BeritaInspirasi

HIMA Manajemen UMKLA Hadirkan Seminar Kewirausahaan untuk Tingkatkan Kesadaran Finansial Gen Z

KABARMUH.ID, – Kamis, 07 Mei 2026, bertempat di Aula Universitas Muhammadiyah Klaten, Himpunan Mahasiswa Manajemen UMKLA berhasil menyelenggarakan seminar kewirausahaan bertema “Gen Z Siap Finansial: Memahami Literasi Keuangan dan Memilih Investasi yang Legal”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis organisasi dalam membekali generasi muda dengan kecerdasan finansial serta kemampuan memitigasi risiko investasi ilegal di era digital.

Rangkaian acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan agenda registrasi peserta yang dikoordinasikan secara sistematis oleh panitia. Kegiatan ini mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi, terbukti dari kehadiran sekitar 120 peserta yang terdiri atas mahasiswa serta siswa-siswi SMK/SMA sederajat. Setelah seluruh peserta menempati tempat masing-masing, acara dibuka secara resmi oleh MC, Khusnul Chotimmah dan Muhammad Faith.

Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Lia Fahma. Acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Sang Surya yang dipandu oleh Eka Margareta selaku dirigen.

Memasuki sesi seremonial, sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia, Sesha Helga. Dalam sambutannya, ia memberikan laporan komprehensif terkait pelaksanaan kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi atas kehadiran peserta dari berbagai instansi pendidikan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang cerdas dan melek finansial di kalangan generasi muda.

“Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk berdiskusi langsung dengan para ahli. Mari kita buktikan bahwa Gen Z adalah generasi yang tidak hanya kreatif secara ide, tetapi juga tangguh dan bijak secara finansial,” ujarnya.

Puncak sesi pembukaan ditandai dengan sambutan dari Wakil Rektor I UMKLA, Sutaryono. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa seminar ini menjadi momentum penting bagi siswa dan mahasiswa untuk beralih dari ketidaktahuan menuju pemahaman yang lebih baik terkait tata kelola keuangan. Beliau juga menekankan bahwa di era globalisasi saat ini, penguasaan literasi keuangan sangat krusial agar generasi muda tidak terjebak dalam fenomena negatif seperti judi online maupun investasi bodong.

Melalui seminar ini, peserta diharapkan mampu membentengi diri dengan ilmu yang bermanfaat sehingga dapat mengambil keputusan investasi secara cerdas dan bijak. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi pedoman dalam mencapai kemandirian finansial dan meminimalkan risiko kerugian di masa depan.

Sesi seminar yang menjadi daya tarik utama terbagi ke dalam dua panel presentasi. Panel pertama diisi oleh Rahmawati Riantisari selaku narasumber pertama. Beliau memaparkan materi mengenai bahaya terjebak dalam “Rat Race” atau lingkaran setan keuangan, yaitu kondisi ketika seseorang bekerja keras tetapi tetap merasa kekurangan akibat pola pikir finansial yang kurang tepat.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan fenomena lifestyle inflation yang sering terjadi di masyarakat, yaitu meningkatnya pengeluaran seiring kenaikan pendapatan. Beliau juga menekankan pentingnya mengubah mindset dari sekadar bekerja demi uang menjadi membangun aset yang mampu menghasilkan pendapatan pasif. Selain itu, beliau mengingatkan bahwa menabung saja tidak cukup karena inflasi dapat terus mengurangi nilai uang dari waktu ke waktu.

Panel kedua dilanjutkan oleh Ardho Zuhri Falah dari KISI Sekuritas yang memaparkan strategi praktis berinvestasi di pasar modal.

“Investasi bukan sekadar menabung, tetapi bagaimana aset yang dimiliki dapat terus bertumbuh dan mampu melampaui inflasi,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Ardho memperkenalkan berbagai instrumen investasi seperti saham, reksa dana, dan obligasi, serta menjelaskan profil risiko investor mulai dari konservatif hingga agresif. Ia juga memberikan edukasi mengenai analisis fundamental untuk menilai kinerja perusahaan dan analisis teknikal dalam membaca tren pasar seperti uptrend, downtrend, dan sideways.

“Sebelum mulai berinvestasi, penting bagi generasi muda untuk memahami risiko dan memilih platform investasi yang legal serta diawasi secara resmi,” tambahnya.

Pada akhir sesi, peserta diberikan simulasi praktik transaksi jual beli produk pasar modal. Seluruh jalannya seminar dipandu secara interaktif oleh moderator, Abdurrahman Nur Dihya, yang berhasil menciptakan suasana diskusi dinamis antara narasumber dengan para mahasiswa maupun pelajar SMK/SMA yang hadir.

Acara resmi berakhir dan ditutup pada pukul 11.30 WIB oleh MC, Khusnul Chotimmah dan Muhammad Faith.

Editor: Unaise Albunayya

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button