InspirasiJatengkabar muhammadiyah

Sinergi Hijau di Lereng Lawu, Majelis Lingkungan Hidup Cabang Blimbing dan SMP Muhammadiyah Imam Syuhodo Hijaukan Bumi Intan Pari dengan 100 Pohon Alpukat

KABARMUH.ID, KARANGANYAR (18/12/2025) – Di tengah ancaman krisis iklim dan maraknya bencana banjir akibat deforestasi di berbagai wilayah Nusantara, aksi nyata penyelamatan lingkungan justru menggema dari Bumi Intan Pari. Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Cabang Blimbing bersinergi dengan SMP Muhammadiyah Imam Syuhodo menggelar aksi penanaman 100 bibit pohon alpukat di Desa Tanen, Kemuning, Karanganyar pada Kamis (18/12).

Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa kelas 7 hingga 9 ini merupakan rangkaian pengabdian masyarakat – Peduli Lingkungan (Kegiatan kokurikuler SMP Muhammadiyah Imam Syuhodo) sekaligus respon konkret terhadap kondisi lingkungan nasional yang kian memprihatinkan. Saat banyak hutan beralih fungsi menjadi lahan gundul yang memicu bencana, kolaborasi ini justru menginisiasi gerakan kembali ke tanah untuk menjaga kedaulatan ekosistem lokal.

Pengadaan bibit pohon alpukat dalam aksi ini didukung sepenuhnya oleh BPDAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai) Solo. Pemilihan jenis pohon buah ini dinilai sangat visioner. Selain memiliki akar yang kuat untuk mengikat tanah dan menjaga cadangan air di wilayah Kemuning, pohon alpukat juga diproyeksikan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Aksi hijau ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat lokal “Alhamdulillah jazakumullah terimakasih atas penghijauan yg d laksanakan d tempat kami semoga memberi manfaat pada kami dan pada masyarakat sekitarnya semoga bukan hanya sekali tetapi bisa berlanjut untuk yg akan datang” tutur

Umar Suwarno dan Syamsudin Giyono selaku RT setempat dan Takmir Masjid. Kehadiran tokoh masyarakat di tengah para siswa menciptakan harmoni antara dunia pendidikan dan kearifan lokal dalam menjaga lingkungan desa.

Bagi para siswa “kegiatan ini sangat menyenangkan, dan berkesan, kami memiliki pengalaman langsung dalam menyelamatkan bumi” tutur Nada Fatikha (Siswi kelas 9), kegiatan ini juga menjadi laboratorium alam yang mengajarkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Melalui tangan-tangan muda inilah, bibit alpukat dari BPDAS Solo diharapkan tumbuh menjadi benteng pelindung bagi Desa Tanen dari ancaman erosi dan kekeringan di masa depan.

Melalui langkah kecil ini, MLH Blimbing dan SMP Muhammadiyah Imam Syuhodo berharap dapat memantik semangat serupa di wilayah lain agar Indonesia kembali hijau dan terbebas dari siklus bencana ekologis.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button