IMM Muhammad Abduh FAI UMS Gelar DAD, Tekankan Kader Profetik yang Kritis dan Humanis
- account_circle Muhammad Faisal Dwi Rifqi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SURAKARTA – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Darul Arqam Dasar (DAD) pada Kamis – Minggu (22–25/10/2026), di SD UMS Global Citizen. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membentuk Kader Profetik: Kritis dalam Berpikir, Humanis dalam Bertindak” sebagai upaya membentuk kader yang mampu berpikir kritis, mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.
Ketua Panitia DAD, Muhammad Ikmaluddin, mengatakan tema tersebut dipilih karena IMM membutuhkan kader profetik yang mampu menerjemahkan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam gagasan dan wacana yang bersifat universal. Menurutnya, DAD menjadi salah satu proses awal untuk membentuk kader dengan karakter tersebut.
“Dengan mengangkat tema tersebut, kita membutuhkan kader profetik yang mampu mengejawantahkan nilai dalam Al-Qur’an sehingga terbentuk produk narasi atau wacana yang bersifat universal,” ujarnya, Senin, (26/10/2026).
Sementara itu, Ketua Umum PK IMM Muhammad Abduh FAI UMS, Handito Putro, menegaskan bahwa perkaderan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan kepemimpinan kader. Ia mengibaratkan proses tersebut dengan Rasulullah SAW yang juga membina para sahabatnya.
“DAD merupakan sebuah perkaderan, Rasulullah pun juga mengader para sahabatnya. Tema DAD ini merupakan sebuah diskusi dari panitia yang mana IMM sendiri belum sesuai dengan realitanya. Maka dari itu, dengan mengambil tema ini, agar para kader bisa lebih melihat kondisi sosial di luar IMM sendiri,” ungkapnya.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) IMM Sukoharjo, Azhar Ardiansyah Al Aziz, turut mendorong peserta untuk memanfaatkan DAD sebagai ruang belajar dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Ia berharap peserta tidak ragu mempertanyakan materi yang belum dipahami selama proses perkaderan berlangsung.
“Di IMM adalah tempat belajar dan bertumbuh bersama-sama. Maka, selamat berproses dalam mengikuti DAD IMM Abduh, dan kami harap kalian kritis dalam menanyakan apa pun yang belum dimengerti dalam menerima sebuah materi,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nasrul Harahab, S.Pd.I., Gr., M.Pd., selalu Kepala Sekolah SD UMS Global Citizen juga menyampaikan pengalamannya selama berproses di IMM. Ia menilai organisasi tersebut memberikan pelajaran berharga, terutama dalam hal kepemimpinan, baik saat memimpin maupun ketika dipimpin.
“Kenapa kok sangat dipercaya menjadi kepala sekolah? Karena saya dibesarkan di IMM. Yang paling saya ingat di IMM adalah belajar memimpin dan dipimpin, di mana itu adalah pembelajaran yang paling mahal. Jika ingin menjadi mahasiswa yang memiliki nilai plus, maka harus ikut organisasi, terlebih IMM,” pungkasnya.
Melalui kegiatan DAD ini, panitia berharap peserta tidak hanya memahami materi perkaderan, tetapi juga mampu mengembangkan pola pikir kritis dan menerapkan nilai-nilai profetik dalam kehidupan sehari-hari. Proses perkaderan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, melainkan berlanjut melalui keterlibatan kader dalam berbagai kegiatan sosial dan upaya menjawab persoalan di tengah masyarakat. (Milka/Adi/Humas)
Editor: Milka Andar Mafrinda
- Penulis: Muhammad Faisal Dwi Rifqi
