Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah Hadirkan Materi Strategi Dakwah Kontemporer di PDM Purbalingga

Sekolah Tabligh PWM Jawa Tengah Hadirkan Materi Strategi Dakwah Kontemporer di PDM Purbalingga

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, PURBALINGGA – Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah pada hari Minggu, 21 September 2025, kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Sekolah Tabligh yang telah berjalan kurang lebih lima bulan terakhir. Kegiatan yang digelar di SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga ini menghadirkan suasana penuh semangat dan antusiasme dari para peserta yang merupakan perwakilan Pimpinan dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari berbagai wilayah di Purbalingga dan sekitarnya.

Materi yang disampaikan pada kesempatan kali ini mengusung tema “Strategi Dakwah Kontemporer” dengan menghadirkan Indy Alfin Faujie sebagai narasumber. Indy, yang dikenal sebagai pegiat dakwah sekaligus praktisi komunikasi dan digital marketing, membawakan materi dengan gaya lugas, sederhana, dan penuh energi. Ia menekankan bahwa dakwah pada hakikatnya adalah upaya menyampaikan kebaikan, mengajak pada amar ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Namun, menurutnya, cara penyampaiannya harus menyesuaikan dengan konteks zaman yang terus berubah.

Dalam paparannya, ia mengingatkan bahwa dakwah tidak cukup hanya mengandalkan pola konvensional seperti khutbah di masjid atau majelis taklim. Perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda, yang lebih banyak menghabiskan waktu di dunia digital menuntut mubaligh untuk hadir pula di sana. “Anak-anak muda hari ini lebih sering berada di media sosial daripada duduk berlama-lama di pengajian formal. Kalau dakwah tidak hadir di sana, bisa jadi pesan kebaikan tertinggal dan kalah oleh arus informasi yang belum tentu mendidik. Maka kita perlu hadir dengan cara yang tepat, tanpa meninggalkan esensi ajaran Islam,” tegas Indy.

Ia juga menjelaskan bahwa strategi dakwah kontemporer bukan hanya soal menguasai ilmu agama, melainkan juga memahami psikologi audiens, tren komunikasi, serta pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, Islam berkemajuan mengajarkan umat untuk adaptif terhadap perubahan, tetapi tetap berpegang teguh pada prinsip Al-Qur’an dan Sunnah. “Dakwah di media sosial, misalnya, menuntut kita punya konsistensi, punya citra yang baik, dan menghadirkan narasi yang ramah, moderat, dan mencerahkan. Itu semua bagian dari strategi agar dakwah bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” lanjutnya.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang, baik pimpinan cabang maupun ranting Muhammadiyah, serta perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah seperti sekolah, rumah sakit, dan lembaga pendidikan lainnya. Sejak pagi, para peserta telah memadati aula PDM Purbalingga, menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berdiskusi. Penyampaian materi yang dikemas interaktif membuat suasana semakin hidup. Tidak hanya mendengarkan, peserta juga aktif bertanya, berbagi pengalaman, serta memberikan tanggapan mengenai persoalan dakwah di lingkungan masing-masing.

Bu Janisah, salah seorang peserta, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari kegiatan ini. Menurutnya, wawasan tentang dakwah kontemporer sangat relevan dengan kondisi sekarang. “Selama ini kami masih lebih banyak menggunakan pola dakwah tradisional. Setelah mengikuti materi ini, saya semakin yakin bahwa kita perlu masuk ke ruang digital. Kalau tidak, kita akan ditinggalkan oleh generasi muda yang justru haus akan bimbingan,” ungkapnya.

Indy juga menyinggung pentingnya branding dalam berdakwah. Ia menjelaskan bahwa di era kompetisi informasi seperti sekarang, seorang mubaligh perlu memiliki citra yang jelas, konsisten, dan mudah dikenali. Hal itu bukan untuk pencitraan kosong, melainkan agar pesan dakwah lebih mudah sampai ke hati masyarakat. “Media sosial adalah ruang kompetitif. Banyak sekali pesan, informasi, bahkan ideologi yang beredar di sana. Kalau kita tidak hadir dengan strategi yang jelas, dakwah Islam berkemajuan bisa kalah oleh konten yang justru merusak. Maka branding, konsistensi, dan kualitas pesan menjadi hal penting yang harus diperhatikan,” jelasnya.

Para peserta terlihat antusias menanggapi penjelasan tersebut. Diskusi yang berkembang bahkan menyentuh pada bagaimana mengemas konten dakwah yang sesuai dengan karakter audiens, bagaimana menghadapi kritik atau serangan di dunia maya, serta bagaimana membangun jaringan dakwah berbasis komunitas. Keterbukaan suasana diskusi membuat materi semakin mudah dipahami sekaligus menginspirasi.

Sejak diluncurkan, program Sekolah Tabligh memang dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan dengan materi yang saling berkaitan dari bulan ke bulan. Dalam lima bulan terakhir, peserta telah mempelajari berbagai tema mulai dari penguatan pemahaman keislaman, teknik komunikasi publik, hingga strategi dakwah yang sesuai dengan perkembangan zaman. Model pembelajaran berkelanjutan ini membuat peserta merasa terbantu dalam memperdalam keilmuan dan memperluas wawasan. “Kalau hanya sekali dua kali, ilmunya cepat hilang. Dengan adanya program yang berkesinambungan, kita bisa terbiasa untuk terus belajar dan berkembang,” kata salah seorang peserta lain.

Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah menegaskan bahwa program ini akan terus dilanjutkan dengan menghadirkan tema-tema aktual yang relevan dengan kebutuhan umat. Konsistensi ini menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk mencetak kader-kader dakwah yang progresif, adaptif, dan mampu membawa misi Islam rahmatan lil ‘alamin ke tengah masyarakat luas.

Kegiatan Sekolah Tabligh hari ini membuktikan bahwa Muhammadiyah tidak tinggal diam menghadapi perubahan zaman. Dengan mengusung materi tentang strategi dakwah kontemporer, para peserta tidak hanya diajak memahami pentingnya beradaptasi dengan kondisi sosial modern, tetapi juga dibekali keterampilan praktis untuk mengaplikasikannya. Kehadiran Indy Alfin Faujie sebagai pemateri semakin menguatkan kesan bahwa dakwah bisa dikemas dengan cara yang relevan, komunikatif, dan berdampak luas.

Semangat dan antusiasme peserta menunjukkan bahwa masih ada harapan besar bagi gerakan dakwah Muhammadiyah untuk terus tumbuh dan berkembang. Dakwah Islam berkemajuan diharapkan mampu hadir lebih segar, menjawab keresahan masyarakat, sekaligus memberikan pencerahan di tengah kompleksitas kehidupan modern. Dengan semangat kebersamaan dan keilmuan, program Sekolah Tabligh ini diyakini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam memperkuat peran Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang mencerahkan, progresif, dan selalu relevan di setiap zaman.

Kontributor: Indy Alfin Faujie, Ketua Bidang Kader PC IMM Banyumas 2025/2026

Editor: Alfarabi    

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengembangan LDK PP Muhammadiyah: Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Dakwah Da’i Muda di Era Digital

    Pengembangan LDK PP Muhammadiyah: Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Dakwah Da’i Muda di Era Digital

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Oleh: Mumtaz Murtadha N.B. (Mahasiswa Ilmu Qur’an Tafsir FAI UMS) Pengembangan Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dakwah di Indonesia. Dalam konteks ini, beberapa narasumber terkemuka membahas tentang pentingnya pengembangan lembaga dakwah dan strategi meningkatkan kualitas dakwah di era digital yang semakin berkembang. Peran lembaga […]

  • Lestarikan Budaya Jawa, Tim UMS Kembangkan Game Edukasi Berbasis Augmented Reality

    Lestarikan Budaya Jawa, Tim UMS Kembangkan Game Edukasi Berbasis Augmented Reality

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kemunduran penggunaan bahasa krama dan aksara Jawa di kalangan generasi muda menjadi perhatian serius. Menjawab tantangan tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) JAWARA-TECH Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan inovasi media pembelajaran melalui Game Jejak Aji Saka berbasis Augmented Reality (AR). Program yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah 16 Karangasem ini […]

  • Mahasiswa Garda Terdepan Keadilan yang Tak Boleh Diam

    Mahasiswa Garda Terdepan Keadilan yang Tak Boleh Diam

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 1.025
    • 0Komentar

    Fachrurrazi (Kabid HPKP PC IMM Pekalongan) Ketika langit siang Pekalongan memanas, bukan hanya karena sinar matahari yang terik, tapi pula bara kepedulian menyala dari puluhan mahasiswa yang berhimpun di depan gedung DPRD Kabupaten Pekalongan pada Senin, 8 September 2025. Mereka bukan datang dengan maksud kericuhan namun membawa suara rakyat, mengusung tuntutan keadilan, transparansi, dan kemanusiaan. […]

  • Sinergi Muhammadiyah–Polda Kaltim: Cegah Narkoba Mulai dari Sekolah

    Sinergi Muhammadiyah–Polda Kaltim: Cegah Narkoba Mulai dari Sekolah

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Pertemuan antara PWM Kaltim dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim pada Senin (20/10/2025) di Sekretariat PWM Kaltim, Samarinda, menghasilkan gagasan penting: pencegahan penyalahgunaan narkoba harus menyentuh dunia pendidikan. Sekretaris PWM Kaltim, Ir. H. Amir Hady, mengungkapkan bahwa Muhammadiyah memiliki jaringan sekolah dari tingkat dasar hingga menengah yang dapat menjadi sarana efektif sosialisasi bahaya narkoba. “Sangat […]

  • Korda SUMU Malang Raya, Osman Nur Chaidir, Raih Juara 2 di Kompetisi Malang Youth Entrepreneur 2025

    Korda SUMU Malang Raya, Osman Nur Chaidir, Raih Juara 2 di Kompetisi Malang Youth Entrepreneur 2025

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, MALANG – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh Osman Nur Chaidir, Koordinator Daerah Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Malang Raya. Ia berhasil meraih predikat Juara 2 dalam ajang bergengsi Kompetisi Malang Youth Entrepreneur 2025 pada Sabtu (9/8/25). Kompetisi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Malang ini menjadi wadah bagi para pemuda kreatif dan inovatif untuk menunjukkan potensi […]

  • Memasuki Era Pendidihan Global, Lazismu  Perlu Kolaborasi Lintas Sektor untuk Adaptasi Perubahan Iklim

    Memasuki Era Pendidihan Global, Lazismu  Perlu Kolaborasi Lintas Sektor untuk Adaptasi Perubahan Iklim

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 177
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Tantangan perubahan iklim semakin dekat lingkungan manusia. Sekjend PBB, Antonio Guterres mengatakan bahwa era pemanasan global sudah berakhir, kini memasuki apa yang disebut era pendidihan global. Dampak perubahan iklim semakin di depan mata, suhu udara yang belakangan ini begitu panas mengkonfirmasi fenomena perubahan iklim di era industrialisasi. Problem perubahan iklim ini lalu […]

expand_less