Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sinergi MPKSDI, Lazismu, dan GKBI, 356 Kader Muhammadiyah Terima Beasiswa 2026

Sinergi MPKSDI, Lazismu, dan GKBI, 356 Kader Muhammadiyah Terima Beasiswa 2026

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama LAZISMU Pusat dan PT Gabungan Korporasi Batik Indonesia (GKBI) Investment kembali memperkuat komitmen dalam mendukung keberlanjutan kaderisasi melalui program Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Persyarikatan terhadap pendidikan kader sekaligus upaya menyiapkan generasi penerus yang memiliki kapasitas akademik, integritas, kompetensi, dan komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Pentasyarufan Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026 berlangsung di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Yogyakarta, Kamis (20/8). Pada tahun ini, sebanyak 356 kader Muhammadiyah menerima beasiswa dengan total nilai mencapai Rp3 miliar.

Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, mengatakan pemberian beasiswa merupakan bagian dari proses pembinaan kader yang dilakukan secara terencana. Menurutnya, penerima beasiswa dipilih melalui proses seleksi dan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan kebutuhan pembinaan serta potensi masing-masing kader.

Ia menegaskan, beasiswa tidak diberikan berdasarkan kedekatan personal, melainkan sebagai bagian dari ikhtiar Persyarikatan dalam mendukung kader yang memiliki kemampuan, talenta, dan kebutuhan untuk mendapatkan dukungan pendidikan.

“Beasiswa kader ini adalah sebuah keniscayaan. Kami membina kader bukan hanya dari segi ideologi, tapi juga memperhatikan mereka yang memiliki kemampuan atau talenta yang kemudian kami beri beasiswa,” ujar Bachtiar, yang akrab disapa Gus Bach.

Sekretaris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut menjelaskan bahwa proses kaderisasi tidak dapat hanya dilakukan melalui aktivitas organisasi. Pendidikan juga menjadi aspek penting yang harus diperhatikan agar kader memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

“Setiap kader perlu diperhatikan secara langsung untuk kesuksesan studinya,” tegasnya.

Menurut Gus Bach, keberadaan kader berkualitas menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan Persyarikatan. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern membutuhkan kader yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman sekaligus tetap memiliki pijakan nilai dan ideologi yang kuat.

Karena itu, MPKSDI terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat dukungan terhadap pendidikan kader. Sinergi bersama PT GKBI Investment dan LAZISMU menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut.

Ia menilai, peningkatan kualitas pendidikan pada akhirnya akan berkontribusi terhadap kualitas kader yang dihasilkan. Oleh sebab itu, program pentasyarufan beasiswa akan terus diupayakan agar dapat menjangkau kader Muhammadiyah di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini adalah program majelis kader untuk menyapa, memperhatikan, dan bentuk cinta kepada para kader. Agar ikatan ini terus terjaga,” ungkapnya.

Gus Bach juga berpesan kepada para penerima beasiswa agar tidak melihat program tersebut hanya dari sisi nominal bantuan yang diterima. Lebih dari itu, beasiswa merupakan simbol perhatian dan kepedulian Persyarikatan terhadap proses pendidikan serta masa depan para kader.

“Saya berpesan kepada para kader yang menerima beasiswa, jangan lihat besaran nominalnya, tapi lihatlah besarnya perhatian Muhammadiyah kepada kalian semua,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menekankan bahwa kaderisasi Muhammadiyah harus berlangsung secara berkesinambungan. Kader yang dipersiapkan tidak hanya dituntut memiliki prestasi akademik, tetapi juga harus mempunyai kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia mengapresiasi program beasiswa yang digagas MPKSDI karena dinilai tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi penerima, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan Persyarikatan.

“Beasiswa ini tentunya bukan sekadar hak, tetapi juga sebuah amanah yang besar. Bagi Muhammadiyah, ini adalah investasi yang luar biasa untuk mempersiapkan kader-kader yang unggul dan berkualitas,” kata Salmah.

Salmah mengingatkan bahwa para penerima beasiswa memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Pengembangan kapasitas tersebut tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik, tetapi harus diwujudkan dalam kontribusi nyata di tengah masyarakat dan kehidupan Persyarikatan.

Menurutnya, setidaknya terdapat empat kompetensi utama yang perlu dikembangkan oleh kader Muhammadiyah, yakni kompetensi pendidikan, keagamaan, kemasyarakatan, dan kepemimpinan.

“Para kader harus mampu menguasai bidang studinya secara total dan tidak setengah-setengah. Hal ini karena kader Muhammadiyah harus hadir di masyarakat, mendampingi masyarakat, dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Salmah juga mengingatkan kembali pesan KH Ahmad Dahlan mengenai pentingnya mengembalikan ilmu dan keahlian yang diperoleh untuk kepentingan Persyarikatan.

“Jadilah guru, tapi kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan lain-lain, dan kembalilah kepada Muhammadiyah,” tuturnya.

Pesan tersebut, lanjut Salmah, mengandung makna bahwa keberhasilan kader tidak semata-mata diukur dari pencapaian pendidikan maupun kesuksesan profesi. Ilmu, keahlian, dan pengalaman yang diperoleh harus mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat serta memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah.

Selain kompetensi, Salmah menekankan pentingnya integritas dan karakter kepemimpinan dalam diri setiap kader. Nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah ﷺ yang tercermin dalam sifat siddiq, tabligh, amanah, dan fatonah (STAF) harus menjadi landasan dalam menjalankan pengabdian.

“Minimal harus paham STAF, yaitu siddiq, tabligh, amanah, dan fatonah. Dengan itulah kami berharap dakwah Persyarikatan akan terus mencerahkan. Tingkatkan integritas, karena dengan integritas yang tinggi, Persyarikatan Muhammadiyah akan terus dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Program Beasiswa Kader Muhammadiyah 2026 dengan demikian tidak hanya dimaknai sebagai bantuan untuk meringankan biaya pendidikan. Program tersebut menjadi bagian dari strategi kaderisasi Muhammadiyah dalam membangun sumber daya insani yang unggul, berintegritas, memiliki kompetensi, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Sinergi antara MPKSDI, LAZISMU, dan PT GKBI Investment diharapkan dapat terus berkembang sehingga dukungan terhadap pendidikan kader semakin luas. Para penerima beasiswa pun diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memaksimalkan potensi, menyelesaikan pendidikan dengan baik, serta mengabdikan ilmu dan keahliannya bagi masyarakat dan Persyarikatan.

Dengan lahirnya kader-kader yang berilmu, berintegritas, memiliki kemampuan kepemimpinan, dan siap mengabdikan kompetensinya, Muhammadiyah diharapkan semakin kuat dalam melanjutkan amal usaha, dakwah, serta estafet perjuangan Persyarikatan di masa mendatang.

[Tim Media MPKSDI PP Muh]

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gandeng BRIDA, IMM Jateng Siap Lahirkan Riset Berdampak

    Gandeng BRIDA, IMM Jateng Siap Lahirkan Riset Berdampak

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SEMARANG – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (5/2). Audiensi ini menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi strategis dalam penguatan ekosistem riset mahasiswa yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat dan kebijakan daerah. BRIDA merupakan perangkat daerah […]

  • Rektor UMS Dorong UMPWR Raih Akreditasi Unggul pada Milad ke-61

    Rektor UMS Dorong UMPWR Raih Akreditasi Unggul pada Milad ke-61

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA –  Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi antar perguruan tinggi Muhammadiyah dengan menghadiri Milad ke-61 Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR). Pada Rapat Senat Terbuka yang digelar Rabu (24/9) lalu bertempat di Auditorium Kasman Singodimedjo, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan pidato ilmiah yang mendorong UMPWR untuk segera meraih […]

  • Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Ajak IMM Perkuat Tiga Pilar Utama Gerakan.

    Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Ajak IMM Perkuat Tiga Pilar Utama Gerakan.

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Husen, memberikan pandangannya tentang tantangan yang dihadapi gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) saat ini. Dalam acara Pelatihan Instruktur Madya (PIM) DPD IMM DKI Jakarta pada 1 Mei 2025, Husen mengungkapkan bahwa gerakan IMM harus memperkuat tiga pilar utama, yaitu Gerakan Intelektual, Gerakan Ekonomi, dan Gerakan Politik. […]

  • Rayakan Milad Prodi, HMP IQT UMS Sukses Gelar Lomba Tingkat Nasional

    Rayakan Milad Prodi, HMP IQT UMS Sukses Gelar Lomba Tingkat Nasional

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 276
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Lomba Tingkat Nasional dalam rangka Milad Program Studi IQT UMS ke-10 dengan agenda IQT Fair-X dengan tema “Kobarkan Semangat Keislaman, Bersama Al-Qur’an Membangun Peradaban Berkemajuan” pada Jum’at-Ahad, 18-20 Oktober 2024. IQT Fair-X Nasional meliputi tiga cabang lomba, […]

  • Pengajian Ranting Aisyiyah Pondok Grogol, Menebar Spirit Al-Maun

    Pengajian Ranting Aisyiyah Pondok Grogol, Menebar Spirit Al-Maun

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 312
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Pondok, Grogol, Sukoharjo melaksanakan pengajian rutin ramadhan bekerjasama dengan LazisMu Sukoharjo sekaligus agenda membagi santunan dan sembako di Masjid Al-Amin Pondok. Pengajian ini bertajuk “Merajut Ukhuwah Islamiyah di Bulan Ramadhan” ‘Aisyiyah Pondok Grogol memiliki agenda rutin pengajian yang dilaksanakan pada tiap ahad. Pengajian kali ini di Masjid Al-Amin, Pondok, […]

  • UAD Yogyakarta Luncurkan Pusat Studi Kebijakan Publik, Siap Dukung Riset dan Advokasi Kebijakan Publik Berbasis Ilmiah

    UAD Yogyakarta Luncurkan Pusat Studi Kebijakan Publik, Siap Dukung Riset dan Advokasi Kebijakan Publik Berbasis Ilmiah

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta (30/8/25) – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi meluncurkan Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) di Amphiteater Museum Muhammadiyah, Yogyakarta, sebagai wujud komitmen untuk memberikan dampak signifikan bagi masyarakat melalui riset, diskusi, advokasi kebijakan, dan kolaborasi lintas disiplin. Peluncuran PSKP ini dihadiri oleh sivitas akademika UAD, aktivis, dan perwakilan organisasi mahasiswa se Yogyakarta, termasuk Rektor […]

expand_less