Ajarkan Empati dan Cinta Lingkungan, Kepala MIM Digdaya Bolon Apresiasi Keterlibatan Murid dalam Sholat Istisqa’
- account_circle Achmad Mahbuby
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, KARANGANYAR – Semangat ta’awun (tolong-menolong) dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan kembali ditunjukkan oleh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di kawasan Colomadu. Merespons krisis air akibat kemarau panjang, tiga instansi pendidikan Muhammadiyah, yakni MIM Digdaya Bolon, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, dan TK Aisyiyah Bolon, bersinergi bersama warga desa setempat menggelar Sholat Istisqa’ di Lapangan Bolon, Gonggangan, pada Jumat (23/10/2026).
Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan jamaah yang terdiri dari siswa, guru, pimpinan AUM, hingga masyarakat umum tampak memadati lapangan. Pelaksanaan ibadah sunnah ini dipimpin langsung oleh Ust. Akhmad Yasin HP, S.Th.I., M.P.I., dan Bp. Seno Ariyanto, S.E. Panitia penyelenggara secara khusus mengimbau para jamaah untuk hadir dengan pakaian sederhana, memperbanyak istighfar, serta tidak memakai wangi-wangian sebagai bentuk kerendahan hati di hadapan Sang Pencipta.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ritual permohonan hujan, tetapi juga medium dakwah pelestarian lingkungan yang sejalan dengan teologi lingkungan Muhammadiyah. Dalam khutbahnya, khatib menekankan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri terkait interaksi manusia dengan alam. Jamaah secara tegas diajak untuk tidak melakukan perusakan bumi, seperti membakar lahan sembarangan, membuang sampah di saluran air, serta memboroskan penggunaan air bersih di tengah masa kritis.
Kepala Madrasah MIM Digdaya Bolon, Irin Dwi Susanti, S.Pd., M.Pd., Gr., yang turut mengawal kegiatan tersebut, menegaskan bahwa kolaborasi ketiga AUM ini merupakan wujud nyata pendidikan karakter berbasis keteladanan dan aksi nyata.
“Sinergi ini membuktikan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada pendidikan akademis di dalam kelas, tetapi juga hadir langsung merespons kesulitan masyarakat. Keterlibatan para siswa dari berbagai jenjang ini adalah bentuk edukasi empati agar mereka peduli terhadap kondisi petani yang terdampak kekeringan, sekaligus menyadari tanggung jawab moral untuk merawat alam,” jelasnya.
Melalui kegiatan spiritual kolaboratif ini, Muhammadiyah Colomadu menjadikan krisis iklim sebagai momentum untuk mempererat ukhuwah islamiyah antarwarga. Rangkaian ibadah ditutup dengan munajat dan doa bersama agar Allah SWT segera menurunkan hujan rahmat yang mampu menyuburkan kembali tanah pertanian, membawa keberkahan, dan mengakhiri penderitaan masyarakat akibat kemarau panjang.
Kontributor: Achmad Mahbuby
- Penulis: Achmad Mahbuby
- Editor: Anqiya Zaki Mushoddiq