Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kekufuran Bani Israil sebagai Renungan Setiap Insan, UMS Gelar Kajian Tafsir Al-Baqarah Ayat 60-66

Kekufuran Bani Israil sebagai Renungan Setiap Insan, UMS Gelar Kajian Tafsir Al-Baqarah Ayat 60-66

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Kajian Tafsir Al-Qur’an, bersama Dr. Ainur Rha’in Bakrun, S.Th.I, M.Th., sebagai narasumber. Kali ini, pembahasan merefleksikan sejarah Bani Israil untuk dijadikan sebagai pelajaran dalam menjalani kehidupan.
Rhain-begitu sapaan akrabnya, memaparkan tafsir surat Al-Baqarah ayat 60-66, yang secara garis besar membahas tentang nikmat-nikmat yang didurhakai oleh Bani Israil, serta balasan atas perbuatan mereka. Mengawali pemaparan maternya, ia menjelaskan bahwa dalam ayat 60-66 terdapat beberapa  pengulangan kata yang sama dengan menunjukkan makna yang sama.
“Pada ayat 60-66 terdapat pengulangan kata “واذ” yang menunjukan pengingat Allah kepada bani israil atas perbuatannya selama di muka bumi ini,” jelasnya, Selasa (9/12).
Dalam ayat 60 berisi tentang kekufuran Bani Israil terhadap nikmat mata air yang diberikan oleh Allah SWT. Bani Israil tidak ada cukupnya ketika diberikan sumber mata air satu saja, mereka meminta sumber mata air yang jumlah lebih banyak dari pada itu.
Ia juga menegaskan bahwa pada ayat 60 terdapat karakteristik seorang pemimpin yang benar, seperti Nabi Musa yang tidak pernah memikirkan untuk mensejahterakan dirinya sendiri. Nabi Musa selalu memohon kepada Allah SWT untuk mensejahterakan kehidupan umatnya yaitu Bani Israil.
“Pemimpin yang bener tidak pernah menjadikan posisinya untuk mengambil manfaat bagi kepentingan dirinya sendiri, layaknya Nabi Musa AS, ” tegasnya dalam menafsirkan ayat itu.
Ayat 61 menjelaskan bahwa Bani Israil tidak pernah bersyukur atas nikmat berupa makanan yang diberikan oleh Allah SWT. Padahal, Allah telah memberikan makanan yang berkhasiat, namun, mereka justru meminta makanan yang biasa saja. Hal itu menunjukkan ketamakan Bani Israil terhadap pemberian Allah SWT.
Rhain juga menambahkan bahwa terdapat kunci hidup bahagia dengan merefleksikan ayat 61, di sisi lain juga menunjukan tidak pernah bahagianya Bani Israil pada saat itu.
“Kunci hidup bahagia itu dengan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah,” tambahnya.
Kemudian, pada ayat 62 terdapat definisi orang yang beriman, yaitu mempercayai dan mengikuti ajaran nabi yang datang pada zaman itu, misalnya Yahudi mengikuti ajaran Nabi Musa, Nasrani mengikuti ajaran Nabi Isa, dan Islam mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya, ayat 63-64 menjelaskan adanya perjanjian antara Bani Israil dengan Allah SWT, serta tipu daya yang mereka perbuat. Perjanjian yang mereka sepakati dengan Allah yaitu, mereka harus beriman kepada Allah SWT, atas nikmat yang mereka rasakan selama ini.
Namun, perjanjian itu mereka abaikan mentah-mentah. Mereka meninggalkan, bahkan menyelisihi kitab Taurat yang seharusnya mereka jadikan pedoman kehidupan. Hal itu menunjukkan sifat oportunis yang melekat pada diri mereka.
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِيْنَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِى السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خٰسِـِٕيْنَ ۝٦٥
Allah mengutuk Bani Israil dengan menjadikan mereka kera yang hina. Dalam artian bukan hanya perubahan fisik, tetapi mencakup kehinaan sosial dan spiritual. Mereka hina karena perbuatannya. Laknat seperti ini, sesuai dengan penjelasan pada ayat 65, serta diperkuat dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari.
لَمَّا مُسِخَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ ، جُعِلَ الرِّجَالُ قِرَدَةً وَالنِّسَاءُ خَنَازِيرَ
“Ketika sebagian Bani Israil itu diubah (oleh Allah), maka laki-laki dijadikan kera, dan perempuan dijadikan babi.” HR. al-Bukhari
Ayat 66, sebagai penutup kajian, ia menekankan bahwa pada ayat ini menjadi pengingat bagi hamba pada saat itu dan hamba yang akan datang.
“Melalui ayat 66 terdapat pengingat kepada kita, agar tidak mengulangi kembali kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh Bani Israil,” tutupnya. (Affiq/Humas).

 

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat Baru Ranting IPM: PR IPM Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Resmi Dilantik

    Semangat Baru Ranting IPM: PR IPM Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad Resmi Dilantik

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pekalongan – Semangat baru dan langkah awal perubahan ditandai dengan pelantikan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Pondok Pesantren Aisyiyah Imadul Bilad. Acara pelantikan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Pekalongan pada Selasa, 29 Juli 2025, bertempat di Masjid Al-Muslimun Pekalongan dengan mengusung tema “The Youth Of The Day […]

  • Belajar TOGA secara Langsung, Siswa MIM Tawangsari Antusias Praktek Membuat Minuman Bunga Telang

    Belajar TOGA secara Langsung, Siswa MIM Tawangsari Antusias Praktek Membuat Minuman Bunga Telang

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Nurul Fahri Friyanda
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Mengenalkan manfaat tanaman obat keluarga (TOGA) kepada anak usia sekolah dapat dilakukan melalui pembelajaran yang menyenangkan dan praktik secara langsung. Pendekatan tersebut diterapkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Tawangsari, Teras, Boyolali, yang melibatkan siswa kelas VI. Kegiatan yang dipimpin oleh Ir. Dinda Safitri, S.T., M.Eng., Asisten […]

  • Solusi Modern Cek Gula Darah Tanpa Tusuk Jari, Tim UMS Sabet Medali Emas di Kancah Internasional

    Solusi Modern Cek Gula Darah Tanpa Tusuk Jari, Tim UMS Sabet Medali Emas di Kancah Internasional

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – inovatif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam menghadirkan solusi modern pemeriksaan kadar gula darah tanpa tusuk jari berhasil mencuri perhatian dunia. Lewat inovasi bertajuk “GluScan: Innovative Ray Based Non Invasive Blood Sugar Detection With Real Time Visualization on Mobile App”, tim UMS memperkenalkan alat pendeteksi gula darah berbasis sinar infrared yang terintegrasi dengan […]

  • PERKUAT STRATEGI DAKWAH KOMUNITAS, LDK PWM BENGKULU UTUS USTADZ BAGINDO SUPARMAN IKUTI LOKAKARYA NASIONAL DAI KOMUNITAS DI JAKARTA

    PERKUAT STRATEGI DAKWAH KOMUNITAS, LDK PWM BENGKULU UTUS USTADZ BAGINDO SUPARMAN IKUTI LOKAKARYA NASIONAL DAI KOMUNITAS DI JAKARTA

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya 62 Jakarta Pusat Lokakarya Dai Komunitas Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah berjalan lancar dan sukses, Sabtu (11/10/2025), sebagai bentuk komitmen Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu untuk terus berupaya meningkatkan kapasitas dan strategi dakwah komunitas di Provinsi Bengkulu Pengurus LDK […]

  • Arsitektur UMS Segera Buka Program Profesi Arsitektur Februari Mendatang

    Arsitektur UMS Segera Buka Program Profesi Arsitektur Februari Mendatang

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 200
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Solo – Kegiatan Archfest 2024 yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menuai banyak perhatian pengunjung Solo Paragon Mall. Pada Archfest 2024 ini, Ketua IAI Jawa Tengah Dr. Ar Resza Riskiyanto, S.T., M.T., IAI., menyampaikan proyeksi ke depan terkait dengan lulusan dari Arsitektur. Resza menanyakan, apakah lulusan Program Arsitektur […]

  • BEM FHIP UMS Gelar DESA CERDAS, Perkuat Kesadaran Hukum dan Demokrasi Warga

    BEM FHIP UMS Gelar DESA CERDAS, Perkuat Kesadaran Hukum dan Demokrasi Warga

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (BEM FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program Penelitian dan Pengabdian Ormawa (PPO) bertajuk DESA CERDAS di Desa Alas Tuwo, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Program DESA CERDAS berfokus pada optimalisasi pendidikan hukum dan penguatan kesadaran sosial masyarakat untuk mewujudkan desa yang berkarakter, […]

expand_less