Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Guru Besar Teknik Sipil UMS Soroti Kegagalan Konstruksi di Kasus Ambruknya Mushala Ponpes Al Khoziny

Guru Besar Teknik Sipil UMS Soroti Kegagalan Konstruksi di Kasus Ambruknya Mushala Ponpes Al Khoziny

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.id, SURAKARTA – Mushala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, roboh pada Senin (29/9) sore ketika jamaah tengah melaksanakan salat Ashar. Bangunan yang masih dalam tahap pembangunan itu ambruk tak lama setelah proses pengecoran lantai tiga selesai dilakukan pada pagi hingga siang hari.

Menanggapi insiden tersebut, Guru Besar Teknik Sipil sekaligus Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Mochamad Solikin, S.T., M.T., Ph.D., menilai bahwa kegagalan konstruksi bisa menimpa berbagai jenis bangunan, baik sederhana maupun bangunan bertingkat.

“Meskipun bangunan tampak sederhana, kegagalan tetap bisa terjadi jika perencanaan dan pelaksanaan tidak sesuai dengan kaidah konstruksi,” jelasnya saat ditemui pada Minggu (5/10).

Solikin menyebut fenomena kegagalan konstruksi bukan hal baru, baik di Indonesia maupun internasional. Ia mencontohkan kasus pilar tol Becakayu yang runtuh saat pengecoran serta peristiwa ambruknya Tacoma Bridge di Amerika Serikat. Artinya, kegagalan bisa menimpa bangunan apapun, bahkan proyek besar sekalipun, jika aspek teknis diabaikan.

Menurutnya, untuk mengetahui penyebab runtuhnya bangunan, perlu dilakukan forensic engineering, yaitu pemeriksaan teknis menyeluruh yang mirip dengan autopsi dalam dunia medis. Dari sana bisa diketahui apakah kegagalan terjadi di tahap desain, material, atau pelaksanaan di lapangan.

Dalam tahap desain, Solikin menekankan agar seluruh dokumen harus diteliti, mulai dari pondasi, dimensi struktur, ukuran balok dan kolom, hingga jumlah serta kualitas baja tulangan. Desain yang tepat akan menghasilkan perencanaan yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika sejak awal ada kekeliruan, potensi gagal menjadi sangat besar.

Selain itu, tahap pelaksanaan di lapangan juga harus mengikuti standar. Solikin menegaskan bahwa beton yang baru dicor tidak bisa langsung dibebani atau dibuka bekistingnya.

“Umumnya beton plat dan balok baru boleh dibuka setelah 21 hari. Kalau lebih cepat, risikonya sangat tinggi,” jelasnya.

Faktor material pun menjadi kunci penting. Ia mencontohkan kasus jembatan di Kalimantan yang runtuh akibat penggunaan baja dengan kualitas yang tidak tepat. Material harus sesuai standar, bahkan diuji dulu sebelum digunakan. Label SNI saja tidak cukup tanpa ada uji kelayakan.

Lebih jauh, Solikin menekankan pentingnya melibatkan pihak profesional dalam pembangunan. Ia menyebut ada tiga pihak yang wajib terlibat, yakni perencana, kontraktor, dan pengawas. Kontraktor tidak boleh mengawasi dirinya sendiri. Harus ada konsultan pengawas resmi yang kompeten agar kualitas dan keselamatan terjamin.

Namun, ia mengakui bahwa masyarakat seringkali mengabaikan prosedur tersebut, terutama ketika membangun fasilitas umum dengan biaya terbatas. Padahal, menurutnya, meskipun frekuensi kegagalan bangunan tidak sering, dampaknya bisa sangat fatal.

Sebagai akademisi, Solikin menyampaikan bahwa Fakultas Teknik UMS memiliki komitmen untuk terlibat dalam pendampingan masyarakat.

“Kami pernah membantu menilai kelayakan gedung pasca kebakaran, mengevaluasi struktur yang akan dialihfungsikan, hingga mendampingi pembangunan baru. Itu bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa UMS memiliki program pengabdian masyarakat yang memungkinkan dosen dari berbagai bidang, termasuk Teknik Sipil, untuk memberikan bantuan teknis kepada lembaga pendidikan maupun keagamaan. Masyarakat yang membutuhkan pendampingan bisa menghubungi Fakultas Teknik UMS.

“Kami siap membantu sesuai kapasitas akademik kami,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Solikin mengingatkan bahwa pembangunan harus selalu melibatkan tenaga ahli. Ia menegaskan kembali sebuah pesan penting, bahwa menyerahkan urusan bukan pada ahlinya hanya akan membawa bencana.

“Kegagalan bangunan bukan sekadar kerugian material, tapi juga bisa merenggut nyawa. Karena itu, mari taat standar dan libatkan tenaga ahli sejak awal,” pungkasnya. (Yusuf/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MPKSDI PP Muhammadiyah Sukses Adakan Baitul Arqam dan Pelatihan Instruktur Nasional

    MPKSDI PP Muhammadiyah Sukses Adakan Baitul Arqam dan Pelatihan Instruktur Nasional

    • calendar_month Selasa, 13 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 243
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sleman – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPKSDI PPM) adakan Baitul Arqam dan Pelatihan Instruktur Nasional (BAPINAS) yang diadakan pada Jumat—Ahad, (09—11/02/2024) di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Yogyakarta. Dalam pembukaan BAPINAS 2024 yang diikuti 72 peserta ini, turut hadir pula Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah, Agung […]

  • Wakil Ketua MPKU PP Muhammadiyah Kunjungi PWM Kaltim, Tekankan Fokus pada Pendidikan dan Kesehatan

    Wakil Ketua MPKU PP Muhammadiyah Kunjungi PWM Kaltim, Tekankan Fokus pada Pendidikan dan Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. dr. Slamet Budiarto, SH., MH.Kes., melakukan kunjungan silaturahim ke Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur, Ahad siang (30/8).   Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan dari MPKU PP Muhammadiyah kepada Pimpinan Wilayah dalam rangka penguatan amal usaha kesehatan.   Dalam pertemuan […]

  • Banggakan Sekolah, Siswa MA Muhammadiyah Seri Kembang Sabet Juara di Kejuaraan O2SN

    Banggakan Sekolah, Siswa MA Muhammadiyah Seri Kembang Sabet Juara di Kejuaraan O2SN

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMU.ID, OGAN ILIR – Riski Ramadan, siswa kelas X MA Muhammadiyah Seri Kembang, sukses menorehkan prestasi gemilang. Ia berhasil mendapatkan juara satu dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang bulu tangkis yang bertempat di Balai Desa Salatiga, Indralaya tingkat SMA/Sederajat se-Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (21/5). perjalanan riski dalam pertandingan ini diraih setelah melakukan pertandingan […]

  • PD IPM Sukoharjo Siapkan Fasilitator Fortasi sebagai Fasilitator Berdampak melalui Pelatihan Fasilitator Fortasi 2025

    PD IPM Sukoharjo Siapkan Fasilitator Fortasi sebagai Fasilitator Berdampak melalui Pelatihan Fasilitator Fortasi 2025

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Sukoharjo sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Fasilitator Fortasi (PFF) , dengan tujuan mempersiapkan Fasilitator Fortasi untuk Sekolah Muhammadiyah di Sukoharjo, kegiatan tersebut bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo dan terlaksana pada Hari Jum’at, 4 Juli 2025 (4/7/2025). Kegiatan yang diikuti oleh 37 peserta dari beberapa […]

  • Fisioterapi Bukan Sekadar Pemulihan, UMS Ajarkan Pencegahan Sejak Dini untuk Lansia

    Fisioterapi Bukan Sekadar Pemulihan, UMS Ajarkan Pencegahan Sejak Dini untuk Lansia

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang diperingati setiap 29 Mei, Kaprodi Program Studi Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dwi Rosella Komala Sari, M.Fis., S.Fis., Ph.D., menekankan pentingnya peran fisioterapi dalam menjaga kesehatan fisik dan kemandirian para lansia. Fisioterapis merupakan tenaga kesehatan profesional yang bertujuan untuk mencegah, mengembalikan, memelihara, […]

  • Bukan Untuk Setara

    Bukan Untuk Setara

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Oleh: Rodiatun Mardiah* “mampukah tuhan yang maha pencipta, menciptakan pencipta yang setara dengan dia?” Sebuah pertanyaan sederhana yang bisa saja menodai keyakinan dalam kebingungan dan keraguan tatkala mencoba untuk mencari jawabannya. Kita analogikan seperti seseorang yang membuat kue misalnya. ia sangat handal dalam membuat kue dan juga manajemen produknya dengan berbagai sarana pendukung, sehingga menjadikan […]

expand_less