Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Ambis Boleh, Materialis Jangan

Ambis Boleh, Materialis Jangan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
  • visibility 1.378
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Andi Rezti Maharani*

Di tengah gegap gempita dunia yang semakin mempesona, masih banyak yang menjadikannya sebagai tolak ukur kesuksesan. Saat ini jarang kutemukan seseorang yang belajar dan bekerja tulus tanpa menginginkan cuan. Ketika ditanya perihal keinginan di masa depan, rata-rata akan menjawab ingin menjadi sukses, ingin membahagiakan orangtua, dan ingin punya mobil dan rumah besar. Bisa saja definisi sukses menurut orang-orang itu berbeda. Namun, kebanyakan dari mereka mengartikan kesuksesan itu hanya sebatas kesuksesan di dunia. Padahal yang kita ketahui bahwa dunia ini sifatnya sementara.

Ada sebuah kalimat menarik yang saat ini banyak dipakai warganet, “Selamat pagi dunia tipu-tipu”. Aku bersyukur karena sebagian warganet sudah menyadari bahwa hakikat dunia itu memang menipu. Lalu, untuk apa kita mempercayai sesuatu yang sudah jelas menipu?

Jangan Bekerja Hanya untuk Uang

Sejak awal, mindset kita ketika belajar di sekolah adalah untuk menjadi orang sukses dan bercuan banyak. Hampir tidak dapat dipungkiri. Pemikiran semacam itu timbul tak lepas dari faktor lemahnya perekonomian kita saat ini. Orang-orang berlomba untuk menaikkan taraf hidup mereka. Dengan belajar di sekolah dan menuntut ilmu, kita diharapkan dapat memperbaiki SDM yang saat ini negara butuhkan. Tapi kita lupa bagaimana sebenarnya standar manusia yang berkualitas itu.

Jika kita menganggap manusia yang berkualitas itu manusia yang memiliki harta berlimpah ruah. Koruptor adalah manusia yang paling berkualitas. Beda lagi ketika manusia berkualitas yang kita maksudkan adalah manusia yang memiliki akhlak dan perangai yang baik. Kualitas manusia seperti itu yang luput dari pengamatan kita dan kerap kali kita acuhkan padahal sebenarnya merekalah yang kita butuhkan.

Antara Ambis dan Materialis

Istilah “Anak ambis” sendiri sudah tak asing lagi di sosial media. Ada yang mengartikannya sebagai anak yang rajin, anak yang produktif, dan definisi-definisi lainnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ambisi adalah keinginan yang besar untuk menjadi sesuatu atau melakukan sesuatu. Namun sayangnya, anak ambis terkadang salah dalam berambisi. Ambisi mereka cenderung mengarah pada ambisi mengejar harta, tahta, dan dunia –bukan chef renatta lho ya-. Dari situlah timbul orientasi hidup yang salah. Harta menjadi segala-galanya di mata mereka. Kesalahan orientasi hidup inilah yang kelak akan melahirkan generasi materialis di masa mendatang.

Ambis Itu Boleh!

Menjadi seorang yang memiliki ambisi itu baik. Karena dengan itu kita memiliki tujuan hidup yang ingin kita capai. Namun, ambisi seperti apa yang baik? Apakah ambisi kepada dunia atau ambisi kepada akhirat? Kita seringkali lupa bahwa ambisi terhadap dunia akan mengantarkan kita menjadi seseorang yang materialis. Pribadi materialis yang dibutakan oleh harta benda. Sedang  kita tahu bahwa harta benda itu penuh ketidak-pastian. Ujung-ujungnya, dunia tak kunjung didapat dan hidup terasa tak nikmat.

Temen-temen pasti pada tau kan ngejar yang ngga pasti itu rasanya gimana gitu.

Secara tak sadar, menjadi seorang materialis akan mengantarkan kita kepada kerusakan moral. Demi uang, semuanya rela dikorbankan. Asal ada uang dan bisa makan, apapun dilakukan. Termasuk menghalalkan sesuatu yang haram. Siapa yang tak membolehkan ambis? Ambis boleh kok tapi jangan materialis.

Nasehat untuk Pribadi  Materialis

Di dalam kitabnya Bidayatul Hidayah, Imam Al Ghazali memberikan nasehat yang patut kita renungkan, “Ketahuilah wahai kamu yang ingin mendapat curahan ilmu, yang betul-betul berharap dan sangat haus pada ilmu. Jika tujuanmu dalam menuntut ilmu adalah untuk bersaing, untuk berbangga-bangga, untuk mengalahkan teman yang lainnya, untuk meraih simpati banyak orang, dan untuk mengumpulkan kekayaan dunia, maka sesungguhnya kamu sedang berjalan untuk menghancurkan agamamu, membinasakan dirimu, dan menjual akhirat dengan duniamu.”

Sebagai seorang muslim, sepatutnya kita senantia merasa haus dari ilmu. Teruslah mengarungi samudera pengetahuan. Sampai kapan? Sampai ke liang lahat. Minal mahdi ilal lahdi. Sehingga tidak ada istilah pensiun dari belajar. Ada satu hal penting yang perlu diperbaiki dalam proses belajar. Niatkan dalam hati kita bahwa ilmu yang kita dapatkan harus menambah ketakwaan kita kepada Allah sang pemilik semesta.

Akhirul kalam, semoga nasehat singkat di atas dapat kita renungkan untuk membenahi orientasi hidup kita. Semoga kita semua dapat terbebas dari belenggu dunia yang kian menjerat kita dari segala arah. Serta dapat terhindar dari fitnah dunia yang fana. Wallahu’alam bis-showaab.

*Penulis adalah santri dan aktivis IPM Ponpes Al-Mujahidin Muhammadiyah Balikpapan

Editor: M. Andhim

Ilustrasi: http://alzonline.net/

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (1)

  • binance anm"alan

    Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

    13 October 2026 2:29 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maarif House: Kita Butuh Pemimpin yang Tak Hanya Mengandalkan Pencitraan

    Maarif House: Kita Butuh Pemimpin yang Tak Hanya Mengandalkan Pencitraan

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Maarif House menggelar diskusi seri keempat bertema Agama, Kebudayaan, dan Moralitas Publik. Salah satu penyataan yang muncul adalah kebutuhan akan pemimpin yang mampu mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai yang kuat. KABARMUH.ID, Jakarta – Di tengah hiruk pikuk Kota Jakarta, Rabu (11/9/2024) Maarif Institute menggelar sebuah diskusi terbatas dan mendalam tentang “Agama, Kebudayaan, dan Moralitas Publik”. Di […]

  • UM Bandung Gelar Baitul Arqam, Ribuan Mahasiswa Baru Dibekali Keislaman dan Kemuhammadiyahan

    UM Bandung Gelar Baitul Arqam, Ribuan Mahasiswa Baru Dibekali Keislaman dan Kemuhammadiyahan

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 232
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar kegiatan Baitul Arqam bagi mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025. Acara yang berlangsung selama empat hari, dari Selasa hingga Jumat (24-27/09/2024), diikuti oleh 1.657 mahasiswa baru yang terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti mahasiswa baru dari Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sementara itu, […]

  • Tingkatkan Kesadaran Peran Ayah, Mahasiswa Ilkom UMS Gelar Kampanye Teman Tumbuh

    Tingkatkan Kesadaran Peran Ayah, Mahasiswa Ilkom UMS Gelar Kampanye Teman Tumbuh

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 103
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sebuah kampanye sosial bernama Teman Tumbuh dengan tema “Anti Fatherless, Peran Ayah Itu Penting” diadakan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran orang tua, khususnya ayah, dalam tumbuh kembang anak, guna mencegah dampak negatif dari fenomena fatherless atau ketidakhadiran ayah […]

  • Tabligh Akbar UAH: Strategi Rasulullah Membangun Kota Peradaban

    Tabligh Akbar UAH: Strategi Rasulullah Membangun Kota Peradaban

    • calendar_month Minggu, 1 Okt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 294
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Tabligh Akbar Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah menghadirkan Ustaz Adi Hidayat (UAH) dan padat sekitar 25.000 jamaah di Gedung Edutorium K. H. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sejak pagi. Dengan tema “Muslim Milenial Bertaut Masjid, Keluarga Tangguh Berbingkai Jamaah” disiarkan langsung juga pada kanal YouTube tvMu Channel pada Ahad, 24 September […]

  • Utusan MPKSDI PPM Dampingi Baitul Arqam di Raja Ampat

    Utusan MPKSDI PPM Dampingi Baitul Arqam di Raja Ampat

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 227
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Raja Ampat – Sebagai salah satu destinasi impian masyarakat lokal dan internasional, Raja Ampat di Provinsi Papua Barat memang terkenal dengan keindahan alamnya, terkhusus lautnya yang berwarna biru. Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengutus Moch. Irfan Islami, Muhammad Ali, dan Endy Saiful Alim untuk mendampingi kegiatan pelatihan perkaderan […]

  • Rektor UMS Sampaikan Lima Pesan Strategis untuk Mahasiswa Kedokteran ISMKI Wilayah III

    Rektor UMS Sampaikan Lima Pesan Strategis untuk Mahasiswa Kedokteran ISMKI Wilayah III

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya dalam memperkuat mutu pendidikan kedokteran di tingkat nasional. Hal ini ditegaskan Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah Tiga (Rakorwilga) Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah III, Selasa (30/7) kemarin, di Gedung Pascasarjana, Kampus 2 UMS. Kegiatan tersebut diikuti oleh […]

expand_less