Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Featured » IMM: Bukan Tempat Orang Naif, Tapi Orang Berintegritas dan Berani

IMM: Bukan Tempat Orang Naif, Tapi Orang Berintegritas dan Berani

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 13 Jan 2024
  • visibility 407
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Adam Ilham Mizani
(Aktivis DPD IMM dan PWPM Jawa Tengah)

Senang sekali rasanya tulisan saya tentang “Jangan jadikan IMM Sebagai Komoditas Politik” Mendapat respon reaksioner dari IMMawan Haryono, sepertinya IMMawan Haryono belum membaca dengan tuntas, teliti dan cermat apa maksud yang tersirat dari tulisan itu. IMMawan Haryono langsung memvonis tendesius, menuduh saya ke ketum AMY oportunis, egois dan menuding simpatisan 01. Narasi tendesius ke pribadi ketua umum DPP IMM, Abdul Musyawir Yahya (AMY) sangat tidak dibenarkan.

Pertama, sudah dijelaskan diawal bahwa tulisan itu berisi pandangan dan kritik terhadap kebijakan dan sikap IMM yang tidak profesional dan tidak konsisten dengan ucapan, sudah dijabarkan data dari ucapan AMY, data hasil tanwir tentang isu kebangsaan dan data dari hasil rakornas. Artinya yang ditulis autentik mengkritik tentang kebijakan dan sikap yang sudah menjadi kesepakatan bersama, bukan untuk menyerang secara personal. Sangat disayangkan IMMawan Haryono tidak sedikitpun mengakui ada kebijakan dan sikap yang dilanggar dari hasil kesepakatan bersama. Justru seolah-olah memberi tameng dan mengcounter bahwa yang dilakukan AMY tidak bersebrangan dengan sikap dan kebijakan yang sudah dibuat, ingat ya jangan jadi sekrup bagi pemimpin yang tidak profesional.

Kedua, menuduh AMY oportunis dan egois. Lagi-lagi IMMawan Haryono belum bisa membaca opini dengan baik. Mengapa? Karena yang saya tuliskan adalah pandangan terkait pemimpin oportunis dan egois itu memiliki ciri-ciri diantaranya;  menjual atas nama jabatan organisasi, berambisi money oriented, menginginkan jabatan strategis dalam kekuasaan dan budaya meminta proyek untuk kepentingan pribadi. Dan tak tegaskan kembali tidak ada kalimat tertulis dengan jelas bahwa Ketum AMY itu oportunis dan egois. Jadi saya membantah bahwa yang dituliskan IMMawan haryono terkait menuduh oportunis dan egois, sangat tidak dibenarkan. IMMawan haryono yang menuduh saya alias asal menilai, makanya kalau membaca itu dengan tuntas dan baik.

Ketiga, menuding Ketum AMY sosok berkhianat dalam IMM. Saya pengen minta bukti kalimat yang mengatakan ketum AMY berkhianat. Nampaknya mungkin IMMawan Haryono menuliskan respon ini asal tulis saja. Yang saya kritik adalah ucapan  dan prilaku sikap politiknya model gaya parpol alias gaya politik praktis. Padahal dalam poadcast cangkirkopi ketum AMY menasehati untuk tidak bergaya seperti gaya para elit parpol,mengedepankan gagasan dan politik nilai.

Dengan pede dan gagahnya mengkampanyekan paslon yang didukung, Kalau mau seperti itu saran saja buat ketum AMY, lepas saja jas IMM atau cuti dan tidak perlu kompor-kompori kader untuk mengikuti pilihannya. Orang kalau puya jabatan strategis atau tokoh publik  pasti laku dan diperhitungkan dalam kontestasi politik. Dari sini saya juga membantah bahwa apa yang ditudingkan IMMawan Haryono saya mengatakan Ketum AMY berkhianat tidak dibenarkan, tapi tidak profesional dan konsisten.

Merespon soal “Ber-IMM jangan naif” , jika ditelusuri arti naif dalam KBBI naif itu celaka, bodoh dan tidak masuk akal. Hmm, bahasa sederhana jangan pura-pura polos atau tidak tahu. Ber-IMM selama kurang lebih 7 tahun mendapatkan banyak ilmu dan pembelajaran. Salah satunya dalam bersikap dan memberikan pandangan itu harus tegas, jujur apa adanya tanpa unsur kepentingan apapun dan jangan takut apalagi bersembunyi diketiak para penguasa. Jadi katakan dan bicarakan apa yang terjadi dalam realitas dilapangan. Kalau soal diaspora dan orbitasi kader dalam ranah kebangsaan sudah saya jelaskan banyak jalan menuju roma yang terhormat, tentu dengan kapasitas, integritas dan kompetensi setiap individu kader. kita bangga dengan kader-kader IMM yang masuk menjadi abdi negara dengan jalan-jalan yang profesional,tidak pakai ordal (orang dalam).

Terakhir, sedikit merespon soal pelanggaran etik berat soal keputusan umur cawapres. Kita tau lah untuk mengkritisi dan melihat aspek keputusan MK bersandarkan pada materil, prosedur dan inkonsistensi putusan MK. Sebagai orang awam melihat proses pemilu 2024 benar-benar penuh akrobatik politik yang tidak berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi JURDIL dan LUBER.

Negara ini negara hukum bukan negara kekuasaan, artinya memposisikan hukum hadir untuk memberi rasa keadilan dan rasa keseteraan untuk semua golongan masyarakat. Tidak merubah konstitusi hanya untuk kepentingan kroni-kroni apalagi keluarga sendiri.IMM sebagai organisasi yang mengindahkan segala hukum, UU, peraturan dan falsafah negara yang berlaku. Sudah seharusnya kader-kader IMM menjadi para pendekar hukum yang berani melawan para penguasa yang mempermainkan, memperalat, mempolitisasi bahkan memperkosa hukum hanya untuk melanggengkan kekuasaan dan harus berani juga melawan para pimpinan  IMM yang mungkin suka dodolan (berjualan) atas nama organisasi. Mari bumikan hashtag Berpikir, Bertuhan dan Melawan!!

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Lokakarya di Korea Selatan, Dosen UMS Dorong Kurikulum Adaptif

    Hadiri Lokakarya di Korea Selatan, Dosen UMS Dorong Kurikulum Adaptif

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mengupayakan peningkatan pengetahuan dan pengalaman kepada para tenaga pengajarnya. Salah satunya dengan mendelegasikan dosen PTI UMS untuk mengikuti lokakarya internasional. Baru-baru ini, Dosen PTI UMS Irma Yuliana, S.T., M.Kom., mengikuti lokakarya bertajuk “Capacity-Building on AI and Digital Transformation in Education for […]

  • IMM Cabang Kota Yogyakarta Menanggapi Ancaman Terhadap Keruntuhan Demokrasi  di Indonesia

    IMM Cabang Kota Yogyakarta Menanggapi Ancaman Terhadap Keruntuhan Demokrasi di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 376
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – IMM Cabang AR. Fachruddin Kota Yogyakarta menanggapi situasi demokrasi dan politik yang berkembang di Indonesia melalui pernyataan sikap yang dipublikasi melalui Konferensi Pers serta lewat media daring di Instagram @immarfakhruddin pada Minggu, 11 Februari 2024. IMM Cabang AR. Fakhruddin Kota Yogyakarta telah mencermati sekaligus memperhatikan kondisi perpolitikan yang berkembang dan melihat bahwa […]

  • Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan

    Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perbincangan mengenai tradisi tahlilan kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah unggahan di media sosial mengungkap keluhan keluarga yang sedang berduka justru merasa terbebani oleh tuntutan menyediakan jamuan bagi para pelayat. Fenomena tersebut memicu diskusi luas mengenai esensi takziah, batas antara tradisi dan ajaran agama, hingga pentingnya mengembalikan nilai empati kepada keluarga yang […]

  • Adakan Pelatihan Jurnalistik, IPM Jembrana Gandeng Sekolah Tingkat SMP-SMA di Jembrana

    Adakan Pelatihan Jurnalistik, IPM Jembrana Gandeng Sekolah Tingkat SMP-SMA di Jembrana

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 185
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jembrana – “Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” begitu kata Pramudya Anantatoer. Merespon statement Pram, Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Jembrana mengadakan pelatihan jurnalistik pada Ahad, (21/01/24) di Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Jembrana. Kegiatan ini dilaksanakan menggandeng beberapa sekolah tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Jembrana, diantaranya, MTS Negeri 4 Jembrana, […]

  • Ketua Komite MIM Digdaya Dorong Penguatan Karakter dan Ketangguhan Anak Sejak Dini

    Ketua Komite MIM Digdaya Dorong Penguatan Karakter dan Ketangguhan Anak Sejak Dini

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA — “Pilih anak yang pintar atau anak yang tangguh?” Pertanyaan reflektif tersebut menggema di Auditorium Moh. Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu (11/7/2026). Pesan itu disampaikan langsung oleh Ketua Komite MIM Digdaya Bolon sekaligus CEO Win Corp, Bapak Wibowo Jati Purwanto, yang sukses memukau ratusan wali murid dalam agenda Awalussanah tahun ajaran […]

  • KH Tafsir Dorong Dakwah Muhammadiyah Hadir di Ruang Sosial Terpinggirkan

    KH Tafsir Dorong Dakwah Muhammadiyah Hadir di Ruang Sosial Terpinggirkan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SEMARANG — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, KH Tafsir, menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah harus hadir sebagai gerakan yang membumi dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial maupun kondisi kemanusiaan. Hal itu disampaikan KH Tafsir dalam salah satu sesi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat […]

expand_less