Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Buka Rakornas LDK PP, Haedar Nashir Dorong Dakwah Komunitas Muhammadiyah Lebih Mikro dan Kontekstual

Buka Rakornas LDK PP, Haedar Nashir Dorong Dakwah Komunitas Muhammadiyah Lebih Mikro dan Kontekstual

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SEMARANG — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi kader dan aktivis Muhammadiyah untuk takut berkompetisi dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, kompetisi yang sehat justru menjadi bagian dari dinamika dakwah dan pembaruan Muhammadiyah. Hal itu disampaikan Haedar saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

“Tidak perlu takut berkompetisi di Muhammadiyah, karena Ketua Umumnya tidak terlibat,” ujar Haedar disambut tepuk tangan peserta Rakornas. Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa Muhammadiyah dibangun di atas sistem kolektif-kolegial, bukan dominasi personal atau kepentingan kelompok tertentu.

Rakornas LDK PP Muhammadiyah yang kedua ini memiliki makna tersendiri. Selain menjadi forum konsolidasi dakwah komunitas secara nasional, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh nasional lintas latar belakang. Kehadiran mereka menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah terus menarik perhatian dan relevan di tengah dinamika sosial kebangsaan.

Dalam pidatonya, Haedar mengajak peserta Rakornas untuk menengok kembali akar ideologis dan historis Muhammadiyah. Sejak awal berdirinya pada 1912, Muhammadiyah telah meletakkan pondasi yang sangat kokoh sebagai gerakan dakwah dan tajdid (pembaruan). Seluruh orientasi dan karakter gerakan Muhammadiyah hari ini, menurutnya, sejatinya telah dirintis dan dirumuskan oleh para pendiri.

“Semua dasar gerakan Muhammadiyah hari ini, fondasinya sudah diletakkan oleh para pendiri. Kita ini sesungguhnya melanjutkan, meneruskan, dan mengembangkan apa yang telah mereka rintis,” jelas Haedar.

Salah satu fondasi terpenting Muhammadiyah, lanjut Haedar, adalah praktik dan pemikiran Al-Ma’un yang digagas langsung oleh pendiri Muhammadiyah, Kiai Ahmad Dahlan. Al-Ma’un tidak hanya dibaca sebagai teks, tetapi diterjemahkan sebagai praksis sosial yang nyata dalam kehidupan umat.

Menurut Haedar, Kiai Dahlan menempatkan Al-Ma’un sebagai teologi welas asih yang melintas batas. Dakwah tidak boleh eksklusif, apalagi membangun sekat sosial. Al-Ma’un bukan hanya milik orang miskin, tetapi juga orang kaya. Semua memiliki tanggung jawab moral dan spiritual yang sama dalam membangun kehidupan yang berkeadilan.

“Al-Ma’un itu inklusif. Bukan teologi untuk satu golongan. Orang miskin membutuhkannya, orang kaya pun memerlukannya. Bahkan mereka yang berada di lapisan atas juga ingin masuk surga,” tegas Haedar.

Spirit Al-Ma’un inilah yang kemudian melahirkan wajah khas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang membumi. Dari semangat welas asih dan pembaruan itu muncul berbagai amal usaha seperti rumah sakit, sekolah, panti asuhan, serta berbagai layanan sosial lainnya. Semua itu bukan sekadar institusi, melainkan ekspresi konkret dakwah yang menjawab kebutuhan zaman.

Namun, Haedar mengingatkan bahwa tantangan dakwah Muhammadiyah hari ini jauh lebih kompleks. Masyarakat semakin terfragmentasi, problem sosial semakin beragam, dan pendekatan dakwah tidak bisa lagi bersifat umum semata. Karena itu, ia menekankan pentingnya mempertajam orientasi dakwah, terutama yang menjadi wilayah garapan Lembaga Dakwah Komunitas.

“Dakwah Muhammadiyah ke depan perlu menyasar segmentasi yang lebih kecil, yang mikro, dengan pendekatan yang semakin khusus,” ujarnya.

Segmentasi mikro tersebut, menurut Haedar, mencakup komunitas-komunitas spesifik yang selama ini kerap luput dari sentuhan dakwah arus utama. Dakwah komunitas harus hadir dengan empati, pemahaman sosial yang mendalam, serta strategi yang kontekstual, bukan semata-mata ceramah formal.

Di sisi lain, Haedar juga menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak boleh melupakan kelompok masyarakat kelas atas. Selama ini, dakwah sering kali identik dengan kelompok marginal, padahal kalangan atas juga memiliki kegelisahan spiritual dan kebutuhan akan bimbingan keagamaan.

“Kita jangan lupa menyasar kalangan atas. Mereka juga ingin masuk surga,” katanya.

Pernyataan ini menjadi penutup reflektif dari pidato Haedar. Dakwah Muhammadiyah, dalam pandangannya, harus terus bergerak di dua kutub sekaligus: membela dan memberdayakan kelompok bawah, sekaligus menyapa dan membimbing kelompok atas. Semua dilakukan dalam kerangka dakwah yang inklusif, berkemajuan, dan berlandaskan spirit Al-Ma’un.

Rakornas LDK PP Muhammadiyah ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk merumuskan langkah-langkah dakwah komunitas yang lebih tajam, relevan, dan berdampak luas. Dengan berpijak pada fondasi kokoh para pendiri dan keberanian menghadapi tantangan baru, Muhammadiyah diyakini akan terus menjadi gerakan dakwah yang mencerahkan dan memajukan kehidupan umat serta bangsa. (Diko)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SUMU Tulungagung Gelar Kopdar #3: UMKM Didorong Naik Kelas Lewat FGD SWOT & BMC

    SUMU Tulungagung Gelar Kopdar #3: UMKM Didorong Naik Kelas Lewat FGD SWOT & BMC

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMU.ID, Tulungagung – Pada hari Sabtu, 20 September 2025, Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung kembali menggelar kegiatan rutin Kopdar ke-3 yang kali ini dikemas secara lebih interaktif melalui Focus Group Discussion (FGD). Pada kesempatan tersebut, para anggota SUMU diberikan pendampingan intensif untuk menyusun analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) serta Business Model Canvas (BMC) bagi […]

  • Die menschliche Seite des Spielens im Malina Casino für Deutschland

    Die menschliche Seite des Spielens im Malina Casino für Deutschland

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Online-Glücksspiel handelt häufig um Zahlen, Technik und Quoten https://malinagreece.org/de-de. Das Malina Casino geht andere Wege. Hier steht der Mensch im Mittelpunkt. Die Plattform kennt, dass Spieler mehr sind als ein Kontostand. Sie sind Menschen, die Unterhaltung erwarten, Sicherheit brauchen und Wertschätzung erhalten. Verantwortungsvolles Spielen als Grundhaltung Für das Malina Casino ist verantwortungsvolles Spielen kein lästiges […]

  • PC Aisyiyah Bumiayu Brebes melepas 5000 Peserta Jalan Sehat Gebyar Milad Aisyiyah ke-107

    PC Aisyiyah Bumiayu Brebes melepas 5000 Peserta Jalan Sehat Gebyar Milad Aisyiyah ke-107

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 288
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pimpinan Cabang Aisyiyah Bumiayu Brebes menggelar Jalan Sehat dalam Rangka Gebyar dan Semarak Milad Aisyiyah ke-107 dengan star dan finis di Halaman SMA Muhammadiyah Bumiayu, Sabtu (18/05/2024). Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Bumiayu Brebes, Hj. Siti Nur Khasanah, S.Pd sebelum melepas 5.000 peserta jalan sehat mengatakan bahwa dalam rangka Gebyar dan Semarak Milad […]

  • Gaungkan Isu Sekolah Ramah, Psikologi UMS Soroti Lonjakan Kasus Bullying di Indonesia

    Gaungkan Isu Sekolah Ramah, Psikologi UMS Soroti Lonjakan Kasus Bullying di Indonesia

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Meningkatnya kasus bullying di sekolah-sekolah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir kembali menjadi perhatian dunia pendidikan. Berbagai peristiwa perundungan yang viral menunjukkan bahwa banyak lingkungan belajar masih belum aman bagi siswa, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, melibatkan guru, konselor, orang tua, dan institusi pendidikan tinggi. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menangkap urgensi ini […]

  • Tumbuhkan Kader Digdaya Berjiwa Idelologis, IMM Shabran UMS Adakan Darul Arqom Dasar IMM

    Tumbuhkan Kader Digdaya Berjiwa Idelologis, IMM Shabran UMS Adakan Darul Arqom Dasar IMM

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA — Darul Arqom Dasar (DAD) Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi dibuka di Gedung Tabligh Institute, Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti 52 peserta, terdiri dari 48 peserta internal dan 4 peserta eksternal dari PK IMM Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) UMS dan PK IMM Misbach. Acara […]

  • 67 Warga Kedungsoko Dapat Pengobatan Gratis, KKN 3 UMSura Gandeng PKU Muhammadiyah Kertosono

    67 Warga Kedungsoko Dapat Pengobatan Gratis, KKN 3 UMSura Gandeng PKU Muhammadiyah Kertosono

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, NGANJUK — Balai Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro, tampak lebih ramai dari biasanya pada Minggu (2/8) pagi. Sejak sebelum kegiatan dimulai, puluhan warga, yang didominasi kelompok lanjut usia (lansia), telah berdatangan untuk mengikuti layanan pengobatan gratis. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Klinik PKU Muhammadiyah Kertosono dengan Kelompok 3 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya […]

expand_less