Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Buka Rakornas LDK PP, Haedar Nashir Dorong Dakwah Komunitas Muhammadiyah Lebih Mikro dan Kontekstual

Buka Rakornas LDK PP, Haedar Nashir Dorong Dakwah Komunitas Muhammadiyah Lebih Mikro dan Kontekstual

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SEMARANG — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi kader dan aktivis Muhammadiyah untuk takut berkompetisi dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, kompetisi yang sehat justru menjadi bagian dari dinamika dakwah dan pembaruan Muhammadiyah. Hal itu disampaikan Haedar saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

“Tidak perlu takut berkompetisi di Muhammadiyah, karena Ketua Umumnya tidak terlibat,” ujar Haedar disambut tepuk tangan peserta Rakornas. Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa Muhammadiyah dibangun di atas sistem kolektif-kolegial, bukan dominasi personal atau kepentingan kelompok tertentu.

Rakornas LDK PP Muhammadiyah yang kedua ini memiliki makna tersendiri. Selain menjadi forum konsolidasi dakwah komunitas secara nasional, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh nasional lintas latar belakang. Kehadiran mereka menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah terus menarik perhatian dan relevan di tengah dinamika sosial kebangsaan.

Dalam pidatonya, Haedar mengajak peserta Rakornas untuk menengok kembali akar ideologis dan historis Muhammadiyah. Sejak awal berdirinya pada 1912, Muhammadiyah telah meletakkan pondasi yang sangat kokoh sebagai gerakan dakwah dan tajdid (pembaruan). Seluruh orientasi dan karakter gerakan Muhammadiyah hari ini, menurutnya, sejatinya telah dirintis dan dirumuskan oleh para pendiri.

“Semua dasar gerakan Muhammadiyah hari ini, fondasinya sudah diletakkan oleh para pendiri. Kita ini sesungguhnya melanjutkan, meneruskan, dan mengembangkan apa yang telah mereka rintis,” jelas Haedar.

Salah satu fondasi terpenting Muhammadiyah, lanjut Haedar, adalah praktik dan pemikiran Al-Ma’un yang digagas langsung oleh pendiri Muhammadiyah, Kiai Ahmad Dahlan. Al-Ma’un tidak hanya dibaca sebagai teks, tetapi diterjemahkan sebagai praksis sosial yang nyata dalam kehidupan umat.

Menurut Haedar, Kiai Dahlan menempatkan Al-Ma’un sebagai teologi welas asih yang melintas batas. Dakwah tidak boleh eksklusif, apalagi membangun sekat sosial. Al-Ma’un bukan hanya milik orang miskin, tetapi juga orang kaya. Semua memiliki tanggung jawab moral dan spiritual yang sama dalam membangun kehidupan yang berkeadilan.

“Al-Ma’un itu inklusif. Bukan teologi untuk satu golongan. Orang miskin membutuhkannya, orang kaya pun memerlukannya. Bahkan mereka yang berada di lapisan atas juga ingin masuk surga,” tegas Haedar.

Spirit Al-Ma’un inilah yang kemudian melahirkan wajah khas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang membumi. Dari semangat welas asih dan pembaruan itu muncul berbagai amal usaha seperti rumah sakit, sekolah, panti asuhan, serta berbagai layanan sosial lainnya. Semua itu bukan sekadar institusi, melainkan ekspresi konkret dakwah yang menjawab kebutuhan zaman.

Namun, Haedar mengingatkan bahwa tantangan dakwah Muhammadiyah hari ini jauh lebih kompleks. Masyarakat semakin terfragmentasi, problem sosial semakin beragam, dan pendekatan dakwah tidak bisa lagi bersifat umum semata. Karena itu, ia menekankan pentingnya mempertajam orientasi dakwah, terutama yang menjadi wilayah garapan Lembaga Dakwah Komunitas.

“Dakwah Muhammadiyah ke depan perlu menyasar segmentasi yang lebih kecil, yang mikro, dengan pendekatan yang semakin khusus,” ujarnya.

Segmentasi mikro tersebut, menurut Haedar, mencakup komunitas-komunitas spesifik yang selama ini kerap luput dari sentuhan dakwah arus utama. Dakwah komunitas harus hadir dengan empati, pemahaman sosial yang mendalam, serta strategi yang kontekstual, bukan semata-mata ceramah formal.

Di sisi lain, Haedar juga menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak boleh melupakan kelompok masyarakat kelas atas. Selama ini, dakwah sering kali identik dengan kelompok marginal, padahal kalangan atas juga memiliki kegelisahan spiritual dan kebutuhan akan bimbingan keagamaan.

“Kita jangan lupa menyasar kalangan atas. Mereka juga ingin masuk surga,” katanya.

Pernyataan ini menjadi penutup reflektif dari pidato Haedar. Dakwah Muhammadiyah, dalam pandangannya, harus terus bergerak di dua kutub sekaligus: membela dan memberdayakan kelompok bawah, sekaligus menyapa dan membimbing kelompok atas. Semua dilakukan dalam kerangka dakwah yang inklusif, berkemajuan, dan berlandaskan spirit Al-Ma’un.

Rakornas LDK PP Muhammadiyah ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk merumuskan langkah-langkah dakwah komunitas yang lebih tajam, relevan, dan berdampak luas. Dengan berpijak pada fondasi kokoh para pendiri dan keberanian menghadapi tantangan baru, Muhammadiyah diyakini akan terus menjadi gerakan dakwah yang mencerahkan dan memajukan kehidupan umat serta bangsa. (Diko)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Pemimpin Pembela Lingkungan, Hizbul Wathan UMS adakan Clean Up di Pantai Gunung Kidul.

    Jadi Pemimpin Pembela Lingkungan, Hizbul Wathan UMS adakan Clean Up di Pantai Gunung Kidul.

    • calendar_month Minggu, 28 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 308
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Gunung Kidul – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta melakukan clean up (membersihkan) pada Sabtu (27/1) di Pantai Watu Bolong, Tanjungsari, Gunung Kidul. Kegiatan diawali dengan sambutan Kilau Aurum selaku Ketua Kafilah HW UMS periode 2024 dan Haniva Amira selaku Dewan Kafilah. Dalam sambutannya, Haniva menyampaikan bahwa pihak Hizbul Wathan sudah bekerjasama dengan masyarakat untuk […]

  • UMS Gelar Penutupan MSPP Batch VII, Persiapkan Kader Muhammadiyah Berdaya Saing Global

    UMS Gelar Penutupan MSPP Batch VII, Persiapkan Kader Muhammadiyah Berdaya Saing Global

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar acara penutupan Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch VII pada Jumat (19/9). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Badan Pembina Harian (BPH) Lantai 6, Gedung Induk Siti Walidah itu diikuti oleh peserta, dosen pendamping, serta jajaran pimpinan universitas. Acara dibuka dengan laporan sekaligus sambutan dari Ketua LPMB […]

  • Akademi Riset IMM Jateng: Dr. Ginanjar Rahmawan Ajak Mahasiswa Bangun Mindset “Riset Itu Asik”

    Akademi Riset IMM Jateng: Dr. Ginanjar Rahmawan Ajak Mahasiswa Bangun Mindset “Riset Itu Asik”

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Akademi Riset DPD IMM Jawa Tengah masih berlangsung hingga siang hari Ahad, 1 Februari 2026 di Ruang Siti Badilah Perpustakaan UMS. Kali ini, DPD IMM Jawa Tengah menghadirkan Dr. Ginanjar Rahmawan,S.E., M.M., M.H. sebagai pemateri sesi terakhir riset Bootcamp. Pada sesi terakhir tersebut, beliau menyampaikan tentang metodelogi riset yang biasa ia gunakan. […]

  • Jadi Pembicara di Business Gathering BUMM, Ghufron Mustaqim: SUMU Akan Hibahkan Jagalaba untuk Muhammadiyah

    Jadi Pembicara di Business Gathering BUMM, Ghufron Mustaqim: SUMU Akan Hibahkan Jagalaba untuk Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 162
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Ghufron Mustaqim, Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) jadi salah satu pembicara dalam sesi diskusi panel acara Business Gathering Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) di SM Tower Malioboro, Yogyakarta pada 25-26 September 2024. Sesi diskusi panel pagi itu dihadiri oleh KH. Saad Ibrahim (Ketua PP Muhammadiyah), Prof. Bambang Setiaji (Ketua Majelis Diktilitbang […]

  • LDK PWM Jawa Tengah Hadirkan Kajian Intensif Al Islam untuk Mualaf

    LDK PWM Jawa Tengah Hadirkan Kajian Intensif Al Islam untuk Mualaf

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 44
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah terus berkomitmen dalam memberikan pendampingan bagi para mualaf di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membentuk Muhammadiyah Mualaf Learning Center (MLC), dengan pendekatan berbasis keagamaan yang penuh syukur, ketenangan, dan kebahagiaan. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Lembaga Amil Zakat, […]

  • Mahasiswa KKN Kelompok 4 UIN Syekh Wasil Kediri Kunjungan ke Susteran Puteri Kasih sebagai Penguatan Moderasi Beragama

    Mahasiswa KKN Kelompok 4 UIN Syekh Wasil Kediri Kunjungan ke Susteran Puteri Kasih sebagai Penguatan Moderasi Beragama

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KEDIRI — Dalam rangka memperkuat nilai Moderasi Beragama, Mahasiswa KKN Kelompok 4 UIN Syekh Wasil Kediri yang melaksanakan KKN di Kelurahan Pakelan melakukan kunjungan edukatif ke Susteran Puteri Kasih yang berada di . Jl.Brawijaya, Pakelan, Kec. Kota, Kota Kediri, hari ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, toleransi, […]

expand_less