BeritaJateng

Seminar Pelatihan: Optimalisasi Peran Guru Dan Pendamping Dalam Mendukung ABK Di Sekolah Inklusi

KABARMUH.ID, Kutoarjo – Mahasiswa Magang Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi, Hukum, dan Ilmu Sosial (FPHIS) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr) menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SD Muhammadiyah Kutoarjo pada 18 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi magang berdampak yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan tugas akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung pembelajaran inklusif di sekolah dasar.

Seminar dan pelatihan ini diinisiasi oleh empat mahasiswa magang FPHIS, yaitu Anisa, Alfian, Nadia, dan Syahita, di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan (DPL) Itsna Iftayani, M.A. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi para guru untuk memperkuat pemahaman mengenai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), sekaligus meningkatkan keterampilan dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah.

Melalui seminar ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar Anak Berkebutuhan Khusus, karakteristik ABK di lingkungan sekolah dasar, serta pentingnya pendekatan yang tepat dalam mendampingi proses belajar mereka. Sementara itu, sesi pelatihan difokuskan pada strategi praktis penanganan ABK di kelas, komunikasi efektif dengan siswa, serta penerapan pembelajaran yang lebih adaptif, suportif, dan inklusif.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab kebutuhan sekolah akan peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi keberagaman peserta didik. Tidak hanya menjadi forum diskusi, seminar dan pelatihan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang lebih ramah dan inklusif bagi seluruh siswa.

Anisa menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena dapat terlibat langsung dalam upaya penguatan pendidikan inklusif di sekolah. “Melalui seminar ini, kami belajar bahwa mendampingi ABK bukan hanya tentang memahami teori, tetapi juga tentang membangun empati, strategi, dan kerja sama dengan guru di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Itsna Iftayani, M.A. menegaskan bahwa kegiatan seminar ini merupakan bagian penting dari semangat magang berdampak yang diusung mahasiswa psikologi. “Mahasiswa tidak hanya hadir untuk belajar di sekolah, tetapi juga membawa kontribusi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh guru dan lingkungan sekolah,” jelasnya.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Universitas Muhammadiyah Purworejo, khususnya Fakultas Psikologi, Hukum, dan Ilmu Sosial, dalam mewujudkan kampus berdampak melalui sinergi antara keilmuan dan pengabdian masyarakat. Melalui seminar dan pelatihan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata yang relevan, aplikatif, dan berkelanjutan bagi dunia pendidikan.

Pelaksanaan Seminar dan Pelatihan Anak Berkebutuhan Khusus ini menjadi simbol kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam memperkuat pendidikan inklusif. Lebih dari itu, kegiatan ini menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan mampu mewujudkan peran sosialnya melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, suportif, dan berkeadilan bagi setiap anak.

Kontributor: Alfiansyah, Nadia Sulistiyowati, Syahita Dyah Purwitasari, Anisa Eka Kurnia Sari

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button