Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Guru Besar Teknik Sipil UMS Soroti Kegagalan Konstruksi di Kasus Ambruknya Mushala Ponpes Al Khoziny

Guru Besar Teknik Sipil UMS Soroti Kegagalan Konstruksi di Kasus Ambruknya Mushala Ponpes Al Khoziny

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.id, SURAKARTA – Mushala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, roboh pada Senin (29/9) sore ketika jamaah tengah melaksanakan salat Ashar. Bangunan yang masih dalam tahap pembangunan itu ambruk tak lama setelah proses pengecoran lantai tiga selesai dilakukan pada pagi hingga siang hari.

Menanggapi insiden tersebut, Guru Besar Teknik Sipil sekaligus Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Mochamad Solikin, S.T., M.T., Ph.D., menilai bahwa kegagalan konstruksi bisa menimpa berbagai jenis bangunan, baik sederhana maupun bangunan bertingkat.

“Meskipun bangunan tampak sederhana, kegagalan tetap bisa terjadi jika perencanaan dan pelaksanaan tidak sesuai dengan kaidah konstruksi,” jelasnya saat ditemui pada Minggu (5/10).

Solikin menyebut fenomena kegagalan konstruksi bukan hal baru, baik di Indonesia maupun internasional. Ia mencontohkan kasus pilar tol Becakayu yang runtuh saat pengecoran serta peristiwa ambruknya Tacoma Bridge di Amerika Serikat. Artinya, kegagalan bisa menimpa bangunan apapun, bahkan proyek besar sekalipun, jika aspek teknis diabaikan.

Menurutnya, untuk mengetahui penyebab runtuhnya bangunan, perlu dilakukan forensic engineering, yaitu pemeriksaan teknis menyeluruh yang mirip dengan autopsi dalam dunia medis. Dari sana bisa diketahui apakah kegagalan terjadi di tahap desain, material, atau pelaksanaan di lapangan.

Dalam tahap desain, Solikin menekankan agar seluruh dokumen harus diteliti, mulai dari pondasi, dimensi struktur, ukuran balok dan kolom, hingga jumlah serta kualitas baja tulangan. Desain yang tepat akan menghasilkan perencanaan yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika sejak awal ada kekeliruan, potensi gagal menjadi sangat besar.

Selain itu, tahap pelaksanaan di lapangan juga harus mengikuti standar. Solikin menegaskan bahwa beton yang baru dicor tidak bisa langsung dibebani atau dibuka bekistingnya.

“Umumnya beton plat dan balok baru boleh dibuka setelah 21 hari. Kalau lebih cepat, risikonya sangat tinggi,” jelasnya.

Faktor material pun menjadi kunci penting. Ia mencontohkan kasus jembatan di Kalimantan yang runtuh akibat penggunaan baja dengan kualitas yang tidak tepat. Material harus sesuai standar, bahkan diuji dulu sebelum digunakan. Label SNI saja tidak cukup tanpa ada uji kelayakan.

Lebih jauh, Solikin menekankan pentingnya melibatkan pihak profesional dalam pembangunan. Ia menyebut ada tiga pihak yang wajib terlibat, yakni perencana, kontraktor, dan pengawas. Kontraktor tidak boleh mengawasi dirinya sendiri. Harus ada konsultan pengawas resmi yang kompeten agar kualitas dan keselamatan terjamin.

Namun, ia mengakui bahwa masyarakat seringkali mengabaikan prosedur tersebut, terutama ketika membangun fasilitas umum dengan biaya terbatas. Padahal, menurutnya, meskipun frekuensi kegagalan bangunan tidak sering, dampaknya bisa sangat fatal.

Sebagai akademisi, Solikin menyampaikan bahwa Fakultas Teknik UMS memiliki komitmen untuk terlibat dalam pendampingan masyarakat.

“Kami pernah membantu menilai kelayakan gedung pasca kebakaran, mengevaluasi struktur yang akan dialihfungsikan, hingga mendampingi pembangunan baru. Itu bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa UMS memiliki program pengabdian masyarakat yang memungkinkan dosen dari berbagai bidang, termasuk Teknik Sipil, untuk memberikan bantuan teknis kepada lembaga pendidikan maupun keagamaan. Masyarakat yang membutuhkan pendampingan bisa menghubungi Fakultas Teknik UMS.

“Kami siap membantu sesuai kapasitas akademik kami,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Solikin mengingatkan bahwa pembangunan harus selalu melibatkan tenaga ahli. Ia menegaskan kembali sebuah pesan penting, bahwa menyerahkan urusan bukan pada ahlinya hanya akan membawa bencana.

“Kegagalan bangunan bukan sekadar kerugian material, tapi juga bisa merenggut nyawa. Karena itu, mari taat standar dan libatkan tenaga ahli sejak awal,” pungkasnya. (Yusuf/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Revitalisasi Peran Masjid: IMM KH Mas Mansur UMS Gelar TPA hingga Cek Kesehatan Gratis

    Revitalisasi Peran Masjid: IMM KH Mas Mansur UMS Gelar TPA hingga Cek Kesehatan Gratis

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle hanif
    • visibility 64
    • 0Komentar

    SURAKARTA —  Kali ini belajar mengaji dan memeriksakan kesehatan bisa dilakukan dalam satu rangkaian kegiatan di Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan bertajuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan cek kesehatan ini digelar oleh Tim Penelitian dan Pengabdian Ormawa (PPO) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) […]

  • IMM Kalteng dan Polda Kalteng Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

    IMM Kalteng dan Polda Kalteng Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 348
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Palangka Raya – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Tengah gelar pertemuan bersama Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah pada Senin (12/8/24). Pertemuan tersebut merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi yang dibangun antara Mahasiswa dan Kepolisian dalam rangka membangun daerah yang lebih baik. Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Djoko Poerwanto menyampaikan harapan untuk […]

  • Jalan Sehat MU Meriahkan Milad ke–113 Muhammadiyah di Lebong

    Jalan Sehat MU Meriahkan Milad ke–113 Muhammadiyah di Lebong

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong — Dalam rangka menyemarakkan Milad ke–113 Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lebong sukses menggelar Jalan Sehat MU pada Rabu, 26 November 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara milad yang bertujuan mempererat ukhuwah, membangun budaya hidup sehat, serta menghadirkan keceriaan bagi warga persyarikatan dan masyarakat luas. Ketua Panitia Milad 113 PDM Lebong, […]

  • Pengajian Jumat Kliwon PCM Bumiayu di Al-Kautsar Jadi Momentum Penguatan Gerakan Filantropi Muhammadiyah

    Pengajian Jumat Kliwon PCM Bumiayu di Al-Kautsar Jadi Momentum Penguatan Gerakan Filantropi Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Ribuan jamaah dari 25 ranting Muhammadiyah se-Cabang Bumiayu memadati kompleks Pondok Pesantren Al-Kautsar Muhammadiyah Bumiayu dalam Pengajian Rutin Jum’at Kliwon yang diselenggarakan Majelis Tabligh dan Pembinaan Masjid-Mushola Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bumiayu, Jumat (8/5/2026). Sejak ba’da Sholat Jumat hingga menjelang Ashar, kawasan pesantren dipenuhi jamaah dari berbagai desa di wilayah Bumiayu dan […]

  • Dzikir dalam Tasawuf: Terapi Psikospiritual untuk Meredakan Kecemasan

    Dzikir dalam Tasawuf: Terapi Psikospiritual untuk Meredakan Kecemasan

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 937
    • 0Komentar

    Oleh: Qonitah Tsabitah Azmi dan Shifa Salsabilah, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. Hamka Perkembangan zaman ini, masyarakat mulai dihadapi dengan persoalan yang kompleks, baik persoalan yang berkaitan dengan pribadinya, keluarga, pekerjaan, maupun permasalahan lainnya. Permasalahan ini akhirnya membuat munculnya rasa pesimis dan takut dalam menghadapi kehidupan. Tak hanya itu, manusia juga seringkali mengalami kecemasan akibat diri […]

  • UMS Kukuhkan 65 Dokter Baru: Harun Joko Gaungkan Dokter Berjiwa “PT IMAM”

    UMS Kukuhkan 65 Dokter Baru: Harun Joko Gaungkan Dokter Berjiwa “PT IMAM”

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 83
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebanyak 65 dokter baru resmi dikukuhkan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, (30/7) dalam upacara pelantikan dan sumpah dokter Fakultas Kedokteran ke-55. Di hadapan tamu undangan dari rumah sakit jejaring, tokoh institusi medis, dan orang tua wisudawan, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno melontarkan satu rumusan yang menggugah, dokter bukan sekadar […]

expand_less