Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » PEMILU 2024 : APAKAH RIANG GEMBIRA ?

PEMILU 2024 : APAKAH RIANG GEMBIRA ?

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 14 Feb 2024
  • visibility 276
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Ikhwan Saifudin*

Pemilihan umum 2024 tinggal sejengkal lagi, esok hari akan menjadi penentu oleh siapa dan seperti apa arah bangsa ini akan dibawa 5 tahun kedepan,  nyatanya pemilu kali ini menjadi sorotan dan tunai kritik dari masyarakat sipil, dinamika serta kontroversi yang mengitarinya menjadi bumbu-bumbu yang mengkhawatirkan bagi proses kewarasan berdemokrasi. Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah pemilu masih bisa adil? Atau apakah pemilu riang gembira? Tentu jawabannya akan beragam, tergantung dari sudut pandang pendukung paslon yang mana.

Suara Guru Besar

Akan tetapi kegelisahan akan pesta demokrasi 5 tahunan ini bukan hanya soal pendukung atau para simpatisan semata, melainkan dirasakan betul oleh berbagai lapisan masyarakat termasuk guru-guru besar di berbagai perguruan tinggi.

Gelombang kritik dari berbagai universitas ternama melalui mahasiswa, civitas akademika bahkan para guru besar “turun gunung” secara lantang menyuarakan kebingungan mereka terhadap para penyelenggara negara di berbagai lini yang dinilai menyimpang dari prinsip moralitas, demokrasi, kerakyatan serta keadilan sosial, termasuk terjadinya pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sikap netralitas dan menjunjung tinggi etika mendasari dari berbagai tuntutan tersebut, hal ini sebagai respon atas pencalonan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden yang didasarkan pada putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023. Di mana Putusan ini dinilai sarat dengan intervensi politik dan terbukti adanya pelanggaran etika.

Runtuhnya Kenegarawanan

Manuver para pejabat daerah untuk memenangkan paslon tertentu bukanlah hal yang tabu lagi, dukungan mereka begitu gamblang di saat para pemangku jabatan terus menggembar-gemborkan sikap netralitas kepada bawahannya, di saat yang sama berulang kali presiden sendiri mengingatkan kepada ASN untuk bersikap netral dan menjaga kedaulatan rakyat.

Namun berbagai kalangan menyoroti potensi adanya intervensi pemerintah dalam proses pemilu, baik melalui kebijakan-kebijakan yang menguntungkan pihak tertentu maupun penggunaan sumber daya negara untuk kepentingan elektoral salah satu paslon. Kekhawatiran ini semakin diperkuat dengan munculnya sikap yang tidak mencerminkan kenegarawanan dari seorang presiden bahwa “presiden itu boleh lo berkampanye, presiden itu boleh lo memihak”, di mana beliau mengeluarkan pernyataan tersebut di tempat yang seharusnya steril dari sikap yang mengarah pada kampanye. Parahnya lagi statement tersebut keluar di saat salah satu kontestan pemilu berada di sampingnya yakni Prabowo Subianto.

Dugaan Abuse of power  juga semakin nyata bersamaan dengan deklarasi para menteri yang masih aktif menjabat, mereka dengan terang-terangan mendukung salah satu paslon. padahal undang-undang telah mengatur bagi pejabat publik yang ikut berkampanye maka harus cuti tentunya dengan berbagai syarat yang ketat, termasuk larangan menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye politik.

Dugaan Penyelewengan

Adanya dugaan kecurangan yang masif dan terstruktur memperburuk iklim demokrasi pemilu Indonesia. Dugaan kepada oknum elit politik yang memanfaatkan anggaran negara untuk ambisi politik, baik melalui politisasi program bantuan sosial (bansos), Bantuan sosial yang seharusnya menjadi instrumen untuk membantu masyarakat secara adil dan merata, kini menjadi “bancaan” oleh para politisi.

Penyalahgunaan bansos sebagai alat kampanye politik menimbulkan kekhawatiran, ketidakadilan sosial, konflik kepentingan dan tentunya merusak prinsip demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi.

Dugaan penyelewengan juga mengarah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), bagaimana bisa ketua KPU Hasyim Asy’ari dijatuhi “peringatan keras terakhir “ oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena telah melanggar kode etik terkait proses pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.

Demokrasi Bukan Memilih Malaikat

Suka tidak suka, menerima atau menolak demokrasi telah menjadi konsensus bersama dalam pemilihan pemimpin, dalam demokrasi tidak ada yang sempurna setiap calon pasti ada kekurangan, namun bukan artinya kita antipati atau menjadi golongan putih namun hak pilih tetap harus ditunaikan karena itu bagian dari tanggung jawab kebangsaan (Haedar Nashir). Bahwa dalam demokrasi kita tidak memilih malaikat, melainkan memilih orang yang  terbaik di antara apa yang tersedia, maka carilah cara agar orang terburuk tidak memimpin (Zainal Arifin Mochtar ).

Apakah Pemilu Riang Gembira ?

Dalam konteks ini, pemilu yang sebentar lagi akan dilaksanakan sulit rasanya disebut sebagai pesta demokrasi yang riang gembira atau demokrasi yang adil untuk semua. Lebih tepatnya, pemilu yang cacat akan moralitas ditunggangi berbagai kepentingan oleh sekelompok golongan yang haus dengan kekuasaan.

Oleh karena itu, perlu upaya bersama untuk menjaga integritas pemilu dan memastikan bahwa pemilu yang sesungguhnya meriah adalah yang bersih, adil, ber-etika dan memenuhi prinsip-prinsip demokrasi yang genuine.

Meskipun terdapat berbagai kekurangan dan tantangan, harapan akan pemilu yang damai dan berintegritas tetap harus dijaga. Masyarakat, lembaga pemantau pemilu, dan pihak terkait lainnya perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa pemilu 2024 berjalan dengan transparan, adil, dan bebas dari kecurangan.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga integritas dan keadilan dalam proses demokrasi merupakan usaha-usaha kolektif yang harus terus dijaga dan dikawal sehingga menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi demokrasi di tanah air.

*penulis adalah alumni PC IMM Sukoharjo

Ed : ARM

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 73 Personel KOKAM Surya Kusuma Kabupaten Banyumas Mengikuti Jambore Kokam se-Jawa Tengah 2025

    73 Personel KOKAM Surya Kusuma Kabupaten Banyumas Mengikuti Jambore Kokam se-Jawa Tengah 2025

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KOTA TEGAL – Sebanyak 73 personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Surya Kusuma Kabupaten Banyumas diberangkatkan dari halaman Kantor PDM Banyumas untuk mengikuti Jambore Kokam se-Jawa Tengah 2025 di Bumi Perkemahan Pantai Alam Indah di Kota Tegal tanggal 17–19 Oktober 2025. Dengan mengusung tema “Kokam Tanggap, Indonesia Berdaya,” Jambore ini menjadi momentum penguatan […]

  • Menembus Isolasi Sangatta

    Menembus Isolasi Sangatta

    • calendar_month Kamis, 24 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Balikpapan – “Mas Fuad. Ikut zoom ya. Link-nya kukirim sebentar,” ucap Iwan Sulistia, Sekretaris Kokam Kaltim lewat telpon WA. Aku pun membuka pesan WA yang dikirimkan teman asal Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut. Ternyata Sabtu (19/03) malam itu sedang berlangsung rapat koordinasi tanggap bencana bersama antara Kokam Kaltim dan MDMC. Informasi awal menyebutkan, hujan dengan […]

  • LP3A UMS Gelar Pembinaan dan Koordinasi Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader Muhammadiyah

    LP3A UMS Gelar Pembinaan dan Koordinasi Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader Muhammadiyah

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 89
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melaksanakan kegiatan silaturahmi, pendampingan, dan koordinasi penerima beasiswa kader UMS. Gedung Auditorium Mohammad Djazman UMS dipenuhi oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas penerima program beasiswa tersebut. Tujuan pembinaan ini dilakukan ialah menjadi forum pendampingan bagi mahasiswa selama menjalani masa pendidikan, […]

  • DPP IMM Tetapkan Kota Malang sebagai Tuan Rumah Tanwir XXXIII

    DPP IMM Tetapkan Kota Malang sebagai Tuan Rumah Tanwir XXXIII

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 115
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) resmi mengumumkan bahwa Kota Malang, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan Tanwir XXXIII IMM. Keputusan ini berdasarkan penetapan dalam rapat pleno DPP IMM yang tertuang dalam nomor surat keputusan XXV/A-1/2025. Tanwir kali ini mengangkat tema “Energi Kolekif untuk Negeri”, forum ini merupakan permusyawaratan […]

  • Pawai Tarhib Ramadhan PCM Muara Aman, Tradisi Meriah Sambut Ramadhan

    Pawai Tarhib Ramadhan PCM Muara Aman, Tradisi Meriah Sambut Ramadhan

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 191
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Sebanyak 800 peserta meramaikan Pawai Tarhib Ramadhan 1446 H yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muara Aman, Kabupaten Lebong. Mengusung tema “Sejuta Cinta Sambut Ramadhan Penuh Ceria” pada Kamis (27/2/2025). Kegiatan ini menjadi wujud antusiasme masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Pawai tahunan ini dimulai dari Masjid Al Jihad Muhammadiyah Muara […]

  • Raih Beasiswa Riset, Alumni Gizi UMS Siap Kontribusi untuk Kesehatan Lansia Dunia

    Raih Beasiswa Riset, Alumni Gizi UMS Siap Kontribusi untuk Kesehatan Lansia Dunia

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali hadir dari alumni Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Saminur Fauzan, S.Gz, yang saat ini melanjutkan studi Master by Research di International Islamic University Malaysia (IIUM). Ia menekankan bahwa peluang beasiswa riset masih sangat terbuka luas, hanya saja masih banyak mahasiswa yang belum mendapatkan informasi terkait kesempatan tersebut. […]

expand_less