Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman

Psikolog UMS Soroti Meningkatnya Kasus Perundungan: Lingkungan Pendidikan dan Keluarga Belum Jadi Tempat Aman

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Meningkatnya kasus perundungan (bullying) di Indonesia menjadi perhatian serius para akademisi dan praktisi psikologi, termasuk dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dosen Fakultas Psikologi UMS, Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menilai fenomena ini harus disikapi secara menyeluruh, terutama karena telah menimbulkan dampak psikologis yang berat hingga berujung pada kasus bunuh diri di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Prilya menyoroti beberapa kasus yang baru-baru ini mencuat di media, seperti tragedi yang menimpa almarhum Timothy dan mahasiswa di Solo. Menurutnya, perundungan bukan satu-satunya faktor penyebab tindakan ekstrim seperti bunuh diri, namun bisa menjadi pemicu gangguan mental yang sudah ada sebelumnya.

“Kasus di Solo itu setelah saya telusuri, ternyata memang mahasiswa tersebut ada indikasi bipolar, yakni gangguan emosi dan mood. Jadi bisa jadi bukan murni perundungan, tetapi ada gangguan psikologis yang menjadi pemicu,” jelasnya, Sabtu (1/11).

Dosen Fakultas Psikologi UMS, Prilya Shanty Andrianie, S.Psi., M.Psi., Psikolog

Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Federasi Serikat Guru Indonesia menunjukkan bahwa tahun 2023 terdapat 3.800 kasus bullying, dan pada 2024 jumlahnya meningkat hampir 100 kasus. Jenis bullying yang paling dominan adalah fisik (sekitar 55–56%), disusul verbal (29,3%), dan psikologis (15,2%).

“Bullying psikologis sering kali tidak disadari. Misalnya, ketika seseorang diabaikan, dikucilkan, atau tidak dilibatkan dalam pertemanan. Itu termasuk bentuk perundungan,” ujar Prilya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa ranah pendidikan dan keluarga kini menjadi dua lingkungan utama tempat perundungan terjadi. “Padahal seharusnya dua tempat itu menjadi ruang paling aman bagi anak dan remaja,” imbuhnya.

Menurut Prilya, fenomena perundungan di perguruan tinggi sering kali merupakan akumulasi dari pengalaman negatif di jenjang pendidikan sebelumnya.

“Bisa jadi pelaku atau korban pernah mengalami bullying sejak SD, SMP, atau SMA, dan tidak terselesaikan dengan baik. Akibatnya, saat kuliah, dampaknya muncul kembali dalam bentuk gangguan mental atau perilaku yang berulang,” terangnya.

Ia juga menyoroti adanya budaya senioritas dan balas dendam, yang memicu praktik perpeloncoan saat masa orientasi mahasiswa baru. “Budaya senior-junior ini harus diubah. Sistem orientasi seharusnya menumbuhkan rasa kekeluargaan, misalnya dengan konsep kakak asuh–adik asuh. Jadi mahasiswa baru merasa diterima dan aman,” sarannya.

Prilya menjelaskan, terdapat tiga pihak yang berperan dalam siklus bullying: pelaku, korban, dan bystander (penonton). Upaya pencegahan dapat dilakukan jika semua pihak memiliki sikap empati dan asertivitas.

“Empati membuat seseorang enggan membully karena bisa merasakan posisi korban. Sementara asertivitas berarti berani menyampaikan sesuatu secara positif, seperti menegur atau melapor saat melihat tindakan bullying,” jelasnya.

Selain itu, lingkungan sekitar perlu peka terhadap tanda-tanda korban bullying, seperti menarik diri, menjadi pendiam, mudah emosional, atau enggan masuk sekolah atau kuliah.

Dalam menangani korban, Prilya menekankan pentingnya PFA (Psychological First Aid) atau pertolongan pertama psikologis. Langkah ini meliputi kepekaan terhadap perubahan perilaku, kesediaan mendengarkan tanpa menghakimi, serta membantu korban mendapatkan rujukan profesional bila diperlukan.

“Kadang seseorang tidak butuh solusi langsung, tapi hanya ingin didengarkan. Kalau kita tidak mampu menanganinya, bantu dia untuk bertemu dengan psikolog atau psikiater,” tuturnya.

Sebagai langkah preventif di perguruan tinggi, Prilya mendorong adanya satuan tugas (Satgas) anti-bullying yang aktif melakukan sosialisasi dan kampanye tentang lingkungan kampus yang aman dan positif.

“Kampus perlu memiliki sistem yang jelas untuk pelaporan, peer counseling, dan sosialisasi keberanian bersikap. Dengan begitu, UMS maupun perguruan tinggi lain bisa menjadi rumah yang benar-benar aman bagi mahasiswa,” pungkasnya.

Kontributor: Fika

Editor: Alfarabi

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LDK PP Muhammadiyah Gelar Pembinaan Dai sebagai Kontributor Dakwah Digital

    LDK PP Muhammadiyah Gelar Pembinaan Dai sebagai Kontributor Dakwah Digital

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Pada Rabu malam, 15 Januari 2025, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Pembinaan Dai sebagai Kontributor Dakwah Digital melalui Zoom Meeting, yang diikuti oleh para dai LDK PP Muhammadiyah dari berbagai provinsi di Indonesia. Acara ini bertujuan untuk memperkuat kontribusi dai dalam menyebarkan dakwah melalui platform digital. Acara dimulai dengan […]

  • Mon expérience avec AlaWin Casino Mobile après 100 sessions en Belgique

    Mon expérience avec AlaWin Casino Mobile après 100 sessions en Belgique

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Après avoir effectué 100 sessions sur AlaWin Casino en Belgique, un joueur a été particulièrement étonné par son expérience mobile. L’interface est conviviale et la sélection de jeux fascine les joueurs. La fluidité est au rendez-vous en mobilité et les promotions disponibles améliorent l’expérience de jeu. Mais au-delà des jeux et des bonus, le développement […]

  • Golkar dan Muhammadiyah: Antara Kedekatan Kultural dan Komitmen Kebangsaan

    Golkar dan Muhammadiyah: Antara Kedekatan Kultural dan Komitmen Kebangsaan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Oleh: Andri Rifandi, Ketua Umum DPD IMM Kalimantan Timur Pernyataan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia yang menyebutkan bahwa hubungan antara Partai Golkar dan Muhammadiyah ibarat “anak dan ibu”. pernyataan ini terkemuka di berbagai media setelah penyerahan bantuan pembangunan gedung asrama madrasah oleh Golkar kepada lembaga pendidikan Muhammadiyah. Pernyataan ini […]

  • Kokam Dan Khitan Massal Maridan Part 1

    Kokam Dan Khitan Massal Maridan Part 1

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 583
    • 0Komentar

    | Oleh : Fuad |  Balikpapan – Waktu menunjukkan pukul 22.30 WITA. Udara dingin dalam Bus ber-AC yang kutumpangi sudah cukup menusuk kulit. Ditambah lagi hujan turun sejak sore hari turut menambah rasa dingin ini. Perjalananku masih panjang menuju Kota Balikpapan di Kaltim. Ini baru separuh jalan. Perlu waktu hingga 7 jam lagi baru sampai […]

  • Pistolo Casino – Experience Top RTP Slots and Earn Quick Cash in Australia

    Pistolo Casino – Experience Top RTP Slots and Earn Quick Cash in Australia

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    At Bonus Pistolo Casino, we can explore a variety of elevated RTP slots that offer both thrill and the possibility for fast cash wins. With RTP percentages surpassing 96%, these games distinguish themselves in an increasingly competitive market. The platform’s user-friendly interface and mobile compatibility enhance our experience. However, it’s important to look past just […]

  • UMS-University of Otago: Rintis Kerja Sama Kolaborasi Pengembangan Akademik, SDM, Riset, & Publikasi

    UMS-University of Otago: Rintis Kerja Sama Kolaborasi Pengembangan Akademik, SDM, Riset, & Publikasi

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat jejaring internasional melalui penjajakan kerja sama akademik dengan sejumlah perguruan tinggi di Selandia Baru. Dalam agenda tersebut, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., melakukan pertemuan dengan Southern Institute of Technology (SIT), University of Otago, hingga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama University of Waikato. […]

expand_less