Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Muhammad Jafron Kupas Enam Pilar Pendidikan K.H. Ahmad Dahlan dalam Pengajian PWM Kaltim

Muhammad Jafron Kupas Enam Pilar Pendidikan K.H. Ahmad Dahlan dalam Pengajian PWM Kaltim

  • account_circle Redaksi Kabarmuh
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warisan pemikiran pendidikan K.H. Ahmad Dahlan menjadi fokus utama pemaparan Ketua PWM Kaltim, KH. Muhammad Jafron, dalam Pengajian Pimpinan Tingkat Wilayah Muhammadiyah Kaltim ke-6 di UMKT Samarinda.

SAMARINDA — Gagasan dan warisan pendidikan K.H. Ahmad Dahlan menjadi pokok bahasan utama yang disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, Drs. KH. Muhammad Jafron, M.Si., dalam Pengajian Pimpinan Tingkat Wilayah Muhammadiyah Kaltim ke-6 yang digelar di Gedung E Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Samarinda, Sabtu (20/6/2026).

Di hadapan peserta yang terdiri atas unsur pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tingkat wilayah, organisasi otonom, pimpinan UMKT, serta Direksi RSIA ‘Aisyiyah Samarinda, Jafron mengajak warga Persyarikatan memahami kembali akar pemikiran pendidikan yang melahirkan Muhammadiyah lebih dari satu abad lalu.

Mengawali pemaparannya, Jafron menggambarkan kondisi umat Islam pada masa K.H. Ahmad Dahlan. Menurutnya, saat itu umat menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari lemahnya pemahaman tauhid, rendahnya tingkat pendidikan, hingga mentalitas yang membuat umat sulit berkembang.

“Umat Islam saat itu mengalami sakit tauhid, sakit kebodohan, dan sakit mental. Kondisi inilah yang menjadi kegelisahan Ahmad Dahlan,” ungkap Jafron.

Ia menjelaskan bahwa Ahmad Dahlan memulai perubahan bukan dari tempat yang megah atau fasilitas yang lengkap. Sebaliknya, gerakan besar Muhammadiyah lahir dari ruang sederhana di Serambi Masjid Kauman Yogyakarta.

“Cuma serambi, lesehan, dan papan tulis. Tetapi dari tempat sederhana itulah lahir Muhammadiyah dan kader-kader yang merdeka dalam berpikir,” katanya.

Menurut Jafron, keberhasilan Ahmad Dahlan mengubah wajah umat tidak terjadi secara kebetulan. Ada enam pilar pendidikan yang menjadi fondasi perjuangannya.

Pilar pertama adalah tauhid sebagai pondasi utama pendidikan. Jafron menjelaskan bahwa bagi Ahmad Dahlan, ilmu pengetahuan harus dibangun di atas keyakinan yang benar kepada Allah SWT.

“Orang yang pintar tetapi tidak memiliki landasan tauhid yang kuat bisa menjadi ancaman bagi masyarakat. Karena itu tauhid menjadi fondasi utama,” ujarnya.

Pilar kedua adalah integrasi ilmu agama dan ilmu umum. Jafron menegaskan bahwa Ahmad Dahlan menolak dikotomi pendidikan yang memisahkan agama dan ilmu pengetahuan.

Pada masa kolonial, kata dia, sekolah Belanda dianggap maju tetapi sekuler, sementara lembaga pendidikan agama sering kali tertinggal dalam penguasaan ilmu pengetahuan modern. Ahmad Dahlan hadir dengan pendekatan baru yang memadukan keduanya.

“Anak Islam harus pintar agama dan pintar dunia agar tidak mudah dibodohi,” jelasnya.

Pilar ketiga adalah guru sebagai murabbi dan teladan. Menurut Jafron, Ahmad Dahlan tidak hanya mengajar melalui kata-kata, tetapi memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menampilkan empat karakter pendidik yang dicontohkan Ahmad Dahlan, yakni zuhud, sabar, berani berubah, dan mendidik sepanjang waktu melalui keteladanan hidup.

“Beliau adalah guru hidup, bukan sekadar guru yang pandai berbicara,” ujar Jafron.

Pilar keempat adalah metode sorogan dan keteladanan. Ahmad Dahlan mengajarkan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap ilmu dan pengamalannya dalam kehidupan.

Menurut Jafron, Ahmad Dahlan lebih menekankan satu ayat yang dipahami dan diamalkan daripada banyak ayat yang hanya dihafal tanpa implementasi.

“Sedikit tetapi terus-menerus diamalkan jauh lebih baik daripada banyak tetapi terputus,” katanya.

Semangat K.H. Ahmad Dahlan dalam membangun pendidikan dan peradaban umat menjadi tema utama Pengajian PWM Kaltim di UMKT Samarinda.

Pilar kelima adalah pendidikan untuk melahirkan manusia berkemajuan dan mandiri. Jafron menjelaskan bahwa Ahmad Dahlan mendorong umat Islam untuk terbuka terhadap kemajuan teknologi, ekonomi, dan organisasi.

Ia mencontohkan keberanian Ahmad Dahlan memperkenalkan penggunaan meja, kursi, jam, serta metode pembelajaran modern pada masanya. Selain itu, murid-murid juga diajarkan berdagang, berorganisasi, dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan.

“Ahmad Dahlan ingin melahirkan manusia yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan,” tegasnya.
Adapun pilar keenam adalah amal sebagai wujud nyata ilmu dan keimanan. Menurut Jafron, pendidikan tidak boleh berhenti pada penguasaan teori semata, melainkan harus melahirkan aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Karena itulah Muhammadiyah kemudian berkembang menjadi gerakan yang tidak hanya berdakwah melalui mimbar, tetapi juga melalui sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti sosial, dan berbagai amal usaha lainnya.

Dalam bagian akhir pemaparannya, Jafron menegaskan bahwa nilai-nilai pendidikan Ahmad Dahlan tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman, termasuk di era digital saat ini.

Ia menyebutkan pentingnya memperkuat literasi digital, pendidikan karakter, kolaborasi, serta sikap moderat dalam bermedia sebagai bagian dari aktualisasi pemikiran Ahmad Dahlan di era modern.

“Mari membangun pendidikan yang mencerahkan. Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah,” pesan Jafron yang disambut antusias peserta.

Melalui pengajian tersebut, PWM Kaltim berharap seluruh unsur Persyarikatan dapat terus menghidupkan semangat tajdid dan pendidikan yang diwariskan K.H. Ahmad Dahlan, sehingga Muhammadiyah tetap menjadi gerakan Islam yang berkemajuan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.(ay.1)

  • Penulis: Redaksi Kabarmuh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seminar Kesehatan dalam Rangka Milad ‘Aisyiyah KE-109

    Seminar Kesehatan dalam Rangka Milad ‘Aisyiyah KE-109

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PEKALONGAN – Dalam rangka memperingati Milad ‘Aisyiyah ke-109, H. Sofwan Sumadi, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) berkolaborasi dengan Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Seminar Kesehatan bertema: “Meningkatkan Kesehatan Mental untuk Membangun Keluarga Sakinah”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026 di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan […]

  • UMS Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Jasa Keuangan Syariah, Perkuat Inklusi Ekonomi Warga Muhammadiyah

    UMS Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Jasa Keuangan Syariah, Perkuat Inklusi Ekonomi Warga Muhammadiyah

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Jasa Keuangan Syariah yang digelar pada Selasa (18/11) di Edutorium UMS. Agenda ini diselenggarakan oleh Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, UMS, serta Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) sebagai upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah bagi pemuda, perempuan, […]

  • Milad Ke-109 ‘Aisyiyah Tulungagung: Perkokoh Dakwah Kemanusiaan Wujudkan Perdamaian

    Milad Ke-109 ‘Aisyiyah Tulungagung: Perkokoh Dakwah Kemanusiaan Wujudkan Perdamaian

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, TULUNGAGUNG – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Tulungagung menggelar acara Refleksi Milad ‘Aisyiyah ke-109 pada Ahad (17/5/2026) di Hall Walidah Tulungagung. Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, momentum ini menjadi bukti nyata konsistensi gerakan perempuan berkemajuan yakni ‘Aisyiyah dalam menjawab tantangan zaman melalui aksi-aksi sosial yang konkret. Dihadiri oleh seluruh perwakilan Pimpinan Cabang […]

  • A Lolospin Casino-nál szerzett regisztrációs tapasztalatom lépésről lépésre Magyarországról

    A Lolospin Casino-nál szerzett regisztrációs tapasztalatom lépésről lépésre Magyarországról

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 6
    • 0Komentar

    A netes kaszinó regisztrációs folyamata olyan, mint az ajtó kinyitása egy új terembe. Amennyiben ez az első lépés akadályos, akkor az egész élményt elronthatja. Nekünk, magyar tagoknak továbbá bizonyos részletekre is oda kell figyelnünk, melyek a többieknek nem is tűnnek fel. Ez okból kifolyólag mutatom be, miként történt a saját fióknyitásom a Lolospin Casinoban. Végigjártam […]

  • Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah Menjadi Cermin: Merawat Mutu dan Karakter di SMP Muhammadiyah Purwojati

    Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah Menjadi Cermin: Merawat Mutu dan Karakter di SMP Muhammadiyah Purwojati

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Rabu, 7 Januari 2026 menjadi hari penuh makna bagi SMP Muhammadiyah Purwojati. Evaluasi kinerja kepala sekolah digelar dalam suasana khidmat, hangat, dan reflektif, menjadi ruang muhasabah atas perjalanan kepemimpinan sekaligus ikhtiar dakwah pendidikan Muhammadiyah dalam membangun sekolah yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan. Acara dimulai dengan Tari Saman yang ditampilkan siswi-siswi SMP Muhammadiyah […]

  • Sekularisasi Agama Normatif: Transformasi Norma Agama dalam Dunia Kedistopiaan

    Sekularisasi Agama Normatif: Transformasi Norma Agama dalam Dunia Kedistopiaan

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Ainur Hadi, Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Sekuler adalah Istilah dalam bahasa Arab yang berarti laa diniyyah atau dunyawiyyah, yaitu sesuatu yang tidak berhubungan dengan agama atau keduniawiaan. Selain itu ada istilah sekularisasi dan sekularisme, sekularisme sendiri adalah proses pemisahan antara agama dan negara atau pemisahan diri dari kekuasaan institusi agama. Istilah […]

expand_less