Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Buka Rakornas LDK PP, Haedar Nashir Dorong Dakwah Komunitas Muhammadiyah Lebih Mikro dan Kontekstual

Buka Rakornas LDK PP, Haedar Nashir Dorong Dakwah Komunitas Muhammadiyah Lebih Mikro dan Kontekstual

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SEMARANG — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi kader dan aktivis Muhammadiyah untuk takut berkompetisi dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, kompetisi yang sehat justru menjadi bagian dari dinamika dakwah dan pembaruan Muhammadiyah. Hal itu disampaikan Haedar saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

“Tidak perlu takut berkompetisi di Muhammadiyah, karena Ketua Umumnya tidak terlibat,” ujar Haedar disambut tepuk tangan peserta Rakornas. Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa Muhammadiyah dibangun di atas sistem kolektif-kolegial, bukan dominasi personal atau kepentingan kelompok tertentu.

Rakornas LDK PP Muhammadiyah yang kedua ini memiliki makna tersendiri. Selain menjadi forum konsolidasi dakwah komunitas secara nasional, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh nasional lintas latar belakang. Kehadiran mereka menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah terus menarik perhatian dan relevan di tengah dinamika sosial kebangsaan.

Dalam pidatonya, Haedar mengajak peserta Rakornas untuk menengok kembali akar ideologis dan historis Muhammadiyah. Sejak awal berdirinya pada 1912, Muhammadiyah telah meletakkan pondasi yang sangat kokoh sebagai gerakan dakwah dan tajdid (pembaruan). Seluruh orientasi dan karakter gerakan Muhammadiyah hari ini, menurutnya, sejatinya telah dirintis dan dirumuskan oleh para pendiri.

“Semua dasar gerakan Muhammadiyah hari ini, fondasinya sudah diletakkan oleh para pendiri. Kita ini sesungguhnya melanjutkan, meneruskan, dan mengembangkan apa yang telah mereka rintis,” jelas Haedar.

Salah satu fondasi terpenting Muhammadiyah, lanjut Haedar, adalah praktik dan pemikiran Al-Ma’un yang digagas langsung oleh pendiri Muhammadiyah, Kiai Ahmad Dahlan. Al-Ma’un tidak hanya dibaca sebagai teks, tetapi diterjemahkan sebagai praksis sosial yang nyata dalam kehidupan umat.

Menurut Haedar, Kiai Dahlan menempatkan Al-Ma’un sebagai teologi welas asih yang melintas batas. Dakwah tidak boleh eksklusif, apalagi membangun sekat sosial. Al-Ma’un bukan hanya milik orang miskin, tetapi juga orang kaya. Semua memiliki tanggung jawab moral dan spiritual yang sama dalam membangun kehidupan yang berkeadilan.

“Al-Ma’un itu inklusif. Bukan teologi untuk satu golongan. Orang miskin membutuhkannya, orang kaya pun memerlukannya. Bahkan mereka yang berada di lapisan atas juga ingin masuk surga,” tegas Haedar.

Spirit Al-Ma’un inilah yang kemudian melahirkan wajah khas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang membumi. Dari semangat welas asih dan pembaruan itu muncul berbagai amal usaha seperti rumah sakit, sekolah, panti asuhan, serta berbagai layanan sosial lainnya. Semua itu bukan sekadar institusi, melainkan ekspresi konkret dakwah yang menjawab kebutuhan zaman.

Namun, Haedar mengingatkan bahwa tantangan dakwah Muhammadiyah hari ini jauh lebih kompleks. Masyarakat semakin terfragmentasi, problem sosial semakin beragam, dan pendekatan dakwah tidak bisa lagi bersifat umum semata. Karena itu, ia menekankan pentingnya mempertajam orientasi dakwah, terutama yang menjadi wilayah garapan Lembaga Dakwah Komunitas.

“Dakwah Muhammadiyah ke depan perlu menyasar segmentasi yang lebih kecil, yang mikro, dengan pendekatan yang semakin khusus,” ujarnya.

Segmentasi mikro tersebut, menurut Haedar, mencakup komunitas-komunitas spesifik yang selama ini kerap luput dari sentuhan dakwah arus utama. Dakwah komunitas harus hadir dengan empati, pemahaman sosial yang mendalam, serta strategi yang kontekstual, bukan semata-mata ceramah formal.

Di sisi lain, Haedar juga menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak boleh melupakan kelompok masyarakat kelas atas. Selama ini, dakwah sering kali identik dengan kelompok marginal, padahal kalangan atas juga memiliki kegelisahan spiritual dan kebutuhan akan bimbingan keagamaan.

“Kita jangan lupa menyasar kalangan atas. Mereka juga ingin masuk surga,” katanya.

Pernyataan ini menjadi penutup reflektif dari pidato Haedar. Dakwah Muhammadiyah, dalam pandangannya, harus terus bergerak di dua kutub sekaligus: membela dan memberdayakan kelompok bawah, sekaligus menyapa dan membimbing kelompok atas. Semua dilakukan dalam kerangka dakwah yang inklusif, berkemajuan, dan berlandaskan spirit Al-Ma’un.

Rakornas LDK PP Muhammadiyah ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk merumuskan langkah-langkah dakwah komunitas yang lebih tajam, relevan, dan berdampak luas. Dengan berpijak pada fondasi kokoh para pendiri dan keberanian menghadapi tantangan baru, Muhammadiyah diyakini akan terus menjadi gerakan dakwah yang mencerahkan dan memajukan kehidupan umat serta bangsa. (Diko)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Desa Terdampak Banjir, Muhammadiyah Paser Salurkan Bantuan Sembako

    3 Desa Terdampak Banjir, Muhammadiyah Paser Salurkan Bantuan Sembako

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 969
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – Rombongan Relawan Muhammadiyah Paser menyalurkan bantuan untuk warga terdampak akibat banjir di 3 Desa di Kabupaten Paser, Kamis (9/4/20). 3 Desa yang terdampak banjir tersebut diantaranya Desa Lampesu, Tanah Periuk dan Suatang Keteban. Gerakan Muhammadiyah Paser Berbagi ini diinisiasi oleh Kader – Kader Muda Muhammadiyah yaitu Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Penggalangan dana ini […]

  • Fun English Learning di MIM Trangsan, Mahasiswa Asing UMS Bangkitkan Semangat Siswa Belajar Bahasa Inggris

    Fun English Learning di MIM Trangsan, Mahasiswa Asing UMS Bangkitkan Semangat Siswa Belajar Bahasa Inggris

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 47
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Tim Pengabdian P2M menggelar kegiatan Fun English Learning: Peningkatan Motivasi dan Kemampuan Bahasa Inggris Dasar Melalui Metode Edugame di MIM Trangsan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan motivasi dan kemampuan dasar bahasa Inggris siswa melalui pembelajaran interaktif yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya internasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini […]

  • Upaya Internasionalisasi Muhammadiyah, LPPIK UMS Adakan Daurah Tarjih, Mudir dan Tahfidz untuk Mahasantri Shabran

    Upaya Internasionalisasi Muhammadiyah, LPPIK UMS Adakan Daurah Tarjih, Mudir dan Tahfidz untuk Mahasantri Shabran

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 627
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – Surakarta (26/06/2022), Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta sukses menyelenggarakan serangkaian kegiatan pembekalan terhadap mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk daurah tarjih (17/6), daurah mudir pesantren (18-19/6) dan daurah tahfidzul-Qur’an (22-26/6). Seluruhnya diselenggarakan di kompleks asrama Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS. Maksud diadakannya serangkaian […]

  • SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto Gelar Sholat Jum’at Perdana di Masjid Umar bin Khottob Purwokerto

    SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto Gelar Sholat Jum’at Perdana di Masjid Umar bin Khottob Purwokerto

    • calendar_month Minggu, 19 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 241
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Banyumas, H. Asep Saeful Anwar, SP, MM berkesempatan hadir pada acara Peresmian dan Tasyakuran Masjid Umar bin Khattob Boarding School SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto beralamat di Jln. Kali Bener No. 100 Kelurahan Kranji Kecamatan Purwokerto Timur Kab. Banyumas, Jum’at (17/5/2024). Dalam sambutannya, Ketua Majelis Dikdasmen dan […]

  • Dakwah Muhammadiyah: Sentuhan Ikhtiar di Akar Rumput

    Dakwah Muhammadiyah: Sentuhan Ikhtiar di Akar Rumput

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 257
    • 1Komentar

    Oleh: Fathan Faris Saputro Sebagai refleksi Milad ke-111 Muhammadiyah, penting untuk merenungkan peran dakwah Muhammadiyah dalam menyentuh akar rumput masyarakat. Organisasi ini, yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912, telah menjalankan peran yang signifikan dalam mengarahkan umat Islam menuju kehidupan yang lebih baik, berlandaskan prinsip-prinsip Islam yang moderat dan inklusif. Dakwah Muhammadiyah bukan […]

  • Mahasiswi Fisioterapi UMS Raih Peringkat Pertama PILMAPRES Jateng 2025

    Mahasiswi Fisioterapi UMS Raih Peringkat Pertama PILMAPRES Jateng 2025

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat wilayah. Samiyem, mahasiswi Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS, berhasil menjadi peringkat pertama dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) tingkat LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Tahun 2025 untuk kategori program sarjana. Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., […]

expand_less