Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PAI UMS Dorong Penguatan Profil Guru PAI dan Kurikulum Adaptif Hadapi Tantangan Pendidikan

PAI UMS Dorong Penguatan Profil Guru PAI dan Kurikulum Adaptif Hadapi Tantangan Pendidikan

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID; SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Profil Guru PAI: Tantangan dan Peluang Pengembangan Kurikulum PAI di Sekolah”, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang FAI UMS Lantai I tersebut menghadirkan akademisi, praktisi pendidikan, serta guru PAI untuk membahas tantangan penguatan kompetensi guru dan pengembangan kurikulum PAI yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

Ketua Program Studi PAI FAI UMS, Mohammad Zakki Azani, S.Th.I., M.Ed., Ph.D., menyampaikan bahwa penguatan profil guru PAI membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah, dan organisasi profesi.

Menurutnya, guru PAI memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter peserta didik, sehingga diperlukan penguatan kompetensi yang tidak hanya berbasis keilmuan agama, tetapi juga kemampuan pedagogik, literasi digital, dan inovasi pembelajaran.

“Guru PAI harus mampu menjawab kebutuhan generasi saat ini. Penguatan keilmuan agama perlu berjalan bersama dengan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pendidikan dan perkembangan teknologi,” ujarnya, Senin, (3/8/2026)..

Dalam sesi pemantik diskusi, Dr. Istanto, S.Pd., M.Pd., menyoroti bahwa tantangan utama pendidikan agama saat ini berkaitan dengan penguatan akhlak dan aqidah peserta didik. Menurutnya, guru PAI perlu memiliki kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kolaborasi agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap persoalan pendidikan di sekolah.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan literasi Al-Qur’an, termasuk di kalangan guru PAI, sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan agama Islam.

Sementara itu, Sutomo, M.Ag., Ketua FGM Pusat, menyoroti tantangan guru PAI di tengah perkembangan media digital. Menurutnya, guru perlu mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik agar tidak kalah dengan berbagai konten yang berkembang di media sosial.

“Jangan sampai konten sosial media lebih bagus daripada materi pendidikan. Guru harus mampu menjadi teladan dan membawa perubahan positif bagi peserta didik,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter siswa. Kepemimpinan kepala sekolah juga menjadi faktor strategis dalam menentukan kebijakan penguatan nilai-nilai keagamaan di sekolah.

Dari perspektif kebijakan dan praktik pendidikan, Agus Susilo Susanto, M.Pd., Staf PAI Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo sekaligus Sekretaris Majelis Tarjih Muhammadiyah, menyampaikan pentingnya peningkatan profesionalitas dan kesejahteraan guru PAI.

Menurutnya, masih terdapat guru PAI yang menghadapi kendala administrasi, pendataan dalam sistem SIAGA, serta keterbatasan akses pengembangan profesional melalui PPG PAI.

“Guru PAI perlu terus meningkatkan kemampuan, baik dalam penguasaan teori, kemampuan bercerita, maupun pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran PAI ke depan perlu memperkuat tiga aspek utama, yaitu pemanfaatan teknologi digital, integrasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL), serta penguatan nilai Profil Pelajar Pancasila, khususnya sikap tasamuh dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Waluyo, M.Pd., menyampaikan pengalaman dari sisi guru PAI di lapangan. Ia menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi guru, mulai dari tuntutan administrasi, perubahan kebijakan kurikulum, hingga kebutuhan peningkatan kesejahteraan dan profesionalitas.

Menurutnya, guru PAI perlu memperkuat kepemimpinan dan keteladanan karakter karena berhadapan dengan peserta didik serta lingkungan pendidikan yang semakin beragam.

FGD ini menjadi ruang dialog antara perguruan tinggi dan praktisi pendidikan untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus merumuskan peluang pengembangan Pendidikan Agama Islam yang lebih adaptif.

Kontributor: Fika/Humas

Editor: Nurul Fahri

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KUHP Nasional dan KUHAP Berlaku, Bentuk Reformasi Total?

    KUHP Nasional dan KUHAP Berlaku, Bentuk Reformasi Total?

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional mulai Januari 2026 menandai babak baru sistem hukum pidana Indonesia. Namun, implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru yang diproyeksikan mendukung KUHP baru masih menyisakan pertanyaan, apakah perubahan ini benar-benar mencerminkan reformasi total atau sekadar koreksi terhadap sistem lama? Dosen Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah […]

  • Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Stigma masih menjadi tembok besar yang membatasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk tumbuh dalam ruang pendidikan yang setara. Meski banyak sekolah telah mengklaim diri sebagai sekolah inklusif, praktiknya masih jauh dari nilai-nilai keberagaman yang adil dan ramah. Isu inilah yang menjadi fokus Prof. Dr. Minsih, S.Ag., M.Pd., yang baru akan dikukuhkan sebagai […]

  • UMS Kenalkan Eco-Printing kepada Rehabilitan RSJD Surakarta: Kreatif dan Ramah Lingkungan

    UMS Kenalkan Eco-Printing kepada Rehabilitan RSJD Surakarta: Kreatif dan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebanyak 24 rehabilitan di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Arif Zainudin Surakarta mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan kreatif bertema “Edukasi Eco-Printing” yang diselenggarakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kegiatan dimulai tepat pukul 10.00 WIB dan dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa […]

  • Meriahkan Hari Santri, Al-Mujahidin Balikpapan Hadirkan 69 Santri pada KSM Nasional

    Meriahkan Hari Santri, Al-Mujahidin Balikpapan Hadirkan 69 Santri pada KSM Nasional

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 353
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Karanganyar – Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan mengirimkan 69 Santrinya untuk mengikuti Kemah Santri Muhammadiyah (KSM) Nasional ke-1 yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren (LPP) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Kampoeng Karet Ngargoyoso Karanganyar, Jawa Tengah, 20-22 Oktober 2024. Acara ini melibatkan sekitar 1.200 santri dari berbagai pesantren Muhammadiyah di […]

  • Pondok Shabran UMS Sukses Selenggarakan Shabran English Course

    Pondok Shabran UMS Sukses Selenggarakan Shabran English Course

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 82
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Shabran English Course (SEC) sebagai program peningkatan keterampilan berbahasa Inggris bagi mahasantri. Kegiatan ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai Senin (19/1/2026) hingga Rabu (28/1/2026). Shabran English Course dirancang untuk membekali mahasantri dengan kemampuan dasar berbahasa Inggris, mencakup penguasaan kosakata, tata bahasa, serta […]

  • PENGAPLIKASIAN METODE STUDENT-CENTERED LEARNING PADA SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA

    PENGAPLIKASIAN METODE STUDENT-CENTERED LEARNING PADA SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA

    • calendar_month Minggu, 27 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 738
    • 0Komentar

    Oleh: Tsabitah Zhafira (202110230311052) Peran guru di dalam sistem pendidikan di Indonesia adalah sebagai fasilitor bagi siswanya. Dalam sebuah proses pembelajaran, guru menjelaskan materi dari topik yang dibahas dan para siswa hanya harus menelan apa yang telah diberikan oleh guru. Proses pembelajaran ini disebut sebagai spoon-feeding. Setelah pembelajaran selesai, siswa diberikan evaluasi daya kemampuan mengingat […]

expand_less