Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

Modernisasi Pendidikan Islam dalam Gagasan dan Gerakan K.H. Ahmad Dahlan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Kukuh Prakosa Agustian, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu

K.H. Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh pembaharu Islam paling berpengaruh di Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan. Ia lahir di Kauman, Yogyakarta, pada tahun 1868 dengan nama kecil Muhammad Darwis. Sejak kecil, ia hidup di lingkungan keluarga religius dan mendapat pendidikan agama secara tradisional. Perjalanan intelektualnya berkembang pesat setelah ia menunaikan ibadah haji dan bermukim beberapa tahun di Mekkah. Di kota suci inilah ia berkenalan dengan gagasan modernisme Islam yang dipengaruhi oleh tokoh-tokoh seperti Jamaluddin al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha. Pemikiran mereka tentang pentingnya ijtihad, rasionalitas, serta keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan modern sangat memengaruhi pola pikir Ahmad Dahlan. Sekembalinya ke tanah air, ia membawa semangat baru untuk mengangkat umat Islam dari keterbelakangan, terutama melalui jalur pendidikan.

Secara umum, Ahmad Dahlan menyadari bahwa kondisi pendidikan umat Islam pada masa kolonial sangat tertinggal dibanding bangsa Barat. Sekolah-sekolah yang dikelola pemerintah kolonial lebih menekankan ilmu pengetahuan modern, tetapi terbatas untuk kalangan tertentu, sementara pesantren tradisional hanya fokus pada ilmu agama tanpa memberikan ruang bagi ilmu umum. Akibatnya, umat Islam kurang memiliki bekal untuk menghadapi tantangan zaman. Melihat kenyataan itu, Ahmad Dahlan berkesimpulan bahwa pembaruan pendidikan merupakan jalan utama untuk membangkitkan umat. Pendidikan harus memadukan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan modern sehingga menghasilkan generasi muslim yang saleh sekaligus cerdas, berakhlak sekaligus terampil, dan beriman sekaligus berdaya saing.

Pemikiran inti Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan dapat dilihat dari langkah nyata yang ia lakukan. Pertama, ia mendirikan sekolah-sekolah Muhammadiyah dengan sistem klasikal dan kurikulum teratur. Berbeda dengan model pesantren tradisional, sekolah Muhammadiyah memasukkan pelajaran umum seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, bahasa Belanda, dan ilmu sosial di samping pelajaran agama. Dengan cara ini, ia ingin membentuk manusia muslim yang seimbang antara kebutuhan spiritual dan keterampilan hidup di dunia modern.

Kedua, ia menekankan metode pengajaran yang praktis, rasional, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga teladan moral bagi murid. Ahmad Dahlan menginginkan agar pendidikan tidak berhenti pada hafalan teks, melainkan menumbuhkan pemahaman dan pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia selalu menekankan pentingnya pembacaan Al-Qur’an secara kontekstual, misalnya melalui tafsir surat Al-Ma’un yang mengajarkan kepedulian sosial. Murid-muridnya tidak hanya diminta menghafalkan ayat, tetapi juga mempraktikkannya dengan membantu fakir miskin, mendirikan rumah yatim, dan membangun amal usaha.

Ketiga, Ahmad Dahlan memberikan perhatian besar pada pendidikan perempuan. Pada masa itu, pendidikan bagi perempuan masih dianggap tabu. Namun, ia berpendapat bahwa perempuan juga harus memperoleh ilmu agar mampu mendidik generasi yang lebih baik. Dari sinilah lahir Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang berperan penting dalam memajukan pendidikan kaum perempuan Indonesia. Gagasan ini menunjukkan betapa visionernya Ahmad Dahlan dalam memandang kesetaraan gender dalam pendidikan.

Keempat, ia menekankan pentingnya pendidikan yang membentuk akhlak mulia. Bagi Ahmad Dahlan, pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan orang pintar, tetapi juga pribadi yang beriman, jujur, amanah, dan bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum sekolah Muhammadiyah selalu menekankan keseimbangan antara aspek intelektual, spiritual, dan sosial. Dengan demikian, pendidikan yang ia gagas adalah pendidikan holistik yang membentuk manusia seutuhnya.

Dari gagasan-gagasan tersebut, dapat dilihat bahwa pemikiran modern K.H. Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan berakar pada keyakinan bahwa Islam adalah agama yang sesuai dengan akal sehat dan perkembangan zaman. Baginya, modernisasi pendidikan bukan berarti meniru Barat secara mentah, melainkan mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai Islam. Pandangan ini menjadikan Muhammadiyah sebagai pelopor dalam menciptakan lembaga pendidikan Islam modern di Indonesia yang hingga kini berkembang pesat dengan ribuan sekolah, madrasah, universitas, rumah sakit, dan amal usaha lainnya.

Kesimpulannya, K.H. Ahmad Dahlan adalah tokoh pendidikan Islam modern yang berperan besar dalam membangkitkan kesadaran umat melalui jalur pembaruan pendidikan. Ia mengajarkan bahwa pendidikan Islam harus terbuka terhadap ilmu pengetahuan modern, menekankan praktik sosial, memberi ruang bagi perempuan, serta membentuk akhlak mulia. Pemikirannya tidak hanya menjadi wacana, tetapi telah terbukti memberi dampak nyata bagi bangsa Indonesia hingga saat ini. Melalui Muhammadiyah, warisan pendidikan yang ia gagas terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian penting dari perjalanan modernisasi pendidikan Islam di tanah air.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen UMY Latih Profesionalisme Berbasis Keislaman bagi Mahasiswa Keperawatan UMKLA

    Dosen UMY Latih Profesionalisme Berbasis Keislaman bagi Mahasiswa Keperawatan UMKLA

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KLATEN – Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan pelatihan profesionalisme berbasis nilai-nilai Islam kepada 88 mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) pada Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas profesional calon perawat Muslim sekaligus membekali mahasiswa menghadapi tantangan dunia pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari […]

  • Vorschläge werden smart: Need for Slots lernt österreichische Präferenzen

    Vorschläge werden smart: Need for Slots lernt österreichische Präferenzen

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Das Spektrum an Online-Spielautomaten ist riesig und wächst kontinuierlich. Für österreichische Nutzer wird die Findung nach dem richtigen Spiel so oft zur mühsamen Aufgabe. Need for Slots verfolgt hier einen neuen Weg. Die Plattform verfeinert ihre Vorschlagsalgorithmen nicht nur, sondern passt sie gezielt den dokumentierten Vorlieben der österreichischen Community an. Dafür analysiert sie Spielgewohnheiten, beliebte […]

  • SUMU Resmi Luncurkan Serikat Imers Muhammadiyah

    SUMU Resmi Luncurkan Serikat Imers Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) resmi meluncurkan Serikat Imers (Internet Marketers) Muhammadiyah melalui acara Kick-Off yang digelar pada Kamis (14/8/25). Inisiatif ini menjadi langkah strategis SUMU dalam memperkuat ekosistem pelaku usaha, khususnya di sektor digital marketing (imers) yang tengah berkembang pesat di era transformasi digital. Serikat Imers Muhammadiyah hadir sebagai wadah kolaborasi bagi […]

  • Bukan Untuk Setara

    Bukan Untuk Setara

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Oleh: Rodiatun Mardiah* “mampukah tuhan yang maha pencipta, menciptakan pencipta yang setara dengan dia?” Sebuah pertanyaan sederhana yang bisa saja menodai keyakinan dalam kebingungan dan keraguan tatkala mencoba untuk mencari jawabannya. Kita analogikan seperti seseorang yang membuat kue misalnya. ia sangat handal dalam membuat kue dan juga manajemen produknya dengan berbagai sarana pendukung, sehingga menjadikan […]

  • Mahasiswa PLP II UMS Dampingi SAPAMURID, Aplikasi Digitalisasi Administrasi Siswa di SMK Negeri 6 Sukoharjo

    Mahasiswa PLP II UMS Dampingi SAPAMURID, Aplikasi Digitalisasi Administrasi Siswa di SMK Negeri 6 Sukoharjo

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO –  Mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut berkontribusi dalam mendorong digitalisasi layanan pendidikan melalui pendampingan dan pengenalan aplikasi SAPAMURID di SMK Negeri 6 Sukoharjo. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya untuk mempermudah pengelolaan administrasi siswa sekaligus menghadirkan sistem yang lebih efektif, efisien, dan terdokumentasi. Pengembangan SAPAMURID tidak terlepas […]

  • Pakar Bahasa dan Sastrawan Sambut Baik Penjurusan Kembali di SMA

    Pakar Bahasa dan Sastrawan Sambut Baik Penjurusan Kembali di SMA

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan bahwa penjurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa kembali diberlakukan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini dilakukan guna menunjang program Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang merupakan pengganti Ujian Nasional (UN) sebagai alat ukur capaian pembelajaran siswa yang akurat. […]

expand_less