Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Dari Vakum Menuju Bergerak: Perjalanan Rudi Membangun Muhammadiyah Mentawai

Dari Vakum Menuju Bergerak: Perjalanan Rudi Membangun Muhammadiyah Mentawai

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kepulauan Mentawai dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang tidak ringan. Akses transportasi terbatas, jarak antarpulau berjauhan, jaringan komunikasi belum merata, serta kondisi umat Islam sebagai minoritas menjadi realitas sehari-hari. Dalam situasi seperti inilah Muhammadiyah dituntut untuk tidak sekadar hadir sebagai organisasi, tetapi benar-benar hidup dan berperan bagi umat. Tantangan itulah yang kini dihadapi dan dijalani oleh Rudi, S.Pi., M.Si., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Perjalanan Rudi di Muhammadiyah dimulai dari bawah. Pada 2016, ia diminta mengemban amanah sebagai Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kepulauan Mentawai. Saat itu, Muhammadiyah di Mentawai masih berjalan terseok, dengan pergerakan yang belum tertata dan minim kader yang memahami ideologi persyarikatan.

“Tahapan awal itu lebih banyak belajar dan menguatkan diri. Muhammadiyah di Mentawai belum solid, tapi saya yakin kalau dikelola dengan sabar, perlahan bisa bangkit,” ujar Rudi pada Ahad (14/12/2025).

Rudi, S.Pi., M.Si., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Tahun 2019, keterlibatannya dalam pengelolaan organisasi semakin intens. Pada 2022, ia dipercaya menjadi Bendahara PDM Kepulauan Mentawai, posisi yang membuatnya memahami secara langsung kondisi riil persyarikatan, mulai dari keterbatasan keuangan hingga persoalan aset yang belum tertata dengan baik. Puncaknya, pada Musyawarah Daerah ke-4 tahun 2023 sekaligus Musyawarah pertama PDM Kepulauan Mentawai yang dilaksanakan di Kepulauan Mentawai, Rudi dipilih sebagai Ketua PDM Kepulauan Mentawai hingga sekarang.

Muhammadiyah dan Panggilan Dakwah di Daerah Minoritas

Bagi Rudi, motivasi menghidupkan Muhammadiyah di Mentawai berangkat dari keyakinan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan amar makruf nahi mungkar yang harus memberi manfaat nyata.

“Muhammadiyah harus hadir memberi nilai manfaat, apalagi di daerah minoritas Islam seperti Mentawai. Kita tidak bisa hanya bicara, tapi harus benar-benar dirasakan kehadirannya oleh umat,” tegasnya.

Ia memandang Muhammadiyah bukan hanya sebagai organisasi dakwah, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan umat. Melalui pendekatan sosial, edukatif, dan keumatan, Muhammadiyah diharapkan menjadi wadah pembinaan umat serta penguatan nilai-nilai keislaman bagi Muslim Mentawai.

Membenahi Organisasi yang Pernah Vakum

Saat Rudi terpilih sebagai ketua, kondisi Muhammadiyah Mentawai menghadapi banyak persoalan. Pergerakan persyarikatan sempat vakum dan kurang terkelola, konflik kepengurusan masa lalu meninggalkan dampak psikologis, dan Muhammadiyah kurang mendapatkan simpati masyarakat meskipun memiliki nama besar secara nasional.

Aset persyarikatan tidak tertata dengan baik, amal usaha Muhammadiyah bahkan tidak sepenuhnya dikelola oleh kader sendiri. Jumlah kader yang memahami ideologi Muhammadiyah sangat terbatas, sementara tertib administrasi dan dokumentasi organisasi masih lemah. Kondisi diperparah dengan unsur pimpinan yang lebih banyak tinggal di luar Mentawai, sehingga koordinasi dan rapat tidak berjalan optimal.

“Kami jujur melihat kondisi apa adanya. Muhammadiyah besar di luar Mentawai, tapi di Mentawai justru kurang terasa. Ini yang harus kami benahi satu per satu,” kata Rudi.

Konsolidasi dan Ideologi sebagai Kunci

Langkah pertama yang ditempuh Rudi adalah konsolidasi internal dan penguatan ideologi Muhammadiyah. Ia meyakini bahwa organisasi tidak akan bergerak tanpa pemahaman ideologis yang kuat.

“Kader harus paham dulu ideologi Muhammadiyah. Kalau ideologi kuat, gerakan akan hidup meski dengan segala keterbatasan,” ujarnya.

Pengkaderan dilakukan sejak dini, salah satunya dengan mendorong kader muda untuk menuntut ilmu di pondok pesantren Muhammadiyah. Pengajian-pengajian Muhammadiyah diaktifkan kembali sebagai ruang pembinaan, dialog, dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Pembinaan Mualaf sebagai Fokus Keumatan

Di Mentawai, pembinaan mualaf menjadi perhatian serius. Sebelum ada upaya terstruktur, pembinaan mualaf berjalan tidak terkoordinasi, tidak berkelanjutan, dan belum didukung data yang valid. Padahal, jumlah mualaf terus meningkat karena berbagai faktor, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga perkawinan.

“Mualaf adalah umat yang paling rentan. Kalau tidak kita dampingi, mereka sangat mudah goyah. Karena itu pembinaan mualaf menjadi fokus utama Muhammadiyah di Mentawai,” jelas Rudi.

Muhammadiyah kemudian menghadirkan da’i di setiap amal usaha untuk mendampingi dan membina umat, termasuk para mualaf. Strateginya tidak hanya penguatan akidah, tetapi juga penguatan ekonomi melalui gerakan mualaf berdaya.

“Kita ingin mualaf merasa Islam itu rahmatan lil ‘alamin, bukan beban. Keyakinan harus dikuatkan, tapi ekonomi juga harus diperhatikan,” tambahnya.

Dakwah dengan Ikhlas di Daerah 3T

Menggerakkan Muhammadiyah di daerah 3T seperti Mentawai menuntut keikhlasan dan kesabaran. Keterbatasan dana, akses yang sulit, serta kondisi umat sebagai minoritas adalah tantangan nyata.

“Muhammadiyah tidak menjanjikan gaji atau imbalan materi. Yang kita harapkan hanya rida dan pahala dari Allah SWT. Ini kerja ikhlas,” tutur Rudi.

Kehadiran Dai LDK Muhammadiyah di Kepulauan Mentawai

Ia berpesan kepada kader Muhammadiyah di pelosok agar tetap istiqamah berjihad di jalan dakwah, sabar dalam pendampingan mualaf, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan terus memberi manfaat bagi umat.

Bagi Rudi, momen paling berkesan adalah ketika Muhammadiyah mampu melebur dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Muhammadiyah harus hadir membawa keberkahan, bukan hanya untuk umat Islam, tapi juga bagi masyarakat luas. Mentawai adalah bagian dari Sumatera Barat, tanah lahirnya Muhammadiyah. Sudah seharusnya Muhammadiyah hidup dan berdaya di sini,” pungkasnya.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PCM Bumiayu Dorong Lulusan SMK Muhammadiyah Jadi Generasi Berkeadaban

    Ketua PCM Bumiayu Dorong Lulusan SMK Muhammadiyah Jadi Generasi Berkeadaban

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 95
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Sebanyak 237 siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Bumiayu resmi dilepas dalam Haflah Pelepasan dan Wisuda Tahun Ajaran 2025/2026 di Hanggar SMK Mutubumi, Sabtu (9/5/2026), dengan tema “Teguhkan Langkah, Satukan Semangat, Raih Masa Depan Hebat.” Acara berlangsung khidmat dan meriah, diawali pelepasan balon oleh Ketua PCM Bumiayu serta kirab cucuk lampah yang diiringi […]

  • PC IPM Rawalo Tegaskan Misi Kaderisasi melalui PKDTM I di SMP Muhammadiyah Rawalo

    PC IPM Rawalo Tegaskan Misi Kaderisasi melalui PKDTM I di SMP Muhammadiyah Rawalo

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 73
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID ~ Rawalo–Banyumas || Dalam rangka memperkuat kaderisasi pelajar serta menanamkan jiwa kepemimpinan, keberanian, dan semangat tajdid sejak dini, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Rawalo menggelar Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati I (PKDTM 1). Kegiatan yang diikuti oleh 45 siswa kelas VIII ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Rawalo (Muhamra) pada Jumat–Ahad, 30 Januari–1 […]

  • Calon Mahasiswa Berebut Kuota, PMB UMS 2026 Alami Peningkatan Pendaftar

    Calon Mahasiswa Berebut Kuota, PMB UMS 2026 Alami Peningkatan Pendaftar

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 78
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Tahun Akademik 2026/2027 menunjukkan persaingan yang semakin kompetitif. Hingga Senin (27/7/2026) pukul 14.00 WIB, jumlah pendaftar telah mencapai 26.457 calon mahasiswa, meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 sebanyak 26.295 pendaftar. Direktur Direktorat Akademik dan Admisi UMS, Dr. Triyono, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa […]

  • DUA DOSEN IQT DAN MAHASIWA UMS PRESENTASI PADA KONFERENSI  INTERNATIONAL AIAT DI IAIN KEDIRI

    DUA DOSEN IQT DAN MAHASIWA UMS PRESENTASI PADA KONFERENSI  INTERNATIONAL AIAT DI IAIN KEDIRI

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 203
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kediri – Dua dosen dan satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta mengikuti Kegiatan Tahunan Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (AIAT) se-Indonesia yang diadakan oleh IAIN Kediri.berlangsung tanggal 2 – 5 September 2024 Kegiatan ini mengusung tema “Towards a Surah-Based Research on the Qur’an,” yang menekankan pentingnya penelitian berbasis surah dalam kajian Al-Qur’an. Mengadirkan Pembicara Prof. […]

  • UMS Dukung Bapperida Sukoharjo Luncurkan Jurnal Sukowaskita untuk Publikasi Riset Daerah

    UMS Dukung Bapperida Sukoharjo Luncurkan Jurnal Sukowaskita untuk Publikasi Riset Daerah

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, SURAKARTA – Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra KI (DRPPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) jalin kolaborasi dengan Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukoharjo dalam menerbitkan Jurnal Sukowaskita: Media Informasi Penelitian dan Pengembangan. Jurnal ini disosialisasikan secara langsung oleh Bapperida Kota Sukoharjo di Hotel Brothers Solo Baru. Deputi Bidang […]

  • Ikuti Kejurda II Pimda 311 Muratara, Ratusan Pesilat Tapak Suci Siap Bertanding

    Ikuti Kejurda II Pimda 311 Muratara, Ratusan Pesilat Tapak Suci Siap Bertanding

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 194
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Muratara – Kejurda II Pimda 311 Muratara 2024 sukses digelar di unit latihan Madrasah Ibtidaiyah Swasta PN Rupit. Kegiatan ini dilangsungkan selama dua hari per tanggal  28-29 Desember 2024. Mengusung tema “Bina Olahraga sebagai Sarana Temu Krida Antar Pemuda “,  kegiatan ini berlangsung dengan khidmat serta diikuti oleh seluruh anggota dan cabang Tapak Suci […]

expand_less