Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Guru Juga Berhak Sejahtera

Guru Juga Berhak Sejahtera

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 47
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID,- Beberapa waktu lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan pernyataan Menteri Agama yang menyebut, “kalau mencari uang jangan jadi guru, tapi jadilah pedagang.” Ucapan singkat itu langsung menimbulkan banyak reaksi, terutama dari kalangan pendidik. Bagi sebagian orang, kalimat tersebut terdengar seperti nasihat agar guru tidak semata-mata berorientasi pada materi. Namun bagi banyak guru, ucapan itu terasa menyakitkan, karena seolah-olah profesi guru identik dengan kemiskinan dan hanya sekadar pengabdian.

Sebagai seorang guru, saya memandang bahwa masalah ini tidak mungkin terjadi. Guru bukan sekedar pengabdi, tapi juga seorang profesional. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 dengan jelas menyatakan guru adalah profesi. Artinya, ada standar kompetensi, kode etik, dan tanggung jawab besar yang harus dipenuhi. Guru dituntut untuk selalu belajar, menguasai teknologi, memahami psikologi anak, bahkan ikut serta dalam pembangunan karakter bangsa. Jika semua itu dituntut dengan serius, wajar rasanya bila guru juga berharap mendapat penghargaan berupa kesejahteraan yang layak.

Di sisi lain, benar adanya bahwa menjadi guru tidak bisa hanya dipandang sebagai pekerjaan biasa. Ada ruh pengabdian yang menyertainya. Guru adalah teladan. Ki Hajar Dewantara pernah berpesan, “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” Seorang guru tidak hanya mengajar, tetapi menjadi panutan, penyemangat, dan pendorong bagi murid-muridnya. Namun, pengabdian tidak dapat dijadikan alasan untuk membiarkan guru hidup serba kekurangan. Serupa dengan kata Buya Hamka, “Kalau hidup hanya sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja hanya sekedar bekerja, kera juga bekerja.” Jadi, mengajar adalah kerja peradaban, yang menuntut profesionalitas sekaligus pengabdian.

Pernyataan yang menyuruh guru “jangan mencari uang” sebenarnya bisa menimbulkan stigma lama: bahwa guru memang harus rela miskin. Padahal, kesejahteraan guru adalah kunci utama bagi keberhasilan pendidikan. Bagaimana mungkin seorang guru bisa mendidik secara total jika ia masih harus memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan dasar keluarganya? Alih-alih mengingatkan guru untuk ikhlas berkorban, lebih baik negara menghadirkan kebijakan yang adil: memperhatikan nasib guru yang terhormat, memberikan izin dengan tepat, dan memberi penghargaan sesuai jerih payahnya.

Pada akhirnya, profesi guru memang memiliki dua sisi: profesi dan pengabdian. Tidak bisa dipisahkan, tidak bisa dipertentangkan. Sejahtera tidak mengurangi pengabdian, dan mengabdi tidak berarti menolak kesejahteraan. Justru, kesejahteraan yang layak akan menjadikan guru lebih tulus, lebih fokus, dan lebih mampu mendidik generasi penerus bangsa.

Pernyataan singkat seorang pejabat mungkin mudah terlontar, tetapi dampaknya bisa melukai hati banyak guru. Oleh karena itu, kita perlu memperbaiki cara pandang. Guru adalah tenaga profesional sekaligus pengabdi bangsa. Menghormati guru berarti menyejahterakan mereka, sebab tanpa guru yang sejahtera, mustahil kita melahirkan generasi yang unggul.

Penulis: Khosiyatika, M.Pd

Ketua Bidang IMMawati Jawa Tengah, dengan keseharian menjadi guru di SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga

Editor : Al Fadhlil Raihan Yunan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konkret Gerakan, IMM Sukoharjo Lakukan Penanaman Pohon

    Konkret Gerakan, IMM Sukoharjo Lakukan Penanaman Pohon

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 194
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sukoharjo berkolaborasi dan bersinergi dengan LH DPD IMM Jateng untuk melakukan penanaman 100 bibit pohon. Agenda penghijauan itu dilakukan dalam upaya pelestarian lingkungan (4/8/2024). Izzul Khaq selaku Ketua Umum IMM Cabang Sukoharjo menuturkan bahwa fenomena climate change kian terasa dan semakin mengerikan jika kita mengetahui dampaknya. Ia […]

  • Wamendikdasmen Fajar Berkunjung ke SMA PGRI Plus Mnenalete , SMA Pembuat Mobil Listrik di Timor Tengah Selatan

    Wamendikdasmen Fajar Berkunjung ke SMA PGRI Plus Mnenalete , SMA Pembuat Mobil Listrik di Timor Tengah Selatan

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 184
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kupang  – Setelah pertemuan dengan pemerintah Nusa Tenggara Timur bertajuk “Mendikdasmen Mendengar Cerita Pendidikan di NTT” di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) (5/12/2024), Wamen Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq langsung menuju ke SMA PGRI Plus Mnenalete, Timor Tengah Selatan (TTS), dengan menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam dari Kota Kupang. Ada yang spesial […]

  • FKIP Sabet Gelar Juara Voli Putri di HUT UMS ke-67

    FKIP Sabet Gelar Juara Voli Putri di HUT UMS ke-67

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menyabet gelar juara dalam pertandingan bola voli putri yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 UMS tahun 2025. Pertandingan bola voli putri ini diikuti oleh sejumlah tim dari fakultas dan unit di lingkungan UMS. Salah satu tim yang […]

  • PC IMM Kabupaten Blora melauncing Griya Ta’awun sebagai basis Pergerakan

    PC IMM Kabupaten Blora melauncing Griya Ta’awun sebagai basis Pergerakan

    • calendar_month Minggu, 2 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 186
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Blora – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Blora melauncing Grand Desain Perkaderan Griya Ta’awun. Griya Ta’awun sendiri terdiri dari 2 kata Griya dan Ta’awun, Griya yang artinya rumah dan Ta’awun adalah tolong menolong. Rumah yang dimaksud disini mengacu pada rumah Allah, dimana hamba akan dinaikkan derajatnya apabila beriman dan berilmu. Kegiatan Griya Ta’awun […]

  • Edukasi Melalui Film Animasi Jumbo, Kaprodi PG-PAUD UMS Soroti Nilai Moral dan Imajinasi Anak Usia Dini

    Edukasi Melalui Film Animasi Jumbo, Kaprodi PG-PAUD UMS Soroti Nilai Moral dan Imajinasi Anak Usia Dini

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Film animasi “Jumbo” yang saat ini tengah ramai dibicarakan publik telah melampaui 9 juta penonton. Film ini mendapatkan sorotan positif dari akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kaprodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) UMS, Dr. Junita Dwi Wardhani, M.Ed., menilai film ini sarat nilai edukatif dan sangat cocok ditonton oleh anak-anak, […]

  • Musycab IMM Samarinda, Ketum DPD IMM Kaltim: Kader IMM Harus Terus Merawat Nalar Kritis

    Musycab IMM Samarinda, Ketum DPD IMM Kaltim: Kader IMM Harus Terus Merawat Nalar Kritis

    • calendar_month Sabtu, 27 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 300
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Samarinda – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Samarinda gelar Musyawarah Cabang (Musycab) ke XVI. Musycab bertajuk “Membangkitkan Jiwa Kepemimpinan Dalam Mengembangkan Sikap Kritis Yang Bertanggungjawab dan Beretika”, berlangsung di Kota Samarinda pada Sabtu (27/7/2024) Musycab dibuka oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Kaltim Andri Rifandi. Turut dihadiri kader IMM […]

expand_less