Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lazismu dan Madani Berkelanjutan Ajak Masyarakat Kelola Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

Lazismu dan Madani Berkelanjutan Ajak Masyarakat Kelola Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
  • visibility 239
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta – Workshop Dampak Perubahan Iklim di Indonesia dan Peran Lazismu, Lazismu dan Madani ajak masyarakat kelola mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang berangkat dari potensi lokal yang ada.

Manusia sebagai khalifah di muka bumi memiliki tugas untuk memakmurkan bumi. Kewajiban untuk mengurus dan mengelola bumi merupakan sebuah kontribusi untuk keberlansungan hidup generasi selanjutnya. Perubahan iklim sebagai sunatullah adalah bagian takdir yang bisa dibuah melalui langkah mitigasi.

Sopa sebagai Wakil Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menyampaikan, dampak perubahan iklim harus disadari dengan sikap bahwa dalam ajaran Islam, takdir perlu dipahami sebagai ikhtiar penuh.

“Takdir bisa dalam arti suatu hal yang bisa diterima dengan ikhlas dan takdir yang bisa dimaknai dengan ikhtiar untuk bisa mengubah agar manusia tidak kehilangan kreatifitasnya,” jelasnya dalam sesi pengantar workshop di Jakarta pada (3/7/24).

Mengenai perubahan iklim, Sopa mengatakan hubungan manusia dengan manusia tidak sekedar manusia dalam makna utuh. Tapi di dalam hubungan manusia dengan manusia juga juga bermakna bagaimana hubungan manusia dengan alam.

“Alam semesta itu untuk manusia. Kerusakan alam yang terjadi juga disebabkan oleh manusia yang berdampak kepada anak cucu kita dan berdampak juga pada pelakunya,” pungkasnya.

Sopa menjelaskan, kesadaran umat Islam tentang perubahan iklim yang dipahami masyarakat sebagai takdir harus dilihat lagi maknanya sebagai sesuatu yang bisa diubah dalam arti bisa dimitigasi.

“Ada proses pencegahan jika sudah diketahui dampaknya,” imbuhnya.

Sebelum Musyawarah Nasional Majelis Tarjih Tahun 2020, sebut Sopa, salah satu topik kajian pra munas adalah tentang salat istisqo dan dan perubahan iklim.

Dia mengatakan, curah hujan yang tidak pasti dan kemarau yang panjang memicu ikhtiar banyak orang untuk melakukan salat istisqo dan doa. Dalam diskusi inilah, sambung Sopa, istilah dosa ekologis itu muncul. Dosa ekologis adalah dosa yang berangkat dari kerusakan alam perbuatan ulah manusia.

“Memahami dosa dan maksiat itu tidak hanya seperti yang kita pahami. Jadi dikaji kembali maka ada istilah dosa ekologis,” papar Sopa.

Baginya, kemarau yang panjang itu sunatullah, maka ia bisa dipelajari dan bisa dihitung secara saintifik. “Dari topik itu berkembang dan menghasilkan produk kajian tarjih berupa Fikih Air dan Fikih Kebencanaan,” sebutnya.

Adapun rumusan dari dokumen produk tarjih tersebut, lanjut Sopa, pada intinya memberikan dasar teologis yang kuat bagi seorang muslim agar bersikap terhadap perubahan iklim. Dimana Fikih Kebencanaan menyajikan suatu sikap bagi seorang muslim untuk bersungguh-sungguh dalam merespon perubahan iklim dan dampaknya melalui mitigasi bencana.

“Dari sini sebetulnya bisa menjadi panduan moral dan etik yang akan melahirkan kerangka dasar yuridis. Prinsip universal sebagai kaidah digunakan untuk tolak ukur menyusun regulasi dan membuat program yang konkrit misalnya dalam tata kelola air dan lainnya,” terangnya.

“Dalam hal itu, keterlibatan publik dan penyusunan skala prioritas dalam merespon dampak perubahan iklim sangat signifikan,” tandasnya.

Menanggapi paparan dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Giorgio Budi Indrarto selaku Deputy Director Madani Berkelanjutan mengatakan, dari cara pandang umat Islam terhadap perubahan iklim membuat dirinya optimis mitigasi dan adaptasi akan bisa dilakukan.

Kendati demikian, sebut Giorgio, dalam kajian dampak perubahan iklim untuk mengelola mitigasi dan adaptasi ternyata membutuhkan biaya yang sangat tinggi. “Butuh banyak bantuan, masyarakat Indonesia dikenal dermawan apalagi untuk membantu dirinya sendiri,” jelasnya.

Dalam Islam, seperti yang dikutip Giorgio dari Majelis Tarjih dan Tajdid, ada sebuah rambu-rambu yang harus dimaknai. “Misal ketika ingin bicara energi terbarukan, ini penting kita dalami dalam konteks perubahan iklim. Dari sisi halalnya sudah dikaji, tapi dari sisi kebaikannya itu yang perlu digali kembali,” paparnya.

Giorgio menjelaskan bahwa secara zat, sumber-sumber daya alam itu halal. Namun bagaimana cara ia memperolehnya itu yang perlu dikaji lebih dalam. “Saatnya sekarang umat Islam bisa menunjukkan bahwa ini cara kita bertransisi dalam suatu kondisi ke kondisi yang lain. Cara pandangnya harus berbeda dengan negara yang menyajikan suatu kebijakan. Ketika gagal menuju perubahan yang diinginkan maka akan jadi ujian yang besar,” imbuhnya.

“Dalam konteks perubahan iklim ada banyak potensi, seperti fikih air, ini yang kita jadikan sebagai sebuah tantangan dan kita tidak dikatakan sebagai kelompok orang yang menepak air tapi mengenai muka sendiri,”  lanjutnya.

Giorgio menerangkan bahwa Indonesia harus mengejar capaian itu dalam SDGs dan berangkat dari potensi lokal ini aka nada harapan bahwa Lazismu bisa berkolaborasi dengan jaringan Muhammadiyah. Ada Muhammadiyah Climate Changes (MCC) dan Majelis Lingkungan Hidup (MLH).

“Kita harus sering berdiskusi. Ada kesempatan untuk bertemu dan berkolaborasi tentang apa yang bis akita kerjakan dalam bentuk inovasi sosial,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nadia Hadad Directur Eksekutif Madani Berkelanjutan menyampaikan, Majelis Tarjih dan Tajdid dengan kajian dan teorinya secara nyata mengajak kita untuk memikirkan dampak dari apa yang kita kerjakan terhadap lingkungan.

“Ini bukan persoalan main-main, dampak perubahan iklim yang kita rasakan sudah sangat terasa. Dan takdir harus bisa diubah, tidak bisa membiarkan praktik yang mengabaikan kelestarian lingkungan yang dampaknya akan dirasakan anak cucu kita. Kita tidak boleh meninggalkan bumi dan lingkungan yang sulit dihuni oleh anak cucu kita karena dampak perubahan iklim,” paparnya.

Mitigasi perubahan iklim, sebut Nadia Hadad, sudah menjadi misi Madani Berkelanjutan dalam mendorong dan membantu pemerintah untuk melaksanakan kewajiban itu.

“Negara harus mengeluarkan kebijakan yang melestarikan lingkungan, Namun kebijakan itu belum mengarah ke sana dan belum maksimal,” tuturnya.

Nadia Hadad juga mengajak publik bersama masyarakat untuk menyadari dan melakukan upaya yang lebih jelas dan berdampak untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita sadar bahwa masih ada yang belum bisa melestarikan lingkungan seperti yang disampaikan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid,” tutupnya.

Kontributor : Tim Media Lazismu PP Muhammadiyah

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDM Lebong Siap Lebih Maju, Ikuti Pelatihan Penggerak Madya Muhammadiyah

    PDM Lebong Siap Lebih Maju, Ikuti Pelatihan Penggerak Madya Muhammadiyah

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bengkulu – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lebong turut ambil bagian dalam Pelatihan Penggerak Madya yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bengkulu. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat–Ahad, 12–14 September 2025 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Bengkulu, dengan mengusung tema “Menuju Muhammadiyah yang Berkemajuan, Profesional, dan Modern.” Pelatihan tersebut menghadirkan tokoh nasional Muhammadiyah, […]

  • Ketua Komite MIM Digdaya Dorong Penguatan Karakter dan Ketangguhan Anak Sejak Dini

    Ketua Komite MIM Digdaya Dorong Penguatan Karakter dan Ketangguhan Anak Sejak Dini

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 111
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA — “Pilih anak yang pintar atau anak yang tangguh?” Pertanyaan reflektif tersebut menggema di Auditorium Moh. Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu (11/7/2026). Pesan itu disampaikan langsung oleh Ketua Komite MIM Digdaya Bolon sekaligus CEO Win Corp, Bapak Wibowo Jati Purwanto, yang sukses memukau ratusan wali murid dalam agenda Awalussanah tahun ajaran […]

  • Satgas PPKPT UMS Gelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus

    Satgas PPKPT UMS Gelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Kampus

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Ruang Meeting lt2 Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (27/9). Kepala Satgas PPKPT UMS Dr. Marisa Kurnianingsih, S.H., M.H., M.Kn., menerangkan pelatihan tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada civitas academica […]

  • Muhammadiyah Kaltim Gelar Pengajian Ramadan dan Ideopolitor di UMKT, Perkuat Spirit Dakwah dan Ekonomi Umat

    Muhammadiyah Kaltim Gelar Pengajian Ramadan dan Ideopolitor di UMKT, Perkuat Spirit Dakwah dan Ekonomi Umat

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 90
    • 0Komentar

      Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur (PWM Kaltim) menggelar Pengajian Ramadan, Ideopolitor, dan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Jalan Ir. Juanda, Samarinda. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 6–8 Maret 2026. Sekitar 200 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari anggota PWM Kaltim, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, pimpinan […]

  • Raih Beasiswa Riset, Alumni Gizi UMS Siap Kontribusi untuk Kesehatan Lansia Dunia

    Raih Beasiswa Riset, Alumni Gizi UMS Siap Kontribusi untuk Kesehatan Lansia Dunia

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali hadir dari alumni Program Studi Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Saminur Fauzan, S.Gz, yang saat ini melanjutkan studi Master by Research di International Islamic University Malaysia (IIUM). Ia menekankan bahwa peluang beasiswa riset masih sangat terbuka luas, hanya saja masih banyak mahasiswa yang belum mendapatkan informasi terkait kesempatan tersebut. […]

  • PDM Lebong Umumkan Lokasi dan Petugas Sholat Idul Adha 1446 H

    PDM Lebong Umumkan Lokasi dan Petugas Sholat Idul Adha 1446 H

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lebong telah menetapkan lokasi pelaksanaan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1446 H atau Jum’at, 6 Juni 2025 M. Pelaksanaan Sholat Idul Adha akan digelar di berbagai titik strategis di wilayah Lebong, dengan penugasan khatib dan imam yang telah ditetapkan secara resmi […]

expand_less