Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kekufuran Bani Israil sebagai Renungan Setiap Insan, UMS Gelar Kajian Tafsir Al-Baqarah Ayat 60-66

Kekufuran Bani Israil sebagai Renungan Setiap Insan, UMS Gelar Kajian Tafsir Al-Baqarah Ayat 60-66

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kajian Tafsir Al-Qur’an, bersama Dr. Ainur Rha’in Bakrun, S.Th.I, M.Th., sebagai narasumber. Kali ini, pembahasan merefleksikan sejarah Bani Israil untuk dijadikan sebagai pelajaran dalam menjalani kehidupan.
Rhain-begitu sapaan akrabnya, memaparkan tafsir surat Al-Baqarah ayat 60-66, yang secara garis besar membahas tentang nikmat-nikmat yang didurhakai oleh Bani Israil, serta balasan atas perbuatan mereka. Mengawali pemaparan maternya, ia menjelaskan bahwa dalam ayat 60-66 terdapat beberapa  pengulangan kata yang sama dengan menunjukkan makna yang sama.
“Pada ayat 60-66 terdapat pengulangan kata “واذ” yang menunjukan pengingat Allah kepada bani israil atas perbuatannya selama di muka bumi ini,” jelasnya, Selasa (9/12).
Dalam ayat 60 berisi tentang kekufuran Bani Israil terhadap nikmat mata air yang diberikan oleh Allah SWT. Bani Israil tidak ada cukupnya ketika diberikan sumber mata air satu saja, mereka meminta sumber mata air yang jumlah lebih banyak dari pada itu.
Ia juga menegaskan bahwa pada ayat 60 terdapat karakteristik seorang pemimpin yang benar, seperti Nabi Musa yang tidak pernah memikirkan untuk mensejahterakan dirinya sendiri. Nabi Musa selalu memohon kepada Allah SWT untuk mensejahterakan kehidupan umatnya yaitu Bani Israil.
“Pemimpin yang bener tidak pernah menjadikan posisinya untuk mengambil manfaat bagi kepentingan dirinya sendiri, layaknya Nabi Musa AS, ” tegasnya dalam menafsirkan ayat itu.
Ayat 61 menjelaskan bahwa Bani Israil tidak pernah bersyukur atas nikmat berupa makanan yang diberikan oleh Allah SWT. Padahal, Allah telah memberikan makanan yang berkhasiat, namun, mereka justru meminta makanan yang biasa saja. Hal itu menunjukkan ketamakan Bani Israil terhadap pemberian Allah SWT.
Rhain juga menambahkan bahwa terdapat kunci hidup bahagia dengan merefleksikan ayat 61, di sisi lain juga menunjukan tidak pernah bahagianya Bani Israil pada saat itu.
“Kunci hidup bahagia itu dengan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah,” tambahnya.
Kemudian, pada ayat 62 terdapat definisi orang yang beriman, yaitu mempercayai dan mengikuti ajaran nabi yang datang pada zaman itu, misalnya Yahudi mengikuti ajaran Nabi Musa, Nasrani mengikuti ajaran Nabi Isa, dan Islam mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya, ayat 63-64 menjelaskan adanya perjanjian antara Bani Israil dengan Allah SWT, serta tipu daya yang mereka perbuat. Perjanjian yang mereka sepakati dengan Allah yaitu, mereka harus beriman kepada Allah SWT, atas nikmat yang mereka rasakan selama ini.
Namun, perjanjian itu mereka abaikan mentah-mentah. Mereka meninggalkan, bahkan menyelisihi kitab Taurat yang seharusnya mereka jadikan pedoman kehidupan. Hal itu menunjukkan sifat oportunis yang melekat pada diri mereka.
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِيْنَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِى السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خٰسِـِٕيْنَ ۝٦٥
Allah mengutuk Bani Israil dengan menjadikan mereka kera yang hina. Dalam artian bukan hanya perubahan fisik, tetapi mencakup kehinaan sosial dan spiritual. Mereka hina karena perbuatannya. Laknat seperti ini, sesuai dengan penjelasan pada ayat 65, serta diperkuat dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari.
لَمَّا مُسِخَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ ، جُعِلَ الرِّجَالُ قِرَدَةً وَالنِّسَاءُ خَنَازِيرَ
“Ketika sebagian Bani Israil itu diubah (oleh Allah), maka laki-laki dijadikan kera, dan perempuan dijadikan babi.” HR. al-Bukhari
Ayat 66, sebagai penutup kajian, ia menekankan bahwa pada ayat ini menjadi pengingat bagi hamba pada saat itu dan hamba yang akan datang.
“Melalui ayat 66 terdapat pengingat kepada kita, agar tidak mengulangi kembali kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh Bani Israil,” tutupnya. (Affiq/Humas).

 

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyaluran Family Kit dan School Kit, Muhammadiyah Bantu Pemulihan Warga Pascabanjir di Martapura

    Penyaluran Family Kit dan School Kit, Muhammadiyah Bantu Pemulihan Warga Pascabanjir di Martapura

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 25
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID Martapura — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir kembali ditunjukkan oleh Muhammadiyah melalui aksi nyata penyaluran bantuan kemanusiaan. Pada Jumat (10/04), bantuan berupa family kit dan school kit disalurkan kepada SD Muhammadiyah, MTs Muhammadiyah, serta Panti Putera Muhammadiyah Martapura. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 178 paket family kit dan 178 paket school kit didistribusikan kepada masyarakat […]

  • Penerapan Teori Belajar Piaget Dalam Pembelanjaran IPA SD

    Penerapan Teori Belajar Piaget Dalam Pembelanjaran IPA SD

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 16.614
    • 0Komentar

    Belajar merupakan proses manusia dalam memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, mendapatkan informasi atau menemukan. Aliran kognitif memandang kegiatan belajar bukanlah sekadar stimulus atau respon yang bersifat mekanistik, tetapi lebih dari itu kegiatan belajar juga melibatkan kegiatan mental yang ada di dalam diri individu yang sedang belajar. Struktur mental individu tersebut berkembang sesuai […]

  • REFLEKSI BUKU “PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS” KARYA PAULO FREIRE

    REFLEKSI BUKU “PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS” KARYA PAULO FREIRE

    • calendar_month Senin, 28 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.098
    • 0Komentar

    Oleh : Anggi Nofinta Dwi Woro (202110230311045) Buku “Pendidikan Kaum Tertindas” ini merupakan hasil dari pengamatan Freire selama enam tahun dalam pengasingan politik. Freire telah menganalisis peran “penyadaran” untuk mewujudkan terciptanya pendidikan yang membebaskan manusia. Agar dapat membebaskan diri, kaum tertindas harus menghilangkan ketakutannya akan kebebasan terlebih dahulu melalui usaha penyadaran. Tanpa hal tersebut, kaum […]

  • Jangan ada kenangan cinta di Hantakan, jangan ada rindu yang tertinggal di Mamuju

    Jangan ada kenangan cinta di Hantakan, jangan ada rindu yang tertinggal di Mamuju

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 692
    • 0Komentar

    Ada pernak-pernik dunia relawan yang kadang berujung pada ikatan. Kerja keras? Ya pasti, dari 140 sekian relawan Muhammadiyah Kaltim telah berperan aktif dalam pembuatan 4 jembatan darurat yang menghubungkan denyut nadi kehidupan antar dusun atau desa di Hantakan Hulu Sungai Tengah. Atau relawan Kaltim di Mamuju diawal-awal kedatangan mengirim bahan makanan ke daerah terisolir yang […]

  • Milad ke-16 HW UMS: Dari Refleksi Perjuangan Menuju Kader Pemimpin yang Berdampak

    Milad ke-16 HW UMS: Dari Refleksi Perjuangan Menuju Kader Pemimpin yang Berdampak

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 17
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pimpinan Hizbul Wathan Kafilah Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Milad HW UMS yang ke-16 di Ruang Meeting Besar Griya Mahasiswa UMS pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati Milad yang ke-16 Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) sebagai momentum refleksi perjalanan gerakan kepanduan sekaligus penguatan komitmen […]

  • Satu-satunya PTMA Tembus Semifinal, UMS Harumkan Nama Muhammadiyah di POMPROV Jateng 2025

    Satu-satunya PTMA Tembus Semifinal, UMS Harumkan Nama Muhammadiyah di POMPROV Jateng 2025

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim bola voli putri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mencetak prestasi membanggakan dengan meraih medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) Jawa Tengah 2025. Pembina tim voli putri UMS, Vera Septi Sistiasih, S.Pd., M.Or., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian anak didiknya. Ia menilai raihan ini merupakan buah dari kerja keras […]

expand_less