FeaturedInspirasiMentawaiPersyarikatan

UMS Peduli Mualaf: Menembus Samudra, Menyalakan Harapan di Kepulauan Mentawai

KABARMUH.ID, Mentawai – Tangis haru dan senyum kebahagiaan mewarnai perjalanan dakwah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Pondok Hajjah Nuriyah Shabran. Menembus batas perairan Indonesia, rombongan yang dipimpin oleh KH. Yayuli (Kepala Pondok Shabran UMS) bersama Ustadz Ahmad Mardalis dan Ustadz Muk Andhim menggelar Safari Dakwah dan Pembinaan Mualaf di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Selasa hingga Sabtu (11–15/8/2026).

Langkah perjuangan diawali dari Solo menuju Padang pada Selasa (11/8/2026). Terbatasnya akses menuju kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), memaksa rombongan menginap satu malam di kota Padang. Perjalanan berlanjut menyeberangi Samudra Hindia menggunakan kapal “Mentawai Fast” keesokan harinya, Rabu (12/8/2026). Terjangan ombak besar di tengah lautan selama empat jam tak menyurutkan niat. Atas izin Allah SWT, rombongan akhirnya mendarat dengan selamat di Pulau Sipora Utara. Salah satu pulau berpenghuni dari sekian ratus pulau di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Setibanya di tanah kepulauan, kehangatan persaudaraan langsung terasa. Rombongan disambut penuh kekeluargaan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kepulauan Mentawai, yakni Ustaz Rudi (Ketua PDM), Ustaz Jakfar (Sekretaris PDM), dan Ustaz Muhammad Agus (Bendahara PDM). Ustaz Jakfar dan Ustaz Agus merupakan alumni Pondok Shabran UMS yang kini sedang mendedikasikan hidupnya dalam pengabdian purna studi. Dengan keteguhan hati, dua da’i muda ini telah mengislamkan dan mendampingi masyarakat Mentawai dalam mengenal Islam. Hingga kini tercatat lebih dari 80 KK mualaf yang rutin dibina oleh mereka berdua. Program pengabdian daerah 3 T ini terwujud atas sinergi antara Pondok Shabran UMS dan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Berbagai rangkaian agenda dakwah telah disiapkan jauh-jauh hari. Di antaranya meliputi Tabligh Akbar, Konsultasi Permasalahan Agama, Bakti Sosial, Khutbah Jumat, Konsolidasi bersama Pimpinan Muhammadiyah, hingga Monitoring Da’i Pengabdian Purna Studi Pondok Shabran UMS.

Puncak keharuan terpancar pada Kamis (13/8/2026) dalam Tabligh Akbar tentang Penguatan Aqidah di Masjid At-Taqwa Sipora Utara. Sekitar 40-an mualaf hadir dengan tatapan teduh dan antusias menyimak setiap bait nasihat dari KH. Yayuli, kepala Pondok Shabran UMS.

Di sela-sela majelis ilmu, Ustadz Ahmad Mardalis membakar semangat jamaah agar terus menuntut dan menyebarkan ilmu, salah satunya dengan bijak memanfaatkan media handphone di genggaman.

Suasana kian syahdu saat dilakukan pentasharufan bantuan sembako dan buku-buku ke-Islaman. Raut bahagia dan senyum merekah terpancar indah dari wajah para ibu-ibu mualaf. Rasa syukur mendalam diungkapkan oleh Ibu Mega, salah satu mualaf yang hadir dengan mata berkaca-kaca.

“Terima kasih kami haturkan kepada Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Pondok Shabran khususnya yang telah jauh-jauh mendatangi kami di sini. Dulu kami hanya mengenal hutan dan lautan, tapi hari ini kami bersyukur dapat mengenal lebih dalam tentang Islam. UMS tidak hanya datang membawa bantuan, namun juga harapan. Ustaz telah mengajari kami bahwa menjadi muslim itu tidak sendirian. Ada saudara-saudara kami di Solo yang ingat kami, peduli kami, dan datang untuk menguatkan iman kami,” tuturnya penuh haru.

Keesokan harinya, Jumat (14/8/2026), Sekretaris Pondok Shabran UMS, Ustadz Muk Andhim, menyampaikan khutbah Jumat bertema Islam adalah Agama Kasih Sayang. Melalui untaian ayat Al-Qur’an, hadits, dan sirah Nabi Muhammad, ia mengingatkan jamaah akan indahnya saling mengasihi dan saling mengulurkan tangan dalam kebaikan.

Sore harinya, agenda dilanjutkan dengan evaluasi dan monitoring da’i alumni Pondok Shabran. Berbalut kehangatan santap malam ikan bakar olahan Ustaz Agus, terkuak kisah pengabdian yang menyentuh. Meski syarat pengabdian purna studi UMS untuk pengambilan ijazah UMS hanya satu tahun, Ustaz Agus memilih tetap bertahan memasuki tahun keduanya. Panggilan jiwa melihat kondisi jamaah yang masih membutuhkan pendampingan intensif membuatnya enggan beranjak. Kini, sembari berdakwah, ia juga menempuh studi pascasarjana secara daring melalui beasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

“Pengalaman mengabdi selama satu tahun ini telah membentuk kepribadian saya. Bagi seorang kader Muhammadiyah, kita harus siap berjihad di manapun medan juangnya, laksana anak panah yang melesat dari busurnya,” ungkap Ustaz Agus, alumni program studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir UMS ini.

Ketua PDM Mentawai, Ustaz Rudi, turut menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya agar kolaborasi ini terus berlanjut, mengingat besarnya kontribusi alumni UMS bagi syiar Islam di Kepulauan Mentawai selama ini.

Sabtu (15/8/2026) bakda Subuh, saat mentari belum sepenuhnya terbit, rombongan Pondok Shabran harus berpamitan kembali ke Tanah Jawa. Raga boleh berpisah dan samudra membentang memisahkan, namun simpul ukhuwah dan semangat perjuangan itu akan selalu dirawat bersama.

Terimakasih sebesar-besarnya disampaikan kepada segenap pihak yang mendukung jalannya rangkaian safari dakwah ini. Utamanya keluarga besar BPH Universitas Muhammadiyah Surakarta, Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK), Lazismu UMS, LDK PP Muhammadiyah, LDK PWM Sumatera Barat dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kepulauan Mentawai.

|Red: Humas Pondok Shabran|

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button