaf Learning Center di Kota Subulussalam, Aceh

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 172
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Subulussalam, Aceh – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan program Mualaf Learning Center (MLC) di Kota Subulussalam, Aceh sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan bagi para mualaf pada Hari Ahad, 15 Desember 2024. Kegiatan ini diselenggarakan di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Subulussalam, Aceh, yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan […]

  • Lazismu dan BCA Jalin Kerja Sama Permudah Pembayaran Zakat, Infaq, dan Shadaqah Lewat MyBCA

    Lazismu dan BCA Jalin Kerja Sama Permudah Pembayaran Zakat, Infaq, dan Shadaqah Lewat MyBCA

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam pengembangan sistem pembayaran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui aplikasi MyBCA. Seremoni penandatanganan kerja sama ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, dihadiri oleh Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, Presiden […]

  • Melawan Politik Tanpa Etika: IMM Perkuat Fondasi Ideologi Kader di IDEOPOLITOR 2026

    Melawan Politik Tanpa Etika: IMM Perkuat Fondasi Ideologi Kader di IDEOPOLITOR 2026

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 86
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, TASIKMALAYA — Di tengah dinamika politik nasional yang kian pragmatis serta melemahnya nilai-nilai ideologis dalam kehidupan publik, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya menjadi penonton sejarah. Tantangan tersebut semakin kompleks ketika politik kerap dipersepsikan secara sempit sebagai sekadar perebutan kekuasaan, sehingga menjauhkan generasi muda dari ruang-ruang strategis pengambilan kebijakan. Merespons kondisi tersebut, PC IMM Kabupaten Tasikmalaya […]

expand_less