Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sehari Menjadi Apoteker, Siswa-Siswi SD Muhammadiyah Trayu Belajar Meracik Obat dan Memilih Jajanan Sehat

Sehari Menjadi Apoteker, Siswa-Siswi SD Muhammadiyah Trayu Belajar Meracik Obat dan Memilih Jajanan Sehat

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Ali Muthahari, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Indonesia

Suasana berbeda terasa di SD Muhammadiyah Trayu pada Rabu pagi itu. Anak-anak berseragam putih merah tampak antusias memainkan peran baru: bukan lagi sebagai murid, melainkan sebagai seorang apotekar. Mereka belajar meracik obat, mengenali jenis-jenisnya, hingga memilah makanan sehat dan tidak sehat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Apotekar Cilik”, sebuah inisiatif edukasi yang diorkestrai oleh mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII).

Program ini bertujuan memperkenalkan profesi apoteker kepada anak-anak sejak usia dini. Nadia, salah satu mahasiswa pelaksana kegiatan, menuturkan bahwa masih banyak masyarakat—terutama anak-anak—yang menganggap apoteker hanya sebatas orang yang menjual obat di apotek. “Padahal tugas apoteker lebih luas, mulai dari memastikan keamanan obat, menjelaskan cara penggunaan, sampai memberikan edukasi tentang kesehatan,” jelasnya.

Menurut Nadia, memperkenalkan profesi apoteker sejak bangku sekolah dasar penting untuk membuka wawasan anak-anak. “Kalau dari kecil sudah tahu, mereka bisa menghargai apoteker peran, bahkan kelak ada yang tertarik melanjutkan studi di bidang farmasi,” tambahnya.

Dalam kegiatan Apotekar Cilik ini, terdapat tiga materi utama. Pertama, pengenalan profesi apoteker serta pengetahuan umum tentang obat. Anak-anak diajak memahami berbagai golongan obat seperti obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, narkotik, dan jamu. “Ini pengetahuan umum yang seharusnya diketahui sejak dini, misalnya obat bebas boleh dibeli tanpa resep, sementara obat keras harus dengan resep dokter. Jadi mereka tahu mana yang bisa digunakan secara mandiri dan mana yang berbahaya jika sembarangan,” jelas Nadia.

Materi kedua adalah edukasi tentang jajanan sehat. Berdasarkan hasil observasi, banyak siswa SD yang belum bisa membedakan makanan sehat dan tidak sehat. Oleh karena itu, mahasiswa farmasi UII menilai penting untuk memberi pemahaman sejak awal. “Kan mereka masih anak-anak, jadi kami ingin menumbuhkan kesadaran agar bisa memilih makanan yang baik untuk kesehatan,” lanjut Nadia.

Materi terakhir adalah roleplay atau bermain peran. Anak-anak diberikan kesempatan untuk menanamkan langsung aktivitas sederhana seorang apoteker, seperti menggerus obat, mencampurnya, dan memasukkannya ke dalam kapsul. Dengan cara ini, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan pengalaman nyata menjadi apoteker.

Kepala SD Muhammadiyah Trayu, Muhammad Fathurrohman, menyambut baik program yang diinisiasi oleh mahasiswi Farmasi UII ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk menanamkan pengetahuan dasar sekaligus memperluas wawasan siswa.

“Harapan saya, sejak SD anak-anak sudah mulai terlatih dan dikenalkan profesi apoteker serta dasar-dasar farmasi. Ke depan, ketika mereka sudah di jenjang lebih tinggi, bisa lebih serius mendalami bidang ini. Bahkan kalau di SMA sudah memilih jurusan, mereka yang berbakat bisa diarahkan ke bidang farmasi,” ujarnya.

Menurut Fathurrohman, program seperti ini juga dapat membantu sekolah dalam memberikan variasi pembelajaran. Siswa tidak hanya belajar dari buku teks, tetapi juga mendapat pengalaman langsung melalui praktik. “Kegiatan ini membuat anak-anak lebih semangat karena mereka merasa terlibat, bukan sekedar mendengarkan ceramah. Jadi ada aspek learning by doing yang kuat,” tambahnya.

Anak-anak tampak gembira saat mencoba peran baru mereka. Dengan wajah penuh rasa ingin tahu, mereka menggiling tablet, memasukkan bubuk obat ke kapsul, lalu menutupnya dengan hati-hati. Bagi mereka, pengalaman ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membuka wawasan baru tentang dunia kesehatan.

Selain itu, ketika ditampilkan gambar-gambar jajanan sehai dan tidak sehat, para siswa pun aktif menebak dan berdiskusi. Ada yang menyebutkan permen, gorengan, dan minuman berwarna sebagai makanan tidak sehat, sementara buah, susu, dan makanan bergizi tinggi disebut sebagai pilihan yang lebih baik. Dari sini terlihat bahwa metode penyampaian yang interaktif mampu membuat mereka cepat memahami materi.

Bagi mahasiswa Farmasi UII, kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Mereka tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan nyata untuk memberi dampak positif.
“Yang paling penting, anak-anak jadi tahu apoteker bukan hanya menjual obat. Mereka juga paham bahwa menjaga kesehatan itu penting, baik dari cara minum obat maupun memilih makanan yang dikonsumsi,” pungkas Nadia.

Redaksi : Al Fadhlil Raihan Yunan

 

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKN FIK UMS Edukasi Hipertensi dan Gelar Cek Kesehatan Gratis

    KKN FIK UMS Edukasi Hipertensi dan Gelar Cek Kesehatan Gratis

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 19 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program edukasi hipertensi dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, 22-23 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi yang […]

  • Konsisten Berprestasi, SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Tembus Dua Besar di Balikpapan

    Konsisten Berprestasi, SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Tembus Dua Besar di Balikpapan

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Balikpapan — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin Balikpapan. Berdasarkan data resmi yang dirilis melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), sekolah ini berhasil menempati posisi kedua sebagai sekolah dengan jumlah peserta didik berprestasi terbanyak di Kota Balikpapan dengan total 101 prestasi […]

  • Bullying Bukan Bakat, Tapi Perilaku yang Dipelajari: Sebuah Tinjauan Behavioristik

    Bullying Bukan Bakat, Tapi Perilaku yang Dipelajari: Sebuah Tinjauan Behavioristik

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Oleh: Annisa Nur Rohmah, Mahasiswa Aktif Magister Sains Psikologi UMS Di balik senyum anak yang terlihat datar, sering kali menyembunyikan luka yang mendalam akibat terjadinya bullying. Hal tersebut memang tidak selalu terlihat secara fisik namun meninggalkan luka yang tidak dapat terlihat oleh kasat mata pula, meskipun hal ini dapat lebih menghancurkan psikologis anak melalui mental […]

  • UMS Lepas Tim Mahasiswa Berlaga di Kompetisi Jembatan Indonesia dan Abdidaya Ormawa 2026

    UMS Lepas Tim Mahasiswa Berlaga di Kompetisi Jembatan Indonesia dan Abdidaya Ormawa 2026

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Faisal Dwi Rifqi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID,SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melepas delegasi mahasiswa yang akan berkompetisi dalam Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Abdidaya Ormawa 2026. Pelepasan ini menjadi bentuk dukungan universitas terhadap pengembangan prestasi mahasiswa sekaligus upaya memperkuat reputasi UMS di tingkat nasional.   Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UMS, Prof. Dr. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan […]

  • Darul Arqam Madya IMM AR Fakhruddin: Momentum Peneguhan Ideologi dan Transformasi Kader

    Darul Arqam Madya IMM AR Fakhruddin: Momentum Peneguhan Ideologi dan Transformasi Kader

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    KABARMU.ID, YOGYAKARTA — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) AR Fakhruddin Kota Yogyakarta secara resmi membuka kegiatan Darul Arqam Madya (DAM) 2025 dengan mengusung tema “Aktualisasi Ideologi sebagai Basis Gerakan Sosial IMM.” Kegiatan ini dibuka melalui Studium Generale yang berlangsung di Aula Drupadi, BBPPMPV DIY, pada Rabu (15/10). Kegiatan Darul Arqam Madya ini diselenggarakan […]

  • LDK PPM dan LPO PPM Berkolaborasi Bangun Dakwah Komunitas Olahraga

    LDK PPM dan LPO PPM Berkolaborasi Bangun Dakwah Komunitas Olahraga

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib mengajak kepada Bikers Muhammadiyah (BikesMu) untuk bergerak stimultan menjalankan dakwah komunitas. Demikian disampaikan saat Pengukuhan PP BikersMu periode 2025-2027, Ahad (19/10) di Aula Kampus Induk Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. “Intinya bagaimana dakwah itu bisa terus berjalan. Bahwa walaupun BikersMu bagian dari olahraga, tapi itu juga merupakan […]

expand_less