Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ingatkan Bahaya Krisis Kepercayaan di Tengah Rupiah Melemah

Ingatkan Bahaya Krisis Kepercayaan di Tengah Rupiah Melemah

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID; SURAKARTA – Pelemahan rupiah yang terus menembus level psikologis terhadap dolar Amerika Serikat dinilai bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan juga ujian besar terhadap komunikasi publik pemerintah. Di tengah tekanan global dan meningkatnya biaya hidup masyarakat, akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menilai negara perlu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menjaga kepercayaan publik agar situasi tidak berkembang menjadi krisis persepsi.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si., menyebut pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi kombinasi sentimen global dan persoalan domestik yang belum terselesaikan. Menurutnya, konflik geopolitik dunia, tingginya suku bunga Amerika Serikat, hingga ketergantungan industri nasional terhadap impor membuat ekonomi Indonesia rentan terhadap tekanan eksternal.

“Masalah kita bukan hanya dolar naik. Masalah utamanya adalah industri kita belum mandiri. Ketika bahan baku, pangan, sampai kebutuhan produksi masih impor, maka pelemahan rupiah pasti berdampak sampai ke masyarakat bawah,” ujarnya, Senin, (25/5).

Anton menjelaskan ketergantungan impor membuat dampak pelemahan rupiah merembet hingga desa. Ia mencontohkan kedelai untuk tempe, jagung pakan ternak, hingga sejumlah bahan pendukung industri pangan masih bergantung pada pasar luar negeri. Kondisi itu menyebabkan kenaikan dolar ikut mendorong harga kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan Indonesia belum serius membangun industri substitusi impor sejak krisis ekonomi 1998. Ia bahkan mengkritik orientasi industri nasional yang dinilai lebih nyaman menjadi pasar bagi produk luar dibanding membangun inovasi sendiri.

“Kita ini sebenarnya tidak punya pengusaha, tapi lebih banyak pedagang. Mereka lebih memilih impor barang jadi dibanding membangun industri sendiri karena dianggap lebih cepat untung,” tegasnya.

Anton juga menyoroti ruang fiskal pemerintah yang semakin sempit di tengah besarnya kebutuhan anggaran negara. Menurutnya, program prioritas nasional tetap memiliki tujuan baik, namun perlu diiringi perhitungan fiskal yang realistis agar tidak menimbulkan kekhawatiran pasar.

Ia mengingatkan kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling rentan menghadapi tekanan ekonomi saat ini. Di satu sisi, mereka menghadapi kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian pekerjaan, tetapi di sisi lain tidak banyak menikmati bantuan sosial dari negara.

“Yang paling berat nanti kelas menengah. Mereka tidak mendapat banyak subsidi, tetapi tekanan hidupnya naik. Di sisi lain pekerjaan formal makin berkurang dan bergeser ke sektor informal,” ungkapnya.

Sementara itu, dosen Ilmu Komunikasi UMS bidang komunikasi politik, Dr. Andika Sanjaya, S.I.Kom., M.Si., menilai situasi ekonomi yang sensitif membutuhkan komunikasi publik yang lebih empatik dan adaptif. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya fokus pada substansi kebijakan, tetapi juga harus memahami bagaimana pesan diterima masyarakat.

“Sekarang satu gestur kecil saja bisa viral dan memunculkan gejolak publik. Pemerintah harus sadar bahwa komunikasi bukan sekadar menyampaikan program, tetapi membangun kesamaan dengan masyarakat,” ujarnya.

Andika menjelaskan era media sosial membuat pola komunikasi politik berubah total. Publik kini lebih aktif, kritis, dan cepat membentuk opini terhadap kebijakan pemerintah. Karena itu, menurutnya, pernyataan pejabat publik harus mampu menangkap sensitivitas masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.

Ia menilai keberhasilan program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya bergantung pada besarnya program, tetapi juga kemampuan pemerintah menjelaskan urgensi dan manfaatnya secara tepat kepada publik.

“Pemerintah harus memahami apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai terlalu fokus pada simbol atau pencitraan program, tetapi melupakan kebutuhan yang paling mendesak di bawah,” katanya.

Andika juga menyinggung kesulitan pemimpin di era digital dalam menjaga dukungan publik akibat derasnya arus informasi dan opini media sosial. Menurutnya, tantangan terbesar pemerintah hari ini bukan hanya mengelola ekonomi, tetapi juga mengelola kepercayaan publik.

Karena itu, ia mendorong pemerintah membangun komunikasi yang lebih partisipatif dengan membuka ruang aspirasi masyarakat secara cepat dan responsif. Menurutnya, komunikasi yang tepat dapat menjadi penyangga penting untuk menjaga stabilitas sosial di tengah tekanan ekonomi global.

Kontributor: Alvian/Humas

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Ketahanan Keluarga Ranting ‘Aisyiyah Pondok Gelar Kajian Kesehatan Reproduksi Lintas Generasi

    Perkuat Ketahanan Keluarga Ranting ‘Aisyiyah Pondok Gelar Kajian Kesehatan Reproduksi Lintas Generasi

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO – Dalam upaya memperkuat kualitas kesehatan keluarga berlandaskan nilai-nilai Islami, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Pondok menyelenggarakan kajian kesehatan bertajuk “Kesehatan Reproduksi Remaja dan Pasangan Usia Subur”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 18 Januari 2026, bertempat di Masjid Al-Amin Dusun Temulus, Desa Pondok, Kecamatan Grogol. Acara ini dihadiri oleh sekitar 75 peserta yang terdiri dari jajaran […]

  • Ilustrasi cat air seorang pria memancarkan cahaya kebaikan kepada orang-orang di sekitar halaman masjid, melambangkan konsep menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

    Bukan Seberapa Kaya, Inilah Makna Manfaat bagi Orang Lain Menurut Ust. Yayuli

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Makna kehidupan sesungguhnya tidak terletak pada seberapa bernilai diri kita secara materi, melainkan seberapa besar manfaat bagi orang lain yang bisa kita berikan. Prinsip etika sosial ini menjadi sorotan utama dalam Kajian Menjelang Berbuka di Masjid Al Munajat pada Ramadhan 1447 H ini. Ust. Yayuli menekankan bahwa standar minimal seorang muslim adalah […]

  • Belasan Tahun Berjalan, Pengajian Bulanan Muhammadiyah Kukar Terus Konsisten

    Belasan Tahun Berjalan, Pengajian Bulanan Muhammadiyah Kukar Terus Konsisten

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Pengajian Bulanan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Kabupaten Kutai Kartanegara kembali digelar sebagai bagian dari agenda rutin PDM Kukar dalam pembinaan umat. Kegiatan yang berlangsung Ahad, 1 Februari 2026, di PCM Muara Badak ini menegaskan konsistensi Persyarikatan dalam menjaga tradisi dakwah kolektif. Pengajian bulanan tersebut dilaksanakan secara bergilir di 14 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kukar. Setiap bulan, […]

  • Pendakian Bernilai Edukasi, HW UMS Gelar Giri Wana Education Trip di Gunung Merbabu

    Pendakian Bernilai Edukasi, HW UMS Gelar Giri Wana Education Trip di Gunung Merbabu

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Boyolali, 10 Juli 2026 – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Giri Wana Education Trip to Merbabu yang diselenggarakan pada 8–10 Juli 2026. Mengusung tema “Bukan Hanya Mendaki, Tapi Juga Mengedukasi”, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang memadukan petualangan alam dengan aksi nyata […]

  • Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

    Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Oleh: Kukuh Prakosa Agustian, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu K.H. Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh pembaharu Islam paling berpengaruh di Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan. Ia lahir di Kauman, Yogyakarta, pada tahun 1868 dengan nama kecil Muhammad Darwis. Sejak kecil, ia hidup di lingkungan keluarga religius dan mendapat pendidikan agama secara tradisional. Perjalanan intelektualnya berkembang pesat […]

  • Kontribusi Lazismu dalam Beasiswa untuk Warga Palestina

    Kontribusi Lazismu dalam Beasiswa untuk Warga Palestina

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 159
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lazismu – Sebagai lembaga filantropi Islam, Lazismu berperan aktif dalam merespon isu kemanusiaan Palestina. Peran aktif ini tidak terbatas pada bantuan yang mendesak seperti makanan, pakaian, dan layanan kesehatan. Tapi ada bantuan jangka panjang dan memberdayakan, salah satunya adalah bantuan pendidikan bagi warga Palestina berupa beasiswa yang dipersembahkan oleh Lazismu. Beasiswa tersebut diberi nama […]

expand_less