Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Ketika Mahasiswa Mulai Jauh dari Organisasi, Sudah Saatnya Organisasi Mahasiswa Link and Match dengan Dunia Kerja

Ketika Mahasiswa Mulai Jauh dari Organisasi, Sudah Saatnya Organisasi Mahasiswa Link and Match dengan Dunia Kerja

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Najib Haidi Lutfillah

(Ketua Umum PK IMM Psikologi UM Lampung Periode 2022-2023 & Human Resources Development F & B Industry)

Ada sebuah ironi yang begitu menyedihkan, bahkan lebih sedih daripada nasib IPK jeblok di semester akhir: mahasiswa hari ini sudah tidak peduli lagi dengan organisasi.Mereka lebih memilih menghabiskan malam mereka di depan laptop, mengejar batch sertifikasi online yang harganya jutaan, atau bahkan live streaming TikTok demi cuan receh, ketimbang duduk berjam-jam di sekretariat yang bau debu, membahas anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang sudah tiga tahun tidak relevan.

Fenomena ini, kalau boleh didiagnosis oleh mantan aktivis seperti saya, bukanlah krisis moral mahasiswa, melainkan krisis relevansi akut yang dialami oleh organisasi itu sendiri. Kami, para alumni yang dulu bangga sekali dengan title Ketua Divisi, Ketua Umum , atau bahkan Koordinator Lapangan, kini harus menerima kenyataan pahit: janji-janji surga tentang soft skill dan leadership yang dulu kami jual ke mahasiswa baru, ternyata tidak laku di gerbang dunia kerja.

Dunia sudah berubah,

Para recruiter di perusahaan kini tidak lagi terkesima dengan cerita heroik tentang suksesnya mengadakan acara pelatihan atau acara besar.

Mereka butuh bukti terukur: portfolio, data, dan kemampuan teknis yang bisa diukur, diklik, dan dieksekusi. Kemampuan mengelola konflik internal yang dulu kita banggakan, kini dianggap sama nilainya dengan sinetron sore di TV lokal: ramai, tapi tidak produktif.

Dulu, organisasi mahasiswa adalah tempat menempa diri. Tempat belajar ngatur rapat, nyusun proposal, sampai begadang semalam suntuk demi pelatihan yang kadang peserta cuma 20 orang.Tapi itu dulu — saat dunia kerja masih percaya bahwa pengalaman organisasi berarti kemampuan kerja.Sekarang? Dunia profesional lebih percaya sama portofolio digital.Sertifikat Google Project Management lebih bernilai daripada surat keterangan “pernah jadi panitia konsumsi.”Dunia kerja sudah berubah jadi fast-paced ecosystem; sayangnya, organisasi mahasiswa masih sibuk revisi AD/ART.

Yang menyedihkan bukan cuma mahasiswa yang menjauh, tapi juga organisasi yang tak sadar sedang ditinggal.Banyak organisasi masih sibuk dengan agenda seremonial yang tidak berdampak. Rapat dibuka dengan doa, tapi ditutup dengan debat kusir.Ketua sibuk bikin grup WhatsApp baru, tapi lupa bikin timeline kegiatan.Kalau ada anggota yang aktif, dianggap “cari muka.” Kalau diam, dibilang “nggak punya loyalitas.”Semuanya jadi drama internal yang level konfliknya bisa menyaingi sinetron “Cinta di Kampus Biru”.

Padahal, potensi organisasi mahasiswa itu besar sekali.Ia bisa jadi laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar manajemen proyek, komunikasi lintas bidang, sampai membangun jaringan profesional.Tapi potensi itu terkubur di bawah tumpukan surat keputusan, lembar absensi, dan rapat pleno yang tidak pernah tepat waktu.

Singkatnya, organisasi mahasiswa harus berhenti berlagak seperti dinas pemerintahan mini yang sibuk dengan birokrasi internalnya. Cobalah bertransformasi menjadi mini startup bukan dalam arti harus jualan atau cari investor, tapi dalam cara berpikir: efisien, terukur, dan berdampak.Bikin program yang relevan, bukan hanya seremonial.Latih anggota dengan proyek nyata: desain, riset, publikasi, negosiasi, digital campaign. Ajarkan mereka bikin proposal project, bukan sekadar proposal kegiatan.Itu yang dibutuhkan dunia kerja.

Kalau organisasi mau tetap hidup, ia harus bisa bicara dengan bahasa zaman: data-driven, kolaboratif, dan profesional.Jangan cuma jual slogan “kaderisasi,” tapi nggak ngerti apa itu public speaking atau project management tool.Kalau dulu kita bangga pakai kemeja organisasi dan tanda tangan surat tugas, sekarang waktunya bangga bikin portofolio LinkedIn yang bisa dikonversi jadi karier.

Mahasiswa bukan malas, mereka realistis

Sering kali senior mengeluh: “Mahasiswa sekarang individualis, sibuk cari uang, nggak punya idealisme.”Padahal, bukan idealismenya yang hilang mereka cuma realistis.Zaman sekarang, kuliah aja udah mahal, hidup makin sulit, dan dunia kerja makin selektif.Kalau mereka bisa belajar digital marketing dari YouTube dan langsung dapat kerja remote, kenapa harus rapat tiga jam buat bahas konsumsi acara?

Mereka tetap mau berjuang, tapi dengan cara yang beda.Mereka ingin organisasi yang bisa ngasih value nyata, bukan cuma “pengalaman.”Mereka ingin rapat yang efisien, kegiatan yang terukur, dan hasil yang bisa dilihat.Mereka ingin organisasi yang link and match dengan dunia kerja, bukan yang sibuk mengulang glorifikasi masa lalu.

Organisasi mahasiswa masih punya tempat di hati generasi sekarang—asal tahu cara menempatkan diri.Kalau organisasi mau bertahan, ia harus belajar rebranding. Jadi wadah yang adaptif, profesional, dan relevan.Karena kalau tidak, bukan cuma mahasiswa yang pergi, tapi juga semangat idealisme yang dulu membuat organisasi hidup.

Dan percayalah, tidak ada yang lebih menyedihkan dari sekretariat kosong yang dulunya ramai, dengan papan nama yang mulai pudar, dan tulisan “Rapat Besar Minggu Ini” yang sudah lima minggu tidak dihapus.

Editor: Unaise Albunayya

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Husein, Santri Ponpes Al-Mujahidin Raih Medali Perunggu pada Kejurnas Remaja 2023 di Sumbar

    Husein, Santri Ponpes Al-Mujahidin Raih Medali Perunggu pada Kejurnas Remaja 2023 di Sumbar

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 565
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Muhammad Husein Firdaus, Santri Pondok Pesantren Al-Mujahidin kelas 11 C SMA Muhamamdiyah 2 Al-Mujahidin merupakan salahsatu atlet Kontingen Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimpinan Daerah 042 Kota Balikpapan yang meraih medali perunggu di kategori remaja kelas B putra pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Remaja 2023 di Payakumbuh, Sumatra Barat (Sumbar). Bisa bertanding di kancah nasional […]

  • Ultimatum Lembaga Pendidikan  Aman: Dari Jeritan Korban Perundungan ke Agenda Prioritas yang Tak Boleh Ditunda

    Ultimatum Lembaga Pendidikan  Aman: Dari Jeritan Korban Perundungan ke Agenda Prioritas yang Tak Boleh Ditunda

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Fahdhi Fauzi Akbar (Mahasiswa Progam Doktor Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka Jakarta) Melihat kabar berita beberapa pekan belakang Indonesia sedang tidak baik, seperti politik ,kriminal, korupsi dan masih lain lain. Pendidikan pun tidak lepas dari isu isu atau berita yang negatif mulai dari kasus pegawai negeri sipil yang diberhentikan oleh pemerintah karena membantu guru honor […]

  • Gebruiksvriendelijke online casino’s in Nederland

    Gebruiksvriendelijke online casino’s in Nederland

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Gebruiksvriendelijke online casino’s in Nederland ▶️ SPELEN Содержимое Veelgestelde vragen over online casino’s Top 5 online casino’s in Nederland Als u op zoek bent naar een legale en betrouwbare online casino-ervaring, bent u bij het juiste adres. In dit artikel zullen we u helpen bij het vinden van de beste online casino’s in Nederland, die […]

  • Expo Panoramma FEB UMS Tampilkan Inovasi Bisnis Mahasiswa Gen Z

    Expo Panoramma FEB UMS Tampilkan Inovasi Bisnis Mahasiswa Gen Z

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka kegiatan expo kewirausahaan bertajuk Panoramma (Pasar Inovasi Rancangan Mahasiswa Manajemen). Acara dilaksanakan pada Senin & Selasa, 2 & 3 Juni di Lapangan Psikologi Kampus 2 UMS. Acara ini menjadi ajang tahunan untuk menampilkan produk inovatif hasil rancangan mahasiswa […]

  • STQ Se-Kampung Tengah Sukses Digelar, Hadirkan Semangat Cinta NKRI di Tengah Generasi Qurani

    STQ Se-Kampung Tengah Sukses Digelar, Hadirkan Semangat Cinta NKRI di Tengah Generasi Qurani

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, MEMPURA, SIAK – Masjid An-Nur Kampung Tengah, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak menjadi saksi bisu gelaran Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Se-Kampung Tengah yang berlangsung meriah pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Kegiatan yang bertemakan “Senada Merayakan HUT RI ke-80, Melalui STQ Mari Kita Hadirkan Semangat Cinta Terhadap NKRI Demi Membangun Generasi Qurani di Negeri Siak Madani” […]

  • Aisyiyah Sosialisasikan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus dan Inisiasi Rumah Sakinah

    Aisyiyah Sosialisasikan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus dan Inisiasi Rumah Sakinah

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo –  24 Januari 2026  Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sukoharjo  menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pelayanan anak berkebutuhan khusus (ABK) dan  pendirian Rumah Sakinah Aisyiyah  pada Sabtu 24 Januari 2026 bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus serta memperkuat ketahanan keluarga melalui layanan berbasis […]

expand_less