Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Farich Al Mughni, Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik Magelang

Pikiran ini berangkat atas keresahan penulis, akan tingkah kader IMM yang mulai mempunyai sifat superioritas dan mulai tidak peduli dengan kaum-kaum mustadhafin (kaum yang tertindas) dan juga sikap para kader IMM yang mengenyampingkan humanitas dalam trikoda dan hilang nya Kemasyarakatan pada idalisme kader IMM membuat adanya sebuah batasan antara kader IMM yang notabene nya Mahasiswa Terhadap masyarakat.

 

Hilang nya Kepercayaaan masyarakat Terhadap Mahasiswa yang di anggap pembela masyarakat adalah suatu bukti kecil atas fenomena tersebut. Program kerja yang ber-orientasi humanitas namun bersifat template dan nafas pendek adalah suatu bentuk ketidak-totalan kader IMM dalam mendalami humanisme ataupun Kemasyarakatan, para pimpinan-pimpinan yang bergerak atas kepentingan nya masing-masing adalah salah satu faktor hilang nya Gerakan ke-berpihakan IMM Terhadap masyarakat.

Padahal dalam Buku Genealogi Kaum Merah penggunaan warna merah sebagai identitas IMM adalah suatu tanda bahwasanya IMM berada di pihak kaum Mustadhafin, layaknya sebuah Gerakan Mahasiswa berpihak total pada masyarakat Adalah Dasar utama dari Gerakan tersebut.

Kemudian, Pemahaman kader IMM Terhadap ideologi yang ada pada tubuh IMM yang sampai saat ini hanya dimaknai sebagai sebuah teks belaka adalah faktor lain atas kebingungan kader IMM Terhadap Gerakan ke-berpihakan kepada masyarakat.

Hal seperti diatas tidak akan usai sampai kader IMM paham kenapa IMM didirikan dan bagaimana IMM didirikan, sejarah lahirnya IMM mempunyai peran penting untuk membentuk paradigma kader.

Dalam perkara yang berhubungan kemanusiaan IMM tidak boleh menutup mata dan jangan sampai sekali-kali meninggalkan kemanusiaan, IMM mempunyai epistemologi yang secara khusus menangani tentang kemanusiaan hal tersebut secara jelas tertulis dalam Tujuan, Trilogi dan Trikoda. Sebagai akademisi Islam pula kader IMM tidak pernah diajarkan untuk menjadi seorang yang elitis.

 

IMM KIRI

Golongan kiri biasanya disangkutkan dengan orang-orang yang terafiliasi pada sayap kiri dalam sebuah perpolitikan, mungkin juga akan dilekatkan pada kata-kata Komunis ataupun sosialis, namun lebih jauh lagi kiri atau menjadi kiri adalah tanda bahwa kita berpihak pada klompok marjinal, miskin, buruh, petani sampai orang-orang yang tertindas.

kiri adalah pertanda bahwa kita masih menjadi manusia, yaitu masih peduli dengan urusan sesamanya, tanpa mementingkan keuntungan segelintir orang.

seperti kata Che Guevara “jika engkau merasa geram melihat ketidakadilan maka engkauadalah temanku”, Seperti itulah menjadi kiri berpihak pada yang tertindas.

Dalam trilogi IMM terdapat diksi “Kemasyarakatan” Dalam Trikoda juga terdapat “humanitas” dari hal itu jelas jika IMM sangat menentang penindasan, Pengkurdilan, diskriminasi serta segala ketidakadilan yang ada di dunia ini, dalam paradigma IMM yang didasarkan pada nash-nash islam maka IMM harus lah menolak semua bentuk hirarki dalam kehidupan, dalam berkehidupan di IMM selalu menjunjung tinggi egaliterisme dan kolektif-kolegial dalam berorganisasi.

“berpihak pada rakyat adalah berpihak pada Tuhan”

Adalah kalimat yang penulis temukan dalam buku Genealogi Kaum Merah yang ditulis oleh Makhrus Ahmadi dan Aminuddin Anwar menunjukan bahwa IMM adalah Organisasi yang tidak boleh hilang keberpihakan nya pada Masyarakat, maka atas dasar itu menjadi IMM maka menjadi kiri.

Para penjilat

Pada masa ini dimana politik di negri ini sedang panas-panas nya, para petinggi organisasi mahasiswa bukan menjadi garda terdepan rakyat tetapi malah menjadi kaki tangan para borjuis, rela menjilat demi sebuah jabatan dengan memanfaatkan massa yang banyak dalam organisasinya, banyak sekali pejabat yang mengaku “saya dulu dikader di organisasi itu, organisasi ini, yang merah, yang hijau, yang biru” begitulah katanya ketika ingin dilirik oleh orang yang akan dijilat, ketika sudah menjadi apa yang mereka inginkan apakah mereka peduli dengan rakyat? nyatanya tidak sekalipun mereka peduli terhadap rakyat, keputusan-keputusan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat dalam hal itu mereka malah mendukung total! apakah itu sikap seharusnya seseorang yang tumbuh di sebuah organisasi yang berideologi?

Orang-orang seperti ini yang memanfaatkan organisasi untuk kepentingan nya sendiri harus segera dihilangkan jika ingin organisasi tetap pada jalur ideologi nya.

sekali lagi…

IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT!

Editor: Hammam Alghazy

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDNA Sukoharjo Awali Musykerda 1 dengan Jamu: Simbol Kekuatan, Kesehatan, dan Pergerakan Perempuan Berkemajuan

    PDNA Sukoharjo Awali Musykerda 1 dengan Jamu: Simbol Kekuatan, Kesehatan, dan Pergerakan Perempuan Berkemajuan

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO – Penyampaian Laporan Program Kerja, Evaluasi Program serta Kinerja merupakan agenda penting dalam perjalanan organisasi. Sadar akan pentingnya hal tersebut, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kab. Sukoharjo menyelenggarakan Musyawarah Kerja Daerah 1 (Musykerda 1) dengan tema “Inner Power for Outer Impact” Acara yang diprakarsai oleh Departemen Organisasi PDNA Sukoharjo x Universitas Muhammadiyah Surakarta […]

  • Dari Samarinda ke Banjarmasin: Catatan Perjalanan Muhibbah PWM Kaltim

    Dari Samarinda ke Banjarmasin: Catatan Perjalanan Muhibbah PWM Kaltim

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Kegiatan muhibbah PWM Kalimantan Timur ke Kalimantan Selatan pada 12–15 November 2025 menjadi perjalanan penuh makna yang mencakup aspek organisasi, spiritual, hingga kebudayaan. Perjalanan darat yang dimulai dari Kantor PWM Kaltim pada Rabu pukul 13.00 WITA itu mencerminkan semangat kebersamaan dan kesungguhan para peserta untuk belajar dari PWM Kalsel dalam suasana persaudaraan antarwilayah Muhammadiyah . […]

  • Bekali Santri Pengabdian, Pesantren Muhammadiyah Qursains Wonogiri Gelar Pembekalan Komunikasi Dakwah

    Bekali Santri Pengabdian, Pesantren Muhammadiyah Qursains Wonogiri Gelar Pembekalan Komunikasi Dakwah

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 138
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Wonogiri – Komunikasi merupakan hal terpenting dalam kehidupan manusia, bahkan hampir seluruh aktivitas yang dilakukan manusia, tidak lepas dari yang namanya komunikasi. Melihat realitas komunikasi yang begitu penting, Pondok pesantren Muhammadiyah Qur’an dan Sains (Qursains) Wonogiri menggelar pembekalan santri pengabdian masyarakat pada Rabu (12/02/25) di Joglo Muhammadiyah Qursains Wonogiri. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari […]

  • Perkemahan Sabtu Malam Ahad Hizbul Wathan di Ponpes Daarul Ulum Muhammadiyah Majenang Cilacap Berlangsung Meriah

    Perkemahan Sabtu Malam Ahad Hizbul Wathan di Ponpes Daarul Ulum Muhammadiyah Majenang Cilacap Berlangsung Meriah

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 194
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Cilacap – Sebanyak 285 kader HW Qobilah Jenderal Sudirman dan Fatmawati Pesantren Daarul ‘Ulum Muhammadiyah Majenang Cilacap ikuti Kegiatan Persahad (Perkemahan Sabtu-Ahad) selama dua hari, 16-17 September 2023 di Halaman Pesantren yang berlangsung meriah, Ahad, (17/9/2023). Selama dua hari, mereka mengadakan berbagai kegiatan mulai dari upacara pembukaan persahad, permainan besar, api unggun, pensi, renungan […]

  • KIAM, Mencerahkan Mualaf dengan Kajian Islam di Kubu Raya

    KIAM, Mencerahkan Mualaf dengan Kajian Islam di Kubu Raya

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kubu Raya – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama LDK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat sukses menyelenggarakan Pesantren Ramadhan berupa Kajian Intensif Al Islam untuk Mualaf (KIAM) pada Senin (17/3/2025). Kegiatan yang didukung penuh oleh LAZISMU ini berlangsung di Kubu Raya, Kalimantan Barat, dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Muhammadiyah […]

  • UMS Dorong Literasi Kesehatan Siswa Lewat Edukasi TOGA Berbasis Virtual Reality

    UMS Dorong Literasi Kesehatan Siswa Lewat Edukasi TOGA Berbasis Virtual Reality

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 102
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk TEMAN TOGA 2.0 (Edukasi Tanaman Obat Keluarga). Program ini menghadirkan inovasi pembelajaran kesehatan berbasis Virtual Reality (VR) sebagai upaya mendukung terwujudnya sekolah yang sehat dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di MIM PK Kenteng, Nogosari, Boyolali, dimulai 2 Juni hingga 2 September […]

expand_less