
KABARMUH.ID, WEDORO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) Kelompok 24 berkolaborasi dengan Posyandu Desa Wedoro dalam menyelenggarakan program Desa CANTIK (Cerdas, Aktif, Gizi Terbaik Bebas Stunting) pada Senin, 20 Juli 2026 di Balai Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Program ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Posyandu balita rutin yang dipimpin oleh Bidan Desa Wedoro, Lilik Jumlatus Sholichah, sebagai bentuk sinergi dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting di lingkungan masyarakat.
Program ini diikuti oleh sekitar 15 balita bersama orang tua atau pendampingnya, serta didampingi oleh kader Posyandu Desa Wedoro. Kolaborasi antara Bidan Desa, kader Posyandu, dan Mahasiswa KKN UMSURA Kelompok 24 menjadi wujud sinergi dalam meningkatkan pelayanan Kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat edukasi mengenai pencegahan stunting di Desa Wedoro.
Sebelum menjalankan kegiatan, mahasiswa KKN dengan ibu ibu posyandu melakukan briefing terlebih dahulu.
“Posyandu Stunting kali ini pesertanya di khususkan bagi anak-anak yang memang mengalami stunting. Makanya yang hadir tidak terlalu banyak, tidak seperti posyandu balita biasanya. Semoga Kegiatan kita pada hari ini berjalan dengan lancar.” ujar Ibu Lilik.
Lalu kami diberikan arahan juga untuk membagi kelompok tiap meja memperlukan pendampingan dari mahasiswa KKN agar mengerti Langkah-langkah dari posyandu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan proses pendaftaran balita, kemudian dilanjutkan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan sebagai bagian dari pemantauan status gizi dan pertumbuhan anak. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui perkembangan balita secara berkala sekaligus mendeteksi secara dini risiko stunting sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan maupun penanganan yang tepat.
Usai proses pemeriksaan, para balita menerima snack sehat berupa puding kelor yang dibuat dan dibagikan oleh Mahasiswa KKN UMSURA Kelompok 24. Puding kelor dipilih sebagai contoh olahan pangan bergizi yang memanfaatkan bahan lokal dengan kandungan nutrisi yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus memberikan contoh pemanfaatan pangan local bergizi sebagai alternatif cemilan sehat bagi balita.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan melalui program Desa CANTIK yang disampaikan oleh Haninul Walidah dan Zerlinda Dwi Ferbri Susanti, mahasiswa KKN UMSURA Kelompok 24, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, kedua pemateri menjelaskan pengertian stunting, faktor-faktor penyebab, dampak yang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemberian ASI eksklusif, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin melalui Posyandu.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Para ibu balita bersama kader Posyandu mengikuti setiap materi dengan antusias dan memanfaatkan sesi diskusi untuk menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai pola makan anak, pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, hingga langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya pencegahan stunting.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi balita, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian susu dan telur yang disalurkan oleh kader Posyandu Desa Wedoro kepada para peserta. Pemberian makanan bergizi tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi balita sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya asupan gizi yang seimbang bagi tumbuh kembang anak.
Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama yang diikuti oleh ibu balita, balita, kader Posyandu, Bidan Desa Wedoro, Lilik Jumlatus Sholichah, serta seluruh Mahasiswa KKN UMSURA Kelompok 24. Dokumentasi tersebut menjadi simbol kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Melalui program Desa CANTIK, Mahasiswa KKN UMSURA Kelompok 24 berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini melalui pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin, serta peran aktif kelaurga dalam menjaga Kesehatan anak. Diharapkan sinergi antara mahasiswa, kader Posyandu, dan Masyarakat dapat terus berlanjut demi mewujudkan Desa Wedoro yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Kontributor: Laditha Ilvi Nur Salamah
Editor: Muhammad Farhan



