Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Guru Besar Teknik Sipil UMS Soroti Kegagalan Konstruksi di Kasus Ambruknya Mushala Ponpes Al Khoziny

Guru Besar Teknik Sipil UMS Soroti Kegagalan Konstruksi di Kasus Ambruknya Mushala Ponpes Al Khoziny

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.id, SURAKARTA – Mushala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, roboh pada Senin (29/9) sore ketika jamaah tengah melaksanakan salat Ashar. Bangunan yang masih dalam tahap pembangunan itu ambruk tak lama setelah proses pengecoran lantai tiga selesai dilakukan pada pagi hingga siang hari.

Menanggapi insiden tersebut, Guru Besar Teknik Sipil sekaligus Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Mochamad Solikin, S.T., M.T., Ph.D., menilai bahwa kegagalan konstruksi bisa menimpa berbagai jenis bangunan, baik sederhana maupun bangunan bertingkat.

“Meskipun bangunan tampak sederhana, kegagalan tetap bisa terjadi jika perencanaan dan pelaksanaan tidak sesuai dengan kaidah konstruksi,” jelasnya saat ditemui pada Minggu (5/10).

Solikin menyebut fenomena kegagalan konstruksi bukan hal baru, baik di Indonesia maupun internasional. Ia mencontohkan kasus pilar tol Becakayu yang runtuh saat pengecoran serta peristiwa ambruknya Tacoma Bridge di Amerika Serikat. Artinya, kegagalan bisa menimpa bangunan apapun, bahkan proyek besar sekalipun, jika aspek teknis diabaikan.

Menurutnya, untuk mengetahui penyebab runtuhnya bangunan, perlu dilakukan forensic engineering, yaitu pemeriksaan teknis menyeluruh yang mirip dengan autopsi dalam dunia medis. Dari sana bisa diketahui apakah kegagalan terjadi di tahap desain, material, atau pelaksanaan di lapangan.

Dalam tahap desain, Solikin menekankan agar seluruh dokumen harus diteliti, mulai dari pondasi, dimensi struktur, ukuran balok dan kolom, hingga jumlah serta kualitas baja tulangan. Desain yang tepat akan menghasilkan perencanaan yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika sejak awal ada kekeliruan, potensi gagal menjadi sangat besar.

Selain itu, tahap pelaksanaan di lapangan juga harus mengikuti standar. Solikin menegaskan bahwa beton yang baru dicor tidak bisa langsung dibebani atau dibuka bekistingnya.

“Umumnya beton plat dan balok baru boleh dibuka setelah 21 hari. Kalau lebih cepat, risikonya sangat tinggi,” jelasnya.

Faktor material pun menjadi kunci penting. Ia mencontohkan kasus jembatan di Kalimantan yang runtuh akibat penggunaan baja dengan kualitas yang tidak tepat. Material harus sesuai standar, bahkan diuji dulu sebelum digunakan. Label SNI saja tidak cukup tanpa ada uji kelayakan.

Lebih jauh, Solikin menekankan pentingnya melibatkan pihak profesional dalam pembangunan. Ia menyebut ada tiga pihak yang wajib terlibat, yakni perencana, kontraktor, dan pengawas. Kontraktor tidak boleh mengawasi dirinya sendiri. Harus ada konsultan pengawas resmi yang kompeten agar kualitas dan keselamatan terjamin.

Namun, ia mengakui bahwa masyarakat seringkali mengabaikan prosedur tersebut, terutama ketika membangun fasilitas umum dengan biaya terbatas. Padahal, menurutnya, meskipun frekuensi kegagalan bangunan tidak sering, dampaknya bisa sangat fatal.

Sebagai akademisi, Solikin menyampaikan bahwa Fakultas Teknik UMS memiliki komitmen untuk terlibat dalam pendampingan masyarakat.

“Kami pernah membantu menilai kelayakan gedung pasca kebakaran, mengevaluasi struktur yang akan dialihfungsikan, hingga mendampingi pembangunan baru. Itu bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa UMS memiliki program pengabdian masyarakat yang memungkinkan dosen dari berbagai bidang, termasuk Teknik Sipil, untuk memberikan bantuan teknis kepada lembaga pendidikan maupun keagamaan. Masyarakat yang membutuhkan pendampingan bisa menghubungi Fakultas Teknik UMS.

“Kami siap membantu sesuai kapasitas akademik kami,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Solikin mengingatkan bahwa pembangunan harus selalu melibatkan tenaga ahli. Ia menegaskan kembali sebuah pesan penting, bahwa menyerahkan urusan bukan pada ahlinya hanya akan membawa bencana.

“Kegagalan bangunan bukan sekadar kerugian material, tapi juga bisa merenggut nyawa. Karena itu, mari taat standar dan libatkan tenaga ahli sejak awal,” pungkasnya. (Yusuf/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BIKERSMU CHAPTER KOTA BANDUNG, GASS TIPIS SAMBIL BERBAGI SEMBAKO

    BIKERSMU CHAPTER KOTA BANDUNG, GASS TIPIS SAMBIL BERBAGI SEMBAKO

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Pada 3 Mei 2025, Pagi itu suara deru mesin sepeda motor bergantian masuk ke lapangan PDM Kota Bandung yang terletak di Jalan Kadipaten Raya No. 47 Antapani Kota Bandung, pagi itu sudah berkumpul kurang lebih 52 peserta untuk melaksanakan kegiatan Touring gas tipis yang diselenggarakan oleh Bikersmu chapter Kota Bandung yang bekerjasama […]

  • SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto Gelar Sholat Jum’at Perdana di Masjid Umar bin Khottob Purwokerto

    SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto Gelar Sholat Jum’at Perdana di Masjid Umar bin Khottob Purwokerto

    • calendar_month Minggu, 19 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 242
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Banyumas, H. Asep Saeful Anwar, SP, MM berkesempatan hadir pada acara Peresmian dan Tasyakuran Masjid Umar bin Khattob Boarding School SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto beralamat di Jln. Kali Bener No. 100 Kelurahan Kranji Kecamatan Purwokerto Timur Kab. Banyumas, Jum’at (17/5/2024). Dalam sambutannya, Ketua Majelis Dikdasmen dan […]

  • Lazismu Demak Salurkan Bantuan Peduli Guru dalam Rangka Milad Muhammadiyah ke-113 bersama PCM Mranggen

    Lazismu Demak Salurkan Bantuan Peduli Guru dalam Rangka Milad Muhammadiyah ke-113 bersama PCM Mranggen

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, DEMAK – Lazismu Kabupaten Demak melaksanakan penyaluran program Peduli Guru sebagai bagian dari rangkaian Milad Muhammadiyah ke-113 pada Ahad, 23 November 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al Asyhar, Jalan Tegalmas, RT 01 RW 08, Mranggen, setelah pelaksanaan kajian pagi. Penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mranggen sebagai mitra […]

  • Dari Wanasari ke Panggung Provinsi, Santri MBS Wanasari Brebes Ukir Prestasi MAPSI dengan Doa dan Kerja Keras

    Dari Wanasari ke Panggung Provinsi, Santri MBS Wanasari Brebes Ukir Prestasi MAPSI dengan Doa dan Kerja Keras

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, ~ Bumiayu-Brebes || Suasana haru dan bangga menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) KH. Mas Mansur Wanasari, Brebes. Dua santrinya, Yasir Rizqi Robani dan Zahira Ainun Mudila, berhasil menyabet Juara I pada cabang Tahfidz Putra dan Putri dalam ajang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat […]

  • Gelar Bakti Sosial, Aisyiyah Kutai Timur Bagikan 176 Paket Sembako

    Gelar Bakti Sosial, Aisyiyah Kutai Timur Bagikan 176 Paket Sembako

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.224
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Kutai Timur – Sejak merebaknya pandemic virus corona (Covid-19) di Indonesia, dampak yang diakibatkan bukan saja di bidang kesehatan, melainkan juga di bidang ekonomi dan sosial. Banyak masyarakat yang kehilangan mata pencahariannya, pendapatannya berkurang, atau tidak mempunyai pendapatan. Menghadapi dan menanggapi persoalan ini, Aisyiyah Kutai Timur bergerak dengan ta’awun (tolong-menolong) sosial. Aisyiyah Kutai Timur […]

  • Mahasiswa UMS Borong Gold Medal dan Special Award di MTE 2026 Lewat Inovasi Berbasis AI dan Budaya

    Mahasiswa UMS Borong Gold Medal dan Special Award di MTE 2026 Lewat Inovasi Berbasis AI dan Budaya

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id di kancah internasional. Tim mahasiswa lintas program studi berhasil membawa pulang medali emas dalam ajang Malaysia Technology Expo (MTE) 2026, sekaligus meraih Special Award dari Chinese Innovation and Invention Society (CIIS) Taiwan. Kompetisi bergengsi tersebut digelar di World Trade Centre Kuala Lumpur […]

expand_less