Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Maknai Keimanan dan Keadilan, UMS Gelar Kajian Tafsir dalam Perspektif Surat Al-Ma’arij

Maknai Keimanan dan Keadilan, UMS Gelar Kajian Tafsir dalam Perspektif Surat Al-Ma’arij

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Kajian Tafsir rutin yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.I., dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Agama Islam (FAI) UMS sebagai pemateri utama.

Dalam kajian itu, Ainur membedah makna mendalam dari Surat Al-Ma’arij, khususnya pada bagian ketiga. Ia menekankan bahwa surat ini memuat pesan penting terkait kondisi kejiwaan manusia, baik yang kafir maupun mukmin, serta solusi spiritual untuk menghadapinya.

“Surat Al-Ma’arij ini unik, karena membahas sifat-sifat orang kafir, seperti berkeluh kesah dan mudah sedih, yang ternyata juga bisa hinggap pada orang mukmin. Solusinya adalah kembali kepada salat, zakat, dan kontribusi sesuai kemampuan,” terang Ainur, Jumat (1/8).

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa keadilan dalam Islam dapat ditegakkan oleh siapa saja sesuai bidangnya. Jika memiliki ilmu, tegakkan dengan ilmu. Jika memiliki tenaga, bantu dengan tenaga. Dosen, hakim, maupun pemimpin, semuanya memiliki peran dalam menegakkan keadilan.

Pada bagian kajian ayat ke-36 dan 37, Ainur menyoroti fenomena orang-orang kafir yang mendatangi Nabi Muhammad SAW. secara berkelompok. Menurutnya, tindakan tersebut mencerminkan kontradiksi dalam logika mereka.

“Mereka tidak percaya hari pembalasan, tapi justru datang mengejek dan memprotes wahyu. Ini menandakan bahwa sebenarnya di alam bawah sadar, mereka mengakui kebenaran, tapi akalnya dibutakan nafsu,” jelasnya.

Kajian juga menyinggung bagaimana orang-orang kafir kerap menyamakan kenikmatan dunia dengan jaminan kenikmatan akhirat. Mereka (orang-orang kafir) menyangka kekayaan dan jabatan adalah bukti bahwa Allah memihak mereka. Padahal menurut Ainur, ukuran kemuliaan dalam Islam bukan pada harta, tapi pada keimanan.

Dosen UMS itu juga mengkritisi perilaku masyarakat yang memuliakan status sosial dunia secara berlebihan, bahkan hingga ke urusan kematian.

“Kuburan yang mewah tidak berarti apa-apa di sisi Allah. Yang penting adalah amal jariyah dan keimanan semasa hidup,” tambahnya.

Kajian dilanjutkan dengan pembahasan ayat ke-40 hingga 44, yang menggambarkan kekuasaan Allah mengganti kaum kafir dengan kaum yang lebih taat. Menurut Ainur, ini adalah peringatan keras bahwa keistimewaan dunia tidak menjamin tempat di akhirat jika tidak dibarengi keimanan dan amal saleh.

“Allah bersumpah dengan kekuasaan-Nya atas timur dan barat. Sumpah ini menunjukkan betapa seriusnya Allah menolak logika keliru orang kafir yang merasa paling layak masuk surga,” tegasnya.

Ainur juga membahas pentingnya menyadari asal-usul manusia. Al-Qur’an mengingatkan bahwa manusia diciptakan dari sesuatu yang hina, yaitu air mani.

“Jadi apa yang disombongkan? Kemuliaan hanya datang dari iman, bukan dari status duniawi,” tandasnya.

Di akhir kajian, disampaikan bahwa hari kebangkitan akan menjadi hari kehinaan bagi orang-orang kafir. Mereka akan bangkit dari kubur dalam keadaan hina dan penuh debu, berlari seperti belalang yang terbangun dari tanah, tertunduk dan takut akan azab yang dulu mereka ingkari.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta, Agus Budi Wahyudi, mengajukan pertanyaan tentang bagaimana menghadapi orang kafir yang sebenarnya paham kebenaran namun tetap menolak. Ainur menjawab bahwa tugas umat Islam adalah menunjukkan akhlak karimah dan menjadi representasi kebaikan Islam di masyarakat.

“Kita mungkin tidak bisa mengubah semua takdir, tapi kita bisa memilih untuk menjadi pribadi yang memperjuangkan peradaban Islam. Setiap tindakan kecil bisa menjadi bagian dari dakwah,” pungkasnya.

Kegiatan kajian yang telah terlaksana pada Kamis (31/7) itu menjadi pengingat penting bagi sivitas akademika UMS untuk terus memperkuat keimanan dan menjadikan ilmu sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (Yusuf/Humas)

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengaji Seraya Bermain, Anak Difabel Rasakan Kehangatan Dakwah Muhammadiyah

    Mengaji Seraya Bermain, Anak Difabel Rasakan Kehangatan Dakwah Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta Barat – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menggelar kegiatan pembinaan rutin di komunitas difabel, yang berlokasi di Rawa Buaya, Jakarta Barat. Program ini merupakan bagian dari dakwah komunitas yang dilaksanakan setiap hari Sabtu, dengan fokus pada pendampingan spiritual, edukatif, dan sosial bagi anak-anak disabilitas. Dalam kegiatan pada Sabtu, 19 Juli […]

  • The Wincleo Casino Blog’s – Insights Announcements and Developments

    The Wincleo Casino Blog’s – Insights Announcements and Developments

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 63
    • 0Komentar

    We created this blog as a single place where you can end the confusion and start understanding how online casino entertainment truly functions. Instead of a parade of promotional headlines, we examine the logic behind game choices, payment systems, and platform changes. We encompass the whole Wincleo Casino experience, from the math that drives slot […]

  • Fathan Faris Saputro Terbitkan Buku “Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi”

    Fathan Faris Saputro Terbitkan Buku “Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi”

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lamongan – Penulis muda Fathan Faris Saputro, kelahiran 28 Februari 2000, kembali melahirkan karya terbaru bertajuk Dahsyatnya Surah Yusuf: Strategi Hidup dari Seorang Nabi, yang diterbitkan oleh Selfietera Indonesia. Buku ini menghadirkan kajian mendalam tentang kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam sebagai sumber inspirasi dan strategi dalam menghadapi tantangan hidup. Sebelumnya, Faris telah menerbitkan buku […]

  • Mahasantri Pondok Shabran UMS Dampingi Warga Turan Amis Kalimantan Tengah dalam Pengajian Rutin

    Mahasantri Pondok Shabran UMS Dampingi Warga Turan Amis Kalimantan Tengah dalam Pengajian Rutin

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Masyarakat di kawasan transmigrasi daerah 3T, tepatnya di Desa Turan Amis, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, terus menunjukkan semangat keagamaan dengan menggelar pengajian rutin setiap Senin. Sejak sore, warga dari berbagai usia sudah memenuhi mushala desa sambil membawa Al-Qur’an dan kitab pegangan. Pengajian kembali digelar dengan fokus kajian pada […]

  • Tim RisetMu UMS Edukasi Ketahanan Pangan bagi ‘Petani Cilik’ melalui AgroSchooling

    Tim RisetMu UMS Edukasi Ketahanan Pangan bagi ‘Petani Cilik’ melalui AgroSchooling

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana berbeda terlihat di TK Aisyiyah Banyudono, Boyolali. Puluhan anak-anak tampak asyik bermain tanah dan bibit tanaman. Rupanya, mereka sedang mengikuti program AgroSchooling yang digagas oleh tim pengabdian masyarakat RisetMu dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id. Program yang dipimpin oleh Dinda Safitri Ramadhani, S.T., M.Eng., ini hadir untuk mengenalkan “Literasi Hijau” atau […]

  • Gus Bach: Kader Diaspora adalah Duta dan Jembatan Peradaban Muhammadiyah

    Gus Bach: Kader Diaspora adalah Duta dan Jembatan Peradaban Muhammadiyah

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 107
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menutup kegiatan Coaching Instruktur Pendamping Perkaderan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) wilayah “Asia Pasifik dan Mediterania” (Maroko, Libya, Thailand, dan Mesir) pada Kamis (4/7). Acara yang berlangsung secara daring melalui _zoom meeting_ ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan gerak […]

expand_less