Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Superflu Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Epidemiolog UMS

Superflu Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Epidemiolog UMS

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fenomena “Super Flu” sedang ramai menjadi perhatian publik sebenarnya merujuk pada varian virus influenza tipe A subvarian H3N2 dengan subclade K. Subclade K merupakan varian baru yang pertama kali teridentifikasi oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025.

Pakar Epidemiologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan bahwa fenomena “super flu” tidak perlu disikapi secara berlebihan. Meski memiliki gejala yang lebih berat dibanding flu musiman, penyakit ini dinilai tidak sebahaya Covid-19 dan dapat dikendalikan dengan langkah pencegahan yang tepat.

Epidemiolog UMS, Prof. Dr. Yuli Kusumawati, SKM., M.Kes, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan, kasus super flu yang terkonfirmasi di Indonesia saat ini berjumlah 62 orang dan tersebar di beberapa wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan, dengan kelompok paling rentan seperti wanita, anak-anak, dan lansia.

“Super flu ini pada dasarnya adalah flu biasa, disebabkan oleh virus influenza tipe A H3N2, yang merupakan hasil mutasi dari virus sebelumnya. Sifatnya lebih agresif, lebih mudah menular, dan gejalanya lebih berat,” ujar Yuli (5/1). Ia menyebutkan gejala yang muncul antara lain demam tinggi hingga 39-41 derajat Celsius, batuk, pilek berat, nyeri otot, dan rasa lemas.

Epidemiolog, Prof. Dr. Yuli Kusumawati, SKM., M.Kes saat diwawancarai mengenai fenomea Super Flu

Meski demikian, Yuli menekankan bahwa angka kasus yang tercatat kemungkinan belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Dalam perspektif surveilans epidemiologi, fenomena ini dapat dianalogikan sebagai fenomena “gunung es”, karena banyak kasus kemungkinan masih terdiagnosis sebagai flu biasa tanpa pemeriksaan genom virus.

Menurutnya, faktor iklim turut berperan dalam meningkatnya resiko mutasi dan penularan virus. Indonesia sebagai negara tropis dengan musim hujan dan kondisi iklim ekstrem dinilai memberi ruang bagi virus untuk terus bermutasi.

“Banyak kasus kemungkinan masih tercatat sebagai flu biasa karena belum dilakukan pemeriksaan genom virus. Virus adalah makhluk hidup yang beradaptasi dengan lingkungan. Perubahan iklim dan cuaca ekstrem memudahkan virus bertahan dan menyebar ke manusia,” jelasnya.

Dari sisi tingkat bahaya, Yuli memastikan super flu tidak memiliki tingkat fatalitas seperti Covid-19. “Jika terjadi kematian, umumnya bukan disebabkan langsung oleh virus flu, tetapi karena adanya penyakit penyerta atau komorbid pada pasien,” ujarnya. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan pencegahan berbasis promotif dan preventif, serta mendorong masyarakat untuk memperkuat pencegahan berbasis perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga imunitas dengan gizi seimbang, istirahat cukup, serta menggunakan masker saat bergejala atau berada di kerumunan. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi risiko yang akurat agar tidak memicu ketakutan berlebihan.

“Yang dibutuhkan adalah kewaspadaan, bukan kepanikan. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, jaga imunitas dengan gizi seimbang, istirahat cukup, serta gunakan masker bila bergejala atau berada di kerumunan,” tuturnya.

Selain itu, ia menyebut vaksin influenza yang ada masih relevan sebagai pencegahan sekunder super flu ini. Meskipun vaksin yang tersedia saat ini dikembangkan dari strain influenza sebelumnya dan tidak bersifat wajib, efektivitasnya dinilai tetap memadai dalam menurunkan risiko infeksi dan derajat keparahan super flu, khususnya pada kelompok rentan.

Menutup penjelasannya, Yuli menilai pengalaman Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19 menjadi modal penting dalam kesiapsiagaan menghadapi penyakit menular aga tidak menjadi wabah (Kejadian luara biasa) ke depan.

“Kesadaran masyarakat untuk memakai masker, membatasi kontak, dan melakukan isolasi saat sakit sudah jauh lebih baik. Ini menjadi kekuatan kita dalam menghadapi berbagai ancaman kesehatan di masa mendatang,” pungkasnya. (Alvian/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saad Ibrahim Tegaskan Dai Digital Harus Jadi Pemimpin Peradaban

    Saad Ibrahim Tegaskan Dai Digital Harus Jadi Pemimpin Peradaban

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 23
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Dalam sambutan Akademi Dai Digital Muhammadiyah yang diadakan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Saad Ibrahim, MA menegaskan bahwa dakwah digital tak cukup hanya dengan semangat menyampaikan pesan, namun juga harus disertai dengan penguasaan atas kekuasaan itu sendiri—termasuk kekuasaan di bidang teknologi informasi (IT). […]

  • Enam PRM-PRA di Kecamatan Bumiayu Brebes Gelar Musyran Secara Serentak

    Enam PRM-PRA di Kecamatan Bumiayu Brebes Gelar Musyran Secara Serentak

    • calendar_month Selasa, 7 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 220
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Enam Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah di Wilayah Kerja PCM-PCA Bumiayu Brebes serentak menggelar Musyawarah Ranting pada hari Ahad (21 Robiul Akhir 1445 H/5/11/2023 M). Pertama, Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Adisana menggelar Musyran di MIM Adisana yang dimulai pada pukul 08.00 hingga pukul 13.20 WIB. Peserta Musyawarah Ranting telah mengamanahkan kepemimpinan […]

  • Muhammadiyah Dorong Kesejahteraan Mualaf Lewat Pelatihan Kuliner

    Muhammadiyah Dorong Kesejahteraan Mualaf Lewat Pelatihan Kuliner

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surabaya – Muhammadiyah melalui Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Jawa Timur bekerja sama dengan Lazismu Jawa Timur terus menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para mualaf. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar pelatihan keterampilan kuliner, yang bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan agar peserta dapat mandiri secara ekonomi. Pelatihan ini digelar pada Sabtu (25/1/2025) di […]

  • SD Muhammadiyah Palur Rayakan Milad Muhammadiyah ke-112 dengan Upacara Khidmat

    SD Muhammadiyah Palur Rayakan Milad Muhammadiyah ke-112 dengan Upacara Khidmat

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 127
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – SD Muhammadiyah Palur menggelar upacara untuk memperingati Milad Muhammadiyah ke-112 pada Senin, 18 November 2024, yang berlangsung di lapangan sekolah. Upacara ini diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, staf, dan karyawan sekolah. Ahmad Zanin Nu’man, M.Pd.I, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, hadir sebagai pembina upacara. Dalam sambutannya, Zanin mengungkapkan […]

  • Pilihanmu Adalah Rute yang Harus Kau Tempuh

    Pilihanmu Adalah Rute yang Harus Kau Tempuh

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Oleh: Alfin Nur Ridwan Hidup adalah pilihan. Mungkin kalimat singkat itu pernah terdengar di telinga kita baik dari teman, orang lain, ataupun dari quotes-quotes yang berseliweran di media sosial. Jika dicermati lebih lanjut kalimat tersebut memanglah memiliki makna yang mendalam dan mempunyai arti penting jika diimplementasikan dalam kehidupan. Karena dalam menjalani kehidupan ini kita sebagai […]

  • UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

    UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan dalam rangka penjajakan dan konsultasi untuk membuat Rencana Aksi Daerah (RAD). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang BPH, Gedung Induk Siti Walidah, Selasa (28/4). Sekarang ini, dalam menyusun RAD terkait Sustainable Development Goals […]

expand_less