Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Dari Vakum Menuju Bergerak: Perjalanan Rudi Membangun Muhammadiyah Mentawai

Dari Vakum Menuju Bergerak: Perjalanan Rudi Membangun Muhammadiyah Mentawai

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kepulauan Mentawai dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang tidak ringan. Akses transportasi terbatas, jarak antarpulau berjauhan, jaringan komunikasi belum merata, serta kondisi umat Islam sebagai minoritas menjadi realitas sehari-hari. Dalam situasi seperti inilah Muhammadiyah dituntut untuk tidak sekadar hadir sebagai organisasi, tetapi benar-benar hidup dan berperan bagi umat. Tantangan itulah yang kini dihadapi dan dijalani oleh Rudi, S.Pi., M.Si., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Perjalanan Rudi di Muhammadiyah dimulai dari bawah. Pada 2016, ia diminta mengemban amanah sebagai Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kepulauan Mentawai. Saat itu, Muhammadiyah di Mentawai masih berjalan terseok, dengan pergerakan yang belum tertata dan minim kader yang memahami ideologi persyarikatan.

“Tahapan awal itu lebih banyak belajar dan menguatkan diri. Muhammadiyah di Mentawai belum solid, tapi saya yakin kalau dikelola dengan sabar, perlahan bisa bangkit,” ujar Rudi pada Ahad (14/12/2025).

Rudi, S.Pi., M.Si., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Tahun 2019, keterlibatannya dalam pengelolaan organisasi semakin intens. Pada 2022, ia dipercaya menjadi Bendahara PDM Kepulauan Mentawai, posisi yang membuatnya memahami secara langsung kondisi riil persyarikatan, mulai dari keterbatasan keuangan hingga persoalan aset yang belum tertata dengan baik. Puncaknya, pada Musyawarah Daerah ke-4 tahun 2023 sekaligus Musyawarah pertama PDM Kepulauan Mentawai yang dilaksanakan di Kepulauan Mentawai, Rudi dipilih sebagai Ketua PDM Kepulauan Mentawai hingga sekarang.

Muhammadiyah dan Panggilan Dakwah di Daerah Minoritas

Bagi Rudi, motivasi menghidupkan Muhammadiyah di Mentawai berangkat dari keyakinan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan amar makruf nahi mungkar yang harus memberi manfaat nyata.

“Muhammadiyah harus hadir memberi nilai manfaat, apalagi di daerah minoritas Islam seperti Mentawai. Kita tidak bisa hanya bicara, tapi harus benar-benar dirasakan kehadirannya oleh umat,” tegasnya.

Ia memandang Muhammadiyah bukan hanya sebagai organisasi dakwah, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan umat. Melalui pendekatan sosial, edukatif, dan keumatan, Muhammadiyah diharapkan menjadi wadah pembinaan umat serta penguatan nilai-nilai keislaman bagi Muslim Mentawai.

Membenahi Organisasi yang Pernah Vakum

Saat Rudi terpilih sebagai ketua, kondisi Muhammadiyah Mentawai menghadapi banyak persoalan. Pergerakan persyarikatan sempat vakum dan kurang terkelola, konflik kepengurusan masa lalu meninggalkan dampak psikologis, dan Muhammadiyah kurang mendapatkan simpati masyarakat meskipun memiliki nama besar secara nasional.

Aset persyarikatan tidak tertata dengan baik, amal usaha Muhammadiyah bahkan tidak sepenuhnya dikelola oleh kader sendiri. Jumlah kader yang memahami ideologi Muhammadiyah sangat terbatas, sementara tertib administrasi dan dokumentasi organisasi masih lemah. Kondisi diperparah dengan unsur pimpinan yang lebih banyak tinggal di luar Mentawai, sehingga koordinasi dan rapat tidak berjalan optimal.

“Kami jujur melihat kondisi apa adanya. Muhammadiyah besar di luar Mentawai, tapi di Mentawai justru kurang terasa. Ini yang harus kami benahi satu per satu,” kata Rudi.

Konsolidasi dan Ideologi sebagai Kunci

Langkah pertama yang ditempuh Rudi adalah konsolidasi internal dan penguatan ideologi Muhammadiyah. Ia meyakini bahwa organisasi tidak akan bergerak tanpa pemahaman ideologis yang kuat.

“Kader harus paham dulu ideologi Muhammadiyah. Kalau ideologi kuat, gerakan akan hidup meski dengan segala keterbatasan,” ujarnya.

Pengkaderan dilakukan sejak dini, salah satunya dengan mendorong kader muda untuk menuntut ilmu di pondok pesantren Muhammadiyah. Pengajian-pengajian Muhammadiyah diaktifkan kembali sebagai ruang pembinaan, dialog, dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Pembinaan Mualaf sebagai Fokus Keumatan

Di Mentawai, pembinaan mualaf menjadi perhatian serius. Sebelum ada upaya terstruktur, pembinaan mualaf berjalan tidak terkoordinasi, tidak berkelanjutan, dan belum didukung data yang valid. Padahal, jumlah mualaf terus meningkat karena berbagai faktor, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga perkawinan.

“Mualaf adalah umat yang paling rentan. Kalau tidak kita dampingi, mereka sangat mudah goyah. Karena itu pembinaan mualaf menjadi fokus utama Muhammadiyah di Mentawai,” jelas Rudi.

Muhammadiyah kemudian menghadirkan da’i di setiap amal usaha untuk mendampingi dan membina umat, termasuk para mualaf. Strateginya tidak hanya penguatan akidah, tetapi juga penguatan ekonomi melalui gerakan mualaf berdaya.

“Kita ingin mualaf merasa Islam itu rahmatan lil ‘alamin, bukan beban. Keyakinan harus dikuatkan, tapi ekonomi juga harus diperhatikan,” tambahnya.

Dakwah dengan Ikhlas di Daerah 3T

Menggerakkan Muhammadiyah di daerah 3T seperti Mentawai menuntut keikhlasan dan kesabaran. Keterbatasan dana, akses yang sulit, serta kondisi umat sebagai minoritas adalah tantangan nyata.

“Muhammadiyah tidak menjanjikan gaji atau imbalan materi. Yang kita harapkan hanya rida dan pahala dari Allah SWT. Ini kerja ikhlas,” tutur Rudi.

Kehadiran Dai LDK Muhammadiyah di Kepulauan Mentawai

Ia berpesan kepada kader Muhammadiyah di pelosok agar tetap istiqamah berjihad di jalan dakwah, sabar dalam pendampingan mualaf, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan terus memberi manfaat bagi umat.

Bagi Rudi, momen paling berkesan adalah ketika Muhammadiyah mampu melebur dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Muhammadiyah harus hadir membawa keberkahan, bukan hanya untuk umat Islam, tapi juga bagi masyarakat luas. Mentawai adalah bagian dari Sumatera Barat, tanah lahirnya Muhammadiyah. Sudah seharusnya Muhammadiyah hidup dan berdaya di sini,” pungkasnya.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Syawalan AMM Banjar, Perkuat Kebangsaan dan Memajukan Ekonomi

    Syawalan AMM Banjar, Perkuat Kebangsaan dan Memajukan Ekonomi

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 208
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banjar –  Majelis Pendidkan Kader & Sumber daya insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banjar gelar Syawalan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) pada sabtu (27/04). Kegiatan rutin tahunan yang bertempat di Aula Kecamatan Karang Intan ini dihadiri ratusan kader muhammadiyah dari berbagai organisasi otonom baik itu IMM, IPM, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Kepanduan Hizbul […]

  • Mahasiswa PLP Kelompok 70 Umsida Gelar Pembukaan Program di Balai Desa Sumurgayam

    Mahasiswa PLP Kelompok 70 Umsida Gelar Pembukaan Program di Balai Desa Sumurgayam

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 18
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SIDOARJO – Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Kelompok 70 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kegiatan pembukaan program di Balai Desa Sumurgayam pada Sabtu (25/07/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan praktik mengajar di madrasah sekaligus praktik pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumurgayam. Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan Kepala Desa beserta perangkat Desa Sumurgayam, […]

  • MUSYDA XVII PDPM Banjar Tunjukkan Optimisme Pemuda

    MUSYDA XVII PDPM Banjar Tunjukkan Optimisme Pemuda

    • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 204
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banjar – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Selatan hadiri pembukaan Musyawarah Daerah ke-XVII pimpinan daerah pemuda muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Banjar di Balai Budidaya Ikan Air Tawar Mandiangin, Karang Intan. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (04/05) dirangkai dengan resepsi milad pemuda muhammadiyah ke-92 bersamaan dengan pembukaan musyda ikatan pelajar muhammadiyah ini dihadiri banyak pihak […]

  • Risalah Gerakan Berkemajuan:  Memperingati 103 Tahun Muhammadiyah Pekajangan (1922-2025)

    Risalah Gerakan Berkemajuan: Memperingati 103 Tahun Muhammadiyah Pekajangan (1922-2025)

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Penulis: H. Sofwan Sumadi (DPRD PROVINSI JAWA TENGAH) Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang dengan rahmat-Nya kita dapat berkumpul pada hari yang penuh berkah ini. Di bawah langit Pekajangan yang menjadi saksi bisu, kita tidak sekadar merayakan angka, melainkan menghirup kembali aroma sejarah yang berusia lebih dari satu abad. Tepat pada tanggal 15 […]

  • UMS Dorong Efisiensi Energi Usaha Roti Muhammadiyah melalui Pemanfaatan PLTS

    UMS Dorong Efisiensi Energi Usaha Roti Muhammadiyah melalui Pemanfaatan PLTS

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam penguatan sektor ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada unit usaha roti Muhammadiyah sebagai langkah efisiensi energi sekaligus dukungan terhadap kebijakan energi ramah lingkungan. PLTS tersebut mulai […]

  • Sekolah Politik PK IMM Ibnu Sina: Mahasiswa sebagai Pelopor Literasi dan Etika Politik

    Sekolah Politik PK IMM Ibnu Sina: Mahasiswa sebagai Pelopor Literasi dan Etika Politik

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo –  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melalui Pimpinan Komisariat Ibnu Sina (PK Ibnu Sina) Melangsungkan acara sekolah politik sebagai salah satu program kerja dari Bidang Hikmah PK IMM Ibnu Sina dengan tema “Dari Like Ke Akasi : Transformasi Kesadaran Politik Mahasiswa Masa Kini “ pada Sabtu (24/01/2026). Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari pagi hingga […]

expand_less