Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Kukuh Prakosa Agustian, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu

K.H. Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh pembaharu Islam paling berpengaruh di Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan. Ia lahir di Kauman, Yogyakarta, pada tahun 1868 dengan nama kecil Muhammad Darwis. Sejak kecil, ia hidup di lingkungan keluarga religius dan mendapat pendidikan agama secara tradisional. Perjalanan intelektualnya berkembang pesat setelah ia menunaikan ibadah haji dan bermukim beberapa tahun di Mekkah. Di kota suci inilah ia berkenalan dengan gagasan modernisme Islam yang dipengaruhi oleh tokoh-tokoh seperti Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha. Pemikiran mereka tentang pentingnya ijtihad, rasionalitas, serta keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan modern sangat memengaruhi pola pikir Ahmad Dahlan. Sekembalinya ke tanah air, ia membawa semangat baru untuk mengangkat umat Islam dari keterbelakangan, terutama melalui jalur pendidikan.

Secara umum, Ahmad Dahlan menyadari bahwa kondisi pendidikan umat Islam pada masa kolonial sangat tertinggal dibanding bangsa Barat. Sekolah-sekolah yang dikelola pemerintah kolonial lebih menekankan ilmu pengetahuan modern, tetapi terbatas untuk kalangan tertentu, sementara pesantren tradisional hanya fokus pada ilmu agama tanpa memberikan ruang bagi ilmu umum. Akibatnya, umat Islam kurang memiliki bekal untuk menghadapi tantangan zaman. Melihat kenyataan itu, Ahmad Dahlan berkesimpulan bahwa pembaruan pendidikan merupakan jalan utama untuk membangkitkan umat. Pendidikan harus memadukan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan modern sehingga menghasilkan generasi muslim yang saleh sekaligus cerdas, berakhlak sekaligus terampil, dan beriman sekaligus berdaya saing.

Pemikiran inti Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan dapat dilihat dari langkah nyata yang ia lakukan. Pertama, ia mendirikan sekolah-sekolah Muhammadiyah dengan sistem klasikal dan kurikulum teratur. Berbeda dengan model pesantren tradisional, sekolah Muhammadiyah memasukkan pelajaran umum seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, bahasa Belanda, dan ilmu sosial di samping pelajaran agama. Dengan cara ini, ia ingin membentuk manusia muslim yang seimbang antara kebutuhan spiritual dan keterampilan hidup di dunia modern.

Kedua, ia menekankan metode pengajaran yang praktis, rasional, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga teladan moral bagi murid. Ahmad Dahlan menginginkan agar pendidikan tidak berhenti pada hafalan teks, melainkan menumbuhkan pemahaman dan pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia selalu menekankan pentingnya pembacaan Al-Qur’an secara kontekstual, misalnya melalui tafsir surat Al-Ma’un yang mengajarkan kepedulian sosial. Murid-muridnya tidak hanya diminta menghafalkan ayat, tetapi juga mempraktikkannya dengan membantu fakir miskin, mendirikan rumah yatim, dan membangun amal usaha.

Ketiga, Ahmad Dahlan memberikan perhatian besar pada pendidikan perempuan. Pada masa itu, pendidikan bagi perempuan masih dianggap tabu. Namun, ia berpendapat bahwa perempuan juga harus memperoleh ilmu agar mampu mendidik generasi yang lebih baik. Dari sinilah lahir Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang berperan penting dalam memajukan pendidikan kaum perempuan Indonesia. Gagasan ini menunjukkan betapa visionernya Ahmad Dahlan dalam memandang kesetaraan gender dalam pendidikan.

Keempat, ia menekankan pentingnya pendidikan yang membentuk akhlak mulia. Bagi Ahmad Dahlan, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan orang pintar, tetapi juga pribadi yang beriman, jujur, amanah, dan bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum sekolah Muhammadiyah selalu menekankan keseimbangan antara aspek intelektual, spiritual, dan sosial. Dengan demikian, pendidikan yang ia gagas adalah pendidikan holistik yang membentuk manusia seutuhnya.

Dari gagasan-gagasan tersebut, dapat dilihat bahwa pemikiran modern K.H. Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan berakar pada keyakinan bahwa Islam adalah agama yang sesuai dengan akal sehat dan perkembangan zaman. Baginya, modernisasi pendidikan bukan berarti meniru Barat secara mentah, melainkan mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai Islam. Pandangan ini menjadikan Muhammadiyah sebagai pelopor dalam menciptakan lembaga pendidikan Islam modern di Indonesia yang hingga kini berkembang pesat dengan ribuan sekolah, madrasah, universitas, rumah sakit, dan amal usaha lainnya.

Kesimpulannya, K.H. Ahmad Dahlan adalah tokoh pendidikan Islam modern yang berperan besar dalam membangkitkan kesadaran umat melalui jalur pembaruan pendidikan. Ia mengajarkan bahwa pendidikan Islam harus terbuka terhadap ilmu pengetahuan modern, menekankan praktik sosial, memberi ruang bagi perempuan, serta membentuk akhlak mulia. Pemikirannya tidak hanya menjadi wacana, tetapi telah terbukti memberi dampak nyata bagi bangsa Indonesia hingga saat ini. Melalui Muhammadiyah, warisan pendidikan yang ia gagas terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian penting dari perjalanan modernisasi pendidikan Islam di tanah air.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Ceramah Dr Zakir Naik, Rektor UMS Tekankan Pendidikan dan Tarbiyah

    Hadiri Ceramah Dr Zakir Naik, Rektor UMS Tekankan Pendidikan dan Tarbiyah

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., hadir dalam acara Dr. Zakir Naik Tour Indonesia 2025 di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Selasa (8/7) malam. Rektor UMS hadir didampingi Wakil Rektor I Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D. dan Wakil Rektor III Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. Dalam sambutannya, Rektor […]

  • Bait-Bait yang Menyentuh Jiwa, SMA Fourmula Persembahkan Membaca, Menemukan Diri

    Bait-Bait yang Menyentuh Jiwa, SMA Fourmula Persembahkan Membaca, Menemukan Diri

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 45
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lamongan – Sebuah langkah inspiratif kembali ditorehkan oleh SMA Muhammadiyah 4 Lamongan (Fourmula) melalui peluncuran buku antologi puisi berjudul Membaca, Menemukan Diri. Kegiatan peluncuran yang berlangsung pada Selasa (15/7/2025) di aula sekolah ini menjadi momen istimewa yang dihadiri oleh para guru, siswa, serta ketiga penulis buku: Fathan Faris Saputro, Selamet Priyanto, dan Temon Bagus Hidayahtullah. […]

  • Opening Muhadhoroh Empat Bahasa dan Pelantikan ISTM 2026/2027 Berlangsung Khidmat dan Meriah

    Opening Muhadhoroh Empat Bahasa dan Pelantikan ISTM 2026/2027 Berlangsung Khidmat dan Meriah

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 102
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Blimbingrejo, 25 Juli 2026 — Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo sukses menyelenggarakan Opening Muhadhoroh (Four-Language Oratory Training) yang dirangkaikan dengan Serah Terima Jabatan dan Pelantikan Imarah Syu’unit Tholabat Muhammadiyah (ISTM) Masa Khidmah 2026/2027 pada Sabtu malam (25/7) di Halaman Asrama Putra. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat, semangat, dan antusiasme seluruh santri, asatidz, serta […]

  • PSB-PS dan LBIPU UMS adakan Pelatihan Nasional Pancasila Sebagai Laku

    PSB-PS dan LBIPU UMS adakan Pelatihan Nasional Pancasila Sebagai Laku

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 311
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Pusat Studi Bahasa dan Perubahan Sosial UMS Bersama Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan Pelatihan Nasional Pancasila sebagai laku. Acara ini diadakan pada tanggal 11-13 Juni 2024 di Ruang Seminar Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta dari berbagai Universitas di Indonesia antara lain […]

  • Sambut Musycab, PCM dan PCA Grogol Adakan Jalan Sehat

    Sambut Musycab, PCM dan PCA Grogol Adakan Jalan Sehat

    • calendar_month Sabtu, 26 Agt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 293
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan  Cabang Aisyiyah (PCA) Kecamatan Grogol adakan jalan sehat pada Sabtu (26/08/23) di kompleks LKSA Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Grogol. Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 1500 orang ini  dlaksanakan dalam rangka memeriahkan serta menyambut Musyawarah Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Grogol. Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh penampilan-penampilan menarik […]

  • Aisyiyah Sosialisasikan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus dan Inisiasi Rumah Sakinah

    Aisyiyah Sosialisasikan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus dan Inisiasi Rumah Sakinah

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo –  24 Januari 2026  Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sukoharjo  menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pelayanan anak berkebutuhan khusus (ABK) dan  pendirian Rumah Sakinah Aisyiyah  pada Sabtu 24 Januari 2026 bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus serta memperkuat ketahanan keluarga melalui layanan berbasis […]

expand_less