Soft Launching Rumah Kader, MPKSDI Perkuat Ideologi dan Kualitas Kader Muhammadiyah
- account_circle Muhammad Farhan
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 63
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto bersama
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID YOGYAKARTA – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar soft launching Rumah Kader pada Ahad, 25 Oktober 2026. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ideologi, meningkatkan kualitas perkaderan, dan mengembangkan sumber daya insani Muhammadiyah.
Penanggung Jawab Rumah Kader, Drs. Sugiono, M.Si., menjelaskan bahwa konsep Rumah Kader merujuk pada filosofi syajaratin thayyibah atau pohon yang baik dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 24–25.
“Filosofi ini menggambarkan perkaderan yang memiliki akar ideologis kuat, arah perjuangan yang jelas, dan mampu memberikan buah manfaat secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A., menegaskan bahwa Rumah Kader menjadi ruang pembinaan ideologi, khususnya di tingkat akar rumput.
“Rumah Kader ini menjadi bagian dari upaya membina ideologi Muhammadiyah di tingkat akar rumput sekaligus menguatkan kapasitas profesionalisme kader yang tersebar di berbagai sektor kehidupan,” tegasnya.

Penyampaian Amanat dan Arahan PP Muhammadiyah, Bapak Dr. H. Agung Danarto, M.Ag,
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Organisasi, Ideologi, Kaderisasi, dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., menekankan pentingnya evaluasi sistem kaderisasi.
“Menurutnya, kemajuan amal usaha Muhammadiyah (AUM) harus diimbangi dengan penguatan ideologi, loyalitas, dan kedekatan kader terhadap Persyarikatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut beliau memaparkan persentase masyarakat muhammadiyah berdasarkan survei internal organisasi.
“Persentase masyarakat yang berafiliasi dengan Muhammadiyah turun dari 9,7 persen pada 2005 menjadi sekitar 5,7 persen pada 2018. Data tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan amal usaha perlu diiringi penguatan ikatan ideologis dan kultural warga.
Ia menegaskan tiga fokus utama kaderisasi, yaitu penguatan perkaderan di lembaga pendidikan, pendampingan organisasi otonom (Ortom), serta pembinaan kader yang berkiprah di ruang publik.
Agung juga menyoroti pentingnya pendampingan bagi kader yang tersebar di berbagai sektor strategis, seperti pemerintahan, lembaga legislatif, yudikatif, dan badan usaha milik negara (BUMN). Menurutnya, kader yang berkiprah di luar Persyarikatan tetap membutuhkan pembinaan dan pengawasan moral secara berkelanjutan.
“Jangan membiarkan kader diaspora itu berjalan sendiri. Kuncinya adalah pengawasan dan pembinaan yang konsisten, supaya ketika mereka berada di ranah kebangsaan maupun pemerintahan, mereka tetap berada dalam kontrol moral dan nilai-nilai persyarikatan,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan soft launching Rumah Kader ditutup dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol peresmian fasilitas tersebut. Rumah Kader diharapkan menjadi wadah penguatan ideologi serta pengembangan kader Muhammadiyah secara berkelanjutan.
Kontributor: Didin
Editor: Muhammad Farhan
.
- Penulis: Muhammad Farhan