Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sehari Menjadi Apoteker, Siswa-Siswi SD Muhammadiyah Trayu Belajar Meracik Obat dan Memilih Jajanan Sehat

Sehari Menjadi Apoteker, Siswa-Siswi SD Muhammadiyah Trayu Belajar Meracik Obat dan Memilih Jajanan Sehat

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Ali Muthahari, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Indonesia

Suasana berbeda terasa di SD Muhammadiyah Trayu pada Rabu pagi itu. Anak-anak berseragam putih merah tampak antusias memainkan peran baru: bukan lagi sebagai murid, melainkan sebagai seorang apotekar. Mereka belajar meracik obat, mengenali jenis-jenisnya, hingga memilah makanan sehat dan tidak sehat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Apotekar Cilik”, sebuah inisiatif edukasi yang diorkestrai oleh mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII).

Program ini bertujuan memperkenalkan profesi apoteker kepada anak-anak sejak usia dini. Nadia, salah satu mahasiswa pelaksana kegiatan, menuturkan bahwa masih banyak masyarakat—terutama anak-anak—yang menganggap apoteker hanya sebatas orang yang menjual obat di apotek. “Padahal tugas apoteker lebih luas, mulai dari memastikan keamanan obat, menjelaskan cara penggunaan, sampai memberikan edukasi tentang kesehatan,” jelasnya.

Menurut Nadia, memperkenalkan profesi apoteker sejak bangku sekolah dasar penting untuk membuka wawasan anak-anak. “Kalau dari kecil sudah tahu, mereka bisa menghargai apoteker peran, bahkan kelak ada yang tertarik melanjutkan studi di bidang farmasi,” tambahnya.

Dalam kegiatan Apotekar Cilik ini, terdapat tiga materi utama. Pertama, pengenalan profesi apoteker serta pengetahuan umum tentang obat. Anak-anak diajak memahami berbagai golongan obat seperti obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, narkotik, dan jamu. “Ini pengetahuan umum yang seharusnya diketahui sejak dini, misalnya obat bebas boleh dibeli tanpa resep, sementara obat keras harus dengan resep dokter. Jadi mereka tahu mana yang bisa digunakan secara mandiri dan mana yang berbahaya jika sembarangan,” jelas Nadia.

Materi kedua adalah edukasi tentang jajanan sehat. Berdasarkan hasil observasi, banyak siswa SD yang belum bisa membedakan makanan sehat dan tidak sehat. Oleh karena itu, mahasiswa farmasi UII menilai penting untuk memberi pemahaman sejak awal. “Kan mereka masih anak-anak, jadi kami ingin menumbuhkan kesadaran agar bisa memilih makanan yang baik untuk kesehatan,” lanjut Nadia.

Materi terakhir adalah roleplay atau bermain peran. Anak-anak diberikan kesempatan untuk menanamkan langsung aktivitas sederhana seorang apoteker, seperti menggerus obat, mencampurnya, dan memasukkannya ke dalam kapsul. Dengan cara ini, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan pengalaman nyata menjadi apoteker.

Kepala SD Muhammadiyah Trayu, Muhammad Fathurrohman, menyambut baik program yang diinisiasi oleh mahasiswi Farmasi UII ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk menanamkan pengetahuan dasar sekaligus memperluas wawasan siswa.

“Harapan saya, sejak SD anak-anak sudah mulai terlatih dan dikenalkan profesi apoteker serta dasar-dasar farmasi. Ke depan, ketika mereka sudah di jenjang lebih tinggi, bisa lebih serius mendalami bidang ini. Bahkan kalau di SMA sudah memilih jurusan, mereka yang berbakat bisa diarahkan ke bidang farmasi,” ujarnya.

Menurut Fathurrohman, program seperti ini juga dapat membantu sekolah dalam memberikan variasi pembelajaran. Siswa tidak hanya belajar dari buku teks, tetapi juga mendapat pengalaman langsung melalui praktik. “Kegiatan ini membuat anak-anak lebih semangat karena mereka merasa terlibat, bukan sekedar mendengarkan ceramah. Jadi ada aspek learning by doing yang kuat,” tambahnya.

Anak-anak tampak gembira saat mencoba peran baru mereka. Dengan wajah penuh rasa ingin tahu, mereka menggiling tablet, memasukkan bubuk obat ke kapsul, lalu menutupnya dengan hati-hati. Bagi mereka, pengalaman ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membuka wawasan baru tentang dunia kesehatan.

Selain itu, ketika ditampilkan gambar-gambar jajanan sehai dan tidak sehat, para siswa pun aktif menebak dan berdiskusi. Ada yang menyebutkan permen, gorengan, dan minuman berwarna sebagai makanan tidak sehat, sementara buah, susu, dan makanan bergizi tinggi disebut sebagai pilihan yang lebih baik. Dari sini terlihat bahwa metode penyampaian yang interaktif mampu membuat mereka cepat memahami materi.

Bagi mahasiswa Farmasi UII, kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Mereka tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan nyata untuk memberi dampak positif.
“Yang paling penting, anak-anak jadi tahu apoteker bukan hanya menjual obat. Mereka juga paham bahwa menjaga kesehatan itu penting, baik dari cara minum obat maupun memilih makanan yang dikonsumsi,” pungkas Nadia.

Redaksi : Al Fadhlil Raihan Yunan

 

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jarak Antara Nilai dan Realitas dalam Tubuh Ikatan

    Jarak Antara Nilai dan Realitas dalam Tubuh Ikatan

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Oleh: Teguh Jairyanur Akbar, Ketua Umum IMM FEB UMS “Il n’y a pas des sots si incommodes que ceux qui ont de l’esprit – Tidak ada orang bodoh yang menyulitkan daripada yang punya sedikit akal” -Sherlock Holmes Dengan menyebut nama Allah. Tuhan segala alam yang menentukan awal dan yang menggariskan akhir. Dengan ini, kami persembahkan […]

  • Wujud Nyata Jaga Bumi, Tim Pengabdian UMS Ubah Sampah Jadi Berkah Lewat Kompos dan Bank Sampah

    Wujud Nyata Jaga Bumi, Tim Pengabdian UMS Ubah Sampah Jadi Berkah Lewat Kompos dan Bank Sampah

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan pembuatan kompos dan pengelolaan bank sampah di Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (29/8). Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Yulia Maftuhah Hidayatai, M.Pd., dengan anggota tim Dr. Muhammad Noor Kholid, M.Pd., Dra. Ratnasari Diah Utami, M.Si., Ika Candra Sayekti, M.Pd., […]

  • PWM Kaltim Mantapkan Ideologi Islam Berkemajuan dalam Pengajian Pimpinan

    PWM Kaltim Mantapkan Ideologi Islam Berkemajuan dalam Pengajian Pimpinan

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Samarinda  – Dalam rangka meneguhkan ideologi dan semangat tajdid di tubuh persyarikatan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur (PWM Kaltim) kembali melaksanakan Pengajian Pimpinan pada Sabtu (18/10/2025) bertempat di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Sabtu pekan ketiga ini menghadirkan penceramah utama Drs. K.H. Muhammad Haiban, Wakil Ketua PWM Kaltim bidang […]

  • SUMU Malang Raya Dorong Digitalisasi Usaha Lewat Bootcamp AI 

    SUMU Malang Raya Dorong Digitalisasi Usaha Lewat Bootcamp AI 

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, MALANG (28/8/25) – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Malang Raya resmi meluncurkan program unggulan bertajuk #SinauMbois AI Bootcamp, sebuah inisiatif pelatihan intensif selama enam bulan yang dirancang untuk mempercepat transformasi digital para pelaku usaha Muhammadiyah. Program ini digelar di Malang Creative Center dan menjadi bagian dari implementasi roadmap SUMU Malang Raya 2025, yang menekankan pada […]

  • Muhammadiyah Kaltim Audiensi dengan Bupati Kutim Bahas Pendidikan hingga Kesehatan

    Muhammadiyah Kaltim Audiensi dengan Bupati Kutim Bahas Pendidikan hingga Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 20
    • 0Komentar

    SANGATTA — Komitmen memperkuat sinergi pembangunan daerah kembali ditegaskan dalam silaturahim dan audiensi antara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur di Kantor Bupati Kutai Timur, Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (13/5/2026). Pertemuan tersebut dihadiri langsung Ketua PWM Kaltim KH Siswanto bersama jajaran, PWA Kaltim, PW IPM, beserta rombongan dan Jajaran PDM Kutim, […]

  • Buka Rakornas LDK PP, Haedar Nashir Dorong Dakwah Komunitas Muhammadiyah Lebih Mikro dan Kontekstual

    Buka Rakornas LDK PP, Haedar Nashir Dorong Dakwah Komunitas Muhammadiyah Lebih Mikro dan Kontekstual

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SEMARANG — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi kader dan aktivis Muhammadiyah untuk takut berkompetisi dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, kompetisi yang sehat justru menjadi bagian dari dinamika dakwah dan pembaruan Muhammadiyah. Hal itu disampaikan Haedar saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga […]

expand_less