Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMKM Sulit Naik Kelas, Guru Besar UMS Soroti Lemahnya Ekosistem dan Tata Kelola

UMKM Sulit Naik Kelas, Guru Besar UMS Soroti Lemahnya Ekosistem dan Tata Kelola

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Permasalahan stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total UMKM dinilai menunjukkan rendahnya mobilitas vertikal pelaku usaha, sehingga berdampak pada produktivitas, daya saing, hingga kontribusi ekspor nasional yang masih terbatas.

Fenomena ini menjadi perhatian serius Prof. Kussudyarsana, Ph.D., guru besar ke-71 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang menilai bahwa sebagian besar UMKM di Indonesia cenderung bertahan di level mikro tanpa mengalami peningkatan skala usaha.

“Kalau dianalogikan seperti pendidikan, ini seperti terus berada di jenjang SD tanpa pernah naik ke tingkat berikutnya. Akibatnya, produktivitas rendah dan kontribusi ekonomi juga terbatas,” ungkapnya, Senin (27/4) saat jumpa pers pengukuhan guru besar di Dapur Solo.

Selain itu, minimnya pencatatan usaha melalui Nomor Induk Berusaha (NIB) turut memperparah kondisi. Saat ini, hanya sebagian kecil UMKM yang terdata secara resmi, sehingga menyulitkan pemerintah dalam melakukan pemetaan, pengawasan, hingga pemberian intervensi yang tepat.

Dengan kontribusi UMKM yang besar pada perekonomian Indonesia, menurut Kussudyarsana, masih banyak hal yang harus diperbaiki. Dari sisi manajerial dan kelembagaan, UMKM Indonesia terlihat masih lemah. Mengacu pada data Kementerian UMKM tahun 2025, jumlah UMKM yang telah memiliki NIB baru 1,22% dan sisanya sebanyak 98, 78% belum mempunyai NIB. Adapun dari kepemilikan laporan keuangan, sebanyak 96, 49% belum mempunyai laporan keuangan, dan hanya 3,51% yang telah mempunyai.

Kemudian jika di lihat pada tingkat partisipasinya dalam kancah internasional, khususnya Global Value Chain, kontribusi UMS selama 20 tahun baru menghasilkan kenaikan 4%. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan dengan Vietnam yang telah mengalami peningkatan sebesar 15-20% tingkat partisipasinya pada Global Value Chain (Kementerian UMKM 2025).

Dalam pemaparannya, Kussudyarsana menjelaskan bahwa akar persoalan UMKM tidak bisa dilepaskan dari karakteristik perusahaan keluarga yang mendominasi struktur bisnis di Indonesia. Ia menuturkan bahwa kajian mengenai perusahaan keluarga masih relatif terbatas, padahal memiliki perbedaan signifikan dibandingkan perusahaan pada umumnya.

“Perusahaan keluarga memiliki dimensi khusus seperti social emotional wealth, adanya tumpang tindih antara kepentingan bisnis dan keluarga, hingga asymmetric altruism. Ini membuat pendekatannya tidak bisa disamakan dengan perusahaan biasa,” jelasnya.

Penelitian terkait UMKM telah dimulai sejak lebih dari 15 tahun lalu, berangkat dari disertasi saat studi di Australia, kemudian difokuskan pada UMKM berbasis keluarga. Dari hasil kajian tersebut, ia menemukan bahwa sebagian besar UMKM masih berada pada tahap awal tata kelola, yakni relational governance, yang mengandalkan hubungan keluarga atau pertemanan dalam akses modal dan pengelolaan usaha.

Menurutnya, kondisi ini menjadi salah satu penyebab sulitnya UMKM berkembang ke tahap yang lebih formal dan profesional. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek ekosistem dan pembinaan berkelanjutan.

“Selama ini kita cenderung membiarkan bisnis berjalan seperti seleksi alam. Padahal, perlu ada pemetaan, rekam jejak usaha, dan treatment yang tepat agar mereka bisa naik kelas,” tegasnya.

Ia pun mendorong adanya pendekatan sistematis dari pemerintah, seperti pembangunan ekosistem pendampingan yang terstruktur, layaknya intervensi kesehatan masyarakat pada masa lalu. Dengan demikian, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. (Fika/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERDANA! PONPES AL-IHSAN GELAR PELATIHAN “DESAIN MODE DAN TEKSTIL” DI BLK TEMPURREJO

    PERDANA! PONPES AL-IHSAN GELAR PELATIHAN “DESAIN MODE DAN TEKSTIL” DI BLK TEMPURREJO

    • calendar_month Selasa, 25 Mei 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 959
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Tempurrejo – Pondok Pesantren Al-Ihsan Muhammadiyah Tempurrejo melaksanakan kegiatan pembukaan pelatihan berbasis kompetensi bidang “Desain Mode dan Tekstil”. Kegiatan  tersebut bertempat di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di Tempurrejo, Banyubiru, Widodaren, Ngawi, Jawa Timur. (24/5) Ponpes Al-Ihsan merupakan salah satu pondok Muhammadiyah yang berada di Kabupaten Ngawi, tepatnya terletak di Dusun Sukorejo, Desa […]

  • Gelar Malibujari, UMS Apresiasi Kepercayaan Keluarga Wisudawan

    Gelar Malibujari, UMS Apresiasi Kepercayaan Keluarga Wisudawan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 13
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kepercayaan publik adalah modal penting bagi sebuah institusi pendidikan. Tak terkecuali bagi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id yang telah dipercaya oleh ribuan keluarga Indonesia sebagai tempat mendidik buah hati mereka. Sebagai wujud apresiasi terhadap keluarga para mahasiswa, UMS rutin menggelar Malam Lintas Budaya Luar Jawa dan Luar Negeri atau Malibujari. Acara ini […]

  • Kursi Gigi Klinik Muhammadiyah Lamongan untuk PCM Modo Wujud Ta’awun Antar Amal Usaha Muhammadiyah dalam Penguatan Layanan Kesehatan

    Kursi Gigi Klinik Muhammadiyah Lamongan untuk PCM Modo Wujud Ta’awun Antar Amal Usaha Muhammadiyah dalam Penguatan Layanan Kesehatan

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, LAMONGAN, 14 Oktober 2025 — Dalam semangat saling membantu dan memperkuat jaringan amal usaha di bidang kesehatan, Klinik Muhammadiyah Lamongan memberikan hibah alat kesehatan berupa kursi gigi kepada Klinik Muhammadiyah Modo. Penyerahan hibah ini dilakukan dalam kegiatan Silaturahim PCM Lamongan dan PCM Modo yang berlangsung di Aula Klinik Muhammadiyah Lamongan, Selasa (14/10). Kegiatan yang […]

  • Kampanye Gerak Gerik Mahasiswa UMS Gaungkan Gaya Hidup Aktif di Ruang Publik Kota Solo

    Kampanye Gerak Gerik Mahasiswa UMS Gaungkan Gaya Hidup Aktif di Ruang Publik Kota Solo

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 18
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Di tengah meningkatnya gaya hidup sedentari akibat rutinitas kerja dan aktivitas digital, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan kampanye Gerak Gerik sebagai upaya mengajak masyarakat kembali aktif bergerak demi menjaga kesehatan fisik dan mental. Kampanye ini menyoroti rendahnya aktivitas fisik yang kerap dialami pekerja kantoran maupun mahasiswa, yang berpotensi memicu […]

  • PPK Ormawa IMM FIK UMS Latih Warga Desa Musuk Olah Alpukat Menjadi Yoghurt

    PPK Ormawa IMM FIK UMS Latih Warga Desa Musuk Olah Alpukat Menjadi Yoghurt

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui “Pelatihan Pembuatan Produk Turunan Alpukat berupa Yoghurt Alpukat” di Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas alpukat sekaligus membekali […]

  • Pemerintah Australia Dukung Pengembangan Sekolah Muhammadiyah Sebesar 38 Miliar Rupiah

    Pemerintah Australia Dukung Pengembangan Sekolah Muhammadiyah Sebesar 38 Miliar Rupiah

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, AUSTRALIA – Pemerintah Negara Bagian Victoria Australia secara resmi menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Muhammadiyah Australian College (MAC) dengan menyetujui pemberian bantuan dana senilai AUD 3,6 juta atau setara dengan sekitar Rp38 miliar. Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Negara Bagian Victoria dalam mendukung pendidikan inklusif dan multikultural di negara bagian tersebut. Sekretaris […]

expand_less