Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMKM Sulit Naik Kelas, Guru Besar UMS Soroti Lemahnya Ekosistem dan Tata Kelola

UMKM Sulit Naik Kelas, Guru Besar UMS Soroti Lemahnya Ekosistem dan Tata Kelola

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 105
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Permasalahan stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total UMKM dinilai menunjukkan rendahnya mobilitas vertikal pelaku usaha, sehingga berdampak pada produktivitas, daya saing, hingga kontribusi ekspor nasional yang masih terbatas.

Fenomena ini menjadi perhatian serius Prof. Kussudyarsana, Ph.D., guru besar ke-71 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang menilai bahwa sebagian besar UMKM di Indonesia cenderung bertahan di level mikro tanpa mengalami peningkatan skala usaha.

“Kalau dianalogikan seperti pendidikan, ini seperti terus berada di jenjang SD tanpa pernah naik ke tingkat berikutnya. Akibatnya, produktivitas rendah dan kontribusi ekonomi juga terbatas,” ungkapnya, Senin (27/4) saat jumpa pers pengukuhan guru besar di Dapur Solo.

Selain itu, minimnya pencatatan usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) turut memperparah kondisi. Saat ini, hanya sebagian kecil UMKM yang terdata secara resmi, sehingga menyulitkan pemerintah dalam melakukan pemetaan, pengawasan, hingga pemberian intervensi yang tepat.

Dengan kontribusi UMKM yang besar pada perekonomian Indonesia, menurut Kussudyarsana, masih banyak hal yang harus diperbaiki. Dari sisi manajerial dan kelembagaan, UMKM Indonesia terlihat masih lemah. Mengacu pada data Kementerian UMKM tahun 2025, jumlah UMKM yang telah memiliki NIB baru 1,22% dan sisanya sebanyak 98, 78% belum mempunyai NIB. Adapun dari kepemilikan laporan keuangan, sebanyak 96, 49% belum mempunyai laporan keuangan, dan hanya 3,51% yang telah mempunyai.

Kemudian jika di lihat pada tingkat partisipasinya dalam kancah internasional, khususnya Global Value Chain, kontribusi UMS selama 20 tahun baru menghasilkan kenaikan 4%. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan dengan Vietnam yang telah mengalami peningkatan sebesar 15-20% tingkat partisipasinya pada Global Value Chain (Kementerian UMKM 2025).

Dalam pemaparannya, Kussudyarsana menjelaskan bahwa akar persoalan UMKM tidak bisa dilepaskan dari karakteristik perusahaan keluarga yang mendominasi struktur bisnis di Indonesia. Ia menuturkan bahwa kajian mengenai perusahaan keluarga masih relatif terbatas, padahal memiliki perbedaan signifikan dibandingkan perusahaan pada umumnya.

“Perusahaan keluarga memiliki dimensi khusus seperti social emotional wealth, adanya tumpang tindih antara kepentingan bisnis dan keluarga, hingga asymmetric altruism. Ini membuat pendekatannya tidak bisa disamakan dengan perusahaan biasa,” jelasnya.

Penelitian terkait UMKM telah dimulai sejak lebih dari 15 tahun lalu, berangkat dari disertasi saat studi di Australia, kemudian difokuskan pada UMKM berbasis keluarga. Dari hasil kajian tersebut, ia menemukan bahwa sebagian besar UMKM masih berada pada tahap awal tata kelola, yakni relational governance, yang mengandalkan hubungan keluarga atau pertemanan dalam akses modal dan pengelolaan usaha.

Menurutnya, kondisi ini menjadi salah satu penyebab sulitnya UMKM berkembang ke tahap yang lebih formal dan profesional. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek ekosistem dan pembinaan berkelanjutan.

“Selama ini kita cenderung membiarkan bisnis berjalan seperti seleksi alam. Padahal, perlu ada pemetaan, rekam jejak usaha, dan treatment yang tepat agar mereka bisa naik kelas,” tegasnya.

Ia pun mendorong adanya pendekatan sistematis dari pemerintah, seperti pembangunan ekosistem pendampingan yang terstruktur, layaknya intervensi kesehatan masyarakat pada masa lalu. Dengan demikian, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. (Fika/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inovatif! Pengajian PCM Tampilkan Tahfidzul Qur’an, Pidato Bahasa Inggris & Arab serta Penyaluran Dana Sosial

    Inovatif! Pengajian PCM Tampilkan Tahfidzul Qur’an, Pidato Bahasa Inggris & Arab serta Penyaluran Dana Sosial

    • calendar_month Minggu, 14 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 277
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Blora – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kunduran kembali menggelar kegiatan pengajian rutin pada setiap Ahad Kliwon di Masjid Mis Anam (14/01.2023). Acara ini menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan recharge semangat bermuhammadiyah, selain itu juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi bagi warga muhammadiyah serta simpatisan. Pengajian dibuka dengan menampilkan tahfidzul Qur’an, Lantunan penggalan ayat […]

  • Upaya Internasionalisasi Muhammadiyah, LPPIK UMS Adakan Daurah Tarjih, Mudir dan Tahfidz untuk Mahasantri Shabran

    Upaya Internasionalisasi Muhammadiyah, LPPIK UMS Adakan Daurah Tarjih, Mudir dan Tahfidz untuk Mahasantri Shabran

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 630
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM – Surakarta (26/06/2022), Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta sukses menyelenggarakan serangkaian kegiatan pembekalan terhadap mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk daurah tarjih (17/6), daurah mudir pesantren (18-19/6) dan daurah tahfidzul-Qur’an (22-26/6). Seluruhnya diselenggarakan di kompleks asrama Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS. Maksud diadakannya serangkaian […]

  • Program Kerja Mengajar Ngaji KKN Kelompok 09 UMSURA di TPQ Baitul Haq Desa Purut

    Program Kerja Mengajar Ngaji KKN Kelompok 09 UMSURA di TPQ Baitul Haq Desa Purut

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 95
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Probolinggo, – Bertempat di Gedung Utama TPQ Baitul Haq yang beralamat di Desa Purut, telah diselenggarakan kegiatan Penutupan Resmi Program Kerja Mengajar Ngaji oleh Mahasiswa KKN Kelompok 09 Universitas Muhammadiyah Surabaya. Program mengajar ngaji dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu, yaitu pada 18–19 Juli 2026 dan 25–26 Juli 2026, karena pada hari-hari tersebut ustadz dan ustadzah […]

  • Perkuat Pemberdayaan Desa Binaan, PK IMM Pondok Internasional KH Mas Mansur UMS Gelar Kegiatan Buka Bersama

    Perkuat Pemberdayaan Desa Binaan, PK IMM Pondok Internasional KH Mas Mansur UMS Gelar Kegiatan Buka Bersama

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 409
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang – Buka bersama adalah salah satu agenda yang sering dilaksanakan terkhusus di Bulan Ramadhan. Buka bersama telah menjadi tradisi sekaligus ajang untuk mempererat silaturahmi antar umat muslim di seluruh dunia. Tak ingin memutus tradisi, PK IMM Pondok Internasional KH Mas Mansur UMS turut menggelar serangkaian kegiatan buka bersama di desa binaan, yakni di […]

  • MCC LKSA Sulaiman Dahlan Borong Piala Invitasi Tapak Suci The Reog University

    MCC LKSA Sulaiman Dahlan Borong Piala Invitasi Tapak Suci The Reog University

    • calendar_month Selasa, 21 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 521
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Unit Kegiatan Mahasiswa Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Ponorogo menyelenggarakan Invitasi Tapak Suci The Reog University 2 di Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada 16-18 November 2023. Kegiatan ini diikuti oleh 400 peserta dari perwakilan Jawa Timur dan Jawa Tengah ini untuk memperebutkan piala Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Kontingen Tapak Suci Muhammadjyah Children Center […]

  • Sekolah Perempuan Tani Berbasis IoT: Langkah IMM Averroes FT UMS Wujudkan Desa Mandiri Pangan

    Sekolah Perempuan Tani Berbasis IoT: Langkah IMM Averroes FT UMS Wujudkan Desa Mandiri Pangan

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 109
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Organisasi kemahasiswaan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Averroes Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Melalui program “Smartani Jati : Inovasi Sekolah Perempuan melalui Farm-Pod Berbasis IoT Menuju Desa Jati yang Mandiri Pangan”, tim IMM Averroes FT berhasil lolos pendanaan dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan […]

expand_less