Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Doktor ke-63 PAI UMS, Ungkap Anomali Retensi Guru di Pesantren

Doktor ke-63 PAI UMS, Ungkap Anomali Retensi Guru di Pesantren

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah deretan lulusan doktoralnya dengan mengukuhkan Muhammad Nur Latif sebagai doktor ke-63. Ia dinyatakan lulus setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor, sekaligus meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89.

Dalam proses akademiknya, Latif dibimbing oleh Promotor Prof. Dr. Waston, M.Hum., serta Ko-Promotor Prof. M. Sholahuddin, S.E., M.Si., Ph.D.

Dalam disertasinya, Latif sapaannya, menyoroti fenomena unik yang terjadi di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin. Ia mengungkapkan bahwa jika dianalisis menggunakan Human Capital Theory dari Gary Becker, ketimpangan antara tuntutan kompetensi yang tinggi dan rendahnya insentif remunerasi secara rasional seharusnya memicu eksodus tenaga pendidik. Namun, realitas yang terjadi justru menunjukkan hal sebaliknya.

“Tidak ada satupun guru inti yang keluar. Resiliensi institusional ini merepresentasikan anomali keberhasilan yang esensial untuk dieksplorasi. Fenomena anomali tersebut justru menunjukkan beroperasinya mekanisme retensi khusus yang bekerja di luar jangkauan teori manajemen konvensional,” kata Latif, Rabu (8/4).

Dari hasil penelitiannya, Latif menemukan adanya sebuah arsitektur tata kelola Sumber Daya Manusia yang ia sebut sebagai Maqashid-Based Value-Safeguarding Architecture (M-VSA). Dalam konsep ini, lima prinsip al-Dharuriyyat al-Khams tidak lagi sekadar menjadi landasan moral, melainkan telah berkembang menjadi instrumen manajerial yang tersusun secara sistematis.

Selain itu, ia juga mengidentifikasi adanya VRIN Spiritual Capital Lifecycle, yakni sebuah siklus manajerial yang menggambarkan proses transformasi ontologis seorang pendidik dari human capital yang bersifat transaksional menjadi spiritual capital dengan karakteristik VRIN (valuable, rare, inimitable, dan non-substitutable).

Temuan ketiga dalam disertasinya adalah Maqashid-Based Value Safeguarding Mechanism (M-VSM), sebuah sistem pertahanan nilai yang bekerja secara menyeluruh dalam menjaga ekosistem pesantren. Sistem ini dianalogikan seperti kubah masjid yang melindungi keseluruhan struktur dari berbagai ancaman.

“Ia melindungi seluruh ekosistem dari ancaman eksternal dan internal yang dapat merusak kemurnian nilai,” ujar Latif.
Salah satu instrumen penting dalam mekanisme tersebut adalah radar anti-eksploitasi.

Latif menilai bahwa ancaman terbesar dalam ekosistem nilai pesantren adalah praktik eksploitasi yang dibungkus dengan narasi keikhlasan. “Ini terjadi ketika narasi pengabdian digunakan untuk menjustifikasi beban kerja yang melampaui batas kemanusiaan tanpa kompensasi yang proporsional,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pesantren Al-Mukmin menerapkan batas yang tegas antara tugas profesional berbayar (paid load) dan aktivitas sukarela (infaq time). “Batas ini ditegakkan secara konsisten,” tegasnya.

Ketiga model yang ditemukan tersebut kemudian terintegrasi dalam satu sistem besar yang dinamakan The Maqashid-Based Spiritual Capital Management Ecosystem (M-SCME). Sistem ini menunjukkan bahwa keberhasilan dalam mempertahankan tenaga pendidik di pesantren tidak semata-mata ditentukan oleh faktor material, melainkan oleh ikatan ideologis dan nilai-nilai transendental yang dibangun secara sistemik.

Sementara itu, Ko-Promotor Prof. M. Sholahuddin memberikan pesan kepada Latif agar gelar doktor yang diraih dapat dimaknai sebagai sebuah amanah yang harus diwujudkan dalam praktik nyata.

“Maka wujud syukurnya adalah ketika Anda beraktivitas di mana saja. Anda perlu menerapkan atau mengimplementasikan apa yang sudah didapat di pendidikan ini. Baik itu di tempat kerja, kemudian di pondok, atau di mana saja,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antara alumni dengan institusi dan para dosen.

“Dan saya harapkan tidak hanya sampai di sini saja hubungan kita. Hubungan antara alumni dengan institusi, hubungan antara alumni dengan para dosen-dosennya. Kalau dosen itu, maksudnya pengajar, itu tidak ada namanya ‘mantan’. Tidak ada mantan dosen, adanya dosen ya tetap dosen selamanya adalah dosen,” pungkasnya. (Maysali/Humas)

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Vertical Rescue HW UMS 2025: “Meniti Ketinggian Merajut Kepedulian”

    Sekolah Vertical Rescue HW UMS 2025: “Meniti Ketinggian Merajut Kepedulian”

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta — Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Hizbul Wathan UMS) kembali menunjukkan kiprahnya dalam bidang kemanusiaan dan kebencanaan melalui kegiatan Sekolah Vertical Rescue Tingkat 1 yang bertajuk “Meniti Ketinggian Merajut Kepedulian”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 11 hingga 13 Juli 2025, bertempat di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan beberapa titik latihan […]

  • Khotmul Qur’an Metode UMMI MBS Jazaul Ihsan, Cetak Generasi Qur’ani di Era Disrupsi 

    Khotmul Qur’an Metode UMMI MBS Jazaul Ihsan, Cetak Generasi Qur’ani di Era Disrupsi 

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JOMBANG – Gema lantunan Al-Qu’an menyelimuti Gedung Bung Tomo Pemkab Jombang. Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jazaul Ihsan Jombang menyelenggarakan Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode UMMI periode ke-empat. Pada Ahad, 3 Mei 2026. Khotmul Qur’an dan Imtihan merupakan ajang uji akhir dalam metode UMMI yang disaksikan langsung di depan para wali santriwan/santriwati. Sebanyak 52 peserta […]

  • Kampanye Bebas TBC: UNISA Yogyakarta bersama Dinas Kesehatan DIY selenggarakan Pelatihan Kader ‘Satriya’

    Kampanye Bebas TBC: UNISA Yogyakarta bersama Dinas Kesehatan DIY selenggarakan Pelatihan Kader ‘Satriya’

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 163
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Dinas Kesehatan DIY, melalui program Kampus Bebas TBC, mencanangkan pelatihan kader dengan nama Kader “Satriya,” singkatan dari Siaga Tanggap TBC di Yogyakarta, dengan tagline “Mentes” (Menuju Eliminasi Tuberkulosis). Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Dinas Kesehatan DIY, Yayasan Siklus Indonesia, dan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Pada hari Jumat, 2 Agustus 2024, Universitas […]

  • 700 Guru Muhammadiyah Samarinda Padati Upacara Hari Guru Nasional 2025

    700 Guru Muhammadiyah Samarinda Padati Upacara Hari Guru Nasional 2025

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Upacara bendera memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025 berlangsung khidmat dan meriah di halaman Perguruan Muhammadiyah Loa Bakung, Samarinda, Selasa (25/11). Lebih dari 700 guru Muhammadiyah dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK memenuhi lapangan mengikuti apel besar yang diselenggarakan sebagai bagian dari program upacara serentak nasional.   Upacara dipimpin oleh Ir. H. Amir Hady, Sekretaris Pimpinan […]

  • KM FMIPAKES UMRI Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Batu Busuak, Sumatra Barat

    KM FMIPAKES UMRI Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Batu Busuak, Sumatra Barat

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUMATRA BARAT — Sabtu,27 Desember 2025,Batu Busuak, Sumatra Barat — Keluarga Mahasiswa Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau (KM FMIPAKES UMRI) telah melaksanakan aksi penyaluran Bantuan Kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di Batu Busuak, Sumatra Barat. Kegiatan kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap sesama, yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara KM FMIPAKES UMRI […]

  • KOPDAR SUMU Pekalongan Raya Satukan Pengusaha Muhammadiyah, Perkuat Ekosistem Industri

    KOPDAR SUMU Pekalongan Raya Satukan Pengusaha Muhammadiyah, Perkuat Ekosistem Industri

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PEKALONGAN – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sukses menggelar KOPDAR SUMU Pekalongan Raya 2026 pada Ahad (12/7) di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi, sekaligus ruang bertukar gagasan bagi 150-an pengusaha Muhammadiyah, pelaku UMKM, dan pegiat ekonomi di Karesidenan Pekalongan Raya & sekitarnya. Sekretaris […]

expand_less