Tim PKM-KC UMS Uji NECIS, Inovasi Penghancur Limbah Jarum Suntik Berbasis IoT
- account_circle Adi Kurnia
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Program Kreativitas Mahasiswa skema Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah melaksanakan uji keandalan inovasi Needle Crusher Integrated System (NECIS) di sejumlah fasilitas kesehatan. Alat penghancur limbah jarum suntik berbasis Internet of Things (IoT) ini diuji secara langsung untuk memastikan kesiapan teknologinya dalam menangani pengelolaan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) infeksius di lapangan.
Pengujian keandalan alat NECIS ini dilakukan secara komprehensif di tiga fasilitas kesehatan dengan skala pelayanan berbeda, yakni Rumah Sakit (RS) UMS A.R. Fachruddin, Muhammadiyah Medical Center (MMC) UMS, serta Praktik Mandiri Bidan Diah Wahyu Adi, Polokarto. Pemilihan ketiga lokasi tersebut bertujuan untuk memvalidasi kinerja sekaligus efektivitas alat pada berbagai tingkat layanan medis, mulai dari skala rumah sakit, klinik utama, hingga praktik mandiri.
Selama proses uji coba di lapangan, seluruh anggota tim PKM-KC UMS yang terdiri dari Daffa Satria Nugraha, Mahmudah Mufidatul Hasanah, Hengky Boyyanza, Safaila Mefia Zahra, dan Evandra Ardhy Pratama turun langsung untuk memastikan seluruh tahapan pengujian berjalan lancar.
Ketua Tim PKM-KC UMS, Daffa Satria Nugraha, menyampaikan bahwa tahap uji coba ini merupakan tindak lanjut penting dari purwarupa yang telah dibangun bersama dosen pembimbing, Ir. Dedi Ary Prasetya, S.T., M.Eng.
“Melalui pengujian langsung ini, kami bisa mengevaluasi seluruh proses terintegrasi pada NECIS. Mulai dari kecepatan penghancuran (rotary shredder) dalam 30 detik, sterilisasi patogen dengan sinar UV-C, pemisahan otomatis serpihan logam dan plastik, hingga fitur pemantauan kapasitas limbah real-time via dashboard IoT,” jelas Daffa, Selasa (8/9/2026).
Pengujian di RS UMS A.R. Fachruddin (10/8/2026) turut mendapatkan respons positif. Perwakilan rumah sakit, dr. Denny Setyawan, bersama staf Humas, Gulang Candra, S.I.Kom., menyampaikan bahwa desain NECIS dinilai sangat compact dan praktis karena ukurannya memungkinkan untuk diletakkan di atas troli medis. Keduanya juga mengapresiasi hasil cacahan limbah jarum yang terbukti bagus dan halus, serta keberadaan fitur monitoring dashboard yang sangat memudahkan petugas.
Tanggapan positif serupa juga disampaikan oleh perwakilan MMC UMS, dr. Vita Fauziah Noer Hidayah dan dr. Ida Ayu Esti Widiantari. Keduanya menilai performa NECIS sudah bagus, terutama karena mampu menghancurkan jarum suntik secara keseluruhan hingga tuntas. Selain itu, ukurannya yang portabel dinilai memudahkan penempatan alat di berbagai ruang pelayanan.
Kesan positif juga datang dari Bidan Diah Wahyu Adi, pengelola Praktik Mandiri Bidan Diah Wahyu Adi di Polokarto. Ia menilai NECIS sangat cocok digunakan untuk skala praktik mandiri dan menyatakan kepuasannya atas kinerja alat tersebut.
Implementasi NECIS di ketiga faskes tersebut membuktikan bahwa purwarupa ini berpotensi besar mengurangi risiko Needle Stick Injury (NSI) atau insiden tertusuk jarum suntik bekas pada tenaga kesehatan.
Ke depannya, hasil evaluasi dari uji keandalan di tiga faskes ini akan menjadi acuan penyempurnaan alat, sehingga NECIS siap diimplementasikan secara luas guna mendukung keselamatan tenaga medis dan kelestarian lingkungan. (Maysali/Humas)
- Penulis: Adi Kurnia
Saat ini belum ada komentar